Connect with us

Agribisnis

Balitbangtan Manfaatkan Tagetes untuk Kendalikan Hama Jeruk

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian memanfaatkan tanaman tagetes (Tagetes erecta) atau dikenal dengan nama kenikir sebagai bahan pengendali serangan hama pada tanaman jeruk.

Peneliti hama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Balitbangtan Otto Endarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/2/2018), mengatakan, tanaman tagetes mempunyai banyak manfaat bagi manusia salah satunya untuk pertanian.

Hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dipergunakan karena mempunyai kandungan senyawa kimia seperti terpenoid, karotenoid, tegetiin, terthienyl, helenian, serta flavoxanthin yang dapat dipergunakan. 

Pada jeruk, lanjutnya, tanaman kenikir dapat berfungsi sebagai pembatas kebun untuk memperindah lingkungan sekaligus sebagai pengendalian hayati terhadap serangan hama. 

Menurut dia, warna yang mencolok serta baunya yang khas menarik bagi hama untuk masuk ke tanaman ini. 

“Tagetes merupakan tempat singgah musuh alami hama tanaman jeruk. Selain itu hama-hama jeruk seperti tungau, thrips dan lainnya akan terperangkap ke dalam tagetes karena warnanya yang menarik bagi hama tersebut. Hama yang akan menyerang jeruk akan masuk,” ujarnya.

Pada musim hujan tagetes berfungsi untuk mencegah nematoda penganggu tanaman dengan senyawa kimia yang dihasilkan tanaman ini

Serangan hama pada tanaman jeruk, lanjutnya, mengakibatkan menurunnya kualitas jeruk akibat serangan hama seperti tungau, thrips yang menyerang daun dan buah. 

Sementara itu serangan parah mengakibatkan daun, berwarna coklat dan menebal, sedangkan serangan pada buah menjadikan penampilan yang kusam.

“Dengan adanya tagetes ini hama terperangkap masuk dan dimangsa oleh musuh alaminya yang berada di dalam,” ujar Otto. 

Seperti dikutip Antara, dengan keberadaan musuh alami hama yang berada dalam tagetes dapat memimalisir serangan hama yang akan menyerang tanaman jeruk. (fjr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Agribisnis

Harga Cabai Rawit di Kendari Naik Rp90.000/Kg

Published

on

Harga cabe rawit di sebagian pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara seperti di pasar Mandonga, pasar Anduonuhu dan pada Baruga naik hingga mencapai mencapai Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogramnya.

Zonaekonomi.com, Kendari – Harga cabe rawit di sebagian pasar tradisional di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara seperti di pasar Mandonga, pasar Anduonuhu dan pada Baruga naik hingga mencapai mencapai Rp85.000 hingga Rp90.000 per kilogramnya.

Pantauan di Kendari, Senin (13/8/2018), naiknya harga cabe rawit produk petani lokal itu sudah berlangsung sekitar satu bulan karena dipengaruhi oleh musim pancaroba beberapa bulan ini.

“Kenaikan harga karena suplai dari cabe rawit lokal kurang, dan permintaan masyarakat cukup tinggi yang mana cabe rawit merupakan bumbu dapur yang utama dalam setiap masakan,” ujar Hasni (41) salah seorang pedagang campuran bumbu di Mandonga.

Ia mengatakan kenaikan harga cabe rawit diperkirakan akan terus menanjak naik karena lebaran Idul Adha kurang dari 10 hari yang otomatis akan tingginya permintaan.

Kepala Seksi Stabilisasi Harga Barang Pokok, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Darmin mengakui adanya kenaikan harga cabe rawit lokal dipasaran, yang berdasarkan data terakhir yang dimiliki harga cabai rawit lokal Rp75.000 per kilogram.

“Sebenarnya stok cabai rawit lokal masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar, namun terkadang di pasaran ada saja pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan keuntungan, sehingga dapat memicu harga yang naik begitu cepat,” ujarnya.

Sebab, mengenai harga cabe maupun produk komoditi lainnya, pihak dinas tidak bisa mengintervensi masalah harga karena sudah menjadi mekanisme pasar yang sewaktu-waktu naik maupun harganya turun,” ujarnya.

Darmin menambahkan, biasanya harga tertinggi biasanya dijual oleh para pedagang eceran yang mengambil stok cabe rawit lokal di pasar yang sama, kemudian di jual kembali kepada pedagang pengumpul .

Ia mencontohkan, bahwa terkadang di pasar yang sama, satu orang pedagang yang menjual dalam stok banyak, harganya tentu tidak sama dengan harga sebelumnya sehingga harga bisa lebih tinggi dan bisa di bawa harga.

“Yang pasti adalah Disperindag tidak memiliki kewenangan untuk melarang apalagi menyuruh para pedagang untuk menurunkan harga sepihak, sebab konsekuensinya juga akan berdampak pada pedagang itu sendiri,” tuturnya. (aas)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Sigi Panen Raya Jagung Varietas Nasa 29

Published

on

Bupati Sigi Muhammad Irwan saat Panen Raya Jagung varietas NASA 29 dan temu lapang di Desa Kalawara, Desa Bombasa, Kab. Sigi, Sulteng, Rabu (8/8/2018).

Zonaekonomi.com, Jakarta – Bupati Kabupaten Sigi Muhammad Irwan mengatakan terima kasih ke kementan karena telah menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pembangunan pertanian melalui program Upsus Pajala dan mampu memproduksi jagung varietas Nasa 29 sebesar 11 ton per hektar.

“Sigi mampu produksi jagung sekitar 11 ton per hektar,” kata Bupati Sigi Muhammad Irwan saat Panen Raya Jagung Nasa 29 dan Temu Lapang di Desa Kalawara, Desa Bombasa, Kab. Sigi, Sulteng, Rabu (8/8/2018).

Lebih lanjut Irwan mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Sigi berterima kasih dan mengapresiasi Kementan yang telah mendukung pembangunan pertanian melalui program Upsus Pajala.

“Pembangunan pertanian di Sigi menjadi prioritas karena sektor pertanian merupakan andalan dan mata pencaharian sebagian besar masyarakat”, kata Irwan menambahkan.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan Dr Mat Syukur dalam sambutannya mengatakan bahwa luas tambah tanam (LTT) padi Kab. Sigi naik signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Saya berharap LTT jagung juga meningkat”, kata Mat Syukur.

Sementara Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Prof. Dedi Nursyamsi sekaligus penanggungjawab Upsus Propinsi Sulteng mengatakan wilayah Sigi sesuai untuk pengembangan jagung.

“Jagung memerlukan curah hujan sekitar 100-150 mm/bulan”, kata Dedi.

Kalau terlalu basah, tambahnya jagung rentan jamur aflatoksin dan penyakit busuk tongkol. Sebaliknya kalau terlalu kering, jagung bisa bisa kekeringan sehingga produksinya rendah.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Penelitian Serealia (Balitsereal) Maros Dr Muhammad Azrai mengatakan bahwa varietas Nasa 29 yang diberi nama oleh Presiden Jokowi mempunyai opotensi ahasil 12,5 t/ha. Varietas ini mempunyai tongkol gan sekitar 80 persen dari populasinya dan preosentase ini meningkat dengan meningkatnya ketinggian lahan. “Faktor inilah yang menyababkan produktivitas Nasa 29 tinggi”, ujar Azrai menambahkan.

Badan Litbang Pertanian siap mendukung pengembangan jagung di Kabupaten Sigi, kata Dr Andi Baso, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulteng. Andi mengatakan bahwa BPTP siap nendampingi dan menyediakan benih sumber. (jak)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Tingkatkan Pendapatan, Petani Tanam Kentang

Published

on

Kentang merupakan tanaman sayuran utama yang dibudidayakan di Kabupaten Kerinci, dengan sebagian besar yang ditanam adalah Granola.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kentang merupakan tanaman sayuran utama yang dibudidayakan di Kabupaten Kerinci, dengan sebagian besar yang ditanam adalah Granola.

Perkembangan varietas Granola yang telah lama dibudidayakan berakibat benih kentang yang digunakan sudah mencapai beberapa generasi dan produktivitas semakin menurun.

Benih merupakan kendala pengembangan komoditas kentang tersebut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, melalui kegiatan APBNP 2017 telah mengembangan komoditas kentang dengan varietas Granola dan varietas baru Medians.

Sampai dengan saat ini bibit kentang tersebut telah dibagikan kepada sebanyak empat belas petani dan penangkar benih yang ada di empat kecamatan (Kayu Aro, Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, Siulak dan Siulak Mukai).

Saat pengembangan kentang varietas Granola berjalan dengan baik, ternyata introduksi kentang hasil pemulia Balai Penelitian Sayuran Lembang yaitu varietas ‘Medians” berkembang dengan pesat dan permintaan akan benih kentang tersebut meningkat.

Melalui kegiatan pengkajian oleh BPTP Balitbangtan Jambi yang intensif dan berkesinambungan sampai dengan saat ini kentang Medians telah tersedia di wilayah Kayu Aro berupa Generasi Nol sampai dengan Generasi Empat.

Kentang Medians yang semula diketahui sebagai kentang olahan saja, saat ini kentang tersebut dapat digunakan sebagi kentang konsumsi dengan rasa dan tampilan yang lebih bagus.

Sedangkan secara pengolahan makan kecil, kentang tersebut sangat gurih dan renyah. Kelebihan lain selain bahan panen, kentang medians ternyata lebih tahan terhadap serangan hama/penyakit dengan hasil yang lebih tinggi dari Granola.

Menurut PPL Bapak Mulyadi Amd, budidaya tanaman kentang varietas Medians lebih mudah, lebih murah, dengan hasil yang lebih banyak dan pemasaran yang selalu menunggu menyebabkan petani yang menanam kentang Medians memiliki pendapatan usahatani yang lebih tinggi.

Industri keripik kentang yang berkembang diwilayah kayu aro semakin mendukung petani bersemangat untuk menanam jenis kentang ini.

Kelanjutan dari kegiatan tahun 2017, pada tahun 2018 perbenihan kentang khususnya Medians semakin tersebar dan banyak ditanam di Kayu Aro.

Permintaan benih Medians yang semakin tinggi, perbaikan budidaya yang lebih advance dan antusias petani/pengusaha keripik yang semakin bersemangat merupakan modal untuk pengembangan kentang Medians ke depan. Tidak tertutup kemungkinan kentang Medians akan bisa menjadi kentang idola No.1 diwilayah ini. (sur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending