Connect with us

Digital

Darmin : “Soft Infrastructure” Ekonomi Digital Jangan Dilupakan

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pembangunan infrastruktur fisik ekonomi digital harus dibarengi dengan “soft infrastructure” berupa pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia dan dukungan regulasi apabila Indonesia ingin mencapai target menjadi negara raksasa digital di 2020, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Jangan melulu fokus dalam pembangunan infrastruktur fisik,” kata Darmin di Seminar “Mendorong Terciptanya Inklusi Keuangan Melalui Pemanfaatan Sistem Digital” di Jakarta, Rabu (14/2/2018). 

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, dan Practice Manager for East Asia and Pacific for The Finance, Competitiveness and Innovation Global Practice The World Bank Ganesh Rasagam.

Inisiasi pengembangan “soft infrastructure”, kata Darmin, telah dimulai dengan dua program besar.

Pertama, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). Peraturan ini dalam rangka memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan. 

“Di dalam Perpres SNKI, ada beberapa pilar yang perlu dijalankan. Mulai dari edukasi dalam bidang ini hingga sertifikasi tanah rakyat,” ujar Darmin. 

Kedua, program bantuan sosial sekarang ini telah dilakukan secara nontunai. Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Program Indonesia Pintar (PIP), Program Indonesia Sehat (PIS) bahkan Beras Sejahtera (Rastra). 

“Program sosial yang tadinya sangat offline, kita mengubahnya secara bertahap jadi online, by name by address,” kata Darmin. 

Ke depannya, pemerintah akan menyusun regulasi yang tidak mengekang industri ekonomi digital, namun tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

“Kita juga perlu paham bagaimana regulasinya. Regulasi terlalu ketat akan mengekang inovasi, terlalu longgar bisa dimanfaatkan pihak-pihak melakukan wan prestasi,” katanya.

Seperti dikutip Antara, Indonesia menargetkan akan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan target transaksi daring senilai 130 miliar dolar AS pada 2020. (iap)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Digital

Menkominfo Harapkan Korsel Berinvestasi pada Start Up Indonesia

Published

on

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan Korea Selatan dapat berinvestasi untuk mengembangkan usaha rintisan berbasis digital atau Start Up Indonesia agar dapat sama-sama berkembang.

“Harapannya sih ya para investor dari Korea Selatan ini, melirik start up Indonesia untuk bisa berinvestasi ataupun bermitra dalam mengembangkan bisnisnya,” kata Rudiantara ketika menghadiri diskusi Start Up Asia di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan bisnis digital Indonesia berkembang dengan pesat, dan rata-rata rintisan usaha digitalnya dikelola olah anak muda.

“Tidak perlu membawa teknisi Korsel ke Indonesia, kita mampu kok bersaing, cukup bermitra dari segi pendanaan ataupun penerapan teknologi, itu sudah banyak membantu kami,” kata Rudiantara.

Menurutnya, jika membawa teknisi dari Korsel, itu sama saja tidak memberi kesempatan tenaga lokal untuk berkembang, bahkan nanti justru muncul kecemburuan sosial.

Rudiantara menilai Korsel sebagai negara yang memiliki perkembangan usaha rintisan yang bagus, sebab banyak faktor yang mendukung pengembangan anak muda di Negeri Ginseng tersebut.

Selain infrastruktur teknologi yang mendukung, jaringan internet di Korsel memiliki kemampuan yang di atas rata-rata negara Asia, bahkan merupakan salah satu yang tercepat di dunia.

Setelah infrastruktur, lembaga serta kesiapan dari pembiayaan juga lebih mudah di Korsel, sebab di negara tersebut sudah banyak dilirik oleh negara maju lainnya sebagai tempat strategis untuk berinvestasi, utamanya sektor teknologi.

Pertemuan Indonesia dengan delegasi investor Korsel bertujuan untuk mempermudah pengembangan usaha rintisan di Indonesia, kesempatan tersebut juga sebagai lahan untuk bertukar pikiran dengan yang berkembang di Korea. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Digital

Be-em Hadirkan E-Commerce untuk Produk Streetwear

Published

on

Hadirkan produk fashion bergaya streewear melalui layanan aplikasi di ponsel pintar.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Be-em.id menghadirkan e-commerce untuk produk fashion bergaya “streetwear” seiring maraknya gaya ini di kalangan anak-anak muda, terutama untuk merek-merek tertentu.

“Kami memberikan kemudahan melalui penggunaan aplikasi smartphone untuk memudahkan membeli produk-produk streetwear serta dijamin keasliannya,” kata salah seorang pendiri Be-em.id, Jiro di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Dalam dunia fashion kini muncul gaya “streetwear”, namun sampai saat ini belum ada yang dapat menjelaskan definisi dari gaya tersebut. Namun di jalanan dapat dilihat komunitas kalangan muda yang kerap menggunakan graphic t-shirt, hoodie, sweatshirt, snapback, dan sepatu sneakers.

“Streetwear” sendiri sudah sangat berkembang di Indonesia, konsep ini yang dianut oleh label distro lokal dan kebanyakan yang menggunakan produk streetwear adalah anak-anak muda dari berbagai kalangan.

“Kehadiran kami di kalangan anak muda merupakan upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif yang memang diawali dari kalangan muda,” jelas dia.

Jiro sendiri mengistilahkan sebagai gaya “modern pop culture” yang ternyata sudah banyak kalangan yang menggeluti bisnis ini, sehingga sebagai pendatang baru Be-em.id mencoba menghadirkannya melalui dunia maya.

“Kami menawarkan keaslian dari produk tersebut, untuk itu sebelum terjadi transaksi dilakukan pemeriksaan kembali atas produk tersebut,” ujar Jiro.

Aplikasi Be-em sendiri baru diperkenalkan pada 2017 lalu, dengan melakukan pendekatan kepada komunitas. Di gelaran Urban Sneakers Society 2018 ini sendiri, Be-em sudah menggandeng empat penjual untuk produk streetwear di booth-nya.

“Kami memang mewadahi produsen untuk jualan di tempat kami. Be-em juga sudah ada aplikasinya, jadi pencinta barang-barang ini bisa lebih mudah mengakses dari ponsel mereka,” ujar dia.

Berbeda dengan platform e-commerce lainnya, penjualan melalui aplikasi Be-em.id ini dijamin keasliannya, jelas dia dalam gelaran Urban Sneakers Society 2018, di Pacific Place, Jakarta. (gan)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Digital

Perang Tarif Transportasi Daring Dinilai Harus Diwaspadai

Published

on

Penerapan tarif terlalu rendah dan banjir promo penyedia aplikasi transportasi daring Grab dinilai berpeluang menciptakan perang tarif yang harus diwaspadai.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Penerapan tarif terlalu rendah dan banjir promo penyedia aplikasi transportasi daring Grab dinilai berpeluang menciptakan perang tarif yang harus diwaspadai.

“Jika dibiarkan dan benar terjadi, mau tidak mau akan menyeret Go-Jek sebagai satu-satunya kompetitor di bisnis jasa transportasi daring berbasis aplikasi ini,” kata pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia Harryadin Mahardhika saat dihubungi Senin (12/11/2018), menanggapi tudingan kelompok mitra pengemudi kepada Grab soal tarif predator.

Menurut dia, langkah itu karena Grab masih punya kekhawatiran pasar dan mencoba mengejar Go-Jek dengan melempar berbagai promo yang memicu perang tarif karena ada asumsi Go-Jek sudah mampu menerapkan tarif yang bisa menjamin kesejahteraan pengemudi.

Oleh karena itu, ia memperkirakan strategi perang tarif dari Grab bisa tak bertahan lama jika Go-Jek mampu menahan gempuran tersebut.

Harryadin mengibaratkan perang tarif yang terjadi dengan ‘Game Theory’. “Ketika kompetitor yang ditantang perang tarif mampu bertahan dari gempuran, justru yang akan merugi adalah si pemulai perang tarif,” ujar pengajar di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia ini.

Ia menilai, ekosistem bisnis yang dibangun Go-Jek saat ini sudah pada trek yang benar sehingga diharapkan perang tarif tak akan terjadi.

“Saya melihat ekosistem dan eksistensi Go-Jek saat ini lebih matang ketimbang kompetitornya. Sehingga, kalau mampu bertahan, maka ‘Game Theory’ akan terjadi,” kata Harryadin
.
Hanya, jika harus bertahan dari serangan tarif murah, tambahnya, tak ada yang tahu seberapa lama Go-Jek mampu menahan. Di satu sisi, skema Go-Jek sebenarnya sudah mampu menjamin kesejahteraan pengemudi, sehingga minim komplain.

Tapi di sisi lain, mereka juga harus menghadapi ancaman perang tarif dan promo yang agresif dari kompetitor. “Tentu situasi ini akan membuat Go-Jek berada dalam posisi dilematis,” ujarnya.

Karenanya, kata dia, sangat mungkin akhirya Go-Jek pun terpaksa harus melakukan penyesuaian untuk menghadapi gempuran tersebut, dengan cara ikut melakukan penyesuaian tarif dan menaikkan intensitas promo. Akibatnya, perang tarif di bisnis transportasi daring ini tak terhindarkan lagi.

Sebelumnya, kelompok mitra pengemudi ojek daring menuding Grab telah menerapkan sistem tarif yang terlalu rendah. “Kami melihat tarif terlalu rendah dan promo terlalu banyak. Ini kan tindakan tarif predator dan bisa mematikan angkutan alternatif lain,” kata Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (GARDA) Igun Wicaksana.

Igun memberikan contoh, salah satu promo yang paling fantastis dari perusahaan penyedia jasa transportasi daring berbasis aplikasi asal Malaysia ini adalah penerapan ongkos Rp1.

Dia menilai penerapan harga terlalu rendah, membuat iklim bisnis menjadi tidak sehat. Pengenaan ongkos terlalu murah untuk konsumen akan memicu perang tarif, yang akhirnya lebih banyak merugikan mitra pengemudi. (edy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending