Connect with us

Finansial

Hari ini Rupiah Rp14.028 per Dolar AS

Published

on

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.028.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.028 dibanding posisi sebelumnya Rp13.993 per dolar AS.

“Adanya potensi peningkatan inflasi di Amerika Serikat masih menjadi salah satu faktor pemicu dolar AS menguat, karena peningkatan inflasi akan mendorong tingkat suku bunga The Fed naik,” kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyabada di Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Menurut Reza, salah satu faktor yang mendorong inflasi Amerika Serikat meningkat yakni bertambahnya jumlah lapangan pekerjaan. Data lapangan kerja di Amerika Serikat bertambah menjadi 164.000, meski di bawah perkiraan/estimasi pasar namun masih mencatatkan pertumbuhan.

Kendati demikian, Reza mengharapkan, sentimen dari dalam negeri mengenai Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang mengindikasikan peningkatan serta data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2018 yang tumbuh 5,06 persen dibandingkan pencapaian periode sama tahun sebelumnya 5,01 persen dapat menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah.

“Kondisi dalam negeri yang relatif cukup kondusif dapat menarik minat pelaku pasar terhadap aset berdenominasi rupiah,” katanya.

Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan pergerakan dolar AS ditopang oleh kemungkinan bank sentral AS (The Fed) menaikan suku bunga acuannya pada Juni mendatang sehingga menahan laju rupiah.

Di sisi lain, lanjut Ahmad Mikail, pergerakan rupiah juga dibayangi oleh sentimen eksternal mengenai ketidakpastian apakah Amerika Serikat akan keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran atau tidak telah mendorong naiknya harga minyak. (zmr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Finansial

Rupiah Melemah ke Rp14.065

Published

on

Rupiah Melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.065.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 35 poin menjadi Rp14.065 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Rabu mengatakan dolar AS bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang dunia didorong meningkatnya yield obligasi Amerika Serikat menjadi 3,06 persen untuk tenor 10 tahun.

“Kenaikan yield itu salah satunya didorong oleh naiknya kepercayaan investor bahwa tingkat suku bunga (bank Sentral AS) The Fed akan naik empat kali pada tahun ini,” kata Ahmad Mikail.

Baca juga: Fadli Zon minta pemerintah tak anggap enteng pelemahan rupiah

Di sisi lain, lanjut dia, pelemahan nilai tukar rupiah juga didorong data neraca perdagangan yang kembali defisit. Neraca perdagangan Indonesia pada April 2018 mengalami defisit 1,63 miliar dolar AS seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi domestik. Secara kumulatif Januari-April 2018, neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit 1,31 miliar dolar AS.

Sementara itu,analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah masih terpengaruh oleh sentimen eksternal, salah satunya prospek kenaikan suku bunga The Fed.

Baca juga: Bank Indonesia ungkapkan teror bom Surabaya sedikit pengaruhi rupiah

“Minimnya sentimen positif di dalam negeri juga turut menjadi faktor yang menahan laju rupiah untuk terapresiasi,” kata Reza.

Ia menambahkan selain faktor meningkatnya imbal hasil obligasi AS, antisipasi pelaku pasar uang pada data tingkat konsumsi Amerika Serikat yang diperkirakan naik turut berimbas pada kembali terapresiasinya dolar AS. (zub)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Rabu Pagi IHSG dibuka Melemah 52,90 Poin

Published

on

IHSG BEI dibuka melemah 52,90 poin atau 0,91 persen ke posisi 5.785,21.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu dibuka melemah sebesar 52,90 poin seiring minimnya sentimen positif yang beredar di pasar.

IHSG BEI dibuka melemah 52,90 poin atau 0,91 persen ke posisi 5.785,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 13,28 poin (1,42 persen) menjadi 922,06.

Vice President Research and Analysis dari Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu mengatakan IHSG kembali terkoreksi pada perdagangan saham hari ini, bersamaan dengan pergerakan bursa saham global yang menunjukan performa kurang baik.

“Terbatasnya katalis positif ke pasar saham membuat IHSG kembali menagalami pelemahan,” katanya.

Dari eksternal, ia mengatakan investor masih menanti hasil pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Dikabarkan, Tiongkok akan mengirim utusan ke AS untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan perang perdagangan.

Dari dalam negeri, lanjut dia, investor merespon neraca perdagangan bulan April 2018 yang kembali defisit. Akibatnya IHSG kembali melemah. Hal itu menunjukkan investor cukup fokus terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Ia mengharapkan, momentum pertumbuhan ekonomi tahun 2018 dapat terjaga, di mana pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2018 yang berada di level 5 persen masih bisa ditingkatkan pada kuartal berikutnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei turun 71,26 poin (0,31 persen) ke 22.746,75, indeks Hang Seng melemah 308,22 poin (0,99 persen) ke 30.843,80, dan Straits Times melemah 4,90 poin (0,14 persen) ke posisi 3.535,33. (zub)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Bappenas : Inklusi Keuangan Bantu Kurangi Kemiskinan

Published

on

Bambang Brodjonegoro menilai inklusi keuangan yang dilakukan oleh semua pihak dapat membantu upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro menilai inklusi keuangan yang dilakukan oleh semua pihak dapat membantu upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

“Inklusi keuangan secara umum, termasuk yang syariah adalah salah satu mekanisme yang baik untuk membantu mengurangi kemiskinan dan mengatasi berbagai isu pembangunan lainnya. Sehingga inklusi keuangan ini tidak hanya menjadi tugas dari pemerintah atau otoritas terkait tapi juga harus menjadi tugas dari semuanya,” ujar Bambang di Jakarta, Senin.

Berdasarkan survei yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks inklusi keuangan syariah hanya 11,06 persen dibandingkan indeks inklusi keuangan nasional 67,82 persen.

Menurut Bambang, dengan perkembangan zaman saat ini dimana penggunaan teknologi digital sangat masif, akan membantu mempercepat inklusi keuangan.

“Fintech bisa mengambil peran yang lebih besar dalam memperluas indeks inklusi keuangan, karena ia langsung menghubungkan antara penyedia dana dan yang membutuhkan dana,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan layanan keuangan digital, terutama dari lembaga jasa keuangan syariah, Indonesia pun akan semakin diperhitungkan dalam kancah ekonomi syariah global.

“Indonesia akan diperhitungkan karena tidak mengandalkan perbankan syariah tapi fintech syariah. Bank syariah ke depan juga jangan lagi hanya mikir nambah cabang dan sebagainya, tapi paling penting penguatan IT dan kreatif dalam fintech itu sendiri. Dengan itu, indeks inklusi keuangan syariah bisa loncat,” kata Bambang.

Saat ini, pangsa pasar perbankan syariah sendiri masih relatif kecil dibandingkan negara tetangga. Aset perbankan syariah hanya mencapai 5,8 persen dibandingkan total aset perbankan nasional, jauh dibandingkan Malaysia yang sudah di atas 20 persen.

Kendati demikian, lanjut Bambang, Indonesia akhirnya telah berhasil melewati batas psikologis pangsa pasar perbankan syariah menembus di atas 5 persen namun harus terus didorong untuk tumbuh lebih tinggi dan juga berkualitas.

“Ini awal yang bagus. Ini momentum untuk berkembang lebih lanjut. Paling tidak aset perbankan sudah meningkat dan kisaran lima persen merupakan awal yang baik. Tahun ini harus capai enam persen lah,” ujar Bambang. (cit)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending