Connect with us

NASIONAL

Soal Mahar Politik, Wapres Jusuf Kalla Bela Prabowo Subianto

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pengalamannya tidak dimintai mahar saat mengusulkan Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI kepada Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Pengalaman saya waktu mengusulkan Anies Baswedan ke Pak Prabowo langsung saja diterima, tanpa syarat-sayarat. Tidak ada (mahar politik),” kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Isu mahar politik bergulir setelah La Nyalla melakukan kampanye negatif terhadap Prabowo.

Terkait isu permintaan mahar politik dari partai politik kepada bakal calon kepala daerah, Wapres mengatakan hal itu berimbas pada tingginya biaya ekonomi di daerah tersebut.

BACA JUGA : Kirim Utusan ke Bawaslu, tapi La Nyalla Tidak Nitipin Bukti

“Itu memang lanjutannya ialah untuk ongkos mejadi bupati, wali kota, gubernur itu punya mahar, sehingga menyebabkan proses ekonomi, izin di daerah menjadi dibebankan di situ, sehingga terjadilah politik berbiaya tinggi,” jelas Wapres.

Isu mahar politik, yang diminta oleh pimpinan partai politik kepada bakal calon kepala daerah, mencuat setelah Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti mengaku “diperas” oleh Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. (nin)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Menteri BUMN Motivasi Nasabah Mekaar Bekasi

Published

on

Menteri BUMN, Rini Soemarno.

Zonaekonomi.com, Bekasi – Menteri BUMN Rini Soemarno memberikan dorongan dan motivasi kepada para nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Muara Gembong, Bekasi agar bisa menjalankan usaha dengan penuh kejujuran, disiplin dan kerja keras.

“Tujuan utama program ini bagaimana mendorong pemberdayaan ibu-ibu dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Menteri Rini kepada wartawan di Bekasi, Rabu (30/1/2019).

Menteri Rini pun berjanji akan senantiasa mendorong nasabah Mekaar agar bisa naik kelas. Dari semula menerima bantuan modal usaha ultra mikro, ke depan diharapkan bisa naik kelas menjadi penerima bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Saya terus mendorong dan memastikan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk melakukan pembinaan nasabah sehingga usaha mereka bisa naik kelas. PNM juga bersinergi dengan BUMN lainnya dalam menyalurkan pendanaan usaha dan di saat yang sama nasabah juga dibina untuk terus meningkatkan usahanya,” kata Menteri BUMN.

Nasabah Mekaar yang telah dinyatakan lolos dalam proses pembinaan yang dilakukan PNM dan telah mempunyai kapasitas naik kelas maka akan mendapatkan fasilitas KUR Mikro dari perbankan negara.

Dengan begitu, program ini bisa berjalan secar berkelanjutan dan usaha nasabah pun bisa berkembang menjadi lebih besar lagi.

Sebagai informasi, hingga saat ini jumlah nasabah Mekaar telah mencapai lebih dari 4,1 juta nasabah. Khusus di Kabupaten Bekasi, nasabah Mekaar berjumlah 39.148 orang yang ditunjang dengan 15 kantor cabang. Sedangkan khusus di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, jumlah nasabah sebanyak 616 orang.

Dalam rangka kunjungan kerjanya ke Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Presiden RI Joko Widodo menyempatkan waktu berdialog dengan Ibu-Ibu nasabah program Mekaar besutan PNM.

Turut hadir pula Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan sejumlah petinggi BUMN lainnya dalam acara tersebut. (aji)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Jurnalisme Positif Bisa Meminimalisasi Konflik, Begini Argumentasinya

Published

on

Wartawan senior, Budi Purnomo Karjodihardjo.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Jurnalisme positif dinilai bisa meminimali konflik mulai dari yang berskala lokal, nasional, maupun gobal. Karena itu, jurnalisme seperti ini perlu dikembangkan.

“Di tengah perkembangan teknologi digital yang bercirikan kecepatan, dan keserempakan, serta tidak dibatasi ruang dan waktu, jurnalisme positif diperlukan kehadirannya,” kata wartawan senior Budi Purnomo Karjodihardjo S.I.Kom, M.I.Kom di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Budi yang juga Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) DKI Jakarta dan Wakil Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) itu menjadi pembicara pada acara Indonesian Constructive Journalism Conference (ICJC) yang bertema “The Power of Positive Journalism and Its Impact on Millenial and Society Development” itu.

Budi menjelaskan, jurnalisme positif adalah turunan atau derivasi dari jurnalisme konstruktif, yang fokus mencari solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi individu dan masyarakat.

“Jurnalisme positif tidak berfokus kepada masalah, konflik atau hal negatif yang bisa meresahkan, membuat tidak tenang bahkan cenderung memecah belah masyarakat,” kata pemegang kartu Wartawan Utama Dewan Pers itu.

Oleh karena itu, menurut Budi, jurnalisme positif akan menjadi penyeimbang bagi jurnalisme tradisional yang beranggapan bahwa “bad news is good news”.

“Banyak peneliti yang melaporkan bahwa berita-berita yang berfokus kepada masalah, krisis, dan berita-berita negatif lainnya bisa menjadi variabel yang membuat kekecewaan publik,” katanya.

Budi melihat, beberapa penerbit dunia juga sudah mulai menerapkan jurnalisme positif, dengan menyisipkan konten positif yang fokus terhadap solusi.

Misalnya, The Christian Science Monitor yang membuat rubrik “Take Action yang menggabungkan jurnalisme dan advokasi sosial. Ada juga Huffington Post yang punya rubrik “Impact” yang menitikberatkan kepada solusi, dan sebagainya.

Budi mengakui, jurnalisme positif menghadapi banyak tantangan karena media digital memiliki ciri kecepatan, keserentakan, dan tidak dibatasi ruang dan waktu.

“Sejumlah konflik di dunia banyak dipicu oleh berita negatif yang menyebar dengan cepat. Demikian juga gejala modernitas negatif yang beredar seperti virus,” katanya.

Karena itu, kehadiran jurnalisme positif di Indonesia sangat penting, mengingat keberagaman Indonesia dari segi agama, suku, bahasa, dan politik sangat rentan dengan potensi konflik.

Acara yang digelar oleh media Akutahu.com dan Fakultas Komunikasi Universitas Dr Moestopo itu juga menghadirkan pembicara lainnya, yaitu Deddy Permadi (Ketua Siberkreasi Kemenkominfo), Aryo Subarkah Eddyoko (dosen Universitas Bakrie), dan Deslina dari media Akutahu.com. Demikian, seperti dikutip media milenial Hallo.id. (tim)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Pusat Siaran Pers Indonesia Ucapkan Belasungkawa untuk Korban Bencana Palu Donggala

Published

on

Gempa bumi dan tsunami di Palu Donggala, Sulawesi Tengah.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) dan jajaran redaksi Pusatsiaranpers.com – dalam kaitan bencana alam yang melanda Palu dan Donggala mengucapkan bela sungkawa atas musibah gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, yang merenggut lebih dari 800an nyawa.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas musibah yang sekarang dialami. (Para korban) diharapkan bersabar, kami semua turut berduka,” ujar Kepala PSPI Budi Purnomo Karjodihardjo S.IKom, M.IKom, di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Meski gempa bumi tidak dapat diprediksi, PSPI mengapresiasi penanganan dini oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Cuma sekarang yang perlu dilakukan adalah sesegera mungkin recovery untuk korban, pemerintah harus sigap mengatasi bencana seperti ini,” imbuhnya.

Pemerintah menurutnya harus segera menyalurkan bantuan terhadap para korban, seperti konsumsi dan tempat tinggal sementara.

“Bantuan-bantuan yang sifatnya jangka pendek segera, sangat dibutuhkan pada saat ini termasuk juga obat-obatan,” tukasnya.

Atas situasi bencana yang di luar kendali, pengiriman pasukan TNI juga menurut Reza adalah respon yang tepat. Pihaknya berharap baik Pemerintah maupun elemen masyarakat dapat mempererat persatuan untuk membantu para korban.

PSPI sendiri, lanjut dia, akan mendukung kegiatan pengumpulkan penggalangan dana dan mengirim tim untuk membantu penanganan, melalui jalur publikasi Pers Release di media-media jaringan PSPI seluruh Indonesia.

“Jika ada lembaga atau organisasi yang akan melakukan bantuan penanganan dan donasi untuk bencana alam, kami dukung publikasinya untuk dirilis Pusatsiaranpers.com, kata Budi.

Seperti diketahui, gempa bumi dengan kekuatan 7,4 Skala Richter mengguncang wilayah Kota Palu dan Donggala. Lokasi pusat gempat ada di kedalaman 10 km dan posisinya di arah 27 km Timur Laut Donggala.

Gempa Bumi tersebut juga memicu terjadinya tsunami setinggi 1,5 meter di Palu. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami sejak pukul 18.36 WIB, Jumat (28/9), walaupun akhirnya Tsunami tetap terjadi di wilayah tersebut. Sampai berita ini diturunkan lebih dari 800 korban meninggal dunia. Demikian, seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (bny)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending