Connect with us

Maritim

Di Lembata, Menteri Susi Janji Bangun Laboratorium Kuljar, Coldstorage, dan SPDN

Published

on

Zonaekonomi.com, Lembata – Di hari kedua dalam kunjungannya di Kabupaten Lembata, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima berbagai keluhan persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, baik nelayan maupun pembudidaya ikan dan rumput laut yang berdialog dengannya.

Keluhan yang disampaikan mulai dari kualitas rumput laut yang menurun, pembatasan solar, kapal dan alat tangkap hingga tidak adanya pasar untuk menjual ikan.

Saat mengunjungi sentra penghasil rumput laut yakni Desa Babokerong di Kecamatan Nagawutung, masyarakat mengeluhkan kurangnya sarana untuk menjemur hasil panenan rumput laut dan mengharapkan bantuan tempat jemur permanen.

Namun hal tersebut menurut Susi dapat disiasati dengan para-para yang terbuat dari bambu. Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan tidak adanya gudang untuk menampung rumput laut kering saat musim panen tiba, serta menghendaki pemerintah untuk membuat pabrik agar bisa dipasarkan dengan harga yang lebih baik.

Namun Susi berpendapat bahwa belum perlu membangun pabrik karena produksi rumput laut yang dihasilkan terhitung masih sedikit, yakni hanya 270 ton per tahun. Sementara itu jika di dibandingkan dengan Waingapu di Sumba Timur, rumput laut yang dihasilkan Babokerong relatif lebih rendah kualitasnya.

“Saya lihat tadi rumput lautnya kurang bagus, tidak seperti di Waingapu,” ujarnya.

Menanggapi permasalahan ini, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya akan membangun laboratorium kultur jaringan (kuljar) untuk memperbaiki kualitas bibit dan menyalurkan bantuan 400 unit kebun bibit rumput laut senilai Rp 900 juta.

“Nanti akan ada 4 kawasan yang menjadi lokasi sasaran, juga ada bantuan sarana dan prasarana budidaya senilai Rp 735 juta,” jelas Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto yang juga mendampingi Susi meninjau hasil panen rumput laut di Babokerong.

Persoalan lainnya yang dihadapi masyarakat nelayan Lembata adalah terkait minimnya armada kapal dan alat tangkap. Untuk itu, nelayan mengharapkan bantuan kapal 1- 5 GT dengan alat tangkap pole and line untuk menangkap ikan tuna.

“Kalau kapal tidak masalah, asal buat koperasi dulu, paling mahal biayanya Rp 700 ribu. Nanti Ditjen Perikanan Tangkap bisa menyiapkan (bantuan) 50 unit pole and line,” jawabnya.

Sementara itu, menanggapi persoalan rendahnya harga ikan hasil tangkapan, Susi mengatakan bahwa mekanisme pasar harus diciptakan oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

“KUD (Koperasi Unit Desa) dihidupkan supaya yang beli dari KUD agar harganya bagus,” tambahnya.

Persoalan jatuhnya harga ikan saat musim tangkap, menyebabkan ikan tidak terjual sehingga ikan bernilai ekonomis tinggi seperti tongkol hanya dijadikan sebagai bahan baku tepung ikan.

“Ikan bagus-bagus dibuat tepung ikan. Tahun depan lembata akan disiapkan coldstorage, yang dikelola koperasi, jadi ikannya bisa disimpan dan di jual ke luar daerah,” jelas Susi.

Padahal menurut Susi, ikan-ikan tersebut jika dijual di Jawa harganya mencapai Rp 30-40 ribu per kg. Bahkan nelayan mengaku sebanyak 1 dam truck atau sekitar 5 ton ikan hanya dihargai Rp 500 ribu saja jika ikan sedang melimpah.

“Coldstorage dan es sangat penting agar ikan bisa dikirim keluar. Saya juga sudah minta PERINDO dan PERINUS untuk bisa menampung ikan dari nelayan,” tambahnya.

Selanjutnya mayoritas nelayan juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM. Persoalan BBM ini menjadi masalah krusial dan faktual yang dirasakan oleh nelayan.

Selama ini kapal dibawah 10 GT dibatasi hanya dapat membeli solar 10 liter per hari di SPBU. Selain itu letak SPBU yang berada di perkotaan jauh dari desa, sehingga harganya melambung karena harus mengeluarkan biaya transportasi.

Padahal untuk bisa melaut ke lepas pantai saja nelayan membutuhkan BBM hingga 100 liter perhari.

Terkait persoalan ini, Susi meminta Bupati Lembata untuk bisa menyurati Pertamina agar tidak ada pembatasan pembelian BBM oleh nelayan. “SPDN paling tidak akhir tahun bisa ditambah.

Untuk sementara SPBU tidak membatasi nelayan dibawah 10 GT,” tegas Susi.

Sedangkan untuk keluhan aturan perizinan, Susi dengan tegas bahwa telah dikeluarkan surat edaran ke seluruh pemerintah daerah dimana kapal dibawah 10 GT tidak perlu izin namun tetap harus didaftarkan.

Untuk itu, Ia menghimbau agar pemerintah daerah dapat mengindahkan surat tersebut untuk tidak lagi mempersulit izin nelayan kecil.

“Bapak-bapak juga harus punya kartu nelayan biar bisa mendapatkan asuransi dan subsidi bbm,” tambahnya.

Selama di Lembata, selain mengunjungi sentra rumput laut Babokerong dan berdialog dengan masyarakat, Susi juga meninjau pabrik tepung ikan, lokasi acara Hari Nusantara di Bukit Cinta, melepaskan tukik, meninjau situs bahari fosil (tulang) ikan paus terdampar dan melakukan pantauan udara.

Sebagai informasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan safari bahari di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan berlayar di perairan Flores (laut Sawu) mengunakan KRI Untung Suropati 372 milik TNI AL.

Selama 4 hari (9 s.d 12 Juni 2016), Susi akan singgah di tiga wilayah NTT yakni Larantuka, Lembata dan berakhir di Kupang untuk meninjau situasi dan kondisi perairan Flores (laut Sawu) dan menggali permasalahan masyarakat nelayan di ketiga wilayah yang disinggahi. (tim)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Maritim

Kemenko Kemaritiman Kampanyekan Cinta Laut

Published

on

Asisten Deputi Bidang Olahraga dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengkampanyekan gerakan Cinta Laut kepada para generasi muda khususnya pada tingkatan Sekolah Menengah Pertama.

“Gerakan ini adalah sosialisasi lanjutan program yang telah kita jalankan selama ini, diantaranya Program Dapunta hasil kerja sama kita dengan RRI. Kami juga ingin sosialisasikan tentang bagaimana kita dapat mencintai laut dan turut menjaga kebersihannya,” ujar Asisten Deputi Bidang Olahraga dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Selanjutnya, dalam informasi tertulis tersebut Kemenko Bidang Kemaritiman akan terus menggaungkan kegiatan kepedulian serta kebersihan laut demi mendukung Gerakan Indonesia Bersih (GIB), dengan melibatkan lebih banyak pihak, khususnya generasi muda dikarenakan kalangan generasi muda relatif lebih mudah untuk diberikan pemahaman.

“Tinggal kita mengarahkan dengan harapan mereka dapat menularkan hal positif ini kepada lingkungan mereka, jadi kita gerakkan seluruh stake holder dan seluruh pihak untuk bersama-sama mengkampanyekan ini, karena ini adalah komitmen dan kewajiban kita karena kita akan kesulitan kalau kita tidak bergerak bersama,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Kemenko Bidang Kemaritiman juga mengadakan pelatihan kepada anak-anak muda setara SMP tentang bagaimana cara membuat Vlog yang berkualitas. Terlihat, puluhan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias.

“Hal seperti ini sangat bermanfaat, kami mendapatkan pelajaran mengenai bagaimana cara menjaga lingkungan laut dan pesisir terutama dari sampah plastik. Kegiatan ini secara langsung menyadarkan kita untuk memberitahukan teman-teman kita untuk melestarikan lingkungan. Kita mulai dari diri sendiri tanpa nanti dan tanpa tapi,” ujar Widya dari SMP 201 Jakarta.

Kemudian, para siswa tersebut dengan didampingi guru pendamping dan para praktisi vlog langsung membuat Vlog di area sekitar Taman Wisata Angke Kapuk. Nantinya, Vlog tersebut akan dinilai mana yang paling bagus dan mendapatkan hadiah. Vlog tersebut rencananya juga akan dilombakan secara nasional. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Maritim

Pelindo I Terus Berbenah Genjot Program Tol Laut

Published

on

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I terus melakukan berbagai penataan dan pembenahan terhadap Pelabuhan.

Zonaekonomi.com, Medan – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I terus melakukan berbagai penataan dan pembenahan terhadap Pelabuhan Belawan sebagai salah satu upaya meningkatkan layanan kepada konsumen dan meningkatkan konektivitas seiring dengan program Tol Laut yang dicanangkan Pemerintah.

General Manager Terminal Peti Kemas Domestik Belawan (TPKDB) Indra Pamulihan di Medan, Senin (12/11/2018), mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan serangkaian program penataan dan pengembangan secara menyeluruh Pelabuhan Belawan.

Di antaranya adalah pembangunan Dedicated Terminal berupa terminal minyak sawit mentah (CPO) di Pelabuhan Belawan Multipurpose yang dapat ditingkatkan menjadi 1,8 juta ton, Shorebase Terminal dan Car Terminal dengan kapasitas 880 unit mobil.

Serta Terminal Curah Kering berkapasitas sebesar 1 juta ton, Terminal General Cargo, dan Dermaga Industri Kimia Dasar (IKD).

TPKDB ini merupakan salah satu unit layanan Pelindo 1 yang mengelola kegiatan bongkar muat peti kemas domestik antar pulau, yang juga merupakan program pendukung Tol Laut Pemerintah yang bertujuan menurunkan biaya logistik serta memperkuat konektivitas nasional.

“Kemarin juga kita sudah datangkan empat unit alat bongkar muat peti kemas Rubber Tyred Gantry di Terminal Peti Kemas Domestik Belawan yang diangkut Kapal MV Biglift Biffin,” katanya.

Pelindo I memiliki wilayah operasi di empat provinsi yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 16 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/ perwakilan.

Pelindo I juga mengelola satu unit usaha yaitu UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) dan RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan) serta enam nak perusahaan yaitu PT Terminal Petikemas Indonesia (TPI), PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK), dan PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM).

Saat ini Pelindo 1 dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus, telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga untuk meningkatkan produktivitas yang lebih efektif dan efisien.

Pengembangan secara berkelanjutan itu juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam program tol laut untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional. (jur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Maritim

Menteri Susi : Revitalisasi Laut Harus Dilakukan

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Zonaekonomi.com, Nusa Dua – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan kepada dunia bahwa revitalisasi laut harus terus dilakukan dimanapun berada.

“Jangan hanya eksploitasi hasil laut, tapi juga harus ada proses revitalisasi untuk masa depan keseimbangan lingkungan,” kata Susi di diskusi internasional dalam forum Our Ocean Conference (OOC) 2018 Bali, Selasa (30/10/2018).

Susi juga mengingatkan bahwa laut memiliki apa yang dibutuhkan oleh manusia, namun jika hanya diambil kekayaannya akan banyak kerugaian bagi masyarakat.

“Laut tidak butuh kita, tapi kita sangat membutuhkan adanya laut, maka hal ini harus dijaga, agar apa yang kita butuhkan dari laut tersedia dalam jangka waktu yag panjang,” katanya.

Sebelumnya, Susi Pudjiastuti mengatakan perlu ada sistem untuk melacak komitmen yang dijanjikan para pihak dari pelaksanaan Our Ocean Conference (OOC) 2018.

“Akan ada komitmen baru, nanti bisa diikuti apa saja. Tapi, yang jadi highlight, saya ingin encourage (mendorong) ada yang melacak komitmen yang dibuat,” kata Susi.

Menurut dia, perlu ada mekanisme untuk melacak komitmen-komitmen yang diberikan selama OOC berlangsung, sehingga bisa diketahui apakah komitmen tersebut berjalan atau tidak.

Dalam kesempatan yang sama, Susi mengatakan bahwa Indonesia telah mengatasi pencurian ikan atau illegal, unreported, unregulated fishing dan memberikan hasil memberikan dampak keberlangsungan dan peningkatan ekonomi dari kelautan.

Sekarang, ia mengatakan saatnya mengatasi sampah plastik yang menjadi polusi di laut. Akan ada sekitar 50 pembicaraan atau ocean talks dalam gelaran OOC Ke-5 di Bali ini dan diadakan untuk mengamankan laut. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending