Connect with us

UKM & Koperasi

E-Commerce Digandeng Kominfo Fasilitasi UMKM Jualan Online

Published

on

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama kementerian lainnya menggandeng enam e-commerce atau marketplace untuk mengupayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjual produknya di pasar online.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama kementerian lainnya menggandeng enam e-commerce atau marketplace untuk mengupayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjual produknya di pasar online.

Pada acara “Gerakan UMKM Jualan Online” di Jakarta, Selasa (24/4/2018), Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lis Lestari Sutjiati mengatakan UMKM merupakan tulang punggung ekonomi, bahkan kontribusinya mencapai 68-70 persen terhadap ekonomi nasional sebelum masuk ke ranah bisnis digital.

“Setiap UMKM jualan `online` akan membuka pasar baru, otomatis akan tampil di market yang lebih besar. Kita pastikan di dunia ekonomi digital ini, akan tetap jadi pahlawan ekonomi nasional dan menjadi salah satu dari lima besar negara di dunia,” kata Lis.

Kementerian Kominfo beserta Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Desa PDTT dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggandeng enam marketplace terbesar di Indonesia, yakni Blanja.com, BliBli.com, Bukalapak, Lazada, Shopee, dan Tokopedia, untuk menyelenggarakan Gerakan “Ayo Berjualan Online”.

Gerakan ini merupakan upaya untuk menarik delapan juta UMKM Go Online, seperti yang digagas Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia pada 2020.

Pemerintah meyakini bahwa UMKM akan menjadi salah satu sektor yang penting di era perdagangan bebas. Setidaknya, sekitar 88,8 persen hingga 99,9 persen pilar usaha di ASEAN adalah UMKM, yang menyerap 51,7 persen hingga 97,2 persen tenaga kerja di ASEAN.

lndonesia saat ini terdapat tidak kurang dari 59,2 juta pelaku UMKM yang telah memberikan kontribusi 56 persen dari total perekonomian negara sejauh ini.

Dari 59,9 juta UMKM tersebut baru 3,97 juta UMKM yang sudah “go online” saat ini. Sementara itu, pengguna Internet di lndonesia sangat masif dan 78 persen pengguna internet sudah bertransaksi online.

Ancaman lain adalah masuknya e-commerce besar dunia yang mengincar pasar konsumen Indonesia. Jika para pelaku UMKM tidak segera online, mereka akan sulit bersaing di pasar dan produk-produk luar yang akan membanjiri lndonesia.

Berbagai kegiatan yang akan dilakukan Pemerintah bersama para marketplace ini meliputi rangkaian tahapan, mulai dari onboarding atau mendorong pelaku UMKM Offline menjadi online.

Kemudian, “Active Selling” atau pendampingan kepada para UMKM yang sudah 60 Online untuk meningkatkan transaksi online, Scale Up Business atau membantu pelaku UMKM untuk meningkatkan skala bisnisnya, hingga gp International atau gerakan mendorong pelaku UMKM meningkatkan jangkauan pasar menjadi internasional.

Gerakan ini akan menjemput para UMKM untuk online dengan melakukan roadshow dengan tidak kurang dari 376 kegiatan di lebih dari 70 kota. (dwi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM & Koperasi

Presiden akan Sosialisasikan Pph UMKM di Acara Hari Koperasi

Published

on

Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-71 Tahun 2018 digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7/2018).

Zonaekonomi.com, Tangerang – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menyosialisasikan kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) Final Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 0,5 persen dalam acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71.

Acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 tersebut digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (12/7/2018) yang mengambil tema “Penguatan Koperasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional”.

Sosialisasi kebijakan PPh final UMKM, termasuk salah satu dari serangkaian agenda acara pada peringatan hari ini.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang merata sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan. 

“Untuk mencapai pemerataan itu koperasi memiliki peran strategis, karena bisa saja terjadi pertumbuhan ekonomi tapi hanya dinikmati sekelompok orang,” katanya.

Puspayoga mengatakan guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Kementerian Koperasi dan UKM menjalankan Reformasi Total  Koperasi melalui tiga langkah strategis, yakni reorientasi, rehabilitasi, dan pengembangan. 

Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat.

“Dalam empat tahun berjalannya Reformasi Total Koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri. Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas lembaga koperasi,” kata Puspayoga.

Pendataan koperasi dibenahi sehingga melahirkan data koperasi yang benar-benar aktif. Jumlah koperasi pada 2014 sebanyak 212.570 unit  telah berkurang menjadi 152.714 unit. Sebanyak 40.013 dibubarkan karena tidak aktif lagi.

Ia menambahkan, pembinaan koperasi yang terus-menerus dilakukan pemerintah untuk pengembangan koperasi sehingga indikator-indikator pertumbuhan koperasi menunjukkan peningkatan, antara lain koperasi mencatatkan omzet hingga puluhan triliun rupiah, koperasi masuk bursa efek, dan koperasi mampu membeli saham Bank BRI Syariah.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM dan BPS, kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional terus
meningkat. Pada 2014, PDB koperasi hanya 1,71 persen kemudian meningkat menjadi 3,99 persen pada 2016 dan pada 2018 naik lagi menjadi 4,48 persen.

“Ini menunjukkan koperasi tumbuh sehat dan terus berkembang secara berkualitas,” kata Puspayoga. (han)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Songket Pandai Sikek Dipasarkan Hingga ke Amerika Serikat

Published

on

Tenunan tradisional atau songket Pandai Sikek dari Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

Zonaekonomi.com, Batusangkar, Sumbar – Tenunan tradisional atau songket Pandai Sikek dari Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) sampai saat ini sudah dipasarkan ke beberapa negara di luar negeri.

Salah seorang pengusaha Songket, Erma Yulnita di Pandai Sikek, Jumat (6/7/2018) mengatakan selain melayani penjualan di toko, ia juga melayani permintaan dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Australia dan Jepang.

“Walaupun tidak serutin pengiriman di dalam negeri, setidaknya terdapat beberapa konsumen dari luar negeri yang memesan Songket Pandai Sikek ini,” katanya.

Ia menyebutkan, selain dikirim langsung ke pembeli di beberapa negara tersebut, pada waktu-waktu tertentu wisatawan mancanegara juga sering berbelanja langsung ke tempatnya.

Menurut dia, kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah Sumbar, terutama ke daerah Pandai Sikek untuk berbelanja buah tangan berupa songket maupun sulaman terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Wisatawan tersebut biasanya berasal dari Amerika, Australia, beberapa negara di Eropa, serta Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura.

“Ada waktu-waktu tertentu untuk kunjungan dari mancanegara, seperti pada Mei dan Juni serta September hingga Desember,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ketertarikan wisatawan untuk membeli songket lantaran Songket Pandai Sikek memiliki motif-motif unik yang sudah ada sejak lama dan diproduksi secara manual mengunakan alat tenun.

Sebelumnya, Istri Wakil Presiden RI Ny Mufidah Jusuf Kalla saat meresmikan Sentra Industri Tenun di daerah Lintau Tanah Datar menyebutkan keberadaan tenun di seluruh Indonesia memiliki potensi luar biasa, salah satunya adalah Sumbar.

Beberapa songket yang ada di Sumbar memiliki bentuk yang indah, mulai dari warna hingga motif yang digunakan dan bahkan sudah dikenal hingga ke luar negeri dan sangat diminati oleh wisatawan sebagai buah tangan.

“Saya memperhatikan Indonesia punya potensi tenun luar biasa,” katanya. (sya)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Smesco Ingin Lawan Gempuran Produk China

Published

on

Smesco Indonesia Ingin melawan produk asing terutama produk China yang harganya murah karena produk Indonesia tidak kalah bagusnya.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Smesco Indonesia yang memiliki binaan UKM unggulan dari seluruh Indonesia menyatakan ingin bisa melawan gempuran produk China dengan meningkatkan daya saing produk lokal.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Emilia Suhaimi sebagai pengelola Smesco Indonesia di Jakarta, Rabu, mengatakan potensi produk UKM untuk bisa melawan produk asing khususnya dari China sejatinya sangat besar.

“Kita harus melawan produk asing terutama produk China yang harganya murah karena produk kita tidak kalah bagusnya,” ujar Emilia.

Salah satu hal yang harus dilakukan kata dia yakni menata ulang dan memetakan kembali jejaring pasar produk unggulan UKM Indonesia.

Ia juga menekankan pentingnya mengelola pasar domestik agar lebih memilih produk unggulan UKM ketimbang produk impor dari China.

Untuk itulah, pihaknya salah satunya melakukan penataan ulang Smesco Indonesia untuk melahirkan Produk Unggulan Provinsi yang terdisplai di lantai 1 dan 2 Gedung Smesco Indonesia.

“Sehingga para buyer tak perlu jauh-jauh saat ingin membeli produk khas dari berbagai provinsi di Indonesia, cukup datang dan membelinya di Gedung Smesco Indonesia,” katanya.

Smesco Indonesia diharapkan dapat menjadi area “one stop shopping” bagi konsumen lokal maupun internasional yang ingin membeli produk-produk KUKM Indonesia.

“Produk-produk kita yang ada di sini tidak kalah hebat dengan produk-produk dari China itu. Kita harus bela dan beli produk kita sendiri,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia menerima kunjunhan mahasiswa STIE Tazkia yang melakukan educational trip (edutrip) ke Gedung Smesco Indonesia.

Emilia pun mengajak masyarakat dan para mahasiswa STIE Tazkia untuk berkunjung dan berbelanja ke Produk Unggulan Provinsi yang menyajikan produk unggulan UKM dari 34 provinsi.

Menurut dia, produk unggulan UKM dari berbagai provinsi mempunyai karakter kuat dan unggul dari daerah masing-masing yang berbasis pada kreativitas dan inovasi putra-putri bangsa.

“Produk-produk unggulan seluruh Indonesia bisa ditemukan di Paviliun Provinsi. Jadi enggak perlu lagi keliling Indonesia yang jarak tempuhnya jauh, butuh biaya besar, dan waktu yang tidak sedikit tentunya. Semua sudah hadir di sini,” ujar Emilia.

Emilia mengakui upaya pembenahan yang dilakukan dengan merelaunching Produk Unggulan Provinsi sejak 31 Maret 2018 telah memberikan dampak signifikan pada peningkatan jumlah pengunjung maupun pembeli.

“Jadi kurang lebih sebulan setelah relaunching karena produk ini terkurasi, artinya terseleksi produk unggulan dan bagus, maupun harganya yang kompetitif jadi langsung diserbu,” kata Emilia.

Emilia didampingi Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP-KUKM Armel Arifin ketika menerima kunjungan 192 mahasiswa dan dosen pembimbing dari kampus STIE Tazkia dalam rangka kegiatan Edutrip 2018.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sistem pemasaran LLP-KUKM kepada para mahasiswa. (ani)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending