Connect with us

Finansial

Calon Gubernur BI Harus Profesional di Bidang Moneter dan Fiskal

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo akan memasuki masa pensiun atau purna tugas pada bulan Mei 2018 mendatang. Wakil Ketua DPR RI Koordinator Ekonomi dan Keuangan (Korekku), Taufik Kurniawan mengungkapkan kriteria calon yang mumpuni untuk mengemban amanah sebagai Gubernur BI yang baru nantinya.

Ia mengatakan, calon Gubernur BI ke depan harus mampu menjaga fluktuasi dan stabilitas nilai rupiah. Disamping itu juga harus mempunyai pengalaman di bidang moneter dan fiskal.

“Jangan hanya tahunya di moneter saja. Kalau Pak Agus ini kan dulunya mantan Menteri Keuangan, mantan Dirut Bank Mandiri dan sekarang Gubernur BI, jadi lengkap, tidak hanya kacamata kuda tapi dia juga punya akses dalam kaitan kebijakan fiskal dan pernah sebagai pelaku juga,” ujar Taufik.

Ia mengharapkan, Gubernur BI selanjutnya mampu menjaga keseimbangan moneter, laju inflasi dan cadangan devisa jangan sampai dibawah 100 miliar dollar. “Kalau dibawah 100 miliar dollar pasti akan terjadi kegoncangan ekonomi dan negara dalam kondisi yang krisis. TIga hal itu hanya dimiliki oleh calon Gubernur BI yang mampu dan menguasai secara profesional di bidang moneter dan fiskal. Kalau hanya moneter saja atau fiskal saja, ini kurang lengkap,” pungkas politisi dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII. (nwi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Finansial

Dolar AS Sedikit Melemah di tengah Meningkatnya Imbal Hasil Obligasi

Published

on

Kurs dolar AS sedikit melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).

Zonaekonomi.com, New York – Kurs dolar AS sedikit melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika imbal hasil atau “yield” obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun mencapai tingkat psikologis penting 3,00 persen untuk pertama kalinya sejak 2014.

Indeks dolar AS mencapai tertinggi tiga bulan di 90,985 terhadap sekeranjang enam mata uang dalam perdagangan pagi, sementara kenaikan besar pada imbal hasil obligasi pemerintah AS sebagian besar terjadi pada Senin (23/4/2018).

Para analis mengatakan setelah naik selama lima hari berturut-turut, beberapa pedagang tidak diragukan lagi membukukan laba menjelang peristiwa fundamental penting minggu ini.

Di sisi ekonomi, penjualan rumah keluarga tunggal baru di AS pada Maret 2018 berada pada tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 694.000 unit, menurut perkiraan yang dirilis Selasa (24/4) oleh Departemen Perdagangan AS.

Angka tersebut 4,0 persen di atas tingkat Februari yang direvisi 667.000 unit dan 8,8 persen di atas perkiraan Maret 2017 sebesar 638.000 unit.

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen dari Conference Board AS meningkat menjadi 128,7 pada April dari 127,0 pada Maret, lebih baik dari yang diperkirakan, menurut hasil survei oleh Nielsen, penyedia informasi dan analitik global terkemuka.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,20 persen menjadi 90,762 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,2237 dolar AS dari 1,2206 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3972 dolar AS dari 1,3936 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke 0,7598 dolar AS dari 0,7603 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,69 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,64 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9787 franc Swiss dari 0,9785 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2832 dolar Kanada dari 1,2848 dolar Kanada. (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

DPR : Perkuat Fundamental Ekonomi Terkait Pelemahan Rupiah

Published

on

Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Ekonomi dan Keuangan, Taufik Kurniawan.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Ekonomi dan Keuangan, Taufik Kurniawan meminta pemerintah memperkuat fundamental ekonomi sebagai langkah mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah yang hampir menembus Rp14.000 per-dolar Amerika Serikat.

“Fundamental ekonomi kita harus diperkuat dan Bank Indonesia harus melakukan intervensi terhadap hal ini, sehingga rupiah pun dapat kembali menguat,” kata Taufik dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa. (24/4/2018).

Dia mengatakan Pemerintah dan BI tidak bisa terus menerus menyalahkan kondisi global sehingga BI harus melakukan intervensi dan stabilisasi nilai tukar rupiah karena masyarakat tidak ingin kurs rupiah tembus Rp14.000 atau bahkan Rp15.000 per-dollar AS.

Dia khawatir pelemahan rupiah tersebut berdampak besar pada Indonesia karena selain memberikan pengaruh pada kondisi utang Indonesia, juga berpengaruh kepada dunia usaha.

Hal itu menurut dia terutama bagi usaha yang mengandalkan bahan baku impor dan transaksinya menggunakan dolar AS.

“Namun di sisi lain hal positif dapat didapatkan industri yang menjalankan ekspor, karena akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar,” ujarnya.

Taufik yang merupakan politisi PAN itu menilai pengaruh eksternal memang ada terhadap pelemahan rupiah namun kondisi ekonomi dalam negeri dalam keadaan baik sehingga seharusnya rupiah dalam kondisi stabil.

Dia berharap antisipasi dari pemerintah dan BI dapat mempercepat penguatan rupiah, sehingga pelemahan ini hanya bersifat sementara saja.

Rupiah pada Selasa (24/4/2018) menunjukkan penguatan di pasar spot, setelah sepanjang Jumat (21/4/2018) dan Senin (23/4/2018) terdepresiasi hingga menyentuh level paling parah sepanjang tahun di kisaran Rp13.900.

Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Selasa sore menguat sebesar 84 poin menjadi Rp13.878 dibandingkan posisi Selasa pagi. (ibl)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Laba Bersih Astra Turun Tipis Jadi Rp 4,9 T di Kuartal I-2018

Published

on

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Astra International Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp4,98 triliun pada kuartal pertama 2018 atau turun dua persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp5,078 triliun.

“Grup Astra diperkirakan akan terus mendapat keuntungan dari harga batu bara yang stabil, sementara persaingan di pasar mobil diperkirakan semakin meningkat,” papar Presiden Direktur Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Ia mengemukakan Grup Astra mengalami penurunan kinerja pada sebagian segmen bisnisnya, khususnya pada segmen otomotif dan agribisnis, dimana penurunan ini lebih tinggi dari pada peningkatan kinerja pada segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi.

Pada kuartal pertama 2018, ia memaparkan, laba bersih dari segmen alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi Grup meningkat sebesar 68 persen menjadi Rp1,5 triliun. Sedangkan segmen otomotif menurun delapan persen menjadi Rp2,1 triliun, terutama disebabkan oleh meningkatnya kompetisi di pasar mobil. Sementara itu segmen agribisnis mencatatkan laba bersih turun 55 persen sebesar Rp283 miliar.

Sementara itu tercatat, pendapatan bersih Astra International Tbk meningkat 14 persen menjadi Rp55,8 triliun pada kuartal pertama 2018, seiring dengan peningkatan pendapatan terutama berasal dari bisnis alat berat dan pertambangan serta otomotif.

Dipaparkan juga, nilai utang bersih, di luar Grup jasa keuangan, mencapai Rp2,4 triliun, dibandingkan dengan nilai kas bersih Rp2,7 triliun per 31 Desember 2017, terutama disebabkan oleh investasi Grup di jalan tol, GO-JEK, dan belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan. Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp44,8 triliun, dibandingkan dengan Rp46,1 triliun pada akhir tahun 2017.

Pada bulan Februari 2018, Prijono Sugiarto menyampaikan pihaknya telah menginvestasikan 150 juta dolar AS untuk kepemilikan saham minoritas di GO-JEK, perusahaan teknologi multi-platform terkemuka di Indonesia, yang menyediakan akses ke berbagai macam layanan dari transportasi dan pembayaran hingga jasa antar makanan, logistik serta berbagai layanan on-demand lainnya. (zmr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending