Connect with us

Trans

Pengemudi Keluhkan Minimnya Penerangan di Jalur Joggol-Cianjur

Published

on

Jalur Joggol-Cianjur,Jawa Barat.

Zonaekonomi.com, Cianjur – Sebagian besar pengguna jalan alternatif Jonggol-Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan di sepanjang jalur tersebut yang saat ini ramai dilalui kendaraan.

Minimnya lampu penerang jalan membuat Polsek Cikalongkulon, lebih meningkatkan patroli guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang volumenya meningkat sejak ditutupnya Jalur Puncak-Bogor akibat longsor.

Kapolsek Cikalongkulon, AKP H Toha pada wartawan Minggu, mengatakan, sudah 10 hari pos pengamanan Puncak Pinus disiagakan untuk memberikan pelayanan dan pengamanan untuk penguna jalur alternatif yang meningkat tajam.

Setiap hari, pihaknya mendapat banyak laporan kendaraan besar yang mati mesin atau mogok karena tidak kuat menanjak dan minimnya lampu penerangan di sepanjang jalur tersebut, sehingga pengemudi kesulitan melakukan penanganan.

“Sejak jalur Puncak-Bogor ditutup, Jalur Cikalongkulon-Jongol banyak dilalui kendaraan karena jalur alternatif terdekat menuju Bogor dan seterusnya dari Cianjur. Kami menyiagakan delapan personel gabungan di pos tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan, sejak ditutupnya Jalur Puncak-Bogor, volume kendaraan yang melintas di alur tersebut meningkat tajam, terlebih ketika libur panjang akhir pekan, sehingga pihaknya menyiagakan anggota 24 jam sesuai perintah Kapolres Cianjur.

“Tugas lain dari petugas yang siaga di pos untuk membantu mengatur arus lalu lintas juga untuk membantu meminimalisir terjadinya kriminalitas dan kecelakaan karena ketika malam jalur ini minim penerangan,” katanya.

Sementara Kapolsek Sukaresmi, AKP Said Azhari mengatakan, jalur Sukaresmi-Mariwati tembus Cikalongkulon-Jongggol, saat ini sudah layak dilalui kendaraan sebagai jalur alternatif bagi pengendara yang terjebak di Jalur Puncak-Cipanas.

Namun selama ini, ungkap dia, jarang pengguna jalan dari arah Jonggol yang melintas di jalur tersebut karena pengendara dengan tujuan Cipanas dapat memotong jalan melalui Sukamakmur-Jonggol,” katanya.

“Meskipun jarang dilalui kendaraan, kami sudah menyiagakan sejumlah pos polisi di sepanjang jalur alternatif yang berbatasan dengan Resort Cikalongkulon itu, untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan rasa aman dan nyaman,” katanya, seperti dikutip Antara. (ahm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Chappy Hakim : Segera Selesaikan Masalah FIR yang Dikuasai Singapura

Published

on

Pengamat penerbangan, Chappy Hakim.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pengamat penerbangan Chappy Hakim mendesak pemerintah harus segera menyelesaikan terkait flight information region (FIR) yang dikuasai Singapura, yang saat ini masih mengatur penerbangan di wilayah Indonesia, yaitu sektor ABC ruang udara wilayah Kepulauan Natuna.

“Instruksi Presiden RI sudah jelas, untuk segera selesaikan masalah FIR,” kata Chappy dalam peluncuran tiga buku di Auditorium Perpustakaan Nasional, di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Menurut dia, persoalan FIR yang dikuasai Singapura adalah agenda terdekat yang harus diselesaikan.

Perseoalannya, lanjut dia, wilayah udara kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perairan Selat Malaka tersebut adalah masalah yang berkait langsung dengan sistem penyelenggaraan pertahanan keamanan negara pada wilayah perbatasan negara yang kritis.

“Pengelolaan wilayah udara kedaulatan adalah masalah martabat Indonesia sebagai bangsa,” katanya.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana navigasi, menurut Chappy, Airnav Indonesia sudah mampu mengatur lalu lintas udara di sektor tersebut.

Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), masalah pengembalian FIR yang dikuasai Singapura sudah menjadi agenda nasional. Bahkan Presiden Jokowi sudah menginstruksikan pada 2019, FIR harus sudah dikelola Indonesia.

“Salah satu kendala yang perlu segera disikapi adalah perairan Selat Malaka berkaitan dengan penyelenggaraan pertahanan keamanan negara pada wilayah perbatasan, sehingga perlu langkah diplomatik dari pemerintah,” katanya. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Lion Alokasikan Rp38 Miliar untuk Lanjutkan Pencarian JT 610

Published

on

Operator maskapai penerbangan Lion Air mengalokasikan dana Rp38 miliar untuk melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 JT 610.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Operator maskapai penerbangan Lion Air mengalokasikan dana Rp38 miliar untuk melanjutkan pencarian korban kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 JT 610 bernomor registrasi PK-LQP yang jatuh di Karawang, Jawa Barat.

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin dini hari (17/12/2018), Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan pihaknya bekerja sama dengan perusahaan swasta asal Belanda dengan kapal lautnya MPV Everest untuk menunaikan misi tersebut.

“Apabila ditemukan kembali jenazah kru dan penumpang maka akan diambil lalu diserahkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas). Proses pencarian juga dilakukan terhadap kotak hitam yaitu alat perekam suara di ruang kemudi pilot (cockpit voice recorder/CVR),” ujar Danang.

Kapal MPV Everest yang saat ini berada di Johor Bahru, Malaysia, dijadwalkan tiba di perairan Karawang pada Rabu (19/12/2018), lebih lambat dua hari dari yang direncanakan.

Kondisi ini disebabkan karena cuaca buruk di Johor Bahru yang mengganggu proses mobilisasi peralatan dan kru selama tiga hari terakhir.

MPV Everest diagendakan berlayar mulai hari ini, Senin (17/12/2018), dengan perkiraan waktu tempuh dua hari lima jam sampai perairan Karawang.

Pihak Lion Air menyatakan pencarian korban dan bagian kotak hitam JT 610 dengan MPV Everest akan dipusatkan di area koordinat hasil pemetaan terakhir lokasi jatuhnya pesawat tersebut. Misi ini akan dilakukan selama 10 hari berturut-turut.

Pesawat Lion Air JT 610 bernomor registrasi PK-LQP rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa total 181 penumpang dan delapan awak jatuh di perairan Karawang pada Senin (29/12).

Dari jumlah tersebut, ada 125 jenazah korban yang sudah berhasil diidentifikasi hingga Basarnas menghentikan pencarian korban pada 10 November 2018. (mta)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Pembebasan Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 85 Persen

Published

on

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pembebasan lahan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 85 persen, kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.

“Lahan sampai saat ini sekitar 85 persen sudah dikuasai,” kata Zulfikri usai Konferensi Pers Akhir Tahun 2018 di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Dia menambahkan beberapa bagian lahan sudah betul-betul dibebaskan dan bisa mulai dibangun.

“Ada bagian yang sudah ‘clear’ secara menerus sehingga pelaksana proyek bisa melakukan pembangunan,” katanya.

Ia mengakui bahwa pengerjaan proyek konsorsium BUMN Indonesia dengan China, yaitu PT Kereta Cepat Indonesia-China itu cederung lambat.

“KCIC jalan terus walaupun lambat, tetapi ada progresnya,” katanya.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merupakan investor dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta—Bandung.

Sebanyak 60 persen kepemilikan saham perusahaan dimiliki oleh konsorsium lokal melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia, sedangkan 40 persen sisanya dimiliki oleh konsorsium China, yakni Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Dari kepemilikan konsorsium lokal tersebut, WIKA menguasai saham terbesar yakni 38 persen, diikuti oleh PT Kereta Api Indonesia sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara VIII sebesar 25 persen dan PT Jasa Marga Tbk sebesar 12 persen.

Nilai investasi megaproyek tersebut sekitar Rp80 triliun dengan pemenuhan pembiayaan sebanyak 75 persen atau Rp60 triliun dipenuhi dari utang melalui China Development Bank.

Sebanyak 25 persen sisanya yakni Rp20 triliun dipenuhi dari ekuitas KCIC.

Zulfikri menuturkan dengan adanya pekerjaan konstruksi Tol Jakarta-Cikampek layang tidak mengganggu pekerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Tidak ada masalah dari mengatur jadwal pekerjaan tidak terganggu,” katanya.

Di sisi lain, kontraktor Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PT Wijaya Karya menyebutkan masih ada sisa sekitar 14 persen lahan yang belum terbebaskan yang sebagaian besar telah berdiri fasilitas sosial.

Untuk itu, pihak kontraktor akan mengejar target agar megaproyek tersebut bisa segera ramping pada akhir 2021. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending