Connect with us

Agribisnis

Kementan : Sulteng Berpeluang Tingkatkan Luas Tambah Tanam

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Provinsi Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk meningkatkan luas tambah tanam dengan percepatan tanam di lahan sawah baru.

Hal itu dikatakan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, saat menghadiri Rapat Kerja Daerah Provinsi Sulteng di Palu, Selasa (13/2/2018).

Rakerda tersebut mengevaluasi sasaran tambah tanam Upsus Pajale dan Babe tahun 2018 dengan tema “Mengangkat Kesejahteraan Petani untuk Mewujudkan Sulawesi Tengah yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing”.

Selain penambahan LTT melalui pencetakan sawah baru, lanjutnya, Sulteng juga dapat melakukan pembangunan embung dan dam parit untuk tingkatkan indeks pertanaman.

“Pusat sudah terbitkan Inpres No. 1/2018 tentang embung kecil dan bangunan air lainnya, pemerintah daerah dapat memanfaatkannya untuk membangun embung menggunakan dana desa dari anggaran Kemendesa PDTT dan Kementan,” kata Dedi yang juga penanggungjawab Upsus Kabupaten Parimou, Toli-toli, Buol dan Touna.

Staf Ahli Menteri bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementan, Mat Syukur yang juga hadir pada Rakerda tersebut, mengatakan luas tambah tanam (LTT) padi jagung dan kedelai Sulteng musim tanam Oktober-Maret 2017/2018 hingga Januari 2018 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya pada waktu sama.

“Ini harus jadi motivasi kabupaten dan kota se-Sulteng untuk terus meningkatkan LTT sehingga target LTT 2018 dapat dicapai,” katanya.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola mengatakan, dalam lima tahun terakhir wilayah yang dipimpinnya surplus beras 165-209 ribu ton.

“Surplus besar tersebut dikirim ke propinsi dan pulau tetangga seperti ke Gorontalo, Maluku Utara, dan Balikpapan,” katanya.

Menurut Longki, program Upsus Pajala dan Babe sangat penting bagi rakyat Sulteng karena meningkatkan produksi tanaman sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Otomatis program ini mengentaskan kemiskinan terutama di pedesaan,” kata Longki.

Pada acara tersebut Gubernur juga memberikan penghargaan kepada tiga Bupati yang berhasil mencapai target LTT, yakni Bupati Poso yang berhasil dalam mencapai target LTT padi dan jagung, Bupati Banggai, dan Bupati Buol yang berhasil dalam mencapai target LTT jagung MT 2017.

Gubernur berharap agar Bupati/Walikota se-Sulteng lainnya mengikuti jejak ketiga bupati tersebut.

Selain itu Gubernur juga meminta Bupati/Walikota berkoordinasi bersama Dandim setempat, Kadistan Kab/Kota, dan Camat untuk bersama-sama merumuskan target Upsus Pajala dan Babe yang telah ditentukan sampai tingkat kecamatan dan desa sehingga target LTT 2018 bisa tercapai.

Pada kesempatan itu Gubernur bersama Staf Ahli Menteri Pertanian juga menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas antara Danrem 132/Tadulako dengan Kadistan Propinsi Sulteng, antara Dandim dengan Kadistan Kab/Kota se-Sulteng, serta Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Dirut PT Pembangunan Sulteng dengan Kadistan Kab/Kota se-Sulteng.

Seperti dikutip Antara, pakta integritas yang ditandatangani dijadikan janji terhadap diri sendiri serta dijadikan amanah dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat. (amr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Agribisnis

KKP Perkirakan Angka Konsumsi Ikan 2018 Lampaui Target

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkirakan angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2018 ini telah melampaui target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Angka konsumsi ikan tahun 2018 adalah 50,69 kg per kapita, sedikit lebih tinggi dari target yaitu 50,65 kg per kapita,” kata Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo di Kantor KKP Jakarta, Senin (17/12/2018).

Menurut Nilanto Perbowo, pihaknya optimistis bahwa pada akhir tahun 2019, akan tercapai angka konsumsi ikan hingga sebanyakr 54,49 kilogram per kapita.

Sebagaimana diwartakan, KKP menyatakan bahwa tingkat konsumsi ikan nasional memiliki kecenderungan yang selalu naik setiap tahun, terutama bila merujuk kepada data sepanjang lima tahun terakhir.

“Ikan merupakan sumber protein yang sangat besar, dengan makan ikan kita bisa lebih sehat dan turut serta dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa,”kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Rifky Effendi Hardijanto di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

KKP mengajak seluruh elemen masyarakat bukan sekedar mengkonsumi saja tapi turut serta menggerakan makan ikan menjadi suatu budaya bangsa.

Rifky memaparkan sepanjang lima tahun terakhir, target konsumsi ikan per kapita tahunnya selalu meningkat, yaitu tahun 2014 sebesar 38,14 kilogram (kg) per kapita, tahun 2015 sebesar 40,9 kg per kapita, tahun 2016 sebesar 43,88 kg per kapita, tahun 2017 sebesar 47,12 kg per kapita, dan tahun 2018 sebesar 50 kg per kapita per tahun tahun, sementara untuk tahun 2019, target konsumsi ikan nasional menjadi 54,49 per kapita per tahun.

“Kita jangan sampai kalah dengan negara tetangga, seperti Malaysia 70 kg per kapita per tahun, dan Singapura 80 kg per kapita per tahun,dan Jepang mendekati 100 kg per kapita per tahun,” paparnya.

Rifky juga mengutarakan harapan tidak adanya lagi kasus gizi ganda (kelebihan dan kekurangan gizi), stunting (kekerdilan karena gagal tumbuh) dan lain-lainnya, yang merupakan contoh beberapa masalah yang dihadapi bangsa Indonesia yang erat kaitannya dengan pangan dan gizi.

Untuk itu, ujar dia, makan ikan diharapkan menjadi solusi atas masalah dalam mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi bagi masyarakat.

“Ikan merupakan komoditas pangan yang mudah didapat di Indonesia, di samping itu harganya juga terjangkau. Selain itu juga mempunyai kandungan gizi yang tinggi terutama kandungan protein dan omega 3. Makanya mari budayakan makan ikan,” tegas Dirjen Penguatan Daya Saing KKP. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Petani Aren Terima Bantuan Bank Indonesia

Published

on

Petani aren di Kabupaten Rejang Lebong, menerima bantuan peralatan pendukung usaha dan rumah produksi dari Bank Indonesia perwakilan Bengkulu.

Zonaekonomi.com, Rejang Lebong – Kalangan petani aren di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menerima bantuan peralatan pendukung usaha dan rumah produksi dari Bank Indonesia perwakilan Bengkulu.

Suparman ketua Kelompok Sari Aren Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Rabu (12/12/20180, mengatakan bantuan dari BI Perwakilan Bengkulu itu diberikan kepada 15 petani aren yang tergabung dalam kelompok tersebut berupa kuali besar untuk memasak nira aren, peralatan sadap serta pembangunan rumah produksi.

“Anggota kelompok kita yang mendapatkan bantuan dari program CSR Bank Indonesia perwakilan Bengkulu ini sebanyak 15 orang dari 35 orang, bantuannya sudah ada sekarang berupa kuali dan alat sadap, sedangkan untuk pembangunan rumah produksinya mulai tahun 2019 nanti,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan petani aren itu sendiri tambah dia, diberikan dalam program pertanian terintegrasi yakni kopi, susu dan aren yang dicanangkan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama dengan pihak BI di kawasan Danau Mas Harun Bestari (DMHB) beberapa waktu lalu.

Bantuan pengembangan usaha ini kata dia, bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani aren yang sekaligus menjadi perajin aren baik yang dijadikan gula batok maupun gula semut.

“Untuk bantuan rumah produksi bantuan yang akan mereka terima ini berupa pembangunan dapur memasak semi permanen yang layak dengan ukuran 3×4 meter, sehingga lebih bersih dan higienis. Selama ini rumah produksi gula aren masih dilakukan secara sederhana dan seadanya,” tambah dia.

Dia berharap, dengan adanya bantuan ini akan meningkatkan kualitas gula aren yang dihasilkan pengrajin di wilayah itu, dan akan menjadikan daya tarik wisatawan yang datang ke Rejang Lebong guna melihat langsung proses pembuatan gula aren.

Selain memberikan bantuan kepada 15 pengrajin gula aren di wilayah itu, Bank Indonesia perwakilan Bengkulu juga memberikan bantuan kemasan alumunium foil untuk kelompok Sari Aren sehingga produk gula semut yang mereka hasilkan pemenang kompetisi wirausaha BI tahun 2014 ini akan lebih menarik lagi. (nur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Bangka Selatan Optimis Bisa Swasembada Pangan

Published

on

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Suhadi.

Zonaekonomi.com, Toboali – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan sejauh ini sangat optimis bisa menjadi lumbung padi Bangka Belitung dan bisa mencapai target swasembada pangan didaerah itu dengan mengoptimalkan fungsi teknolgi pertanian.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Suhadi di Toboali, Rabu (12/12/2018)mengatakan sangat optimis bahwa penggunaan alsintan di Basel khususnya alat tanam padi sangat bermanfaat terutama untuk percepatan tanam dalam kawasan.

“Kami sangat optimis, penggunaan alat mesin pertanian ini dapat meningkatkan efisiensi, baik tenaga kerja maupun biaya yang dikelurkan, sehingga akhirnya berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani,” katanya.

Menurutnya, kedepan alsintan akan terus ditambah dan dikembangkan penggunaannya sehingga dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat khususnya petani yang ada di Bangka Selatan.

“Kami berharap kedepannya perkembangan ini membawa peningkatan produksi yang signifikan, sehingga masyarakat Bangka Selatan dapat merasakan manfaatnya secara merata, khususnya para petani,”katanya.

Pj UPSUS Pajale Perwakilan Babel, Priatna Sasmita menyatakan bahwa penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) khususnya alat tanam ini merupakan langkah maju bagi petani di Bangka Selatan, mengingat saat ini masih terbatasnya tenaga kerja dan biaya.

“Melalui penggunaan alat ini diharapkan pula tanam lebih cepat, pertanaman lebih teratur, populasi optimal, mudah dalam pemeliharaan sehingga produktivitasnya akan meningkat signifikan,”katanya. (eko)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending