Connect with us

Infrastruktur

KA Cepat Jakarta-Bandung Selesai Dalam Tiga Tahun

Published

on

Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung di perkebunan teh Maswati, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung disebut akan bisa selesai dalam waktu tiga tahun setelah masalah lahan rampung.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Ridwan Djamaluddin seusai pertemuan antara President of China Railway Corporation (CRC) Lu Dongfu dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (3/5/2018).

“Dia bilang kalau masalah lahan sudah beres, dalam tiga tahun bisa selesai. Itu pengalaman mereka di sana,” kata Ridwan.

Ia menjelaskan berdasarkan tinjauan oleh CRC, proyek tersebut kini telah berjalan lebih baik karena sejumlah masalah telah diupayakan untuk bisa selesai.

Perusahaan asal negeri tirai bambu itu juga berkomitmen untuk memberikan teknologi dan kontraktor terbaik dalam proyek itu. Sekaligus melatih tenaga kerja Indonesia guna menunjukkan bahwa kerja sama tersebut berdampak positif.

Meski pihak CRC tidak secara spesifik membahas masalah penggunaan tenaga kerja asing, namun mereka menyatakan akan melibatkan lebih banyak tenaga kerja Indonesia dalam proyek transportasi massal itu.

“Yang tadi beliau katakan akan melibatkan lebih banyak tenaga kerja Indonesia. Bahkan tadi menggambarkan nanti akan ada pendampingan satu tenaga kerja mereka dengan 3-4 tenaga kerja Indonesia,” katanya.

Ada pun terkait pembebasan lahan yang ditargetkan tahun ini, Ridwan mengatakan sejumlah titik kritis pembangunan seperti terowongan dan stasiun-stasiun akan segera diselesaikan sebagaimana permintaan pemerintah Indonesia.

“Kalau saya lihat sih beberapa titik kritis seperti terowongan dia mau selesaikan, stasiun-stasiun utamanya juga dia mau selesaikan,” katanya.

Pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung saat ini telah mencapai 64,2 persen dan akan segera dituntaskan seiring dengan percepatan pembangunan proyek.

Dari 22 titik kritis yang ada pada pembangunan proyek KCJB, 14 titik di antaranya telah dilakukan “site handover”, sedangkan sisa 8 titik akan dilakukan pengambilalihan pada 3 dan?8 Mei 2018.

“Perkembangan pembangunan kereta cepat ini semakin menunjukan kemajuan yang baik. Pada saatnya nanti, proyek ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau pengerjaan Proyek Inlet Tunnel Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang berada di Halim, tepatnya di KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu.

Terowongan yang akan ditinjau selanjutnya?pada 3 Mei 2018?adalah Walini Tunnel, sekaligus mengunjungi beberapa fasilitas seperti “batching plant”, ?laboratorium, dan “basecamp”. Walini Tunnel akan dibangun sepanjang 608 meter, dengan kapasitas penggalian yang dirancang adalah 510.000 m3.

?Pengerjaan yang saat ini sedang berlangsung di Walini Tunnel adalah penggalian lereng di sisi outlet dan telah selesai dengan total 57.000 m3, seperti dikutip Antara. (aij)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Infrastruktur

DPR Harap Pemerintah Lebih Menggenjot Lagi Capaian Pembangunan

Published

on

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap pemerintah terus “menggenjot” capaian pembangunan khususnya dalam bidang infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga terjadi pemerataan di semua wilayah.

“Saya berharap sisa setahun ini bisa lebih menggenjot lagi capaian yang ingin dicapai,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Bambang mengapresiasi banyak capaian pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah dan telah dipaparkan dalam Sidang Bersama DPR-DPD RI pada Kamis.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dalam Sidang Bersama DPR-DPD RI menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia kita terus tumbuh di kisaran 5 persen per tahun, di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang sedang berlangsung.

Menurut Presiden, inflasi selalu pada kisaran 3,5 persen, ini sebuah pencapaian yang luar biasa untuk menjaga daya beli rakyat dan realisasi inflasi Juni 2018 berhasil ditekan pada angka 0,59 persen atau terendah dibandingkan inflasi saat Hari Besar Keagamaan Nasional dalam tujuh tahun terakhir.

Presiden mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pengendalian inflasi yang terjaga membuat pertumbuhan ekonomi menjadi lebih berkualitas dan dapat dirasakan dampaknya.

“Angka pengangguran terbuka turun menjadi tinggal 5,13 persen pada Februari 2018. Untuk pertama kalinya, persentase kemiskinan Indonesia turun ke angka satu digit, yaitu menjadi 9,82 persen pada Maret tahun 2018,” kata Presiden.

Dia mengatakan, kita sudah berhasil menekan angka kemiskinan dari 28,59 juta atau 11,22 persen pada bulan Maret tahun 2015 menjadi 25,95 juta atau 9,82 persen pada Maret tahun 2018. (mam)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Infrastruktur

IPC Optimistis Kinerja 2018 Membaik

Published

on

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya.

Zonaekonomi.com, Tanjungpandan – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC optimistis kinerja perusahaan sampai akhir 2018 membaik dibanding tahun sebelumnya, sekalipun kondisi perekonomian global yang agak lesu.

“Aktivitas di pelabuhan yang berada di bawah IPC masih memiliki aktivitas arus barang ekspor dan impor maupun antardaerah yang tinggi,” kata Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya yang didampingi enam direktur IPC saat Media Gathering di Tanjungpandan, Belitung, Kamis (16/8/2018).

Dia mengatakan, aktivitas pelabuhan di Indonesia saat ini sebenarnya masih tinggi dan banyak kapal yang melakukan kegiatan ekspor-impor dari dan ke sejumlah negara Asia dan Eropa.

Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, katanya, saat ini juga makin banyak disinggahi kapal transit yang mengangkut barang untuk berbagai keperluan. Hal ini juga dinilai menyebabkan trafik pelabuhan juga meningkat.

Dari sisi angkutan domestik, Elvyn mengatakan distribusi barang antar pelabuhan juga masih sangat tinggi sehingga aktivitas kapal juga ramai. “Kami sangat optimistis kinerja tahun ini akan lebih baik dibanding tahun lalu,” katanya.

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC mencatat laba bersih sebesar Rp1,21 triliun pada semester pertama 2018. Angka ini meningkat 18 persen dibandingkan semester pertama 2017, yang sebesar Rp1,02 triliun.

Pendapatan usaha IPC pada semester pertama 2018 mencapai Rp5,35 triliun atau naik 8,18 persen dibandingkan perolehan semester pertama 2017 yang sebesar Rp4,93 triliun.

Dia mengatakan dengan kinerja ini, target keuangan korporasi 2018 dapat tercapai, dengan pendapatan usaha ditargetkan naik 13,29 persen dari Rp10,91 tahun 2017 menjadi Rp12,36 triliun pada 2018.

Dari sisi operasional, kata dia, jumlah peti kemas yang keluar masuk pelabuhan sepanjang semester pertama meningkat 10,18 persen, dari 3,28 juta TEUs menjadi 3,62 juta TEUs. Jumlah kapal yang keluar masuk juga bertambah 10,68 persen dari 94,58 juta Gross Tonnage (GT), menjadi 104,68 juta GT pada periode sama.

Sementara itu, arus barang non peti kemas mengalami penurunanan 1,82 persen, dari 27,97 juta ton menjadi 27,44 juta ton. Di sisi lain, jumlah penumpang meningkat 21,85 persen dari 260,42 ribu menjadi 317,31 ribu penumpang. (ahm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Infrastruktur

Kinerja PELINDO 1 Tumbuh Meningkat di Semester I 2018

Published

on

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mengalami peningkatan pada Semester I tahun 2018 dan mencatatkan realisasi trafik kunjungan kapal selama semester I-2018 mencapai 76.247.896 GT (Gross Tonage).

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mengalami peningkatan pada Semester I tahun 2018 dan mencatatkan realisasi trafik kunjungan kapal selama semester I-2018 mencapai 76.247.896 GT (Gross Tonage).

Dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (15/8/2018), angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 7,41% atau mencapai 70.985.837 GT. Naiknya angka tersebut disebabkan oleh meningkatnya kunjungan kapal di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1, yakni Pelabuhan Belawan dan Dumai.

Tahun ini, volume bongkar muat peti kemas Pelindo 1 menunjukkan pertumbuhan yang positif selama semester I. Realisasi bongkar muat peti kemas mencapai 515.275 box atau naik hingga 15,22% dibandingkan periode semester I tahun 2017 sebesar 447.198 box.

“Peningkatan tersebut setara dengan 619.519 TEUs yang tumbuh 14,52% dibandingkan pencapaian tahun lalu yang sebesar 540.948 TEUs”, kata Corporate Secretary Pelindo 1 M Eriansyah.

M. Eriansyah menjelaskan bahwa peningkatan bongkar muat peti kemas ini disebabkan oleh beberapa faktor yang meliputi: meningkatnya kegiatan bongkar muat peti kemas di Belawan International Container Terminal (BICT) untuk kegiatan impor alat rumah tangga, barang material, besi, dan makanan ternak, serta meningkatnya kegiatan bongkar muat peti kemas di cabang pelabuhan Malahayati, Sibolga, dan Dumai.

Selain itu, arus penumpang juga menunjukkan peningkatan dengan realisasi selama semester I ini mencapai 2.564.115 orang, meningkat 5,35% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang mencapai 2.443.909 orang. Peningkatan angka arus penumpang di pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1 disebabkan oleh meningkatnya arus turun dan naik penumpang tujuan dalam dan luar negeri yang bertepatan dengan musim liburan sekolah dan hari raya Idul Fitri.

Selama periode Angkutan Lebaran 2018, jumlah pemudik yang dilayani oleh Pelindo 1 mengalami kenaikan.

Tahun 2018, Pelindo 1 melayani sekitar 540.774 orang mulai dari selama Angkutan Lebaran 2018 periode H-10 hingga H+10 di delapan cabang pelabuhan, yakni Pelabuhan Belawan, Dumai, Tanjung Pinang, Tanjung Balai Karimun, Tembilahan, Sibolga, Tanjung Balai Asahan dan Gunung Sitoli.

Jumlah pemudik ini tercatat naik 15,9% jika dibandingkan dengan tahun lalu yang sebanyak 466.310 orang.

ACS Humas Pelindo 1, Fiona Sari Utami menambahkan bahwa Pelindo 1 akan terus meningkatkan pelayanan, menciptakan inovasi, dan ekspansi bisnis yang turut mendukung kemajuan industri kemaritiman di Indonesia. Pelindo 1 berencana untuk melakukan digitalisasi pada setiap pelabuhannya untuk langkah yang lebih efektif dan efisien.

“Sebagai pilot project di seluruh pelabuhan di Indonesia, Pelabuhan Sri Bintan Pura yang merupakan pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1 Cabang Tanjung Pinang telah diterapkan sistem e-berthing dan e-pass sejak tahun ini. E-berthing dan e-pass merupakan sistem transaksi elektronik non tunai yang digunakan dalam pelayanan tambatan kapal dan pembayaran masuk pas pelabuhan,” Fiona Sari Utami.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
(BUMN) yang mengelola jasa kepelabuhanan di Indonesia bagian barat. Pelindo 1 berkantor pusat di Medan dan memiliki wilayah operasi di 4 provinsi yang meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau daratan dan Riau Kepulauan, serta mengelola 16 cabang pelabuhan, 11 kawasan pelabuhan/ perwakilan dan mengelola 1 (satu) unit usaha yaitu UGK (Unit Usaha Galangan Kapal) dan RSPM (Rumah Sakit Pelabuhan Medan) serta 6 (enam) Anak Perusahaan, yaitu PT Terminal Petikemas Indonesia (TPI), PT Prima Terminal Petikemas (PTP), PT Prima Multi Terminal (PMT), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK), dan PT Prima Husada Cipta Medan (PHCM).

Pelayanan Pelindo 1 meliputi pelayanan kapal, pelayanan barang, pelayanan penumpang dan jasa kepelabuhanan lainnya. Pelindo I mempunyai lokasi strategis di Selat Malaka, yang merupakan selat tersibuk dalam lalu lintas perdagangan dunia dan saat ini sedang mengembangkan pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan Hub Port Indonesia bagian barat, serta mempunyai pintu utama eksport CPO ke seluruh dunia, yaitu melalui pelabuhan Belawan dan Dumai.

Saat ini Pelindo 1 dalam upaya meningkatkan produktivitas pelayanan secara terus menerus, telah melakukan inovasi dengan menambahkan peralatan dan perpanjangan fasilitas dermaga sehingga untuk meningkatkan produktivitas yang lebih efektif dan efisien.

Pengembangan secara kontinu ini juga untuk mendukung suksesnya program pemerintah dalam percepatan pembangunan nasional dan mendukung kebijakan Pemerintah terutama dalam program tol laut untuk memperkuat konektivitas nasional dan menciptakan biaya logistik nasional secara efisien dan efektif serta meningkatkan daya saing nasional. (jak)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending