Connect with us

BUMN

Menteri Rini Angkat Staf Khusus Tangani Investasi-Ekonomi Kerakyatan

Published

on

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri BUMN Rini M Soemarno mengangkat Judith Jubiliana Navarro Dipodiputro dan Parman Nataatmadja sebagai staf khusus yang bertugas memantau dan mengevaluasi kebijakan inisiatif strategis BUMN bidang investasi dan ekonomi kerakyatan.

Siaran pers Kementerian BUMN, di Jakarta, Rabu, mengatakan, Judith sebagai Staf Khusus II diangkat sejak Kamis (8/2/2018), sedangkan Parman sebagai Staf Khusus V ditetapkan mulai Jumat (9/2/2018).

“Judith bertugas memantau dan mengevaluasi kebijakan inisiatif strategis BUMN, sinkronisasinya dengan program prioritas pembangunan nasional serta pelaksanaannya. Selain memantau dan mengevaluasi kebijakan pembiayaan dan pelaksanaan belanja modal (capex) BUMN,” ujar Rini.

Sedangkan Parman bertugas secara khusus menangani pemantauan, evaluasi serta pelaksanaan kebijakan kontribusi BUMN untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

Kedua Staf Khusus ini melengkapi Staf Khusus sebelumnya, yaitu Sahala Lumban Gaol dan Wianda Pusponegoro sebagai Staf Khusus. Wianda diangkat sebagai Staf Khusus III pada 17 November 2017.

Profil

Judith Jubiliana Navarro Dipodiputro memulai karir di bidang media dan jurnalistik pada tahun 1983-1995, dia juga pernah menjadi Pimpinan Redaksi di Daily Executive Economic Digest selama 3 tahun.

Tahun 1987, Judith bergabung dengan Standard Chartered Bank.

Selanjutnya, memulai karirnya di Total E&P Indonesie tahun 2007. Dia juga aktif dalam berbagai aktivitas sosial pemberdayaan masyarakat di berbagai yayasan pendidikan, kesehatan dan olahraga, lingkungan hidup dan kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, dan kebutuhan khusus.

Wanita kelahiran Ceko ini memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan.

Dia pernah tergabung dalam Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Portugal (PPIP) selama 8 tahun dari tahun 1991, Staf Khusus Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara tahun (1992-1994), Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan Hidup di tahun (1993-1996).

Selanjutnya, sebagai Staf Ahli Pemkab Kutai Kartanegara (2001-2007), dan terakhir aktif sebagai Koordinator Perkumpulan Masyarakat Jakarta Peduli Papua (Pokja Papua) semenjak tahun 2014.

Pokja Papua merupakan organisasi yang mendorong penyelesaian masalah pemberdayaan masyarakat dan infrastruktur di Papua.

Sedangkan, Parman Nataatmadja merupakan mantan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) selama dua periode dari tahun 2008-2018.

Parman menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985, selanjutnya menyelesaikan pendidikan International Executive Program di State University of New York, Buffalo, USA pada tahun 1986.

Ia dari kampus yang sama menyelesaikan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988.

Pria yang pernah mendapatkan anugerah tokoh BUMN di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan dari Menteri BUMN ini, memiliki pengalaman yang panjang dalam dunia keuangan, dimulai sejak Direktur PT Danareksa Finance (1993), dan Managing Director PT Niaga Leasing (1996).

Selanjutnya, menjabat President Director PT Niaga Internasional Factors (1996), dan Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura (2005).

Seperti dikutip Antara, Parman Nataatmadja juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). (roy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BUMN

Ini yang Dilakukan Bumigas untuk Mengganggu Kegiatan Usaha BUMN Geo Dipa

Published

on

PT Bumigas mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada Geo Dipa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Gugatan yang kemudian diikuti dengan pencabutan gugatan tanpa alasan yang jelas oleh PT Bumigas Energi (Bumigas) dituding mengganggu kegiatan usaha BUMN PT Geo Dipa Energi (Persero).

PT Bumigas mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum kepada Geo Dipa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Gugatan tersebut, terdaftar dalam register Perkara Perdata Nomor 435/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel. (Perkara 435/2018) di PN Jakarta Selatan.

“Akan tetapi, tanpa alasan yang jelas, Bumigas telah mencabut gugatannya pada 10 Juli 2018, dan Majelis Hakim mengabulkan pencabutan tersebut dengan membacakan penetapan pada Kamis ini, 17 Juli 2018,” kata Penasehat Hukum Geo Dipa, Lia Azilia di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Selain Geo Dipa, Bumigas juga turut mengikutsertakan Kementerian Keuangan (Direktur Jenderal Kekayaan Negara), PT PLN (Persero), Kementerian ESDM, dan PT Pertamina (Persero) sebagai para turut tergugat.

Menurut Lia, dengan adanya gugatan yang diajukan, tentu saja Geo Dipa kembali harus ‘berkutat’ dengan proses peradilan, terkait hal yang dibuat-buat yang sebenarnya telah diputus pengadilan.

“Upaya gangguan tersebut telah menghambat proses investasi untuk proyek pembangunan PLTP di Dieng dan Patuha,” kata Lia.

Selain itu, lanjut Lia, para investor merasa tidak adanya kepastian hukum dalam permasalahan hukum PLTP Dieng dan PLTP Patuha.

arena hal sama yang sudah jelas legalitasnya, masih dapat dipertanyakan dan dipermasalahkan di Pengadilan.

Lia menilai, hal ini berakibat pada investor yang berminat untuk melakukan investasi dalam pembangunan PLTP Dieng Unit 2 dan 3. menunda prosesnya serta menunggu karena ketidakpastian dan kekhawatiran investor. (wes)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Menteri Rini Dorong Peningkatan Kesejahteraan Petani Tebu PG Gempolkrep

Published

on

Rini M. Soemarno, mengunjungi Pabrik Gula Gempolkrep milik PTPN X.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri BUMN Rini M. Soemarno, mengunjungi Pabrik Gula (PG) Gempolkrep milik PTPN X (Persero) di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Siaran pers Kementerian BUMN, di Jakarta, Senin, menyebutkan kunjungan tersebut secara resmi menandai dimulainya musim giling tebu miliki petani di wilayah itu.

Pada kesempatan itu, Rini langsung menyapa para petani tebu di wilayah tersebut sekaligus mengoperasikan alat giling tebu di PG Gempolkrep.

PG Gempolkrep dibangun PTPN X sejak tahun 1912 di atas luas areal lahan 28,75 hektare dengan jumlah petani tebu tercatat sebanyak 4.275 orang.

“Keberadaan PG Gempolkrep ini tentunya dapat mendorong produktivitas panen yang pada akhirnya juga mendorong perbaikan kesejahteraan petani. Dengan keberadaan pabrik ini petani diharapkan mendapat kemudahan dan manfaat,” ujar Rini.

Untuk musim giling tahun 2018, PG Gempolkrep menargetkan produksi 87.503 ton gula kristal putih dengan tebu digiling sebanyak 1.082.200 ton, meningkat dibanding produksi sebelumnya sebesar 71.149 ton gula kristal putih dan 870.509 ton tebu di giling pada tahun 2017.

Berbagai upaya dan pengembangan terus dilakukan oleh PTPN X dalam mendorong produktivitas dan peningkatan kapasitas giling PG Gempolkrep. Hasilnya, kapasitas giling PG Gempolkrep saat ini tercatat meningkat menjadi 7.200 ton cane per day (TCD) dari sebelumnya 6.500 TCD.

Selain meninjau kesiapan giling, Rini juga melihat langsung mekanisasi tebangan dan normalisasi saluran yang sudah dilakukan di PG Gempolkrep sebagai upaya mendorong produktivitas tebu.

Mekanisasi tebangan telah dilakukan oleh PTPN X sejak tahun 2011 dan terus dikembangkan hingga mekanisasi menjadi penuh dapat diterapkan di sisi pengelolaan “on farm”. Saat ini, alat mekanisasi yang ada di PG Gempolkrep adalah “chopped harvester” dengan kapasitas 100 ton per hari dan grab loader yang memiliki kapasitas 80 ton per hari. Kedua alat ini membuat proses tebang, muat, dan angkut tebu menjadi lebih efektif dan efisien.

Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X menambahkan, perseroan tidak hanya berfokus pada pengelolaan “on farm” saja, namun juga senantiasa meningkatkan pelayanan kepada petani di semua pabrik gulanya, termasuk PG Gempolkrep.

PTPN juga berperan sebagai penjamin kredit kepada petani, memberikan bantuan bibit dan pupuk organik, bantuan kawalan budidaya, hingga bantuan perbaikan saluran irigasi.

Tahun 2018, PG Gempolkrep akan menggelontorkan dana sinergi BUMN sebesar Rp179 miliar untuk bantuan kredit kepada petani. “Mekanisme penyalurannya melalui KUR Bank Himbara. Sebagai perwujudan dari BUMN Hadir Untuk Negeri, kami terus berupaya mendorong produktivitas tebu dan kesehjateraan petani,” ujar Dwi. (roy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BUMN

Menteri BUMN Targetkan Rendemen PG Gempolkrep Naik

Published

on

Rini Soemarno menargetkan rendemen tebu giling di Pabrik Gula Gempolkrep meningkat dari 8,15 persen menjadi 9 persen.

Zonaekonomi.com, Mojokerto – Menteri BUMN Republik Indonesia Rini Soemarno menargetkan rendemen tebu giling di Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto, Jawa Timur meningkat dari 8,15 persen menjadi 9 persen pada periode musim giling tahun 2018.

“Dari sebelumnya rendemen 8,15 persen menjadi 9 persen supaya kalau rendemen tinggi maka penghasilannya juga akan meningkat,” katanya disela buka giling produksi Pabrik Gula (PG) Gempolkrep PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X tahun 2018 di Mojokerto, Senin.

Dalam kesempatan itu, Menteri BUMN juga melihat secara langsung mekanisasi tebangan dan normalisasi saluran yang sudah dilakukan di PG Gempolkrep.

Sementara itu mekanisasi PTPN X terus dikembangkan penggunaannya guna meningkatkan produktivitas tebu.

Secara tidak langsung, mekanisasi juga memberikan dampak bagi kesejahteraan petani tebu, kata Dwi Satriyo Annurogo, Direktur Utama PTPN X.

Mekanisasi telah dilakukan oleh PTPN X sejak tahun 2011 dan terus dikembangkan hingga mekanisasi penuh dapat diterapkan di sisi pengelolaan on farm.

Saat ini, alat mekanisasi yang ada di PG Gempolkrep adalah “chopped harvester: dengan kapasitas 100 ton per hari dan grab loader dengan kapasitas 80 ton per hari. Kedua alat ini membuat proses tebang, muat, dan angkut tebu menjadi lebih efektif dan efisien.

Ia mengatakan, sebagai perwujudan dari BUMN Hadir Untuk Negeri, PTPN X tak hanya berfokus pada pengelolaan on farm saja, namun juga senantiasa meningkatkan pelayanan kepada petani di semua pabrik gulanya, termasuk PG Gempolkrep.

Pelayanan kepada petani yang telah dilakukan yaitu PTPN X sebagai avalis kredit kepada petani, pemberian bantuan bibit dan pupuk organik, bantuan kawalan budidaya, hingga bantuan perbaikan saluran irigasi. Tahun 2018 ini, PG Gempolkrep akan menggelontorkan dana sinergi BUMN sebesar Rp179 miliar untuk bantuan kredit kepada petani.

“Tahun 2018, PG Gempolkrep akan memberikan dana sinergi BUMN sebesar Rp179 miliar yang akan disalurkan untuk petani tebu di wilayah pabrik,” katanya.

Pada musim giling 2018 ini, PG Gempolkrep menargetkan memproduksi 87.503 ton Gula Kristal Putih dengan tebu digiling sebanyak 1.082.200 ton atau meningkat sebesar 23 persen dibanding realisasi 2017.

Di tahun ini pula, pabrik gula pertama yang terintegrasi dengan industri bioetanol (PT Energi Agro Nusantara) ini akan meningkatkan kapasitas gilingnya yang semula 6.500 Ton Cane per Day (TCD) menjadi 7.200 TCD. (ind)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending