Connect with us

Energi

Catat Kinerja Positif, ANTAM Optimis Perkembangan Proyek Hilirisasi Perusahaan Berjalan On Track

Published

on

Penyelesaian proyek –proyek hilirisasi Antam akan didorong oleh posisi keuangan ANTAM pada kuartal I tahun 2018.

Zonaekonomi.com, Pomala – PT Aneka Tambang (Persero) Tbk terus mendorong percepatan proyek hilirisasi yang sedang berjalan saat ini selesai tepat waktu. Setelah menyelesaikan Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomala (P3FP) di Sulawesi Tenggara, perusahaan saat ini sedang mengembangkan 2 proyek strategis yakni Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Halmahera Timur  (P3FH) dan Proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat.

Aprilandi H. Setia, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang mengungkapkan, penyelesaian proyek –proyek hilirisasi Antam akan didorong oleh posisi keuangan ANTAM pada kuartal I tahun 2018 yang cukup solid yang tercermin dalam nilai kas dan setara kas perseroan  tercatat sebesar Rp 6,07 triliun.

“Dengan posisis kas yang cukup dan kinerja keuangan perseroan yang positif di  kuartal I, kami optimis proyek kami bisa selesai tepat waktu dan mampu mendorong peningkatan kinerja keuangan perseroan. Saat ini, pengembangan proyek masih berjalan on track,” kata Aprilandi.

Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) saat ini sedang memasuki tahap konstruksi dan realisasi telah mencapai 55% dan direncanakan konstruksi pabrik tersebut akan selesai pada akhir tahun 2018. Sementara nilai investasi dari proyek ini diproyeksi mencapai Rp 3,5 Triliun.

“Dengan selesainya proyek pembangunan pabrik feronikel Haltim (Line 1) akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel ANTAM sebesar 50% dari kapasitas produksi feronikel terpasang saat ini. Saat ini kapasitas produksi feronikel ANTAM sebesar 27.000 TNi, sehingga jika P3FH selesai akan menjadi 40.500 TNi per tahun” tambahnya.

Aprilandi juga menegaskan seperti proyek hilirasasi sebelumnya yaitu P3FP di Sulawesi Tenggara, keberadaan Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel di Halmahera Timur ini juga turut mendukung program pembangunan industri dasar logam stainless steel dan mendorong hilirisasi di tanah air.

Saat ini melalui smelter feronikel Pomalaa, ANTAM mencatatkan peningkatan volume produksi feronikel sebesar 107% atau 6.088 ton nikel dalam feronikel (TNi) dibandingkan capaian 1Q17. Sejalan dengan pertumbuhan volume produksi, penjualan feronikel pada kuartal I tahun 2018 mengalami pertumbuhan 109% dibandingkan 1Q17 atau mencapai 5.363 TNi.

“Penjualan feronikel pada kuartal I 2018 adalah kontributor terbesar kedua dari total penjualan bersih ANTAM, dengan kontribusi sebesar Rp972,38 miliar atau 17% dari total penjualan bersih Perusahaan,” ungkap Aprilandi.

Sementara untuk proyek SGAR yang merupakan sinergi Holding Industri Pertambangan, April mengungkapkan, saat ini peroyek tersebut telah memasuki tahap finalisasi kajian Bankable Feasibility Study (BFS) dengan pihal terkait. ANTAM terus berfokus kepada SGAR yang bekerjasama dengan PT Inalum (Persero). Smelter Grade Alumina merupakan bahan baku pabrik alumunium.

Proyek ini akan dapat mengolah cadangan bauksit yang dimiliki ANTAM dan INALUM juga akan memperoleh pasokan bahan baku aluminium dari dalam negeri sehingga mengurangi ketergantungan terhadap impor alumina sekaligus menghemat devisa.

Proyek ini dilakukan secara bertahap dengan kapasitas tahap pertama sebesar 1 juta ton SGA per tahun. Sedangkan 1 juta ton alumina tahap kedua akan dibangun setelah tahap pertama berhasil. Alumina yang dihasilkan diharapkan akan memenuhi kebutuhan bahan baku INALUM yang saat ini masih diimpor.

Kinerja Keuangan

ANTAM mencatatkan laba bersih periode triwulan pertama tahun 2018 mencapai Rp245,68 miliar, naik tajam sebesar 3.603% dibandingkan laba bersih Rp6,63 miliar pada periode triwulan pertama tahun 2017. Kinerja profitabilitas ini juga terefleksikan dari pertumbuhan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) mencapai 95% menjadi Rp750,38 miliar pada 1Q18 dibandingkan dengan capaian EBITDA 1Q17 sebesar Rp385,68 miliar.

Penjualan bersih ANTAM di 1Q18 tercatat sebesar Rp5,73 triliun, naik tajam 247% dibandingkan 1Q17 sebesar Rp1,65 triliun. Komoditas emas merupakan komponen terbesar pendapatan Perusahaan, berkontribusi sebesar Rp4,09 triliun atau 71% dari total penjualan bersih 1Q18. Pertumbuhan Kinerja Keuangan ANTAM yang positif pada 1Q18 terutama disebabkan pertumbuhan signifikan kinerja produksi dan penjualan komoditas utama ANTAM serta peningkatan efisiensi yang berujung pada stabilnya level biaya tunai operasi ANTAM. (vin)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Listrik di Sulteng Sudah Normal

Published

on

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Zonaekonomi.com, Batam – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kini kelistrikan di Sulawesi Tengah sudah normal kembali, paskabencana gempa yang disertai tsunami dan likuifaksi, beberapa waktu lalu.

“Pemulihan listrik sangat cepat. Hari ini 100 persen sudah beroperasi, full,” kata Menteri saat berkunjung di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (19/10/2018).

Pemulihan penyaluran listrik di Sulteng sudah dimulai tiga hari setelah bencana. Tim kelistrikan langsung bergerak dengan berbagai upaya, memastikan daerah itu tidak gelap gulita.

Selain listrik, penyaluran bahan bakar minyak di sana juga sudah mulai normal kembali. “BBM juga sama. Kami melihat perkembangannya dalam setiap kunjungan. Pada kunjungan kedua dan ketiga, masyarakat mengantri BBM sampai mengular berkilometer. Sekarang sudah tidak ada antrian,” kata Menteri.

Begitu pula dengan masalah telekomunikasi. Ia mengatakan, kini masyarakat sudah tidak menemukan kendala untuk berkomunikasi jarak jauh dengan kerabat dari dan ke luar Sulteng.

Menurut dia, percepatan pemulihan listrik, BBM dan telekomunikasi itu menandakan kehidupan masyarakat Sulteng sudah mulai pulih.

“Percepatan itu memberi suatu sinyal, dampak masyarakat, bahwa ekonomi di Sulteng sudah berjalan,” kata dia.

Pemulihan bencana di Sulteng berlangsung relatif cepat, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia internasional. Dalam waktu kurang dari dua pekan, semua sistem dalam pengelolaan bencana bisa sejalan dan berjalan dengan baik.

Menteri juga mengimbau seluruh pengungsi yang keluar dari Sulawesi Tengah segera kembali ke daerahnya, untuk bersama-sama menghidupkan Palu, Sigi dan Donggala. “Kami menghimbau pengungsi yang ke luar dari Sulteng, kembali lagi. Mari bangun Sulteng bersama-sama,” kata Menteri. (yjn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Pertamina EP Asset 3 Capai Produksi 102 Persen

Published

on

Produksi PT Pertamina EP Asset 3 mencapai 12.408 barel minyak per hari.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Produksi PT Pertamina EP Asset 3 mencapai 12.408 barel minyak per hari (BOPD) atau 102 persen dari target 2018 sebesar 12.138 BOPD, sedangkan gas mencapai 287 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Jajaran menajemen melakukan tinjauan langsung ke lokasi produksi di lapangan Jatibarang. Dalam kegiatan tersebut hadir Direktur Operasi PT Pertamina EP Chalid Said Salim, didampingi VP Production Pertamina EP, Defrian Basya S dan jajaran tim manajemen Asset, kata General Manager PT Pertamina EP Asset 3, Wisnu Hindadari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Mengawali pelaksanaan kunjungan dari Jatibarang Field dengan melakukan kunjungan ke lokasi pemboran sumur ABG-04 (ABG-A2), dan sumur produksi ABG-03. Selanjutnya dilakukan peninjauan di Subang Field dengan mengunjungi Early Production Facility (EPF) JAS dan EPF BBS serta sumur produksi BBS-03, BBS-06 dan BBS-08.

Direktur Operasi Chalid Said Salim mengatakan pentingnya penerapan aspek keselamatan dan keamanan (HSSE) pada setiap kegiatan operasional perusahaan. “Pimpinan harus yakin, bahwa pekerja rig benar-benar paham atas potensi hazard yang muncul, dan lakukan intervensi apabila terdapat hal-hal yang membahayakan,” kata Chalid Said Salim.

General Manager PT Pertamina EP (PEP) Asset 3, Wisnu Hindadari menjelaskan bahwa PEP Asset 3 senantiasa bersinergi untuk meningkatkan produksi baik minyak maupun gas. Upaya peningkatan produksi gas terus digiatkan melalui program well intervention.

“Upaya-upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui 4 kegiatan pemboran dan 1 perawatan sumur di Subang Field, serta 2 pengeboran dan 2 perawatan sumur di Jatibarang Field,” pungkasnya. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Proyek PLTMG Timika Siap Beroperasi 2020

Published

on

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Timika, Papua berkapasitas 50 megawatt diproyeksikan akan rampung pada 2020.

Zonekonomi.com, Timika – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Timika, Papua berkapasitas 50 megawatt diproyeksikan akan rampung pada 2020.

Manajer PLN Area Timika Salmon Karet di Timika, Kamis (18/10/2018), mengatakan saat ini pihak kontraktor baru melaksanakan pembersihan lahan (land clearing) di kawasan Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur.

PLTMG Timika dibangun di atas lahan seluas 12.000 hektare. Kawasan itu sebelumnya merupakan kawasan hutan mangrove yang telah mendapat persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dipinjam-pakaikan sebagai kawasan industri.

“Setelah semua pekerjaan pembersihan lahan bisa selesai maka barulah mesin PLTMG didatangkan ke Timika untuk dipasang. Melihat progres yang ada, kemungkinan PLTMG Timika baru bisa beroperasi sekitar 2019 bahkan sampai 2020,” kata Salmon.

Pada saat bersamaan, Unit Induk Pembangunan (IUP) PT PLN (Persero) tengah menimbun lokasi yang akan dibangun Gardu Induk di kawasan Kelurahan Wonosari Jaya (SP4), Distrik Wania, Timika.

Gardu Induk itu nantinya akan mengelola daya listrik yang dipasok oleh PLTMG di kawasan Pelabuhan Paumako sebelum masuk ke jaringan listrik di Kota Timika.

Ke depan, katanya, juga akan dibangun jaringan transmisi listrik yang menghubungkan PLTMG di kawasan Pelabuhan Paumako menuju Timika yang rencananya akan menggunakan 78 tiang menara.

“Akan ada banyak pekerjaan teknis ke depan. Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat Mimika memberikan dukungan penuh agar semua pekerjaan itu bisa diselesaikan tepat waktu tanpa ada hambatan-hambatan. Ini semua tentu dalam rangka mendukung ketersediaan daya listrik yang semakin memadai di Kota Timika. Apalagi Timika merupakan salah satu tempat penyelenggara ajang olahraga nasional yakni PON 2020,” jelas Salmon.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan saat berkunjung ke Timika beberapa waktu lalu menegaskan PLTMG Timika harus beroperasi sebelum 2019.

“PLTMG Timika sebelum 2019 harus sudah jalan,” kata Jonan.

Pada tahap awal, PLN akan mengoperasikan PLTMG di kawasan Pelabuhan Paumako dengan kapasitas 10 mega watt.

Selama ini PLN Timika masih mengandalkan pembangkit diesel untuk menyuplai daya listrik di wilayah Timika dan sekitarnya. Kapasitas daya terpasang PLN Timika sebesar 33 megawatt dengan daya mampu hanya sekitar 28 megawatt. (eva)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending