Connect with us

Tourism

Indonesia Sangat Pantas Menjadi Taman Wisata Dunia

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta –  Paradigma baru tentang taman wisata dunia akan segera terwujud di Indonesia. Dimana mimpi dari masyarakat dunia tentang sebuah taman yang memiliki berbagai macam potensi wisata berkelas dunia dan dalam satu wilayah, yaitu wilayah Indonesia yang meliputi wilayah laut pulau Sabang Provinsi Aceh hingga wilayah darat kota Merauke provinsi Papua.

World Tourism Park Foundation (WTPF) sebagai lembaga nirbala/NGO yang menciptakan konsep taman wisata di dunia, disalah satu negara pilihannya bermaksud akan mewujudkan mimpi masyarakat dunia tersebut.

“Dengan menetapkan wilayah Indonesia sebagai ‘Tamannya Wisata Dunia’ yang letaknya berada di wilayah Asia Tenggara,” ujar Founder & CEO WTPF, Daniel ILI dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (10/6/2016).

Menurutnya, penetapan Indonesia sebagai kawasan taman wisata dunia tersebut memiliki pertimbangan sebagai berikut.

“Indonesia memiliki wisata alam terbanyak di dunia, Indonesia memiliki wisata bahari terluas di dunia,” kata Daniel.

Selanjutnya, Indonesia menguasai 30 persen terumbu karang terluas di dunia, Indonesia memiliki berbagai macam kuliner terbanyak dan terkenal di dunia, Indonesia juga memiliki budaya dan adat istiadat terbanyak di dunia.

“Memiliki peninggalan sejarah yang paling beragam, memiliki pusat perbelanjaan terbanyak di dunia,” tambah Daniel.

Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai macam buah tropis terbanyak di dunia. “Juga memiliki berbagai macam spesies ikan hias terbanyak di dunia,” katanya.

Daniel menambahkan, penetapan Indonesia sebagai kawasan taman wisata akan ditentukan melalui ‘Deklarasi Taman Wisata Dunia’ yang rencananya akan diselenggarakan dalam agenda WTP Forum pada 27 September 2016 di Jakarta.

“Pengukuhan tersebut diselenggarakan bertepatan dengan peringatan hari Pariwisata Dunia,” pungkasnya. (rin)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Tourism

Investor China Minati Wisata Lombok

Published

on

Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraha Mauludiah memaparkan tentang objek wisata Indonesia di ajang Festival Mikrofilm Ningbo, Sabtu (17/11/2018).

Zonaekonomi.com, Shanghai – Salah satu investor asal Provinsi Anhui, China, menyampaikan minatnya berinvestasi di bidang pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Mereka menyampaikan minatnya dengan mendatangi ‘booth’ (stan) kami di CITM (ajang pemasaran pariwisata internasional di Shanghai, China),” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraha Mauludiah di Shanghai, Senin (19/11/2018).

Menurut dia, investor wilayah timur daratan Tiongkok itu sudah memiliki pengalaman mengantarkan wisatawan China ke Lombok.

“Mereka ini punya pasar wisatawan tersendiri di Anhui,” ujar perempuan yang biasa disapa Nining itu menambahkan.

Di ajang CITM yang digelar pada 16-19 November 2018 tersebut, Indonesia turut berpartisipasi dengan mendirikan Paviliun Indonesia.

Acara yang dibuka oleh pejabat setingkat Wakil Menteri Pariwisata China itu juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

“Pameran wisata terbesar ini digelar di Shanghai juga karena kontribusi Shanghai sangat besar dalam hal kunjungan wisatawan China ke Indonesia,” kata Nining.

Pada tahun ini Kemenpar RI menargetkan 2,7 juta kunjungan wisatawan asal China. Sebelumnya pemerintah menargetkan 3 juta kunjungan wisman China, namun direvisi menjadi 2,7 juta setelah terjadi gempa bumi di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Hingga saat ini baru terealisasi sekitar 2 juta kunjungan wisatawan dari China ke sejumlah objek wisata, seperti Bali dan Manado, Sulawesi Utara.

“Kami tidak mematok target khusus dari ajang CITM. Secara umum, kami menginginkan agar target tersebut tercapai,” kata Konjen.

Dalam pameran pariwisata di kota terkaya di China itu, Indonesia memasarkan paket wisata minat khusus, seperti menyelam dan golf.

“Selain itu, pameran ini difokuskan untuk meyakinkan para wisatawan China setelah beberapa wilayah di Indonesia dilanda bencana,” ujar Nining. (mii)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Total Investasi Pengembangan KEK Mandalika Tembus Rp17 Triliun

Published

on

Total investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mencapai lebih dari Rp17 triliun.

Zonaekonomi.com, Mandalika – PT Pengembang Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) menyebutkan total investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, mencapai lebih dari Rp17 triliun, yang salah satunya akan digunakan untuk membangun lintasan balap untuk MotoGP.

“Total investasi yang sudah kita himpun di Mandalika mencapai Rp17 triliun,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer pada acara HUT 45 ITDC di Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB, Minggu (18/11/2018).

Ia menyebutkan total investasi itu berasal dari tujuh investor dengan nilai sekitar Rp3,2 triliun dan Vinci Construction and Grand Projets (VCGP) senilai 1 miliar dolar AS atau Rp14,6 triliun lebih sehingga seluruh komitmen investasi di KEK Mandalika sebesar Rp17 triliun.

“Bahkan kami juga akan mendapat pinjaman melalui Kementerian Keuangan sebagai syarat mendapatkan pembiayaan sebesar 248 juta dolar AS atau setara dengan Rp3,6 triliun untuk infrastruktur Mandalika sebelum akhir tahun 2018,” terangnya.

Abdulbar mengakui khusus dengan Vinci Construction and Grand Projets (VCGP) pihaknya telah menandatangani perjanjian Master LUDA untuk membangun lintasan balap di dalam kawasan.

Diharapkan dengan terbangunnya lintasan tersebut yang direncanakan dimulai pada 2019, KEK Mandalika bakal bisa menyelenggarakan balap MotoGP.

Lintasan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika ini mencapai 4,2 kilometer yang dibangun di atas lahan seluas 160 hektare, dengan 130 hektare di antaranya diperuntukkan untuk pembangunan sirkuit dan 20 hektare untuk hotel, rumah sakit, dan fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, Direktur Kontruksi dan Operasional ITDC Ngurah Wirawan menyebutkan di akhir 2018, pihaknya telah merampungkan pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di KEK Mandalika antara lain Masjid Nurul Bilad, Kuta Beach Park, Pengolahan air berteknologi SWRO, infrastruktur kawasan dan jalan sepanjang 11 km, termasuk, kawasan sentra UMKM Bazaar Mandalika yang baru selesai dikerjakan.

“Di usia 45 tahun ITDC, khusus di Mandalika, kami sudah bisa membangun fasilitas utama sebagai penunjang kawasan destinasi, sehingga menjadi daya tarik wisatawan,” katanya.

Ngurah Wirawan mengatakan selain berbagai fasilitas tersebut, pihaknya juga saat ini sedang melaksanakan pembangunan fasilitas lain di dalam kawasan seperti hotel Pullman dan Paramount, termasuk, pembangunan jalan sepanjang 20 kilometer yang dimulai pada 2019, dengan alokasi anggaran sekitar Rp700-800 miliar.

“Tapi tidak seluruhnya untuk jalan, ada kita fungsikan untuk kegiatan lain dalam kawasan,” katanya.

Ia mengatakan, jalan raya sepanjang 20 kilometer itu nantinya memiliki lebar 30-40 meter, namun untuk lintasan MotoGP jalan yang harus dibangun mencapai 15-90 meter.

“Secara detail yang lebih memahami itu Vinci bersama Dorna selaku investor. Tapi, karena lintasan MotoGP ada standar-standar sendiri sehingga harus lebih dibangun lebar,” katanya. (nur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Raja Ampat Atur Pelayaran Menuju Destinasi Piaynemo

Published

on

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung Pulau Papua.

Zonaekonomi.com, Waisai – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, ?Provinsi Papua Barat mengatur alur pelayaran dari Waisai menuju destinasi wisata Piaynemo yang menjadi tujuan utama wisatawan saat berkunjung ?di Kepulauan Waigeo.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Raja Ampat Yohanes B Rahawarin di Waisai, Selasa (13/11/2018) mengatakan, pihaknya sedang membuat regulasi berupa peraturan daerah untuk mengatur alur pelayaran di kawasan konservasi Raja Ampat termasuk jalur pelayaran Waisai menuju Piaynemo.

Dia mengatakan, perlu diatur alur pelayaran di kawasan konservasi kepulauan waigeo dan fam sehingga kidak semua kapal bisa masuk agar jangan sampai merusak terumbu karang seperti kejadian kapal pesiar Inggris beberapa waktu lalu.

Dalam menyusun regulasi, Pemkab Raja Ampat telah melakukan survei jalur pelayaran Waisai ibukota Kabupaten Raja Ampat menuju Piaynemo dan telah ditetapkan kawasan mana yang kapal dapat berlayar.

Selain itu, kata dia, kapal wisata ukuran apa saja yang dapat berlayar melalui kawasan tersebut. Kawasan mana saja yang kapal wisata dapat berlabuh dan buang jangkar untuk melakukan aktivitas menyelam maupun snorkeling.

“Hal tersebut diatur dalam regulasi dengan tujuan agar menghindari adanya kerusakan terumbu karang untuk menunjang pariwisata berkelanjutan bagi generasi Raja Ampat di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengatakan, tim penyusun regulasi sedang turun ke masyarakat kampung- kampung kawasan perairan konservasi Waigeo dan Fam untuk berdiskusi dan Minta pendapat atas regulasi tersebut.

“Kami upayakan regulasi tersebut tuntas sebelum akhir tahun 2018, kemudian disosialisasikan kepada stakeholder pariwisata, serta dapat berlaku di awal tahun 2019,” ungkapnya. (ebk)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending