Connect with us

Energi

Menteri Rini Ungkap Dukungan BUMN untuk Pariwisata Sumbar

Published

on

Zonaekonomi.com, Padang – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mencanangkan Sinergi BUMN untuk mendukung pariwisata Sumbar, di Padang, Kamis (8/2/2018).

“Melalui Corporate Social Responsibility yang ada di BUMN akan selalu mendukung semua kegiatan wisata Sumbar, ” ujarnya usai kegiatan yang dipusatkan di Pantai Muaro Lasak Padang.

Dia menyebutkan untuk Sumbar telah dilakukan pemberian bantuan pembangunan infrastruktur seperti di Padang, Bukittinggi dan Pesisir Selatan.

“Setelah Padang, pantai Mandeh juga akam kami bantu pembangunan wisata, ” ujarnya.

Dia menjanjikan ke depan CSR BUMN akan meningkatkan jumlah bantuan yang saat ini mencapai Rp4 miliar.

Dengan sinergi yang dibangun ini akan mempercepat tujuan tersebut.

Dia menambahkan selain membantu secara infrastruktur BUMN juga fokus dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.

Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada siswa bidang pariwisata.

“Ini komitmen kami dalam memperkuat kualitas pembangunan manusia, ” ujarnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengapresiasi pencanangan Sinergi BUMN untuk wisata tersebut.

Menurutnya hal ini dapat membantu pembangunan infrastruktur pelengkap di wisata Sumbar.

Seperti toilet, papan nama atau musala masih jarang di tempat wisata hal ini bisa jadi fokus pembangunan tersebut.

Dia menyebutkan dari bantuan CSR BUMN tersebut telah dialokasikan untuk pembangunan di Padang, Bandara Internasional Minangkabau, Bukittinggi, dan Kelok Sembilan.

“Kali ini empat miliar, ke depan diharapkan sepuluh miliar,” ujar dia.

Kegiatan pencanangan tersebut ditandai dengan penekanan sirine oleh Menteri Rini Soemarno.

Di samping itu kegiatan ini juga dibarengi dengan pemberian bantuan dari BUMN kepada instansi dan pemerintah.

Seperti dua kontainer sampah kepada Pemkot Padang, bantuan beasiswa dari Jamkrindo kepada siswa SMK pariwisata.

Dalam kegiatan itu, seperti dikutip Antara, hadir juga Ketua PWI pusat Margiono, serta Jajaran Direksi BUMN. (mrd)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Energi

Pertamina Mengaku Kekurangan Pasokan Campuran B20

Published

on

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) menyatakan kekurangan pasokan FAME (Fatty Acid Methyl Eter) atau bahan campuran biodiesel 20 persen atau B20 dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BBN).

Dari 112 terminal BBM, baru 69 terminal BBM yang sudah menerima penyaluran FAME. Sementara sebagian besar daerah yang belum tersalurkan FAME berada di kawasan timur seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

“Seluruh instalasi Pertamina sudah siap blending B20. Namun penyaluran B20 tergantung pada suplai FAME, di mana hingga saat ini suplai belum maksimal didapatkan,” kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, melalui keterangan tertulis yang diterima Antaranews di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Sementara itu, Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas’ud Khamid, menjelaskan keberhasilan Pertamina untuk mendukung program pemerintah tersebut memang sangat bergantung keberlanjutan pasokan FAME dari para produsen.

Dia mencontohkan, terminal BBM Plumpang di Jakarta sepanjang 15-20 September 2018 tidak bisa optimal memproduksi B20 karena kekurangan pasokan dari produsen FAME. Sementara di sisi lain, Pertamina tetap harus memproduksi B20 demi memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pertamina punya 112 terminal BBM, kami siap semua untuk mengolahnya sepanjang pasokan ada dari mitra yang produksi FAME. Begitu FAME datang bisa langsung kami blending dan jual,” tegasnya.

Mas’ud menyebutkan, total kebutuhan FAME Pertamina untuk dicampurkan ke solar subsidi dan non-subsidi yaitu sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun. “Total konsumsi solar subsidi dan non-subsidi 29 juta kiloliter per tahun, ” jelasnya.

Terkait adanya denda sebesar Rp 6.000 per liter bagi badan usaha BBM yang tidak melakukan pencampuran FAME, Mas’ud menyatakan pihaknya akan berdiskusi dengan pemerintah terkait hal ini.

“Denda ini kami dukung supaya disiplin. Tapi kalau kondisi di lapangan suplai FAME-nya tidak ada, kami juga tidak bisa mengolah dan menyalurkan B20. Jadi ini harus didiskusikan lagi dengan pemerintah,” ujar dia.

Mas’ud menegaskan perseroan berkomitmen terus mendukung seluruh kebijakan pemerintah.

Pertamina berharap perluasan penggunaan B20 pada produk BBM Diesel ini dapat mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan bagi kendaraan pribadi, sekaligus dapat mengurangi impor BBM, sehingga akan berdampak pada perbaikan neraca perdagangan dan penggunaan devisa negara.

Pada dasarnya, menurut Mas’ud, PT Pertamina (Persero) mendukung kebijakan mandatory B20 yang dicanangkan pemerintah mulai 1 September 2018.

Saat ini 112 terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina telah siap mengolah minyak sawit untuk dicampur ke Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar guna penerapan B20 dan menyalurkannya kepada masyarakat. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Dirjen Migas Jelaskan Strategi Atasi Defisit Migas

Published

on

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto membeberkan sejumlah strategi pemerintah dalam mengatasi defisit migas pada neraca perdagangan.

“Strateginya setidaknya ada empat yang tengah dipersiapkan,” kata Djoko di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Rabu malam (19/9/2018).

Pertama adalah mengenai kebijakan penggunaan campuran biodiesel B20 di setiap SPBU Pertamina. Kedua, membeli crude bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Jadi kalau B20 sukses kita tidak akan mengeluarkan dolar untuk membeli impor kan, begitu pula bagian KKKS,” jelasnya.

Selanjutnya, yang ketiga adalah memaksimalkan penggunaan produk dan jasa dalam negeri (TKDN) dalam setiap pengembangan proyek Migas.

Keempat adalah L/C (Letter of Credit), semua perusahaan yang akan membeli produk di bidang energi baik itu batubara emas, dan yang lainnya itu harus bayar pakai LC di negeri ini, maka Indonesia akan dapat dolar.

“Yang buka LC di luar negeri, kita pindahkan ke dalam negeri. Artinya apa, kita akan banyak masuk uang dolar,” katanya.

Sebelumya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan defisit neraca sektor minyak dan gas bumi pada 2018 lebih baik dibandingkan 2017.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan hingga triwulan kedua 2018, penerimaan negara dari lifting minyak dan gas mencapai 6,57 miliar dolar AS.

Sementara, nilai ekspor migas sampai dengan triwulan kedua 2018 mencapai 5,89 miliar dolar AS dan impor migas 12,73 miliar dolar AS.

“Dengan menjumlahkan penerimaan negara dan ekspor, lalu dikurangi impor, maka neraca sektor migas terdapat defisit hanya sebesar 0,27 miliar dolar AS,” kata Arcandra.

Sedangkan, untuk perhitungan sepanjang 2017, angka defisit neraca sektor migas tercatat 1,55 miliar dolar AS dengan rincian penerimaan negara 9,92 miliar dolar AS, ekspor 10,8 miliar dolar AS, dan impor 22,27 miliar dolar AS.

“Dengan demikian, secara keseluruhan, angka defisit neraca sektor migas kita pada 2018 lebih baik sedikit dari 2017,” tambahnya.

Arcandra juga mengatakan hingga saat ini minyak bumi masih menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan negara.

Kemenkeu mencatat pada semester satu 2018, minyak bumi telah menyumbang 34 persen dari realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Konferensi Hari Listrik Bahas Aplikasi Penyimpanan Energi

Published

on

Konferensi dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-73 tahun 2018, membahas mengenai pengembangan aplikasi penyimpanan energi.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Konferensi dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-73 tahun 2018, membahas mengenai pengembangan aplikasi penyimpanan energi.

Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Supangkat Iwan Santoso dalam siaran pers yang diterima Rabu (919/9/2018), di Jakarta menyebutkan konferensi ini dihadiri lebih dari 7,500 pengunjung yang datang dari berbagai kalangan, baik professional maupun akademisi.

Salah satu kegiatan menarik adalah Energy Storage Investment Analysis 101 Workshop, sebuah lokakarya setengah hari mengenai aplikasi penyimpanan energi atau energy storage di wilayah Asia Tenggara.

Latar belakang tema tersebut mengingat industri penyimpanan energi atau baterai saat ini dilihat sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan energi terbarukan dan diharapkan dapat menjadi salah satu industri pendukung utama dalam sektor ketenagalistrikan modern.

“Inovasi merupakan hal yang penting dalam keberlanjutan industri energi di Indonesia mengingat dinamisnya berbagai perubahan dan tantangan sesuai perkembangan zaman yang dihadapi saat ini, yang bahkan berbagai perusahaan multinasional besar pun harus terus berinovasi untuk dapat bertahan,” ujar Supangkat.

Dalam lokakarya ini juga didiskusikan berbagai topik menantang, seperti resiko yang terkait dalam bisnis penyimpanan energi termasuk cara mengukur dan menghitung resikonya sehingga diharapkan nantinya pelatihan ini dapat memberikan hasil yang beguna bagi para pengembang, pemilik usaha, investor, pemerintah, pemasok, analis kebijakan, analis bisnis, ekonom dan lain sebagainya.

Kegiatan lain yang tak kalah menarik dalam rangkaian acara konferensi adalah Energy Innovation Challenge (EIC), yang merupakan ajang untuk memberikan kesempatan bagi para inovator dalam menyalurkan berbagai ide dan memperlihatkan inovasi unggulan di bidang pemberdayaan energi.

Sementara itu, Sementara itu, Heather Johnstone selaku Direktur Acara POWER-GEN Asia, menyatakan dengan berpartisipasi dalam acara Energy Innovation Challenge, semua peserta akan dapat memberikan ide cemerlang mereka dan mendapatkan pengalaman memberikan persentasi di depan para juri dan audiens Power-GEN Asia, yang mana para kontestan yang terpilih pun akan dapat memperluas koneksi mereka dengan para pelaku industri energi.

Energy Innovation Challenge ini merupakan bagian yang penting dalam acara Hari Listrik Nasional ke-73/POWER-GEN Asia 2018.

Dalam rangka memperingati hari Listrik Nasional tahun ini, PennWell, perusahaan penyelenggara pameran internasional, bekerja sama dengan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), untuk pertama kalinya menyelenggarakan acara kolaborasi yang dinamakan “Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-73/POWER-GEN Asia 2018”, bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD – Tangerang Selatan. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending