Connect with us

Politik

Kerugian Negara Akibat Korupsi Capai 204 Triliun

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Korupsi picu kenaikan utang sehingga negara makin gampang didikte oleh kreditur. Hanya di Indonesia koruptor disubsidi oleh rakyat dan generasi muda di masa datang. Sebagai upaya memuluskan perjalanan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan maju serta disegani, tidak ada cara lain kecuali membereskan akar masalah yang merusak hampir semua sendi kehidupan, yakni korupsi akut.

Pengamat ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Suroso Imam Zadjuli mengatakan, sistem oligarki korup yang berlangsung selama ini tidak hanya akan membuat perekonomian Indonesia menjadi terbelakang, akan tetapi secara tidak langsung juga mengancam kedaulatan negara karena membuat negara semakin bergantung kepada negara lain.

“Kalau utang akibat defisit anggaran terus membengkak karena korupsi yang terjadi di semua lini seperti sekarang, sama saja menyerahkan nasib kita ke negara kreditur. Mereka akan semakin leluasa mendikte berbagai kebijakan pemerintah sebagai syarat dikucurkannya pinjaman, demi keuntungan mereka,” papar Suroso di Jakarta, seperto dikutip Halloapakabar.com, Kamis (8/9/2016).

Suroso menjelaskan, korupsi memiliki dampak luas tidak hanya terhambatnya proyek-proyek pembangunan, tapi juga mengancam keamanan dan pertahanan negara. “Dampaknya tidak hanya berbagai program infrastruktur yang terbengkelai tapi juga menurunkan wibawa pemerintah sehingga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan luntur,” ungkapnya.

Akibatnya, kata Suroso, pertumbuhan ekonomi jelas terhambat. APBN pun akhirnya harus dipangkas di sana-sini sehingga berimbas pula pada alokasi anggaran pertahanan negara. Padahal, seperti kita ketahui alutsista kita termasuk terkuno di Asia Tenggara. Apabila ada konflik atau ancaman kita tidak punya daya dengan korupsi masif di Tanah Air, inovasi yang membutuhkan dana besar tidak akan bisa dilakukan.

“Makanya sering saya bilang kerugian korupsi bukan hanya uang yang hilang tapi opportunity cost yang nilainya jauh lebih besar. Karena korupsi kita tidak punya dana untuk apapun,” jelasnya.

Hasil kajian Laboratorium Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada yang dilakukannya beberapa waktu lalu mengungkapkan nilai kerugian negara akibat tindak pidana korupsi di Indonesia selama 2001- 2015 mencapai 203,9 triliun rupiah. Total kerugian negara itu berasal dari 2.321 kasus yang melibatkan 3.109 terdakwa. Kerugian negara ini belum menghitung biaya sosial korupsi.

Dengan hukuman denda 21,26 triliun rupiah, berarti masih ada bolong yang harus disubsidi sebesar 182,64 triliun rupiah. Dampak korupsi akan jauh lebih besar jika dihitung berdasarkan biaya sosial korupsi daripada kerugian negara saja. Perkiraan biaya sosial korupsi dapat dilakukan dengan mengalikan kerugian negara dengan angka pengali 2,5 kali lipat.

Menurutnya, dari selisih kerugian negara dengan hukuman denda itu, akhirnya rakyat yang harus menanggungnya. “Tentu saja para pembayar pajak. Ibu-ibu pembeli susu formula untuk bayi mereka. Mahasiswa dan pelajar yang membeli buku teks mereka. Orang sakit yang membeli obat-obatan di apotek dan toko obat. Generasi di masa datang yang mungkin saat ini belum lahir,” ujarnya.

Hasil kajian itu juga memperlihatkan hukuman finansial kepada para terpidana korupsi cenderung suboptimal, lebih rendah dari kerugian negara yang diakibatkan. “Sepertinya hanya di Indonesia para koruptor disubsidi oleh rakyat dan generasi muda di masa datang,” paparnya.

Terkait dengan kesempatan yang hilang akibat korupsi, dia menyebutkan potensial loss realokasi subsidi koruptor itu, bisa membiayai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hingga 60 ribu per bulan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dari sisi pembangunan infrastruktur, bisa dibangun jalan tol sepanjang lebih dari 10 ribu kilometer, dan pembangunan mass rapid transit (MRT) sepanjang 202 kilometer. (roy/mae/rdp/res)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Politik

Di Jatim, Ada Upaya Adu Domba antara Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra

Published

on

Zonaekonomi.com, Surabaya – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur (Jatim) Supriyatno menuding, ada upaya mengadu domba dan membenturkan Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra. Hal ini terkait dengan isu yang di-viral-kan oleh media sosial.

“Beredar isu bahwa MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur akan melakukan aksi di DPD Partai Gerindra Jatim yang ditujukan kepada Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Soepriyatno sebagai Ketua DPD Jatim,” kata Soepriyatno, seperti dilansir di Indonesiaraya.co.id Jakarta (16/1/2018).

Partai Gerindra tidak ingin diadu domba dan dibenturkan dengan ormas Pemuda Pancasila

Karena itu, Soepriyatno menganggap hal tersebut sebagai upaya mengadu domba dan membenturkan Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra.

“Kami meyakini bahwa tidak mungkin Pemuda Pancasila bergerak tanpa komando Yapto Soerjosoemarno,” katanya.

Berikut ini adalah penjelasan resmi DPD Partai Gerindra Jatim yang ditandatangani oleh Ketua DPD Jatim Soepriyatno, dan Sekretaris DPD Jatim Anwar Sadad, sebagai berikut :

Pertama, Gerindra sebagai partai politik (parpol) mempunyai hubungan baik dengan Pemuda Pancasila sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas), khususnya dengan Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Bapak Yapto Soerjosoemarno.

Kedua, Partai Gerindra tidak ingin diadu domba dan dibenturkan dengan ormas Pemuda Pancasila, karena hakikatnya Partai Gerindra dan ormas Pemuda Pancasila memiliki tujuan yang sama untuk menjadi Benteng NKRI, meskipun berjuang pada “ranah” yang berbeda.

Ketiga, Berkaitan dengan isu yang di-viral-kan oleh media sosial bahwa MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur akan melakukan aksi di DPD Partai Gerindra Jatim yang ditujukan kepada Partai Gerindra, Bapak Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Bapak Soepriyatno sebagai Ketua DPD Jatim.

Kami menganggap hal itu sebagai upaya mengadu domba dan membenturkan Pemuda Pancasila dengan Partai Gerindra. Kami meyakini bahwa tidak mungkin Pemuda Pancasila bergerak tanpa komando Bapak Yapto Soerjosoemarno.

Keempat, Berkumpulnya Laskar Garda Merah Putih (GMP) pada hari ini, 16 Januari 2018 di Kantor DPD Partai Gerindra Jatim adalah dalam rangka rapat koordinasi pemenangan Pilkada serentak di 18 Kabupaten/Kota se Jawa Timur dan Pilgub Jawa timur serta rapat persiapan pelaksanaan APEL AKBAR 20.000 Personil GMP Partai Gerindra yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Kab. Pasuruan, Jawa Timur. (bud)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Politik

Infrastruktur Manusia Jauh Lebih Penting Untuk Diperhatikan

Published

on

Zonaekonomi.com, Pontianak – Persoalan infrastruktur memang penting untuk mensupport kemajuan, tetapi urusan infrastruktur manusia jauh lebih penting dan harus diperhatikan. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti terkait kurangnya perhatian persoalan anak yang berada dalam panti.

“Apalah artinya kemajuan jika manusianya tidak berdaya, semua harus bersinergi karena hampir di seluruh Indonesia infrastruktur manusia kurang mendapatkan perhatian serius karena anggaran,” ungkap Endang usai berdialog dengan Kepala Dinas Sosial berserta jajarannya di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (14/7/2017).

Endang menilai Kalimantan Barat belum menjadi kota layak anak, kota ramah anak itu belum terlihat programnya sudah ada atau belum. Ini yang harus diurai terlebih dahulu. “Panti-panti harus mendapat perhatian jangan sampai anak-anak yang berada dalam panti ini untuk makan saja mengalami keterbataan,” ujarnya.

Politisi Fraksi Golkar menambahkan, saat ini yang dianggarkan dari pemerintah pusat untuk satu orang anak panti hanya Rp 3.000,- “Tiga ribu jaman sekarang hanya dapat nasi putih saja. Jadi secara tidak langsung kita berharap bahwa pemerintah dalam hal ini presiden menugaskan bawahannya tapi harus ada good will dari presiden dahulu.” Tegasnya.

Endang mengatakan, negara memiliki kewajiban dalam pemenuhan hak-hak penghuni panti, bukti dari kehadiran negara memberikan anggaran untuk pemenuhan fasilitas panti asuhan. “Ini menjadi kewajiban negara, negara harus hadir di sana ketika anggaran tidak ada, bagaimana mau hadir saya kira tidak hanya Kalimantan Barat, secara keseluruhan indonesia dalam penanganan memberikan tambahan anggaran,” paparnya.

“Bagaimana bangsa kita punya ketahanan negara yang baik kalau ketahanan pangan untuk manusia kurang mendapatkan perhatian,” tambahnya mengakhiri. (nwi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Politik

Suasana Menjelang Kemenangan Anies-Sandi Mirip Waktu Jokowi-Ahok Menang

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Anies-Sandi menang dalam hitung cepat terhadap rivalnya Ahok-Djarot di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Kemenangan Anies-Sandi ini sudah dirasakan dan diprediksikan di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan.

“Nuansa dan suasananya persis ketika Jokowi-Ahok akan menang pada tahun 2012,” kata anggota Dewan Pakar Tim Pemenangan Anies-Sandi Budi Purnomo Karjodihardjo di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Budi yang sempat menjadi Koordinator Media Center Jokowi-Ahok itu mengatakan, di hari-hari terakhir terlihat bahwa dukungan terhadap Anies-Sandi mengalir deras. Bahkan, mayoritas lembaga survei juga sudah memprediksikan kemenangan ini.

“Dukungan Partai Gerindra dan PKS yang sangat solid sejak awal kampanye, juga menyumbang faktor kemenangan yang signifikan, hal mana partisipasinya sudah terlihat pada putaran pertama,” kata Koordinator Sandi Uno Media Center itu.

Dukungan terus bertambah pada putaran kedua di mana ada dukungan dengan masuknya PAN dan kader partai non pendukung tetapi tetap menyumbangkan suaranya buat Anies-Sandi.

“Tentu saja yang sangat luar biasa adalah dukungan langsung pak Prabowo Subianto yang gencar menyemangati Anies-Sandi, relawan, serta tim pemenangan Anies-Sandi,” kata Budi yang juga mantan Koordinator Prabowo Media Center itu.

Meski menang dalam hitung cepat, Budi meminta semua relawan dan tim pemenangan tidak terlalu berlebihan menyikapi ini. Hal tersebut seperti amanat Ketua Umum partai Gerindra.

“Kita tidak boleh jumawa. Kita optimis bisa menciptakan suasana aman, damai. Kita bisa bersatu lagi dan itu yang kita harapkan,” ujar Budi menirukan pernyataan Prabowo. (tim)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending