Connect with us

Finansial

Pemerintah akan Turunkan Tarif PPH Final UKM

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pemerintah akan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha kecil dan menengah sebagai upaya mendorong daya saing dengan produk-produk impor pada era digital saat ini.

“Kami tetap akan lakukan satu paket insentif seperti penurunan PPh Final untuk UKM karena banyak sekali yang masuk dalam e-commerce digital ini dan juga bisa meningkatkan ‘competitiveness’ mereka terhadap utamanya barang-barang impor,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat koordinasi soal e-commerce di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Dengan diturunkannya tarif PPh Final tersebut, lanjutnya, usaha pelaku kecil diharapkan semakin meningkat dan semakin banyak yang masuk ke platform digital atau online sehingga dapat mengimbangi barang-barang impor yang masuk ke Tanah Air.

Kendati demikian, Menkeu tidak menyebutkan besaran persentase tarif yang akan diturunkan. Tarif PPh Final UKM yang ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 adalah sebesar 1 persen.

PPh Final untuk pajak UKM dikenakan pada wajib pajak pribadi dan badan yang memiliki omzet usaha kurang dari Rp4,8 miliar dalam setahun “Seperti penurunan PPh Final UKM ini nanti kita revisi dari PP. Nanti kita lihat, pokoknya cukup bagus,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Pemerintah pun berjanji akan adil menerapkan pajak terhadap transaksi elektronik (e-commerce) sehingga tidak ada gap antara pelaku usaha konvensional maupun digital.

“Kami akan segera finalkan formulasi ‘treatment’ pajak sehingga ada kesamaan seluruh sektor pelaku. Kita mempermudah sedapat mungkin tanpa menimbulkan ‘disruption’,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah sebelumnya juga telah menegaskan, pengenaan pajak terhadap transaksi elektronik akan lebih berkaitan dengan tata cara, bukan kepada pengenaan pajak jenis baru.

Pemungutan pajak diberlakukan kepada pelaku e-commerce yang memiliki aplikasi, dan bukan merupakan objek pajak baru karena hanya cara transaksinya saja yang berubah dari konvensional ke elektronik.

Untuk metode pengenaan pajaknya sendiri, hingga kini masih dalam proses kajian dan penyusunan, karena Wajib Pajak (WP) yang terlibat dalam transaksi elektronik tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Pengaturan pajak yang dikenakan juga disebut tidak akan jauh berbeda dengan transaksi yang berlaku pada jual beli secara konvensional.

Seperti dikutip Antara, melalui pengenaan pajak terhadap transaksi tersebut, diharapkan seluruh kegiatan ekonomi melalui daring dapat terekam dan bisa meningkatkan ketaatan WP kepada pembayaran pajak. (cam)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Finansial

Rupiah Melemah ke Rp14.065

Published

on

Rupiah Melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.065.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.065 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Rabu mengatakan dolar AS bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang dunia didorong meningkatnya yield obligasi Amerika Serikat menjadi 3,06 persen untuk tenor 10 tahun.

“Kenaikan yield itu salah satunya didorong oleh naiknya kepercayaan investor bahwa tingkat suku bunga (bank Sentral AS) The Fed akan naik empat kali pada tahun ini,” kata Ahmad Mikail.

Baca juga: Fadli Zon minta pemerintah tak anggap enteng pelemahan rupiah

Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan nilai tukar rupiah juga didorong data neraca perdagangan yang kembali defisit. Neraca perdagangan Indonesia pada April 2018 mengalami defisit 1,63 miliar dolar AS seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Secara kumulatif Januari-April 2018, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit 1,31 miliar dolar AS.

Sementara itu,analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah masih terpengaruh oleh sentimen eksternal, salah satunya prospek kenaikan suku bunga The Fed.

Baca juga: Bank Indonesia ungkapkan teror bom Surabaya sedikit pengaruhi rupiah

“Minimnya sentimen positif di dalam negeri juga turut menjadi faktor yang menahan laju rupiah untuk terapresiasi,” kata Reza.

Ia menambahkan selain faktor meningkatnya imbal hasil obligasi AS, antisipasi pelaku pasar uang pada data tingkat konsumsi Amerika Serikat yang diperkirakan naik turut berimbas pada kembali terapresiasinya dolar AS. (zub)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Rabu Pagi IHSG dibuka Melemah 52,90 Poin

Published

on

IHSG BEI dibuka melemah 52,90 poin atau 0,91 persen ke posisi 5.785,21.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu dibuka melemah sebesar 52,90 poin seiring minimnya sentimen positif yang beredar di pasar.

IHSG BEI dibuka melemah 52,90 poin atau 0,91 persen ke posisi 5.785,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 13,28 poin (1,42 persen) menjadi 922,06.

Vice President Research and Analysis dari Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu mengatakan IHSG kembali terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, bersamaan dengan pergerakan bursa saham global yang menunjukan performa kurang baik.

“Terbatasnya katalis positif ke pasar saham membuat IHSG kembali menagalami pelemahan,” katanya.

Dari eksternal, ia mengatakan investor masih menanti hasil pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Dikabarkan, Tiongkok akan mengirim utusan ke AS untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan perang perdagangan.

Dari dalam negeri, lanjut dia, investor merespon neraca perdagangan bulan April 2018 yang kembali defisit. Akibatnya IHSG kembali melemah. Hal itu menunjukkan investor cukup fokus terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Ia mengharapkan, momentum pertumbuhan ekonomi tahun 2018 dapat terjaga, di mana pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2018 yang berada di level 5 persen masih bisa ditingkatkan pada kuartal berikutnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 71,26 poin (0,31 persen) ke 22.746,75, indeks Hang Seng melemah 308,22 poin (0,99 persen) ke 30.843,80, dan Straits Times melemah 4,90 poin (0,14 persen) ke posisi 3.535,33. (zub)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Bappenas : Inklusi Keuangan Bantu Kurangi Kemiskinan

Published

on

Bambang Brodjonegoro menilai inklusi keuangan yang dilakukan oleh semua pihak dapat membantu upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro menilai inklusi keuangan yang dilakukan oleh semua pihak dapat membantu upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

“Inklusi keuangan secara umum, termasuk yang syariah adalah salah satu mekanisme yang baik untuk membantu mengurangi kemiskinan dan mengatasi berbagai isu pembangunan lainnya. Sehingga inklusi keuangan ini tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah atau otoritas terkait tapi juga harus menjadi tugas dari semuanya,” ujar Bambang di Jakarta, Senin.

Berdasarkan survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan syariah hanya 11,06 persen dibandingkan indeks inklusi keuangan nasional 67,82 persen.

Menurut Bambang, dengan perkembangan zaman saat ini dimana penggunaan teknologi digital sangat masif, akan membantu mempercepat inklusi keuangan.

“Fintech bisa mengambil peran yang lebih besar dalam memperluas indeks inklusi keuangan, karena ia langsung menghubungkan antara penyedia dana dan yang membutuhkan dana,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan layanan keuangan digital, terutama dari lembaga jasa keuangan syariah, Indonesia pun akan semakin diperhitungkan dalam kancah ekonomi syariah global.

“Indonesia akan diperhitungkan karena tidak mengandalkan perbankan syariah tapi fintech syariah. Bank syariah ke depan juga jangan lagi hanya mikir nambah cabang dan sebagainya, tapi paling penting penguatan IT dan kreatif dalam fintech itu sendiri. Dengan itu, indeks inklusi keuangan syariah bisa loncat,” kata Bambang.

Saat ini, pangsa pasar perbankan syariah sendiri masih relatif kecil dibandingkan negara tetangga. Aset perbankan syariah hanya mencapai 5,8 persen dibandingkan total aset perbankan nasional, jauh dibandingkan Malaysia yang sudah di atas 20 persen.

Kendati demikian, lanjut Bambang, Indonesia akhirnya telah berhasil melewati batas psikologis pangsa pasar perbankan syariah menembus di atas 5 persen namun harus terus didorong untuk tumbuh lebih tinggi dan juga berkualitas.

“Ini awal yang bagus. Ini momentum untuk berkembang lebih lanjut. Paling tidak aset perbankan sudah meningkat dan kisaran lima persen merupakan awal yang baik. Tahun ini harus capai enam persen lah,” ujar Bambang. (cit)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending