Connect with us

Agribisnis

Mentan Siapkan Skenario Guna Cegah Petani Derita Kerugian

Published

on

Zonaekonomi.com, Garut – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyiapkan empat skema untuk mencegah kerugian petani akibat fluktuasi harga gabah yang biasanya terjadi memasuki musim panen raya padi.

Pasalnya, dalam kunjungan kerjanya menghadiri panen raya di Desa Mancagahar, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018), Amran mengatakan dari pemantauannya harga gabah di wilayah Jawa Barat sudah mulai turun sekira Rp700 per kilogram menjadi sekitar Rp3.800 sampai Rp4.000 per kg.

“Ada empat harga yang berbeda-beda kita siapkan agar petani tidak rugi. Kemarin kami menerima laporan bahwa harga turun sampai ada Rp3.800. Ini berbahaya, harus cepat kami bergerak,” kata Amran.

Amran menjelaskan empat jenis harga gabah yang disiapkan untuk menghindari kerugian pada petani, yakni pertama, harga di luar kualitas.

Menurut dia, petani sering mengeluhkan kadar air yang tinggi pada gabah sehingga Bulog tidak bisa menyerap produksi tersebut. Oleh karena itu, Amran pun mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang mengatur agar Bulog tetap membeli gabah petani dengan kadar air maksimal 30 persen.

“Terkadang kadari air tinggi, Bulog tidak bisa serap. Kita memasang 30 persen. Permentannya sudah kami keluarkan, jadi kalau kadar airnya tinggi, kita langsung beli,” kata Amran.

Jenis harga kedua yakni sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Ada pun menurut Inpres Nomor 5 Tahun 2015, HPP untuk gabah kering panen (GKP) sebesar Rp3.700 per kg dan gabah kering giling (GKG) Rp4.600 per kg.

Ketiga, yakni harga fleksibilitas yang ditentukan 10 persen dari HPP. Skema harga keempat, yaitu komersial di mana harga gabah berkualitas tinggi ditentukan oleh Tim Sergab, Bulog dan petani.

Untuk mengimplementasikan keempat skema harga gabah ini, Amran juga telah membentuk Tim Serap Gabah (Sergab) untuk percepatan serap gabah dengan target 4,4 juta ton gabah atau setara 2,2 juta ton beras hingga Juni 2018.

Seperti dikutip Antara, tim serap gabah ini terdiri dari sinergi sejumlah pihak di antaranya Bulog, BRI, Petugas Penyuluh Lapangan dan TNI atau Babinsa. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Agribisnis

Pendamping Tanaman Kopi Merapi Terus Diupayakan

Published

on

Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus mengatur tanaman pendamping di perkebungan kopi lereng Gunung Merapi.

Zonaekonomi.com, Sleman – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus mengatur tanaman pendamping di perkebungan kopi lereng Gunung Merapi.

“Selain pohon kopi, warga lereng Merapi juga menanam pohon sengon sebagai pendamping. Semuanya perlu dilakukan pengaturan agar saat menebang pohon sengon tidak merusak tanaman kopi,” kata Kepala Bidang Kortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman Edy Sri Harmanto. Senin (23/4/2018).

Dengan menanam pohon sengon yang memiliki nilai ekonomi, katanya, bisa dijadikan tambahan pandapatan mereka sekaligus dan sebagai pohon peneduh tanaman kopi.

“Pohon sengon memiliki masa tanam sekitar empat tahun dan setelah itu ditebang dan ganti bibit baru karena jika tidak ada pengaturan pola letak menanam maka dikhawatirkan dapat merusak tanaman kopi produktif,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya berupaya memberikan pemahaman kepada warga agar penanaman pohon sengon bisa diatur jaraknya sehingga saat tebang tidak merusak tanaman kopi.

“Seperti di Temanggung, Jawa Tengah, petani kopi menanam pohon pendamping dengan pengaturan pola jarak sehingga saat panen dan menebang pohon sengon tidak merusak tanaman kopi,” katanya.

Edy mengatakan pihaknya melakukan peremajaan tanaman kopi di lereng Gunung Merapi yang sudah tidak produktif untuk meningkatkan jumlah produksi maupun kualitas biji kopi.

“Kami akan membantu petani kopi di lereng Merapi untuk penambahan populasinya dengan cara melakukan regenerasi tanaman yang sudah tua,” katanya.

Ia mengatakan regenerasi tanaman kopi yang akan dilakukan nantinya akan tersebar di lahan lereng Merapi, di antaranya di Dusun Tritis dan Ngandong, Desa Girikerto, Kecamatan Turi.

Kemudian Kaliurang Timur, Hargobinangun, Pakem. Dusun Pentingsari dan Kedungsriti di Desa Umbulharjo, Cangkringan serta Dusun Glagah, Ngancar, Besalen di Desa Glagaharjo, Cangkringan.

Ketua Koperasi Usaha Bersama (KUB) Kebun Makmur yang menjadi wadah petani kopi di Sleman, Sumijo mengatakan, tanaman kopi di lereng Merapi, berjenis arabika dan robusta.

“Kondisi tanaman kopi di lereng Merapi saat ini memang banyak yang perlu diperbarui,” katanya.

Menurut dia, untuk usia produktif kopi arabika bisa mencapai antara 10 hingga 25 tahun, sedangkan robusta sampai 50 tahun.

“Yang tidak terkena erupsi Merapi memang ada yang mulai harus diregenerasi. Sementara yang terkena erupsi pada 2010 usianya malah lebih dari itu. Kami sudah meregenerasi dengan tanaman baru sejak 2012,” katanya, seperti dikutip Antara. (lhk)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Menteri BUMN Borong Telur Asin di Karawang

Published

on

Menteri BUMN Rini Sumarno saat memborong telur asin batik karawang (Bakar).

Zoneekonomi.com, Karawang – Menteri BUMN Rini Sumarno memborong telur asin batik karawang (Bakar) untuk dibagikan kepada para petani saat panen bersama Menteri BUMN dalam rangka program kewirausahaan pertanian di Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Kamis (19/4/2018).

Pada kesempatan itu, Rini membeli 400 butir telor asin dari stand telur asin yang merupakan binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Pupuk Kujang.

Setelah itu, Menteri BUMN kemudian membagikan telur asin yang diborongnya kepada para petani.

“Tadi bawa sekitar 1.000 telur asin, diborong bu menteri sekitar 400 butir,” kata Suhara Iskandar pelaku usaha telor asin Batik Karawang.

Harga satu butirnya itu mencapai Rp8.000.

Ia mengakui sudah menjadi binaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Pupuk Kujang sejak satu tahun terakhir.

Dirinya diberikan pelatihan dan permodalan oleh perusahaan BUMN bidang pupuk itu.

Telur asin bakar adalah telur asin yang dilakukan pembatikan menggunakan double tape yang dibentuk pola batik seperti pola padi, daun dan bunga. Kemudian dilanjutkan dengan proses pengovenan.

“Telur asin yang ditutup double tape akan berwarna cokelat ketika dibakar, dan yang tidak ditutup akan berwarna aslinya,” kata dia. Budi Suyanto. (mak)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Menteri Rini Panen 4.000 Ton Gabah di Karawang

Published

on

Menteri BUMN Rini Soemarno saat Panen 4.000 Ton Gabah di Karawang.

Zonaekonomi.com, Karawang – Menteri BUMN Rini Soemarno kembali memberi dukungan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan pemerataan ekonomi di wilayah pedesaan, dengan melakukan panen raya di Desa Lemah Duhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, Kamis (19/4/2018).
     
Didampingi Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana dan Dirut PT Pupuk Indonesia Tbk (Persero) Aas Asikin Idat, bersama sekitar 400 petani Desa Lemah Duhur, Rini melihat dari dekat aktivitas panen raya di lahan seluas 500 hektare yang dilanjutkan dengan sejumlah aktivitas, seperti program serap gabah (“Sergab”) petani.
     
Pada kesempatan itu, Rini langsung turun ke sawah untuk mengemudikan sendiri mesin traktor pemanen padi.
     
Setelah mengikuti kegiatan panen bersama, dilanjutkan dengan acara “Serap Gabah” (serab gabah) petani.
     
Rini secara simbolis ikut menimbang gabah hasil panen seorang petani dalam sebuah karung seberat 64,4 kilogram.
   
Pembelian pembelian hasil panen petani dilakukan oleh PT Mitra Desa Bersama Tempuran/PT Mitra Sasaran (Persero) Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang dibentuk melalui skema kerja sama antara  PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan para petani di Kecamatan Tempuran.
     
“Pemerintah terus mendorong peran BUMDES meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian masyarakat desa. BUMN sebagai perpanjangan tangan pemerintah sekaligus sebagai agen pembangunan, terus meningkatkan peran mendorong perekonomian masyarakat di pedesaan,” ujar Rini.
   
Dengan begitu, Petani tidak hanya mendapat jaminan harga gabah, tetapi juga ada kegiatan usaha lain seperti jual beli pupuk, dan produk-produk lain yang memberikan pendapatan sampingan bagi petani. “Ini merupakan sebuah skema kerja sama yang menguntungkan,” katanya.
    
Selain mendapat jaminan dalam penyerapan hasil panen dengan harga gabah kering Rp 4.800/kg, petani juga mendapat dukungan pendanaan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
    
Tercatat, hingga Maret 2018, total penyaluran KUR di Kabupaten Karawang tercatat sebesar Rp17,7 miliar yang disalurkan ke 550 debitur.
     
Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, Pupuk Indonesia terus mengawal petani untuk dapat meningkatkan ketahanan pangan yang mandiri.
     
“Hasil gabah petani dibeli oleh PT Mitra Desa Bersama Tempuran, kemudian diproses menjadi beras di mesin pengolahan gabah atau “rice mill” (RMU), milik Pupuk Indonesia Pangan di mana hasil berasnya dijual untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Aas.
    
Padat Karya Tunai

 Setelah panen padi bersama petani Desa Duhur, kegiatan dilanjutkan meninjau program Padat Karya Tunai yang berlangsung di SDN Lemah Duhur 2.
     
Menteri Rini berdialog dengan  sekitar 100 warga yang bekerja sama memperbaiki bangunan sekolah berupa pengecatan, perbaikan lantai, penggantian kusen dan kaca, perbaikan perpustakaan, toilet dan perbaikan ruangan kelas.
    
Rini secara simbolis juga memberikan bantuan 2  unit motor Viar bagi Kelompok Tani dan bantuan perlengkapan bagi siswa/i SDN Lemah Duhur 2.
   
Di sela-sela itu, Rini bersama Bupati Karawang Cellica Nurrachdiana ikut mengecat logo “BUMN Hadir Untuk Negeri”, di tembok sisi samping gedung SD tersebut.
      
Di akhir kunjungan kerjanya, Rini meresmikan dimulainya pembangunan RMU Rawamerta, unit pengolahan beras dilengkapi mesin pengering berkapasitas 40 ton gabah kering panen (GKP) dan mampu menghasilkan 4 ton beras per jam. (roy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending