Connect with us

Trade

Menkeu : Kenaikan Harga Minyak Pengaruhi Beban Subsidi

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan kenaikan harga minyak di pasar internasional ikut mempengaruhi beban subsidi energi yang telah ditetapkan dalam APBN 2018.

“Implikasinya tentu saja bahwa nilai subsidi yang harus ditanggung oleh Pertamina meningkat cukup besar,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (3/5/2018).

Sri Mulyani menjelaskan saat ini harga ICP minyak rata-rata saat ini sudah melebihi asumsi yang ditetapkan dalam APBN sebesar 48 dolar AS per barel.

Untuk itu, pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut agar Pertamina tidak menanggung beban subsidi yang terlalu besar dan tetap bisa melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sudah membahas mengenai mekanisme agar masyarakat tetap bisa terjaga daya belinya, terutama karena tekanan dari harga minyak BBM, dan Pertamina sebagai suatu korporasi tetap memiliki `going concern` yang tetap baik,” ujarnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan pemerintah juga berkomunikasi secara intens dengan DPR mengenai kenaikan harga minyak dunia ini agar keberlangsungan APBN tetap terjaga.

“Kami juga berharap agar komunikasi politik kita dengan dewan tetap bisa terjaga karena penggunaan uang APBN yang di luar UU APBN, atau yang sudah diatur oleh APBN tetapi mekanismenya perlu disampaikan kepada dewan, perlu kita jaga juga,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat rata-rata harga ICP minyak pada periode Januari-Maret 2018 telah mencapai 63,02 dolar AS per barel atau lebih tinggi dari periode sama 2017 sebesar 51,03 dolar AS per barel.

Peningkatan harga yang signifikan tersebut selain karena aktivitas perekonomian global yang membaik juga dipengaruhi oleh keputusan OPEC untuk memangkas produksi hingga akhir 2018.

Selain itu, peningkatan harga juga disebabkan oleh gejolak geopolitik di beberapa wilayah yang memberikan sentimen positif pada harga minyak mentah dunia.

Kondisi ini yang menyebabkan pergerakan harga minyak pada Maret 2018 berbeda dengan rata-rata historis yang cenderung menurun pada periode Maret.

Meski meningkatkan beban subsidi pada APBN, kenaikan harga minyak ini bisa memberikan pengaruh positif terhadap penerimaan negara di 2018.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Anggaran Askolani menambahkan realisasi belanja subsidi energi hingga pertengahan April 2018 telah mencapai Rp25,3 triliun terutama untuk subsidi BBM Rp15,7 triliun dan subsidi listrik Rp9,6 triliun.

Dari penyerapan subsidi energi tersebut, sebanyak Rp9,3 triliun dimanfaatkan untuk membayar tunggakan kepada Pertamina maupun PLN tahun sebelumnya, masing-masing sebesar Rp6,3 triliun dan Rp3 triliun.

“Realisasi subsidi triwulan satu 2018 meningkat dari triwulan satu 2017 karena adanya penyelesaian kurang bayar subsidi. Tunggakan tahun sebelumnya ini menggunakan pagu cadangan,” ujar Askolani. (syg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Trade

29 Kampung di Wondama Segera Nikmati Penerangan

Published

on

Sebanyak 29 Kampung di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, segera menikmati penerangan listrik melalui program pembangunan listrik desa (lisdes).

Zonaekonomi.com, Wasior – Sebanyak 29 Kampung di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, segera menikmati penerangan listrik melalui program pembangunan listrik desa (lisdes)

Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Ekbertson Karubuy di Wasior, Kamis (15/11/2018), mengatakan ini merupakan bagian dari program Indonesia Terang. Penyediaan jaringan lisdes dilakukan dalam dua tahap, delapan kampung dilaksanakan pada tahun 2018 dan 21 Kampung sisanya pada 2019.

Ia menyebutkan, sudah ada konfirmasi dari PT PLN Wilayah Maluku dan Papua bahwa distribusi material akan dilakukan pekan ini atau paling lambat minggu depan.

“Dropping material mulai dari Reyob (distrik Soug Wepu) sampai ke Wasior. Material jaringan listrik berupa kabel, tiang dan belakangan nanti baru generatornya,” kata Ekber.

Menurut dia, lahan untuk lokasi penempatan generator pembangkit listrik yang menjadi salah satu prasyarat sudah dibereskan semuanya. Surat persetujuan pelepasan tanah telah dikirim ke pihak pengelola Program Indonesia Terang.

Dia mengatakan justru dengan itu dulu baru ada persetujuan pengiriman material.

Karena itu, katanya, pihaknya bersama Bupati Bernadus Imburi datang langsung ke sejumlah tempat untuk memastikan pelepasan tanah.

Dia berharap para pemangku kepentingan, dari kepala distrik, kepala kampung hingga seluruh elemen masyarakat mendukung program ini pembangunan lisdes berjalan lancar.

“Mereka mengharapkan dukungan Pemda agar distribusi material tidak boleh ada pungutan-pungutan di dermaga karena ini untuk kepentingan rakyat. Jadi kami telah buat surat kepada kepala distrik, kepala kampung dan kepala pelabuhan minta mereka untuk mendukung program Presiden ini,” kata Ekber.

Kampung yang menjadi sasaran bantuan lisdes tersebut antara lain kampung Kaprus, Siresi dan Reyob di Distrik Soug Wepu, Kampung Waprak dan Nordiwar di Distrik Roswar. Kampung Menarbu, Niab, Mena, Yende, Syabes dan Indai di Distrik Roon.

Selain itu juga Kampung Werianggi, Tamoge, Werabur dan Kurei di Distrik Nikiwar. Juga kampung Karuan, Sabubar, Yarpate dan Ambuar di Distrik Wamesa. Juga kampung Ambumi, Yerenusi, Nanimori, Dusner, Simei dan Siwosawo di Distrik Kuri Wamesa. ?

Program ini juga diluncurkan di kampung Sobei, Sobei Indah, Aisandami dan Yopanggar di Distrik Teluk Duairi. Termasuk kampung Wamesa Tengah di Distrik Windesi.

Kepala Distrik Soug Wepu Wenan Meskendi pada saat kunjungan kerja Bupati ke wilayahnya beberapa waktu lalu menyampaikan kerinduan warganya untuk menikmati listrik. Sebagian besar warga di distrik tersebut sejauh ini masih mengandalkan pelita sebagai alat penerangan di malam hari.

“Pemasangan listrik di kampung Kaprus sejak 2017 kami sudah tandatangan untuk PLTD dan lokasi (untuk generator) sudah diserahkan tapi sampai sekarang belum ada realisasi, ” kata Wenan saat itu. (toy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trade

Praktisi : Pemerintah Harus Tegas pada “Genderuwo” Ekonomi

Published

on

Para pembicara berdiskusi yang bertajuk 'Menumpas Genderuwo Ekonomi' di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya 35, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Zonaekonomi.com, Jakarta – Praktisi Industri dan Bisnis, Said Didu menilai pemerintah harus tegas menghadapi “genderuwo” ekonomi yang dapat menggerogoti ekonomi bangsa Indonesia.

“Pemerintah harus tegas kepada ‘genderuwo’ ekonomi yang dapat gerogoti perekonomian bangsa. Panggil mereka, apakah mau berbisnis dengan baik atau tidak. Ini cara yang efektif,” kata Said dalam diskusi Rabu Biru bertajuk ‘Menumpas Genderuwo Ekonomi’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya 35, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2018).

Menurut dia, “genderuwo” ekonomi saat ini sudah masuk di berbagai sektor, yakni sektor anggaran, sektor migas, sektor migas, sektor kebijakan BUMN dan sektor pertanahan.

“Bahkan, ada juga ‘genderuwo’ hukum,” katanya.

Oleh karena itu, pemerintah harus bisa menempatkan seseorang yang mampu mengatasi “genderuwo” ekonomi tersebut.

“Carilah orang yang baik yang mampu melawan ‘genderuwo’ ekonomi. Saya pikir negara akan baik bila ‘genderuwo’ ekonomi bisa diatasi,” katanya.

Ubah “mind set” mereka untuk mengikuti aturan dan tidak melakukan lobi-lobi kekuasaan, tegas Said.

Pakar Ekonomi PKS, Farouk Abdullah Alwyni mengatakan sebetulnya pemerintah ini bisa saja terlepas dari politik genderuwo tersebut, jika mau transparan dan jujur kepada publik.

“Kalau birokrasinya dibikin efisien, transparan apa professional dan dengan adanya birokrasi yang baik maka keterbukaan informasi itu akan bisa meminimalisir kelompok kepentingan pribadi itu, karena masyarakat punya akses yang sama,” paparnya.

Sementara itu, Akademisi dan Anggota Sandinomics Rizal Halim menambahkan, secara kepercayaan orang Indonesia khususnya masyarakat Jawa, genderuwo ini makhluk gaib yang menakutkan.

“Genderuwo ini mitologi Jawa yang tidak kelihatan tetapi menakutkan. Tidak pernah diakui keadan dan ketiadaannya, tapi kita percaya. Ini menarik dan ilustrasi ini kita tarik dengan situasi ekonomi kita,” kata Rizal.

Genderuwo yang dimaksud Jokowi menurutnya justru sama halnya mafia ekonomi atau BUMN yang menyatu dengan penguasa, tidak terlihat namun membuat rugi negara.

“Ini persoalan yang kalau dilihat secara data time series terjadi berulang-ulang, jadi hebat ya bangsa ini. Setiap tahun terjadi tetapi diskusi itu-itu saja. Apakah kita sadar? Iya, tetapi tidak pernah diselesaikan,” tuturnya. (sya)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Indonesia-Rusia Bahas Kerja Sama Ekonomi

Published

on

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Suntec Convention Center, Singapura pada Rabu (14/11/2018).

Zonaekonomi.com, Singapura – Pemerintah Indonesia dan Rusia melakukan pertemuan bilateral di Pusat Konvensi Suntec, Singapura disela-sela rangkaian KTT Asean dengan sejumlah negara mitra membahas sejumlah isu antara lain hubungan kerja sama ekonomi.

Presiden Joko Widodo menerima Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu sekitar pukul 16.00 Waktu Singapura.

“Saya menyambut baik kenaikan hubungan perdagangan kita. Di data kami, perdagangan bilateral meningkat 14,34% di tahun 2017 atau senilai USD2,52 miliar. Saya berharap target perdagangan USD5 miliar akan dapat tercapai di tahun 2020,” kata Presiden.

Indonesia membahas tentang potensi peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia dalam bidang perdagangan, yakni mengenai dukungan positif bagi ekspor minyak sawit mentah Indonesia.

“Kami memohon dukungan untuk promosi dan kampanye positif bagi CPO Indonesia,” kata Presiden.

Kepala Negara juga mendorong pemerintah Rusia untuk meningkatkan volume impor bagi sejumlah produk perikanan Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga akan mendorong peningkatan ekspor buah tropis.

Dalam pertemuan itu, Presiden juga menyampaikan tentang perdagangan Indonesia dengan kerja sama ekonomi kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah (EAEU).

Presiden mengatakan Indonesia berniat untuk meningkatkan perdagangan dengan EAEU.

“Saya harap Rusia sebagai Ketua EAEU dapat membantu mempercepat keputusan kolektif bagi dimulainya perundingan FTA (persetujuan perdagangan bebas) antara Indonesia dengan EAEU utamanya untuk menanggapi prosedur pengajuan yang telah kami sampaikan sejak 2017,” tuturnya.

Nilai perdagangan bilateral kedua negara pada tahun 2017 tercatat meningkat 14,34 persen atau senilai USD2,5 miliar.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko Bidang Polhukam Wiranto, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya. (bay)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending