Connect with us

Digital

Digital Amoeba, Corporate Innovation Lab Telkom Membawa Perubahan Besar

Published

on

Digital Amoeba (digitalamoeba.id), Program Corporate Innovation Lab Telkom Indonesia.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Digital Amoeba (digitalamoeba.id), Program Corporate Innovation Lab Telkom Indonesia yang bertujuan mengakselerasi inovasi dari karyawan Telkom kini mulai menunjukkan dampak terhadap bisnis perusahaan.

Setahun berjalan, program yang memungkinkan karyawan Telkom untuk mendirikan rintisan (startup) digital sendiri ini sudah meluncurkan 17 produk baru dari 60 tim binaan. Produk-produk ini siap dinikmati khalayak umum ataupun internal Telkom sendiri. Beberapa produk-produk ini bahkan sudah mampu menghasilkan revenue miliaran rupiah.

Hal tersebut seperti diungkapkan Executive General Manager (EGM) Divisi Digital Service Telkom Indonesia, Arief Musta’in di sela-sela Digital Amoeba Festival 2 di Telkom Landmark Tower, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Arief juga menambahkan, digital Amoeba telah memberikan bukti bahwa dalam pengelolaan inovasi di sebuah korporasi besar, atau bahkan sekelas BUMN yang dianggap kaku bukanlah hal yang mustahil. Khususnya bagi Telkom Indonesia dalam menyokong visi besarnya untuk menjadi The King of Digital.

Tidak bisa dipungkiri, dalam era digital yang serba cepat ini, mengelola inovasi adalah sebuah kunci bagi satu perusahaan untuk dapat survive dalam persaingan bisnis. Inilah yang menjadi semangat Telkom untuk menggagas program digital Amoeba.

CEO Digital Amoeba, Fauzan Feisal membeberkan salah satu produk hasil digital Amoeba yang menarik adalah Emago. Produk layanan streaming game ini merupakan yang pertama di tanah air. Dengan Emago para gamer bisa ngegame tanpa harus membeli perangkat gaming, cukup koneksi internet yang memadai. Emago adalah salah satu contoh produk yang ditunggu-tunggu dan mampu membidik pasar potensial. Dikatakan potensial karena saat ini pasar gamer di Indonesia berada di peringkat ke-16 dunia.

Kemudian ada Arkademy, platform pembelajaran daring untuk para pelajar SMK ini didesain agar siswa-siswi SMK bisa punya kompetensi yang dibutuhkan oleh industri di Indonesia. Saat ini Arkademy sudah digunakan oleh 4096 siswa SMK dan juga diimplementasikan di Telkom Corporate University (Corpu).

Produk-produk rintisan Digital Amoeba ini siap bersinergi dengan Telkom Group maupun pihak eksternal. Sekalipun tak seluruhnya dibuat dalam upaya menggali sumber revenue baru, tapi tidak sedikit juga dari produk ini yang bersifat untuk menekan pengeluaran korporasi secara sistematis.

Ke depannya, Telkom berharap semangat pengelolaan inovasi ini dapat disebarkan ke BUMN lain agar siap menghadapi tantangan bisnis ke depannya.

Berikut Amoeba yang siap diakses masyarakat umum dan terbuka untuk bekerja sama :

1. Emago, Cloud Gaming Platform
2. Unify, Enterprise unified communication & collaboration app
3. Ketitik, Network intelligent managemen app
4. Helio, Enterprise email platform
5. Clap, Costumer loyalty & points platform
6. Bosqu, Digital voucher marketplace
7. Opentrip, Open trip marketplace
8. One Call, PSB business process improvement
9. Digidut, Dangdut streaming platform
10. Zoomin, Technician gamification app
11. SakoO, E-commerce channel management app
12. Omega, TV home shopping platform
13. DTC, Enterprise digitalization consultancy services
14. Tomp-S, Project management app
15. Simpli, Multipayment platform
16. Smart Eye, Virtual reality platform and services
17. Arkademy, Vocational education & certification platform. (vin)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Digital

Telkomsel Pastikan Kesiapan Jaringan Telekomunikasi Asian Games 2018

Published

on

Executive Vice President Area Jabodetabek Telkomsel, Ririn Widyawati (kanan atas), bersama sejumlah jurnalis sedang memantau kesiapan jaringan layanan telekomunikasi Telkomsel untuk penyelenggaraan Asian Games 2018, di Istora Senayan.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Telkomsel memastikan kesiapan jaringan telekomunikasi untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 agar para pengguna telepon seluler dapat dengan nyaman berkomunikasi dan menggunakan jaringan internet dalam perhelatan olahraga terbesar se-Asia itu.

Executive Vice President Area Jabotabek Jabar Ririn Widaryani bersama sejumlah jajaran Telkomsel di Jakarta, Selasa (14/8/2018), menyambangi sejumlah titik seperti di Istora Senayan, Akuatik Senayan, Media Center di JCC, Mall FX, Hotel Atlet Century hingga Wisma Atlet Kemayoran.

Ririn memaparkan bahwa gerai Telkomsel akan selalu ada di berbagai titik mulai dari kedatangan atlet dan ofisial serta pendukung dari luar negeri dari terminal kedatangan internasional bandara.

“Kami sediakan di semua tempat yang mereka lewati, seperti tempat penginapan mereka dan tempat mereka bertanding,” katanya.

Telkomsel sebagai “official mobile partner” Asian Games 2018 telah mempersiapkan infrastruktur untuk menjamin kelayakan jaringan demi mendukung kejuaraan olahraga terbesar se-Asia pada 18 Agustus sampai 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Telkomsel juga telah menghadirkan teknologi time division duplexing (TDD) massive multiple input multiple output (MIMO) untuk meningkatkan pelayanan di titik prioritas utama di dalam perhelatan Asian Games, serta telah menambah jumlah BTS di sekitar arena pertandingan demi mengantisipasi lonjakan trafik.

Secara keseluruhan, Telkomsel telah menyiagakan lebih dari 1.000 base transceiver station (BTS) di Jakarta dan Palembang untuk mengamankan kebutuhan komunikasi publik di 175 titik prioritas utama.

Teknologi terkini dan optimalisasi jaringan yang diimplementasikan Telkomsel dalam Asian Games 2018 diharapkan mampu mengakomodasi sekaligus mengantisipasi lonjakan trafik tersebut sehingga penikmat olah raga dapat tetap berkomunikasi dengan nyaman.

Bagi Telkomsel, dukungan dalam Asian Games sangat penting bagi citra Indonesia di mata dunia sehingga Telkomsel sangat serius mempersiapkan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan demi mendukung kesiapan jaringan.

Sementara itu, VP ICT Network Management Area Telkomsel Area Jabodetabek Juanita Erawati menyatakan, berdasarkan pengalaman dalam menyediakan jaringan di perhelatan nasional dan internasional, jumlah trafik dipastikan akan meningkat pesat.

Sehingga, ujar dia, berbagai infrastruktur yang telah dipersiapkan termasuk sekitar 900-an BTS 4G dan ada pula sejumlah titik yang bisa mendapatkan 4,5 G atau dengan kecepatan di atas 100 milibyte per seconds (mbps).

Sedangkan GM Network Performance and Technical Support Telkomsel Area Jabodetabek Jabar, Akhmad mengemukkakan, salah satu infrastruktur yang dipersiapkan adalah BTS menggunakan teknologi “easy macro” sehingga di beberapa titik lokasi diharapkan bisa melebihi 100 mbps.

“Hampir semua venue lami sudah memasang BTS semua. Mudah-mudahan nanti selama Asian Games, Telkomsel bisa memberikan pengalaman yang terbaik,” paparnya.

Ia juga mengungkapkan bahw hanya Telkomsel yang memasang BTS di Kompleks Wisma Atlet Kemayoran di mana ribuan atlet dan ofisial banyak yang menginap di sana.

Sebelumnya, Telkomgroup melalui Telkomsel juga telah menyediakan sebanyak 21.000 kartu Perdana Simpati Asian Games untuk memperlancar kebutuhan komunikasi kontingen dari masing-masing negara yang terdiri dari atlet, ofisial, dan jurnalis. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Digital

Kenapa Perangkat Telekomuniksi Harus Bersertifikasi?

Published

on

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), Kemkominfo, Ismail.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Sebagian masyarakat Indonesia mungkin tidak mengetahui bahwa seluruh perangkat telekomuniasi yang beredar di negeri ini harus lulus sertifikasi balai uji resmi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI), Kemkominfo, Ismail dalam Media Briefing “Tepat Menggunakan Alat Telekomunikasi” di Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/8/2018), menjelaskan mengenai dampak negatif dari penggunaan perangkat telekomunikasi yang tidak bersertifikasi.

Menurut Ismail, penggunaan spektrum frekuensi radio yang tidak sesuai peruntukannya dan perangkat telekomunikasi yang tidak bersertifikasi bisa membahayakan keselamatan jiwa manusia.

Ismail mencontohkan, dalam dunia penerbangan, komunikasi pilot dan petugas menara kontrol (air navigation) harus jelas sehingga ketika pesawat hendak mendarat bisa dipastikan bahwa landasan pacu harus benar-benar clear atau aman sehingga tidak terjadi crash (kecelakaan).

“Bayangkan jika komunikasi pilot dan menara pengawas ini terganggu dan tidak jelas akibat interferensi dari penggunaan spektrum dan perangkat telekomunikasi yang tidak sesuai peruntukannya. Tentu ini akan mengancam keselamatan jiwa manusia,” jelasnya dalam siaran pers Ditjen SDPPI.

Kemudian, ketika terjadi bencana, seperti gempa bumi yang baru-baru ini terjadi di Lombok, NTB, frekuensi radio juga digunakan untuk perangkat-perangkat sensor peringatan dini tsunami. Bagaimana jika sensor-sensor itu terganggu atau tidak berfungsi ketika terjadi gempa besar.

Contoh lain, kata Ismail, adanya larangan menghidupkan ponsel atau menerima panggilan telepon di dalam SPBU ketika Anda mengisi bensin kendaraan. Kenapa ini dilarang, karena ditemukenali bahwa sinyal frekuensi radio dari handphone bisa memicu atau memantik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Jadi, Ismail melanjutkan, spektrum frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi harus dikelola dengan baik karena penggunaan yang tidak sesuai peruntukannya bisa membayakan keselamatan dan kesehatan manusia, juga dampak lain terkait ekonomi dan lain sebagainya.

Koneksi internet dan komunikasi wireless, termasuk pada handphone juga membutuhkan spektrum frekuensi radio yang clear atau bersih dari gangguan. Di sinilah Ditjen SDPPI bekerja untuk memastikan bahwa frekuensi harus bebas dari gangguan atau interferensi sehingga bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat.

Perangkatnya juga harus bersertifikasi guna memastikan itu aman digunakan oleh masyarakat. “Kami menjaga agar perangkat yang beredar di Indonesia ini perangkat yang berkualitas dan tidak mengganggu kesehatan dan membahayakan masyarakat.”

Menurut Ismail, perangkat telekomunikasi yang tidak standar, handphone misalnya, bisa membahayakan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang karena perangkat ini selalu dekat dengan tubuh dan telinga penggunanya.

“Sertifikasi perangkat ini penting karena perangkat telekomunikasi harus aman bagi kesehatan masyarakat,” tegas Ismail.

Ditjen SDPPI, kata Ismail, dalam mengawasi penggunaan spektrum frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi yang tidak sesuai peruntukannya lebih mengutamakan pencegahan (preventif) karena penindakan secara hukum memerlukan proses yang panjang di pengadilan, upaya (effort) sumber daya manusia yang tidak sedikit, dan biaya yang tidak sedikit pula.

Oleh karena itu, melalui media briefing ini Ismail mengharapkan media dapat memberikan informasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan spektrum frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi yang sesuai dengan peruntukannya agar komunikasi berjalan aman dan lancar. (sur)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Digital

Penjualan Merosot, Samsung Bakal Tutup Pabrik di China

Published

on

Samsung Electronics Co Ltd mempertimbangkan menutup operasi di salah satu pabrik manufaktur ponsel di China karena merosotnya penjualan dan meningkatnya biaya tenaga kerja.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Samsung Electronics Co Ltd mempertimbangkan menutup operasi di salah satu pabrik manufaktur ponsel di China karena merosotnya penjualan dan meningkatnya biaya tenaga kerja, Electronic Times melaporkan Senin (13/8/2018).

Samsung kemungkinan akan berhenti memproduksi ponsel di Tianjin Samsung Telecom Technology tahun ini, di sebelah utara kota Tianjin, China, menurut surat kabar Korsel tersebut.

Di sisi lain, pembuat smartphone terbesar dunia itu belum mengeluarkan keputusan apapun mengenai nasib operasi pabriknya di Tianjin.

“Pasar smartphone secara keseluruhan mengalami kesulitan karena perlambatan pertumbuhan. Perusahaan telekomunikasi Samsung Electronics Tianjin fokus pada kegiatan yang meningkatkan daya saing dan efisiensi,” kata Samsung dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Lima tahun yang lalu, Samsung memiliki 20 persen dari pangsa pasar China, dan jatuh hingga kurang dari 1 persen tahun ini, karena persaingan dengan Huawei, Xiaomi dan brand China lainnya, juga faktor harga.

Raksasa teknologi Korea Selatan itu juga berada di bawah tekanan untuk memulai lonjakan penjualan ponsel pintar setelah memposting pertumbuhan laba kuartalannya yang paling lambat dalam lebih dari satu tahun, karena kompetitor bersaing dengan model yang lebih murah dan penuh fitur.

Selain pabrik Tianjin, Samsung juga memiliki pabrik ponsel di China lainnya, yang terletak di Huizhou.

Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung memfokuskan investasi telepon seluler pada fasilitas produksi di Vietnam dan India. Samsung membuka pabrik smartphone terbesar di dunia di luar New Delhi bulan lalu, yang rencananya akan menjadi pusat ekspor.

Menurut Electronic Times, pabrik Samsung di Tianjin, China memproduksi 36 juta ponsel per tahun dan pabrik Huizhou menghasilkan 72 juta unit per tahun, sementara dua pabrik di Vietnam jika digabungkan menghasilkan 240 juta unit per tahun, demikian Reuters. (ant)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending