Connect with us

Trans

Pelabuhan Belawan Kembali Disandari Kapal Pesiar MV Silver Discoverer

Published

on

Kapal Pesiar MV Silver Discoverer.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kapal Pesiar MV Silver Discoverer menjadi kapal pesiar pertama yang sandar di Pelabuhan Belawan pada tahun 2018. Sebelumnya kapal pesiar ini sudah beberapa kali pernah mengunjungi Pelabuhan Belawan pada tahun 2017. 

Siaran pers Pelindo 1 menyebutkan, kapal pesiar berbendera Bahamas, MV Silver Discoverer ini sandar di Terminal Penumpang Bandar Deli, pada Minggu 18 Februari 2018 pukul 15.30 WIB. 

Kapal pesiar yang berlayar dari Thailand ini membawa sebanyak 74 orang wisatawan mancanegara (wisman) yang berasal dari Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Brazil, Meksiko, Argentina, Peru, Eropa, Selandia Baru, dan Australia. Para wisatawan ini mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Sumatera Utara khususnya Bukit Lawang/Bahorok.

Fiona Sari Utami, ACS Humas Pelindo 1 menyatakan dalam menerima penumpang baik lokal maupun mancanegara, Pelindo 1 telah menyediakan fasilitas dermaga dan terminal penumpang yang nyaman yang dilengkapi berbagai macam fasilitas penunjang, agar dapat mempermudah aksesibilitas wisatawan mancanegara menuju destinasi-destinasi wisata menarik di Sumatera Utara. 

“Pelindo 1 berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik dalam melayani jasa kepelabuhanan dan juga mendukung pemerintah untuk mengembangkan pariwisata Indonesia, khususnya Danau Toba yang masuk dalam 10 destinasi pariwisata yang ditetapkan oleh pemerintah sejak tahun 2016,” jelas Fiona.

“Pelindo 1 terus berupaya untuk mengembangkan pelabuhan berbasis wisata, terutama pada Pelabuhan Belawan karena Pelabuhan Belawan merupakan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara yang akan berlibur ke Sumatera Utara yang memiliki banyak destinasi wisata menarik untuk dikunjungi,” terang Fiona.  

Fiona menambahkan kunjungan ini merupakan kunjungan rutin yang dilakukan oleh kapal cruise di Pelabuhan Belawan yang termasuk dalam salah satu dari lima Pelabuhan utama di Indonesia yang bisa disinggahi kapal pesiar selain Tanjung Priok, Tanjung Perak, Benoa, dan Makassar. 

Kunjungan cruise ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mendukung cruise berkembang di Indonesia sebagai Negara Maritim.

Selanjutnya kapal tersebut berangkat meninggalkan Terminal Penumpang Bandar Deli pada Senin, 19 Februari 2018 pukul 17.00 WIB menuju Pelabuhan Thailand. (amr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Trans

Chappy Hakim : Segera Selesaikan Masalah FIR yang Dikuasai Singapura

Published

on

Pengamat penerbangan, Chappy Hakim.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pengamat penerbangan Chappy Hakim mendesak pemerintah harus segera menyelesaikan terkait flight information region (FIR) yang dikuasai Singapura, yang saat ini masih mengatur penerbangan di wilayah Indonesia, yaitu sektor ABC ruang udara wilayah Kepulauan Natuna.

“Instruksi Presiden RI sudah jelas, untuk segera selesaikan masalah FIR,” kata Chappy dalam peluncuran tiga buku di Auditorium Perpustakaan Nasional, di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Menurut dia, persoalan FIR yang dikuasai Singapura adalah agenda terdekat yang harus diselesaikan.

Perseoalannya, lanjut dia, wilayah udara kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perairan Selat Malaka tersebut adalah masalah yang berkait langsung dengan sistem penyelenggaraan pertahanan keamanan negara pada wilayah perbatasan negara yang kritis.

“Pengelolaan wilayah udara kedaulatan adalah masalah martabat Indonesia sebagai bangsa,” katanya.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana navigasi, menurut Chappy, Airnav Indonesia sudah mampu mengatur lalu lintas udara di sektor tersebut.

Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), masalah pengembalian FIR yang dikuasai Singapura sudah menjadi agenda nasional. Bahkan Presiden Jokowi sudah menginstruksikan pada 2019, FIR harus sudah dikelola Indonesia.

“Salah satu kendala yang perlu segera disikapi adalah perairan Selat Malaka berkaitan dengan penyelenggaraan pertahanan keamanan negara pada wilayah perbatasan, sehingga perlu langkah diplomatik dari pemerintah,” katanya. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Lion Alokasikan Rp38 Miliar untuk Lanjutkan Pencarian JT 610

Published

on

Operator maskapai penerbangan Lion Air mengalokasikan dana Rp38 miliar untuk melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 JT 610.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Operator maskapai penerbangan Lion Air mengalokasikan dana Rp38 miliar untuk melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 JT 610 bernomor registrasi PK-LQP yang jatuh di Karawang, Jawa Barat.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin dini hari (17/12/2018), Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya bekerja sama dengan perusahaan swasta asal Belanda dengan kapal lautnya MPV Everest untuk menunaikan misi tersebut.

“Apabila ditemukan kembali jenazah kru dan penumpang maka akan diambil lalu diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas). Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (cockpit voice recorder/CVR),” ujar Danang.

Kapal MPV Everest yang saat ini berada di Johor Bahru, Malaysia, dijadwalkan tiba di perairan Karawang pada Rabu (19/12/2018), lebih lambat dua hari dari yang direncanakan.

Kondisi ini disebabkan karena cuaca buruk di Johor Bahru yang mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir.

MPV Everest diagendakan berlayar mulai hari ini, Senin (17/12/2018), dengan perkiraan waktu tempuh dua hari lima jam sampai perairan Karawang.

Pihak Lion Air menyatakan pencarian korban dan bagian kotak hitam JT 610 dengan MPV Everest akan dipusatkan di area koordinat hasil pemetaan terakhir lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Misi ini akan dilakukan selama 10 hari berturut-turut.

Pesawat Lion Air JT 610 bernomor registrasi PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa total 181 penumpang dan delapan awak jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/12).

Dari jumlah tersebut, ada 125 jenazah korban yang sudah berhasil diidentifikasi hingga Basarnas menghentikan pencarian korban pada 10 November 2018. (mta)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 85 Persen

Published

on

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pembebasan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 85 persen, kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.

“Lahan sampai saat ini sekitar 85 persen sudah dikuasai,” kata Zulfikri usai Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Dia menambahkan beberapa bagian lahan sudah betul-betul dibebaskan dan bisa mulai dibangun.

“Ada bagian yang sudah ‘clear’ secara menerus sehingga pelaksana proyek bisa melakukan pembangunan,” katanya.

Ia mengakui bahwa pengerjaan proyek konsorsium BUMN Indonesia dengan China, yaitu PT Kereta Cepat Indonesia-China itu cederung lambat.

“KCIC jalan terus walaupun lambat, tetapi ada progresnya,” katanya.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merupakan investor dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta—Bandung.

Sebanyak 60 persen kepemilikan saham perusahaan dimiliki oleh konsorsium lokal melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium China, yakni Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Dari kepemilikan konsorsium lokal tersebut, WIKA menguasai saham terbesar yakni 38 persen, diikuti oleh PT Kereta Api Indonesia sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 25 persen dan PT Jasa Marga Tbk sebesar 12 persen.

Nilai investasi megaproyek tersebut sekitar Rp80 triliun dengan pemenuhan pembiayaan sebanyak 75 persen atau Rp60 triliun dipenuhi dari utang melalui China Development Bank.

Sebanyak 25 persen sisanya yakni Rp20 triliun dipenuhi dari ekuitas KCIC.

Zulfikri menuturkan dengan adanya pekerjaan konstruksi Tol Jakarta-Cikampek layang tidak mengganggu pekerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Tidak ada masalah dari mengatur jadwal pekerjaan tidak terganggu,” katanya.

Di sisi lain, kontraktor Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PT Wijaya Karya menyebutkan masih ada sisa sekitar 14 persen lahan yang belum terbebaskan yang sebagaian besar telah berdiri fasilitas sosial.

Untuk itu, pihak kontraktor akan mengejar target agar megaproyek tersebut bisa segera ramping pada akhir 2021. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending