Connect with us

Internasional

Tag Dubes RI, Canbera, Kunjunag Adelaide

Published

on

Zonaekonomi.com, Sydney – Duta Besar Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo, untuk pertama kalinya melakukan kunjungan kerja sebagai Duta Besar RI di Australia ke Adelaide (2-4/7/2017). Selama kunjungan kerja tersebut, Duta Besar Legowo menghadiri Indonesia Council Open Conference (ICOC) 2017, yang diselenggarakan oleh Flinders University. Zani Murnia, selaku Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya yang mewakili Konsul Jenderal RI Sydney, dan staf mendampingi Dubes Legowo dalam kunjungan kerja tersebut.

“Kegiatan seperti ini memerlukan upaya paralel di Indonesia”, ungkap Dubes Legowo pada saat sambutan di acara tersebut, melihat Flinders University sebagai kampus yang selama 50 tahun terakhir sangat aktif dalam mempromosikan pelajaraan tentang Indonesia di Adelaide dan berkontribusi untuk “menciptakan orang yang ahli tentang Indonesia”.

Lebih lanjut Dubes menyampaikan bahwa dengan menghasilkan para Indonesianis yang benar-benar paham tentang hubungan Indonesia dan Australia, akan meningkatkan hubungan kerja sama antara kedua negara.

Selain menghadiri ICOC, Dubes Legowo juga bertemu dengan Ketua Australian- Indonesian Association of South Australia (AIASA), mendiskusikan acara tahunan INDOfest – yang bertujuan mempromosikan seni dan budaya Indonesia di Australia Selatan yang akan dilaksanakan 1 Oktober 2017.

Dubes Legowo juga bertemu dengan pejabat dari Universitas Flinders, membahas, antara lain program kerja sama antara Universitas Flinders dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia. (nwi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

KBRI Gelar Jamuan Akhir Tahun dengan Kalangan Bisnis di London

Published

on

Dubes RI di London Rizal Sukma menyampaikan sambutannya pada Year End Dinner 2018, jamuan akhir tahun, bagi kalangan bisnis di Inggris, di Asia House, London, Inggris, Jumat (14/12/2018).

Zonaekonomi.com, London – Kedutaan Besar Republik Indonesia di London mengadakan kegiatan Year End Dinner 2018, jamuan akhir tahun, diiringi musik tradisional dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur yang dimainkan secara live oleh para musisi lulusan penerima beasiswa Darmasiswa di Inggris.

Dalam jamuan akhir tahun hasil kerja sama KBRI dengan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC), Garuda Indonesia dan Bank Mandiri di London itu hadir sejumlah tamu undangan VVIP dari 19 perusahaan dan institusi di Inggris, seperti HSBC, Standard Chartered, Arup, City of London, dan beberapa importir produk komoditas Indonesia, demikian Minister Counselor KBRI London Thomas Siregar kepada Antara London, Minggu (16/12/2018).

Jamuan makan akhir tahun merupakan kegiatan KBRI London untuk memberikan apresiasi dan menjaga hubungan dengan para mitra bisnis di Inggris yang telah berperan dalam hubungan ekonomi antara Inggris dan Indonesia.

Namun berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, kali ini jamuan ini nampak istimewa dengan kehadiran CEO Garuda Ari Askhara dan Direktur Eksekutif Bank Mandiri Eropa I Nyoman Suarja yang mempromosikan pembukaan kembali jalur penerbangan langsung Garuda rute Jakarta – London dan mendorong promosi Bank Mandiri dalam memberikan dukungan bagi kalangan usaha Inggris yang akan berbisnis di Indonesia.

Dubes RI untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan International Maritime Organization (IMO), Dr. Rizal Sukma, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada kalangan usaha di Inggris atas kemitraan yang telah terjalin selama ini.

“Meskipun tahun 2018 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan global bagi hubungan Inggris dan Indonesia, namun kinerja diplomasi ekonomi Indonesia di Inggris terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan atas dukungan dan kemitraan yang terjalin baik antara kalangan usaha keduanya.” ujarnya saat membuka kegiatan Year End Dinner di Asia House, London, Jumat (14/12).

CEO Garuda Indonesia Ari Askhara, dalam kesempatan jamuan ini, melakukan perkenalan kembali rute langsung London-Jakarta dan London-Bali dan mendorong kalangan usaha Inggris untuk menggunakan maskapai nasional Indonesia dalam setiap kesempatan melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia.

Di kesempatan selanjutnya, Direktur Eksekutif Bank Mandiri Eropa, I Nyoman Suarja, menyampaikan peran Bank Mandiri membantu perusahaan di Eropa, terutama di Inggris untuk berbisnis di Indonesia, dan siap menghubungkan para pelaku bisnis di Eropa yang ingin berbisnis di Indonesia dengan pelaku bisnis di Indonesia.

Jamuan bisnis ini sekaligus menjadi ajang diplomasi kuliner Indonesia yang menyajikan makanan khas Indonesia dengan gaya dan kemasan modern seperti kepiting dabu-dabu, rendang, nasi campur Bali dan kolak pisang, racikan Chef internasional Indonesia yang bermukim di Inggris, Petty Pandean Elliott.

Menutup jamuan, Duta Besar Rizal Sukma memperkenalkan Direktur IIPC London yang baru, Aditia Prasta.

Selaras dengan Dubes Rizal Sukma, Direktur IIPC London mengapresiasi kemitraan perusahaan Inggris di Indonesia dan sekaligus mendorong peningkatan investasi Inggris di Indonesia.

Di akhir acara, Direktur IIPC memperkenalkan Chef Petty yang selain menjadi chef juga konsultan kuliner di Inggris.

Kalangan usaha yang hadir menyampaikan apresiasi atas inisiatif KBRI London dalam menyelenggarakan jamuan makan malam bisnis akhir tahun ini. (zey)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Kata Menkeu Beda G20 saat Ini dan 10 Tahun Lalu

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan suasana pertemuan tingkat tinggi G20 di Buenos Aires, Argentina berbeda dengan sepuluh tahun silam, ketika pertemuan tingkat tinggi G20 pertama kali diadakan pada 2008.

“Kekompakan, kebersamaan dan kesepakatan bersama sepuluh tahun yang lalu seperti menguap,” kata Sri Mulyani dalam laman media sosial resmi yang dipantau di Jakarta, Minggu (2/12/2018).

Sri Mulyani menceritakan kondisi perekonomian global saat ini ditandai oleh pemulihan ekonomi yang masih belum merata serta kebijakan ekonomi antara negara yang makin tidak sinkron dan tidak searah. Ketegangan tersebut diperparah oleh kebijakan konfrontasi perdagangan, normalisasi kebijakan moneter dan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) yang tidak disukai oleh Presiden AS Donald Trump.

Kondisi ini menimbulkan arus modal keluar dan gejolak nilai tukar di negara berkembang, harga komoditas terutama minyak bumi yang naik turun dan persaingan kebijakan pajak yang berlomba saling menurunkan.

Padahal ketika pertemuan tingkat tinggi G20 pertama kali dilakukan pada 2008 di Washington DC, AS, semua pemimpin dunia sepakat untuk menyelamatkan ekonomi global dari krisis dan kehancuran.

Upaya penyelamatan tersebut melalui kolaborasi kebijakan moneter maupun fiskal dan mendorong sektor riil untuk mengembalikan stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Fokus lain yang juga sangat penting waktu itu adalah melakukan reformasi regulasi serta kebijakan sektor perbankan dan keuangan untuk menghindarkan krisis keuangan kembali terjadi.

“Semua pemimpin negara G20 kompak sepakat menyelamatkan ekonomi dunia dengan kebijakan ekonomi satu arah dan saling mendukung, karena mereka percaya bahwa ekonomi global harus dijaga bersama,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia ikut terlibat melakukan berbagai langkah strategis di bidang perbankan dan kebijakan fiskal yang suportif untuk menyelamatkan ekonomi agar tidak terkena imbas negatif keguncangan ekonomi global pada 2008.

“Indonesia dapat melalui dengan selamat dan termasuk dalam kategori sebagian kecil dari negara ’emerging’ yang masih memiliki pertumbuhan relatif tinggi dan stabilitas sektor keuangan tetap terjaga,” tambah Sri Mulyani.

Kemajuan penting lainnya adalah kerja sama perpajakan antara negara untuk memerangi penghindaran pajak melalui Base Erosion Profit Shifting (BEPS) dan Automatic Exchange of Information (AEOI), serta perpajakan ekonomi digital.

Indonesia memanfaatkan kerja sama itu untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan meningkatkan basis pajak terutama pada kelompok sangat kaya yang selama ini mudah memanfaatkan “tax haven” dan kelonggaran regulasi antar negara.

Meski demikian, tantangan maupun risiko lainnya yang masih melingkupi adalah lonjakan utang di berbagai negara maju dan negara berkembang, juga kenaikan utang korporasi swasta yang menimbulkan beban dan risiko ekonomi yang nyata.

“Indonesia memiliki tingkat dan rasio utang yang rendah dan terjaga. Kita harus terus menjaga kehati-hatian dalam kebijakan fiskal dan memperdalam sektor keuangan untuk menjaga stabilitas dan menghindari gejolak global,” kata Sri Mulyani. (sat)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Indonesia-Rusia Bahas Kerja Sama Ekonomi

Published

on

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Suntec Convention Center, Singapura pada Rabu (14/11/2018).

Zonaekonomi.com, Singapura – Pemerintah Indonesia dan Rusia melakukan pertemuan bilateral di Pusat Konvensi Suntec, Singapura disela-sela rangkaian KTT Asean dengan sejumlah negara mitra membahas sejumlah isu antara lain hubungan kerja sama ekonomi.

Presiden Joko Widodo menerima Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu sekitar pukul 16.00 Waktu Singapura.

“Saya menyambut baik kenaikan hubungan perdagangan kita. Di data kami, perdagangan bilateral meningkat 14,34% di tahun 2017 atau senilai USD2,52 miliar. Saya berharap target perdagangan USD5 miliar akan dapat tercapai di tahun 2020,” kata Presiden.

Indonesia membahas tentang potensi peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia dalam bidang perdagangan, yakni mengenai dukungan positif bagi ekspor minyak sawit mentah Indonesia.

“Kami memohon dukungan untuk promosi dan kampanye positif bagi CPO Indonesia,” kata Presiden.

Kepala Negara juga mendorong pemerintah Rusia untuk meningkatkan volume impor bagi sejumlah produk perikanan Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga akan mendorong peningkatan ekspor buah tropis.

Dalam pertemuan itu, Presiden juga menyampaikan tentang perdagangan Indonesia dengan kerja sama ekonomi kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah (EAEU).

Presiden mengatakan Indonesia berniat untuk meningkatkan perdagangan dengan EAEU.

“Saya harap Rusia sebagai Ketua EAEU dapat membantu mempercepat keputusan kolektif bagi dimulainya perundingan FTA (persetujuan perdagangan bebas) antara Indonesia dengan EAEU utamanya untuk menanggapi prosedur pengajuan yang telah kami sampaikan sejak 2017,” tuturnya.

Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2017 tercatat meningkat 14,34 persen atau senilai USD2,5 miliar.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Bidang Polhukam Wiranto, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya. (bay)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending