Connect with us

BISNIS

Menko PMK Dorong Produk Unggulan Demi Kemajuan Ekonomi Indonesia

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendorong agar setiap daerah membuat satu produk unggulan sebagai pemicu kemajuan ekonomi. Dia berharap adanya produk unggulan yang muncul dari desa atau one village one product bisa memicu pembangunan ekonomi hingga tingkat nasional.

Dalam sambutannya Puan Mahari yang mewakili presiden republik Indonesia Joko Widodo di Pekan Produk Budaya Nusantara Expo & Forum 2016 mengharapkan setiap desa dapat membangun potensi produk budaya untuk memperteguh semangat Bineka Tunggal Ika dan perekonomian rakyat.

“Perkembangan jaman menuntut produk budaya memiliki nilai ekonomi,” jelasnya Puan saat membuka Pekan Produk Budaya Nusantara Expo dan Forum Tahun 2016 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

Puan mengharapkan, tahun depan acara serupa bisa lebih terintegrasi antar Kementrian Terkait sehingga masyarakat mengetahui produk dan Potensi apa saja yang ada d indonesia. Dalam acara ini hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Menko PMK mengatakan Pekan Produk Budaya Nusantara Expo 2016 merupakan kegiatan strategis dalam mendorong pembangunan karakter untuk mempertegas kepribadian dan jadi diri bangsa. Sesuai dengan amanat Trisakti, sebagaimana menjadi visi pembangunan nasional saat ini.

“Melalui kegiatan ini, kita berupaya untuk membangun potensi produk budaya sebagai kekuatan dalam memperteguh semangat Bhineka Tunggal Ika yang sekaligus juga memperkuat potensi perekonomian rakyat,” kata Puan.

Menko Puan mengatakan, produk-produk budaya Indonesia sangat beragam. Seperti batik, kain, tenun, jamu, kuliner, seni tari, seni lukis, seni patung, seni ukir dan lain sebagainya, telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Perkembangan jaman menuntut produk budaya ini tidak hanya sebagai ekspresi nilai budaya tetapi juga dituntut dapat memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat bertahan dalam perkembangan dan tuntutan jaman,” jelasnya.

Puan menjelaskan produk budaya Indonesia telah banyak menerima penghargaan dan pengakuan yang telah diberikan oleh UNESCO terhadap 18 (delapan belas) Warisan Alam dan Budaya Indonesia, sebagai Warisan Dunia, sudah sepatutnya menjadi kebanggaan kita.

“Saya berpesan kepada para generasi muda sebagai penerus bangsa agar lebih mencintai, memanfaatkan dan melestarikan warisan dunia tersebut untuk memperteguh jati diri bangsa sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Saya juga mengajak Pemerintah Daerah yang memiliki aset sebagai Kota Pusaka dapat segera melakukan pengelolaan dan pelestarian, sehingga dapat menjadi tujuan wisata,” pinta Puan.

Dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, Puan mengatakan, pengenalan dan aksesibilitas jual-beli produk budaya semakin terbuka luas dan melahirkan banyak ide-ide baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Semakin diperlukan kreativitas dan inovasi dalam memenangkan persaingan global.

“Tantangan yang dihadapi usaha rakyat berbasis budaya pada umumnya adalah masalah permodalan, pemasaran, kualitas dan inovasi. Pemerintah dan berbagai pihak memiliki peran yang dapat ikut membantu menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Puan.

Puan menambahkan, sejumlah kementerian seperti Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Perusahaan BUMN dapat berperan dalam pengembangan dan pemasaran produk budaya. Menurut Puan dalam hal permodalan, terdapat sumber-sumber pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha rakyat, baik perbankan maupun non perbankan.

Dengan pendampingan dari Kementerian Koperasi dan UMKM, akses permodalan dapat dibantu menjadi lebih optimal. Dalam hal meningkatkan kualitas produk, ada Kementerian Perindustrian yang dapat berperan dalam membantu Koperasi dan UMKM mengembangkan produknya.

“Menyangkut pemasaran produk budaya, maka peran Kementerian Perdagangan dalam promosi produk akan mempercepat penguatan usaha rakyat berbasis budaya. Program CSR dari berbagai perusahaan swasta juga dapat ikut mengambil peran dalam membantu pemasaran. Perusahaan BUMN dapat ikut menggunakan produk Koperasi dan UMKM di lingkungannya sebagai bentuk nyata memperkuat promosi dan pemasaran,” jelas Puan.

Menko PMK berharap kegiatan ini memberikan manfaat kepada daerah dalam mempromosikan potensinya serta memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa Indonesia kaya dengan budaya yang membanggakan dan perlu terus dilestarikan.

“Dengan semangat gotong-royong, mari kita memajukan dan melestarikan budaya Indonesia. Mari kita tumbuh-kembangkan rasa cinta tanah air dengan menanamkan jiwa cinta produk dalam negeri, sebagai bentuk membangun kemandirian dan kepribadian bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah Provinsi Lampung yang mengikuti Pekan Produk Budaya Nusantara Expo dan Forum 2016 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan memamerkan berbagai produk unggulan seperti kain tapis, sulam usus, batik, dan berbagai produk olahan pangan, antara lain kopi dan keripik.

Lampung turut serta meramaikan ajang tampilan budaya yang dikemas dengan istilah Panggung Merah Putih yakni Pesona Budaya Bumi Sekala Brak dari Pemkab Lampung Barat. Tarian ini melibatkan 15 penari.

Sedangkan Kabupaten Pringsewu akan unjuk pesona Tari Muli. Di tempat dan hari yang sama, Kabupaten Lampung Selatan akan menggelar Tari Kreasi pada dengan melibatkan 15 penari. Pemkab Lampung Tengah pada menyajikan Tari Kreasi Ittar Mulei. Sedangkan Kabupaten Lampung Timur menurunkan 15 penari yang bertajuk Aneka Seni Budaya Lampung Timur. (her/hlb)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Genjot Ekspor Timah, Sucofindo akan Gandeng Smelter

Published

on

Sucofindo akan mengandeng tiga perusahaan timah swasta (smelter) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Zonaekonomi.com, Pangkalpinang – Superintending Company of Indonesia (Sucofindo) akan mengandeng tiga perusahaan timah swasta (smelter) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna mengenjot ekspor timah yang beberapa bulan terakhir mengalami penurunan.

“Selama ini kita hanya bekerja sama dengan PT Timah Tbk. Namun saat ini tiga perusahaan swasta tengah dalam proses untuk bergabung agar ekspor timah kembali meningkat,” kata Direktur Komersial II Sucofindo Haris Wicaksono di Pangkalpinang, Selasa (11/12/2018).

Ia mengatakan tiga smelter dalam proses kerja sama dengan Sucofindo yaitu PT Refined Bangka Tin (RBT), PT Artha Cipta Langgeng (ACL) dan PT Mitra Stania Prima (MSP).

“Kami selalu terbuka pada siapa saja yang mau datang. Jika selama ini hanya ada PT Timah, bukan berarti ada syarat khusus atau perlakuan istimewa,” ujarnya.

Menurut dia sejak terbitnya Permendag M078/2012 tentang pengetatan ekspor, perusahaan swasta tidak lagi leluasa mengekspor timah ke berbagai negara tujuan ekspor. Oleh karena itu, pihaknya sudah memberikan sosialisasi tentang tahapan, prosedur, dan tata cara Sucofindo melakuan verifikasi.

“Kami sebenarnya terbuka, siapa saja yang mau datang ke Sucofindo pasti dilayani sepanjang yang mengajukan telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan, karena tugas kami melayani,” katanya seraya proses tata niaga pertimahan, Sucofindo bertugas untuk melakukan proses verifikasi terkait asal usul maupun ekspornya.

Deni Yuswantini selaku VP SBU Mineral mengatakan sebagai surveyor, Sucofindo perlu mengetahui kegiatan operasional tambang pelanggan dari intinya.

“Kami lihat koordinatnya di mana, lalu melalukan survei sesuai lahan yang mereka miliki. Dari sana, kami buat laporan terkait asal usul produk tersebut sebelum mereka murnikan,” ujarnya.

Setelah verfikasi asal usul terbit, kata Deni, maka perusahaan penambang akan melakukan pelaporan pada Dinas ESDM untuk izin ekspor. Jika kuota ekspornya sudah keluar, baru mereka akan lebur.

“Ketika peleburan itu, Sucofindo hadir lagi untuk memastikan barang yang dilebur adalah sama atau sesuai dengan verifikasi asal usul atau sama sumbernya,” katanya.

Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Darwis Sitorus mengatakan ekspor timah Oktober 2018 turun 33,69 persen, karena berkurangnya produksi sumber daya mineral daerah itu.

“Penurunan produksi timah ini tidak hanya mempengaruhi ekspor tetapi juga pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ini,” katanya. (apr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Ikan Cakalang Mendominasi Hasil Tangkapan Nelayan

Published

on

Ikan cakalang mendominasi hasil tangkapan nelayan di Kota Lhokseumawe.

Zonaekonomi.com, Lhokseumawe – Ikan cakalang mendominasi hasil tangkapan nelayan di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, pada bulan November dibandingkan ikan jenis lainnya.

“Hingga akhir bulan November, dari data yang kami himpun jumlah tangkapan nelayan yang didaratkan melalui PPI Pusong untuk jenis ikan cakalang adalah sebanyak 259.600 Kilogram. Jumlah tersebut melebihi dari jenis tangkapan ikan lainnya,” ungkap Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelabuhan pendaratan Ikan (PPI) Pusong, Asmadi, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (11/12/2018).

Ikan cakalang tersebut, kata dia, selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan sejumlah pasar lainnya di wilayah sekitar Lhokseumawe, juga dipasok ke luar daerah.

Untuk di dalam daerah sendiri, selain dikonsumsi dalam bentuk ikan segar, jenis ikan cakalang ini juga diolah menjadi ikan kering agar lebih tahan lama.

Sementara itu untuk jenis ikan lainnya, kata Asmadi, yang menduduki peringkat kedua hasil tangkapan nelayan Lhokseumawe adalah jenis ikan layang yang mencapai 235.280 kilogram.

Kemudian disusul oleh jenis ikan tongkol sebanyak 146. 750 Kilogram, ikan teri sebanyak 94.750 kilogram, dan ikan campuran lainnya sebanyak 112.358 kilogram.

“Dari semua jenis hasil tangkapan nelayan, cakalang paling tinggi. Jumlah tersebut jauh berbeda dengan bulan sebelumnya. Pada bulan November juga, ikan teri mulai banyak padahal sebelumnya tidak sebanyak itu,” ujar Asmadi.

Kepala UPT PPI Pusong Lhokseumawe itu mengatakan wilayah pencarian ikan oleh nelayan Lhokseumawe dilakukan di WPP 571, yakni di wilayah perairan Selat Malaka.

Sementara jumlah kapal penangkap ikan yang beroperasi adalah sebanyak 88 unit mulai dari ukuran mesin 5 GT hingga 104 GT. (muk)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Jelang Liburan, KAI Yogyakarta Operasikan Kereta Tambahan

Published

on

KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta akan menjalankan sejumlah kereta tambahan untuk mendukung liburan jelang Natal dan Tahun Baru 2019.

Zonaekonomi.com, Yogyakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta akan menjalankan sejumlah kereta tambahan untuk mendukung liburan jelang Natal dan Tahun Baru 2019 dengan berbagai tujuan, Jakarta, Surabaya dan Bandung.

“Kereta akan mulai dijalankan pada 20 Desember hingga 6 atau 7 Januari 2019. Nanti kami akan lihat bagaimana kebutuhan masyarakat,” kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta Eko Budiyanto di Yogyakarta, Selasa (11/12/2018).

Kereta tambahan tersebut di antaranya, Argo Lawu dan Argo Dwipangga tambahan yang akan dijalankan dari Solo Balapan tujuan Gambir Jakarta, Taksaka Pagi dan Malam relasi Yogyakarta-Jakarta, Lodaya relasi Solo-Bandung, Sancaka relasi Yogyakarta-Surabaya, serta Mataram Premium relasi Lempuyangan Yogyakarta-Pasar Senen Jakarta.

Setiap rangkaian kereta tambahan tersebut dapat membawa sekitar 450 hingga 500 penumpang dalam satu kali perjalanan.

“Tambahan kapasitas tempat duduk yang kami tawarkan untuk libur panjang akhir tahun cukup banyak,” katanya.

Eko mengatakan tiket untuk kereta tambahan libur panjang akhir tahun sudah dijual dan dapat diakses masyarakat melalui berbagai layanan penjualan tiket termasuk pembelian tiket melalui aplikasi KAI Access.?

Sampai saat ini ketersediaan tiket untuk libur panjang akhir tahun masih cukup karena secara keseluruhan tiket baru terjual sekitar 70 persen.

“Jumlah penumpang kereta saat libur panjang akhir tahun akan mengalami kenaikan, terutama saat musim hujan seperti ini karena masyarakat menilai angkutan kereta api relatif lebih aman,” katanya.

Secara umum, lanjut Eko, kepadatan penumpang kereta api saat libur panjang akhir tahun akan terjadi secara merata karena kereta api sudah menerapkan sistem one man one seat sehingga tidak ada penumpang yang tidak mendapatkan tempat duduk selama perjalanan.

Namun demikian PT KAI Daop 6 Yogyakarta memperkirakan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun saat libur panjang akhir tahun akan terjadi pada 22-23 dan 30 Desember untuk kedatangan, sedangkan untuk keberangkatan terjadi pada 5-6 Januari 2019.

“Jika dibanding hari biasa, maka terjadi kenaikan sekitar enam hingga 10 persen,” katanya.

Selain peningkatan okupansi untuk perjalanan kereta api jarak jauh, PT KAI Daop 6 Yogyakarta juga memperkirakan akan ada peningkatan okupansi untuk kereta yang baru saja diluncurkan yaitu Joglosemarkerto yang melayani rute di Jawa Tengah dan DIY.

“Sampai saat ini okupansi kereta tersebut cukup bagus sekitar 70 persen. Dimungkinkan pada libur akhir tahun akan mengalami kenaikan karena banyak masyarakat yang ingin berwisata berkeliling DIY dan Jawa Tengah. Mengunjungi daerah di sepanjang pantai selatan dan pantai utara Jawa,” katanya. (ear)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending