Connect with us

Trade

Menperin : Geliat Manufaktur Kembali Subur

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Zonaekonomi.com Jakarta – Kinerja industri nasional kembali menunjukkan agresifitasnya seiring dengan peningkatan permintaan pasar domestik dan adanya perluasan usaha. 

Capaian ini berdasarkan laporan indeks manajer pembelian (purchasing manager index/PMI) yang dirilis oleh Nikkei.

“Di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, perkembangan industri manufaktur kita terus mengalami tren yang positif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga  Hartarto sesuai keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya, hal itu seiring dengan upaya pemerintah yang menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan perizinan dalam berusaha

Nikkei mencatat, pada April 2018, PMI manufaktur Indonesia berada di angka 51,6 atau naik dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 50,7. PMI di atas 50 menandakan manufaktur tengah ekspansif. 

Indeks pada bulan keempat tahun ini menempati posisi terbaik sejak 22 bulan lalu atau Juni 2016.

Pergerakan indeks PMI tersebut didukung oleh arus pekerjaan baru yang semakin besar, terutama tingkat ekspansi yang paling tajam sejak pertengahan Juni 2016. Selain itu, dipengaruhi kenaikan permintaan konsumen khususnya yang berasal dari pasar domestik.

Rilis Nikkei Indonesia Manufacturing PMI disusun berdasarkan data yang dikompilasi dari respons bulanan melalui kuesioner yang dikirimkan kepada lebih dari 300 perusahaan industri. 

Sektor manufaktur yang disurvei terbagi dalam delapan kelompok utama, yaitu logam dasar, kimia dan plastik, listrik dan optik, makanan dan minuman, teknik mesin, tekstil dan busana, kayu dan kertas, dan transportasi.

Menperin menegaskan, pihaknya bertekad untuk semakin memacu pertumbuhan industri manufaktur. 

Pasalnya, aktivitas sektor pengolahan konsisten membawa efek berganda bagi perekonomian nasional seperti peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor. 

“Kami fokus menjalankan hilirisasi industri,” ujarnya. Selain itu, Kementerian Perindustrian aktif untuk menarik investasi dan menggenjot ekspor. “Industri juga menjadi penyumbang terbesar dari pajak dan cukai,” imbuhnya.

Di hadapan para pengusaha Ceko, pada Rabu (2/5/2018), Airlangga menyampaikan perkembangan positif dari kinerja industri dan ekonomi di Indonesia. Seain itu, mempromosikan produk-produk industri nasional yang telah unggul di kancah global. 

“Indonesia mengalami peningkatan Ease of Doing Business (EODB) terbesar selama dua tahun terakhir, dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya,” ungkap Menperin. EODB Indonesia tahun 2017 berada di posisi ke-72, naik 34 peringkat dari peringkat tahun 2015 di urutan ke-106. 

“Negara Asean lainnya, seperti Thailand dan Vietnam hanya mengalami kenaikan 20 dan 23 peringkat. Sedangkan Filipina turun 14 peringkat dan Malaysia turun dua peringkat,” sebutnya. Airlangga juga menuturkan, Indonesia tengah membangun siklus ekonomi yang membawa ke dalam bagian kekuatan ekonomi global.

“Indonesia akan keluar dari middle income trap dan menjadi negara maju pada tahun 2030, dengan posisi ketujuh di dunia. Bahkan, tahun 2050, Indonesia akan mampu naik peringkat menjadi keempat di dunia. Ini momentum 100 tahun pascakemerdekaan,” paparnya.

Airlangga mengungkapkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara tujuan utama untuk investasi. 

Pasalnya, dalam 15 tahun ke depan atau mulai sekitar tahun 2030, Indonesia akan memasuki masa bonus demografi, di mana penduduknya akan didominasi oleh usia produktif. 

“Berkaca dari Jepang, China, Singapura dan Thailand, setelah memasuki masa bonus demografi, pertumbuhan ekonominya sangat tinggi,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi sektor industri manufaktur sepanjang kuartal I/2018 mencapai Rp62,7 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari penanaman modal dalam negeri senilai Rp21,4 triliun dan penanaman modal asing sebesar 3,1 miliar dolar AS. 

Sektor industri logam, mesin, dan elektronik menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp22,7 triliun. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Trade

Chris Kanter Dirut Baru Indosat Ooredoo

Published

on

Komisaris Utama PT Indosat Ooredoo Tbk Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed (tengah) Pejabat baru Direktur Utama Chris Kanter (kanan), dan pejabat lama Direktur Utama Joy Wahjudi, usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Zonaekonomi.com, Jakarta – Indosat Ooredoo menyetujui pergantian dan penetapan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan mengangkat Chris Kanter sebagai Direktur Utama perseroan.

“RUPSLB juga menyetujui pengangkatan Eyas Naif Assaf dan Arief Musta’in sebagai Direktur Perseroan. Selain itu RUPSLB menerima pengakhiran masa jabatan Joy Wahjudi, sebagai Direktur Utama Perseroan serta Caba Pinter dan Herfini Haryono, sebagai Direktur Perseroan,” kutip siaran pers Indosat Ooredoo yang diterima di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Chris Kanter sebelumnya merupakan Komisaris Indosat Ooredoo sejak tahun 2010 hingga 2018. Selain itu, beliau adalah pengusaha Indonesia dan pemimpin di komunitas bisnis, yang berada di lini depan agenda reformasi ekonomi nasional di Indonesia.

Dia memiliki berbagai pengalaman di industri telekomunikasi, pemerintahan dan dunia bisnis serta organisasi, diantaranya Kadin.

Pengalaman ekstensif yang dimiliki Chris Kanter dari berbagai forum nasional serta internasional diharapkan akan mendukung Chris dalam memimpin pelaksanaan strategi perusahaan yang telah disiapkan oleh manajemen untuk memasuki era baru Indosat Ooredoo menjadi perusahaan telekomunikasi Indonesia yang terdepan.

Pada rapat ini Perseroan juga mengangkat Hilal Suleiman Malawi, Andrew Tor Oddvar Kvalseth dan Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, sebagai Komisaris Perseroan serta menerima pengakhiran masa jabatan Ajay Bahri, Damian Philip Chappell, dan Chris Kanter, sebagai Komisaris Perseroan.

Dengan demikian susunan anggota Dewan Komisaris setelah ditetapkan oleh Rapat adalah:
1. Waleed Mohamed Ebrahim Alsayed, Komisaris Utama
2. Hans Anthony Kuropatwa, Komisaris
3. Hilal Suleiman Malawi, Komisaris
4. Heru Pambudi, Komisaris
5. Edy Sudarmanto, Komisaris
6. Andrew Tor Oddvar Kvalseth, Komisaris
7. Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, Komisaris
8. Syed Maqbul Quader, Komisaris Independen
9. Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen
10. Wijayanto Samirin, Komisaris Independen

Sementara susunan anggota Direksi Perseroan adalah
1. Chris Kanter, Direktur Utama
2. Eyas Naif Assaf, Direktur
3. Arief Musta’in, Direktur
4. Haroon Shahul Hameed, Direktur
5. Irsyad Sahroni, Direktur Independen. (ahm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trade

Arab Saudi Tingkatkan Impor peralatan rumah tangga Indonesia

Published

on

ITPC) Jeddah bersama KJRI Jeddah berupaya meningkatkan impor produk peralatan rumah tangga Indonesia melalui pertemuan bisnis dengan importir Arab Saudi.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah bersama Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI Jeddah) berupaya meningkatkan impor produk peralatan rumah tangga Indonesia melalui pertemuan bisnis dengan importir Arab Saudi.

“Kunjungan ini bertujuan terus memperkenalkan produk Indonesia serta menjalin komunikasi yang intensif antara para importir Arab Saudi dengan produsen Indonesia,” kata KJRI Jeddah M Hery Saripudin melalui keterangannya diterima di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Hery menjelaskan, pertemuan dilakukan dengan Bassura For Home Supplies Co Ltd pada 19 September 2018 di kantor Bassura, Pusat Bisnis Handawiyah, Jeddah, Arab Saudi.

Bassura merupakan perusahaan importir yang juga berperan sebagai distributor dan ritel untuk produk balok kaca, perlengkapan dapur, dan perlengkapan rumah tangga.

Sejak 1980, Bassura telah menjalin hubungan dengan PT Kedaung Indonesia dan beberapa perusahaan lainnya serta telah mengimpor produk rumah tangga sebesar lebih dari 30 juta dolar AS.

Berdasarkan data statistik perdagangan, hingga Juni 2018, nilai ekpor Indonesia ke Arab Saudi untuk produk balok kaca dan perlengkapan rumah tangga tercatat mencapai 13,804 juta dolar AS.

Sedangkan pada 2017 sebesar 23,267 juta dolar AS. Sementara itu, pada 2016, total ekspor sejumlah 24,368 juta dolar AS. Nilai ini semakin menurun dibandingkan dengan tahun 2015 yang senilai 32,119 juta dolar AS dan 2014 yang sejumlah 37,205 juta dolar AS.

Menurut Kepala ITPC Jeddah, Gunawan, menurunnya nilai impor karena Bassura mengalami kesulitan untuk mendapatkan produk kualitas yang baik dan harga yang kompetetif.

Untuk itu, selama kunjungan bisnis ITPC Jeddah dan KJRI Jedddah memperkenalkan produsen atau eksportir ke Bassura agar peralatan rumah tangga Indonesia mampu bersaing kembali di pasar Arab Saudi.

“Bassura tetap berkomitmen mengimpor produk-produk Indonesia. Hingga Bulan Juni 2018, Bassura telah merealisasikan impor produk Indonesia dengan nilai transaksi sebesar 5 juta dolar AS,” jelas Gunawan.

Selain itu, untuk tetap menjaga hubungan baik, Bassura juga melakukan investasi terhadap pengembangan lokasi wisata dengan luas tanah seluas 100 hektar di Foresh Hill Eco Cottage and Village, Lombok.

“ITPC Jeddah akan memfasilitasi pertemuan Bassura dengan eksportir produsen peralatan rumah tangga dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) saat melakukan kunjungan di TEI 2018 pada 2428 Oktober 2018 di ICE, BSD City, Tangerang,” tambah Gunawan. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trade

Presdir Astra Yakin Ekspor Indonesia Bisa Lebih Besar Lagi

Published

on

Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, meyakini nilai maupun volume ekspor Indonesia bisa lebih besar lagi dari realisasi saat ini mengingat potensi ekspor yang dimiliki Indonesia masih bisa jauh lebih besar.

“Ekspor Indonesia hanya sekitar 170 miliar dolar AS per tahun, padahal ini masih bisa ditingkatkan,” kata Prijono Sugiarto dalam acara kunjungan lapangan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Mitra Usaha Astra Ventura dan acara talkshow di PT Sagateknindo Sejati di Karawang, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018).

Ia membandingkan dengan pencapaian ekspor Singapura yang menembus angka sekitar 370 miliar dolar AS per tahun, padahal populasinya jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi yang besar serta dipastikan bisa mengekspor jauh lebih banyak bila produk ekspor nasional memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga harus disiasati dengan baik.

Presdir Astra International mengemukakan sebanyak 454 IKM binaan Astra Ventura diharapkan semuanya bisa mengekspor sehingga ketergantungan Indonesia terhadap dolar semakin menurun.

Sebelumnya, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menginginkan pemerintah agar mendorong transaksi perdagangan internasional dengan mata uang alternatif selain dolar AS.

“Melemahnya nilai tukar rupiah harus ditahan dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah perlunya pemerintah mendorong transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan mata ulang alternatif,” kata Ilman, Jumat (12/10).

Baca juga: Indonesia-Jepang perbarui pertukaran mata uang senilai 22,76 miliar dolar

Menurut dia, hal tersebut diperlukan untuk mengurangi beban perekonomian nasional, terlebih nilai tukar rupiah secara terus menerus hingga menembus angka Rp15.000 per dolar AS tidak dapat dipungkiri sudah menekan perekonomian Indonesia. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending