Connect with us

Infrastruktur

Oktober, Dipo Kereta Cipinang Rampung

Published

on

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Zoanekonomi.com, Jakarta – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Dipo Kereta Api Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (18/2/2018), guna memastikan fasilitas tersebut bisa selesai tepat waktu yakni agar dapat beroperasi Oktober 2018.

“Rencana selesai Oktober 2018,” kata Budi di Stasiun Cakung, Jakarta Timur, Minggu (18/2/2018).

Budi menjelaskan, fasilitas dipo kereta api di Cipinang berfungsi untuk sebagai tempat pemeriksaan kelaikan kereta.

Menurut dia, kereta yang berangkat dari Jakarta harus terlebih dahulu diperiksa di dipo tersebut nantinya sebelum kembali mengangkut penumpang.

“Jadi krunya bisa istirahat, keretanya bisa diperiksa, begitu juga lokomotifnya,” ujarnya.

Budi menuturkan kapasitas Dipo Cipinang akan dua kali lebih besar dibandingkan dipo di Jatinegara. Dengan area yang lebih luas, diharapkan keamanan dan kenyamanan sarana perkeretaapian dapat lebih terjaga.

“Jadi leluasa sekali dan relatif semua kereta api diperiksa di situ. Artinya `safety` (keselamatan) sarana kereta api juga akan lebih terjaga,” tuturnya.

Proyek pembangunan Dipo Cipinang beriringan dengan pembangunan “double double track” (DDT) Manggarai-Cikarang yang selesai secara bertahap hingga 2022.

Seperti dikutip Antara, dengan adanya dipo baru beserta dukungan DDT yang membedakan antara jalur kereta api dalam dan luar kota, diharapkan adanya peningkatan produktivitas lalu lintas perkeretaapian di masa mendatang. (aij)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Infrastruktur

IPC Raih 4 Penghargaan Terbaik di Ajang DataGovAI 2018

Published

on

IPC Diwakili Oleh Raden Mulyadi, DVP Perencanaan dan Manajemen Informasi.

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC meraih 4 penghargaan di ajang DataGov AI 2018, untuk kategori ‘Best IT & Data Technology Governance’ (Teknologi Informasi & Tata Kelola Data Terbaik). IPC menyabet gelar CEO Terbaik yang dianugrahkan kepada Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya; Teknologi Informasi Terbaik terkait Tata Kelola Data; Teknologi Informasi Terbaik untuk Data Security (Kemanan Data); serta Teknologi Informasi Terbaik untuk Data Infrastruktur.

Keempat penghargaan tersebut diterima oleh perwakilan IPC, Raden Mulyadi (DVP Perencanaan dan manajemen Informasi IPC), di acara puncak DataGovAI Award 2018, di Balai Kartini, Jakarta, semalam Selasa, (17/10/2018).

DataGovAI Award 2018 merupakan penghargaan yang diberikan kepada dunia usaha serta institusi yang sukses menerapkan Tata Kelola Teknologi Informasi, termasuk transformasi teknologi data menghadapi disrupsi digital dan era ledakan data.

Event ini sendiri diadakan oleh Asosiasi Big data & AI (ABDI), majalah/portal Komite.ID dan SingEX (PT Omni eComm Expo) Singapore Event Manager, dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Perindustrian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan advisor berbagai asosiasi & enterprise dalam dan luar negeri.

“Melalui penganugerahan ini, kami mendorong dunia usaha serta semua institusi untuk lebih peduli terhadap tata kelola data, termasuk memberikan perlindungan kepada data masing –masing institusi, serta data pelanggan secara khusus, dari ancaman hacker, penyusup, ataupun insider threat,” kata Ketua Penyelenggara DataGovAI Award 2018, Rudi Rusdiah.

Terkait dengan penghargaan yang diraihnya, IPC menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola Teknologi Informasi di lingkungan korporasi.

“Hal ini sejalan dengan visi IPC untuk menjadi operator pelabuhan kelas dunia, yang unggul dalam operasional dan pelayanan. IPC sangat berkepentingan meningkatkan kualitas tata kelola sistem IT-nya, yang menjadi tulang punggung dalam menerapkan digitalisasi di semua lini pelayanan,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya.

Menurutnya, di era baru pelabuhan ini, IPC terus berupaya agar operasional dan pelayanannya menjadi lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah. (bpi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Infrastruktur

Pemerintahan Baru Meksiko Undang Indonesia dalam Pembangunan

Published

on

Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Yusra Khan.

Zonaekonomi.com, London – Pemerintahan baru Meksiko berkeinginan mengundang keterlibatan Indonesia dan negara-negara Asia Oceania dalam proyek pembangunan pelabuhan Pasifik ke pelabuhan Atlantik di Meksiko Selatan, proyek yang akan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan AMLO selama enam tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Yusra Khan, sehubungan penandatangan nota kesepahaman antara Indonesia Eximbank dan Bancomext yang diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pengusaha Indonesia di Meksiko.

Ia katakan, hal ini sejalan dengan komitmen Presiden baru Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO), yang akan dilantik pada 1 Desember mendatang, untuk membangun infrastruktur Meksiko wilayah Selatan. Seperti dikatakan AMLO saat menerima sembilan Duta Besar dari negara Asia dan Oceania yaitu Australia, Filipina, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Selandia Baru, Thailand, dan Vietnam.

Khan, Kamis (18/10/2018), mengatakan, pada akhir pekan di Nusa Dua, Bali, telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) dengan Lembaya Pembiayaan Ekspor dan Impor Meksiko (Banco Nacional de Comercio Exterior, Sociedad Nacional de Credito atau Bancomext).

Penandatanganan oleh Head of BOD concurrently Executive Director Indonesia Eximbank, Sinthya Roesly, dan CEO Bancomext, Francisco Gonzales Diaz, sebagai tindak lanjut dari upaya meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral Indonesia-Meksiko.

Khan menyambut baik penandatanganan itu, sebagai upaya meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan Indonesia-Meksiko, terutama mendorong peningkatan surplus perdagangan Indonesia ke Meksiko.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia ke Meksiko untuk migas dan non-migas pada 2017 mencapai 986,5 juta dolar Amerika Serikat. Angka ini meningkat dibandingkan 2016 yang tercatat 815,1 juta dolar Amerika Serikat.

Sementara impor Indonesia dari Meksiko untuk migas dan non-migas tercatat 219,6 juta dolar Amerika Serikat. Angka ini juga meningkat dibandingkan 2016 yang tercatat 177.0 juta dolar Amerika Serikat. Secara keseluruhan pada 2017 Indonesia surplus sebesar 638,2 juta dolar Amerika Serikat.

Khan mengatakan, selain untuk meningkatkan nilai perdagangan, penandatangan nota kesepahaman antara Indonesia Eximbank dan Bancomext diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pengusaha Indonesia di Meksiko.

Menanggapi undangan AMLO kepada Indonesia, pada 25 September lalu atau tiga minggu sebelum penandatanganan MoU antara Indonesia Eximbank dan Bancomext di Bali, Kedutaan Besar Indonesia di Mexico City mempertemukan perwakilan dua BUMN Indonesia, PT INKA dan PT Barata Indonesia, dengan CEO Bancomext Francisco Gonzales Diaz di Mexico City.

Pertemuan antara dua perwakilan BUMN Indonesia dengan Bancomext untuk mengkonfirmasikan dukungan Bancomext sebagai lembaga pembiayaan ekspor dan impor jika kedua BUMN Indonesia tersebut berkeinginan terlibat dalam proyek yang dibangun di Meksiko.

Diharapkan PT INKA, PT Barata Indonesia, dan berbagai BUMN industri strategis lain di Indonesia –di antaranya PT PINDAD dan PT PAL– dapat terlibat dalam proyek pembangunan pelabuhan di Meksiko Selatan antara lain melalui penyediaan lokomotif, gerbong kereta, komponen dan suku cadang kereta api serta alat berat pendukung kegiatan pelabuhan lainnya.

Dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia Eximbank dan Bancomext maka untuk kedua kalinya lembaga pembiayaan ekspor dan impor tersebut menandatangani nota kesepahaman setelah sebelumnya dilakukan pada 2013. (zey)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Infrastruktur

Indonesia Infrastructure Week 2018 Siap Dukung Pembangunan Infrastruktur Nasional

Published

on

pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018, ajang pameran infrastruktur terbesar dan terlengkap di Indonesia siap digelar di Jakarta International Expo (JIEXPO) Jakarta pada 31 Oktober – 2 November 2018 guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang saat ini sedang digalakkan pemerintah.

Portfolio Director Tarsus Indonesia, Cheah Wai Hong dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (17/10/2018) menyatakan fokus pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia tentu perlu mendapat dukungan serta dorongan dari berbagai stakeholders di sektor industri terkait. Oleh karena itu, lanjutnya, Tarsus Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang media, pameran, dan konferensi berbasis business-to-business (B2B) menghadirkan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018.

“Indonesia Infrastructure Week 2018 dirancang sebagai solusi dengan menghadirkan jawaban atas kebutuhan pasar dan industri infrastruktur di tanah air. Acara ini menghadirkan kesempatan berbisnis dengan berbagai pihak, sembari mendorong agenda infrastruktur pemerintah dalam percepatan pembangunan infrastruktur di enam sektor yang tersedia,” ujarnya.

Menurut dia, IIW 2018 bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam agenda pembangunan infrastruktur negara, serta memberikan platform bagi para pelaku bisnis dan penyedia solusi di bidang infrastruktur untuk mengetahui lebih detil terkait informasi, tantangan, serta peluang dalam memaksimalkan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

Pada tahun yang ke-6 ini, IIW 2018 diproyeksikan membawa sekitar 16,000 visitor mulai dari profesional pada sektor energi, air dan pengolahan limbah, perkeretaapian, pelabuhan, utilitas, konstruksi serta transportasi.

Selama ajang tersebut, seluruh pelaku utama di dalam rantai pasok industri infrastruktur Indonesia dipertemukan untuk menjajaki peluang baru, bertukar pikiran, membangun koneksi, serta memamerkan produk dan jasa unggulan mereka.

IIW 2018 akan menggelar tujuh pameran dagang vertikal dalam ruang lingkup sektor infrastruktur antara lain InfraEnergy Indonesia, InfraPorts Indonesia, InfraSecurity Indonesia, InfraRail Indonesia, InfraWater Indonesia, Trenchless Indonesia dan Special Economic & Industrial Zones (SEIZ).

Selain itu, IIW 2018 juga menghadirkan delapan konferensi gratis dan terbuka untuk umum dengan topik-topik antara lain Infrafinance Conference, Infraenergy Conference, Infraport Conference, Infrarail Conference, Infrawater Conference, Infrasecurity Conference, SEIZ Conference, dan Trenchless Tech Indonesia Conference. Mulai dari menteri hingga para profesional terkait akan membagikan insight, regulasi baru, hingga peluang infrastruktur Indonesia di masa yang akan datang.

Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan Konstruksi Indonesia 2018 sebagai ajang pameran konstruksi terbesar di tanah air, serta Intertraffic Indonesia 2018 sebagai pameran dengan produk serta solusi terbaik terhadap infrastruktur lalu lintas. Lebih dari 150 peserta pameran perusahaan dari dalam dan luar negeri diperkirakan mengikuti ajang IIW 2018. (sub)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending