Connect with us

Industri

Kementan Gandeng Taiwan Wujudkan Swasembada Pangan

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng lima pakar pertanian dari Taiwan untuk mengembangkan model pertanian korporasi di Kabupaten Karawang Jawa Barat guna mewujudkan swasembada pangan.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi Nursyamsi, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/2/2019) mengatakan, Taiwan merupakan negara agraris yang maju di Asia sehingga memiliki pengalaman untuk mendukung program swasembada pangan di Indonesia.

Menurut dia, pertanian korporasi di Karawang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan sawah irigasi di wilayah itu yang luasan kepemilikannya terfragmentasi, menjadi satu kesatuan pengelolaan.

“Langkah tersebut termasuk bagian program upaya khusus (UPSUS) dalam rangka mencapai swasembada pangan,” katanya.

Sebagai langkah awal kerjasama dalam pengembangan pertanian korporasi tersebut Taiwan dan Indonesia menggelar “Workshop on Demonstration Farm of Corporate Agriculture” di Karawang pada 6-7 Februari 2018.

Ketua tim Council of Agriculture Taiwan, Hung Chung Hsiu mengatakan, Indonesia memiliki kondisi geografis yang baik, tanah yang subur, serta iklim yang baik sehingga idealnya mampu mewujudkan swasembada pangan.

“Tentu harus diraih dengan komitmen dan kerja keras,” kata Hung.

Untuk mewujudkan itu, lanjutnya, pihaknya menugaskan lima pakar yang ahli dalam irigasi, padi, peternakan, hortikultura, dan penyuluhan.

Mereka bersama para pakar Indonesia terutama dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian untuk mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

Untuk mencapai itu, menurut dia, petani harus memperkuat kelompok tani untuk meningkatkan kemampuan budidaya, promosi, dan pemasaran.

Hung menyatakan, dari kunjungan lapang ke lokasi demfarm di Jayakerta menunjukkan banyak hal yang harus diperbaiki seperti sarana irigasi dengan membangun dam parit dan saluran tersier.

Demikian pula sistem budidaya itik perlu berkelompok agar usaha tani efisien. Sistem pemasaran juga perlu diperbaiki terutama pemerintah harus menyediakan informasi pasar kepada petani.

Di sisi lain petani juga harus mampu membawa produk ke pasar dalam kondisi optimal melalui pengemasan yang baik

Sementara itu Dedi Nursyamsi menambahkan, para peneliti Indonesia harus mampu bekerjasama dengan baik dan menyerap teknologi dan inovasi Taiwan untuk diterapkan di tanah air.

“Pakar Indonesia harus mengkontekstualisasikan inovasi dan teknologi mereka (Taiwan) dengan kondisi Indonesia,” katanya.

Kegiatan yang akan dikembangkan dalam kerjasama ini yaitu normalisasi long storage dan pembuatan dam parit, pengembangan budidaya padi, hortikultura, peternakan itik hingga aspek pemasaran dan kelembagaan pertanian.

Menurut Dedi, hasil utama dari kegiatan kerjasama ini adalah usaha tani yang memberikan kesejahteraan bagi petani.

“Petani harus modern, tapi juga untung. Jangan besar pasak daripada tiang,” katanya, seperti dikutip Antara. (sub)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Industri

Kemenperin Siap Kerjakan Empat Program Prioritas 2019

Published

on

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Haris Munandar.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Perindustrian siap mengerjakan empat program kerja prioritas 2019 sebagai langkah strategis untuk membangun industri dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian agar lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Haris Munandar mengatakan salah satu program kerja yang siap digenjot adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Kualitas SDM kita memang perlu ditingkatkan. Apalagi, tahun ini pemerintah fokus untuk lebih masif melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi,” ucap Haris lewat keterangannya di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Haris menuturkan kerja nyata yang dilakukan untuk pembangunan SDM industri yang kompeten dilakukan melalui pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi menuju dual sistem, yakni teori dan pratikum dengan persentase berkisar 30:70.

Masih terkait dengan pembangunan SDM, Kemenperin juga mendorong pembangunan politeknik atau akademi komunitas di kawasan industri dan pengembangan Link & Match Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri.

“Kemudian dilakukan pelatihan industri berbasis kompetensi sistem 3in1, pembangunan infrastruktur kompetensi dan sertifikasi kompetensi serta pembangunan SDM industri dalam mempersiapkan industri 4.0,” jelas Haris.

Program kerja prioritas Kemenperin yang kedua pada tahun 2019 adalah peningkatan investasi pada industri kimia, farmasi dan tekstil.

Sektor tekstil contohnya, merupakan salah satu sektor industri padat karya (labor intensive) yang menyerap banyak tenaga kerja.

“Umumnya memang ada juga di labour intensive, tentu ada juga yang capital intensive (padat modal) seperti industri kimia. Sedangkan teksil atau fesyen, bisa di labor intensive maupun capital intensive,” tuturnya.

Kemudian, program kerja prioritas ketiga Kemenperin pada tahun 2019 yakni memperkenalkan peta jalan Making Indonesia 4.0 ke seluruh dunia serta mendorong investasi untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dan pengembangan infrastruktur digital.

Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) menyebut nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) pada triwulan IV-2018 sebesar 51,92 persen. Indeks PMI di atas 50 menunjukkan sektor tersebut dalam tahap ekspansi.

Pada periode yang sama, hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) sektor industri pengolahan terindikasi meningkat dengan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 0,32 persen dan 2,71 persen.

Lalu, program kerja prioritas keempat adalah pengembangan wirausaha baru.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan kontribusi dan kerja sama saudara sekalian yang dilantik untuk mencapai program prioritas tersebut sehingga tercapainya tujuan dan sasaran Kementerian Perindustrian,” tutur Haris saat pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Kemenperin. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Industri

Menperin Dorong Gorontalo Pacu Industri Hortikultura

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong Gorontalo untuk memacu industri hortikultura, karena langkah strategis ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, sekaligus menjadi solusi mendongkrak harga komoditas seperti kopra dalam jangka panjang.

“Kami bertekad untuk fokus mendorong sektor industri pengolahan produk hortikulura di Gorontalo. Selain karena potensi alamnya yang melimpah, produk industri kita harus berbasis bahan baku dalam negeri dengan kualitas yang mampu kompetitif di pasar ekspor,” kata Airlangga lewat keterangannya diterima di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Airlangga menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo.

Ia menegaskan, Kemenperin terus menggenjot diversifikasi produk komoditas hortikultura untuk memenuhi permintaan ekspor. Selain itu, produksi hortikultura akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman di dalam negeri.

Sebagai penyerap produk hasil pertanian dan perkebunan, industri makanan dan minuman memiliki konsistensi kinerja yang gemilang dengan mampu mengatrol baik pertumbuhan industri pengolahan nonmigas maupun ekonomi nasional.

Hal ini terlihat dari kontribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35,73 persen terhadap PDB industri non-migas pada triwulan III tahun 2018.

“Kita juga harus mengurangi ketergantungan impor bahan baku produk pertanian sehingga bisa meningkatkan efisiensi di semua rantai nilai industri,” jelasnya.

Sepanjang 2018, nilai ekspor produk hortikultura segar dan olahan diproyeksi mencapai Rp2,23 miliar.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Gorontalo, pada tahun 2018, jumlah industri skala besar dan sedang terdapat 20 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 7.693 orang.

Sedangkan, industri mikro dan kecil mencapai 12.360 unit usaha dengan melibatkan 31.910 tenaga kerja.

Sektor perkebunan kelapa menjadi prospek andalan berlangsungnya produksi pabrik tepung kelapa dan nata de coco di Kabupaten Gorontalo.

Sementara itu, di Provinsi Gorontalo, juga terdapat satu kawasan industri yaitu Kawasan Industri Agro Terpadu (KIAT) di Kabupaten Bone Bolango.

Didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Menperin berkesempatan untuk meninjau dan berdialog langsung dengan para pengusaha dan karyawan PT Royal Coconut dan PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI).

“Terbukti dengan investasi Rp500 miliar, PT HGI bisa menghasilkan devisa ekspor sebesar Rp1,5 triliun. Selain itu, kami meninjau pabrik tepung kelapa PT Royal Coconut yang investasi awalnya Rp100 miliar, saat ini ekspornya mencapai Rp300 miliar. Artinya, ada potensi-potensi Gorontalo dengan industri berbasis hortikultura, dan ini yang akan kami dorong,” papar Airlangga.

Oleh karena itu, lanjut Menperin, tugas pemerintah pusat akan menyiapkan skema insentif bagi industri di daerah. Salah satunya dalam hal penelitian dan pengembangan produk agar kualitasnya semakin baik setiap tahun. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Industri

Kemenperin Dorong Produk Iindustri Furnitur Diekspor ke AS

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong agar produk hasil industri furnitur dapat diekspor ke Amerika Serikat yang diikuti dengan peningkatan produk lebih kompetitif.

“Pemerintah mendorong agar industri berorientasi ekspor seperti furnitur ini, produk sepenuhnya diekspor ke Amerika. Salah satu cara untuk meningkatkan ekspor adalah dengan peningkatan kapasitas,” kata Menteri Airlangga usai meresmikan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

Airlangga memaparkan pemerintah menargetkan peningkatan ekspor furnitur nasional mencapai 5 miliar dolar AS dalam dua tahun ke depan.

Menurut dia, industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam menopang perekonomian nasional karena sifatnya yang padat karya dan berorientasi ekspor.

Terkait kinerja positif dari industri furnitur, Kemenperin mencatat pada periode Januari-Oktober 2018, neraca perdagangan produk furnitur nasional surplus sebesar 99,1 juta dolar AS, dengan nilai ekspor menembus hingga 1,4 miliar dolar AS.

Capaian ini mengalami kenaikan 4,83 persen dari periode yang sama di tahun 2017.

Meskipun tumbuh positif, kinerja ekspor furnitur masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi bahan baku yang dimiliki, mengingat Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara yang memiliki hutan terluas di dunia dengan lebih kurang 46,46 persen merupakan kawasan perhutanan.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi industri furnitur nasional melalui beberapa kebijakan, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, fasilitasi SVLK, promosi dan pengembangan akses pasar.

Selain itu, penyiapan SDM industri furnitur yang kompeten dilakukan melalui pembangunan Politeknik Industri Furnitur di Kawasan Industri Kendal.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu basis industri furnitur yang mampu menyumbang hingga 57 persen dari total ekspor furnitur nasional.

Dengan target peningkatan ekspor nasional mencapai 5 miliar dolar AS, Airlangga memperkirakan kebutuhan tenaga kerja furnitur khususnya di Jawa Tengah meningkat sebanyak 101.346 orang dalam dua tahun ke depan. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending