Connect with us

Agribisnis

Pemkab Raja Ampat Bangun Pabrik Es

Published

on

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat bekerjasama dengan investor membangun pabrik es di Waisai.

Zonaekonomi.com, Waisai, Papua – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Papua bekerjasama dengan investor membangun pabrik es di Waisai, ibu kota Raja Ampat untuk memenuhi kebutuhan nelayan di daerah ini.

“Pabrik es tersebut merupakan program kerja sama Dinas Kelautan dan Perikanan dengan PT Rae Mina Utama, badan usaha milik daerah, dan investor PT Red Ocean,” kata Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, di Waisai, Rabu.

Abdul Faris mengatakan, pembangunan pabrik es tersebut merupakan sinergi BUMD dan investor PT Red Ocean dalam mendukung program pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Perairan Raja Ampat memiliki sumber daya laut yang sangat melimpah, yaitu ribuan jenis ikan, sehingga keberadaan pabrik es sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

“Nelayan di Kabupaten Raja Ampat tidak lagi memikirkan bagaimana mendapatkan es batu untuk mendukung peningkatan kualitas hasil tangkapan, karena telah hadir pabrik es yang siap memberikan pelayanan kepada nelayan,” ujar Bupati Faris pula.

Direktur PT Rea Mina Utama H Abdul Hasan Nira secara terpisah mengatakan, pabrik es yang dibangun di Waisai tersebut dapat memproduksi sebanyak 400 balok es sehari.

Menurut dia, produksi es tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nelayan Kabupaten Raja Ampat setiap hari. Jika kebutuhan nelayan meningkat, maka produksi balok es itu akan ditingkatkan pula sesuai dengan kebutuhan.

“Kehadiran pabrik es di sini untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan terutama masyarakat asli Papua,” katanya pula (ern)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Ikan Melimpah, Pemkab Sikka Ingin Gaet Investor Jepang

Published

on

Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berniat menjalin kerja sama bidang perikanan dengan investor Jepang.

Zonaekonomi.com, Kupang – Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, berniat menjalin kerja sama bidang perikanan dengan investor Jepang.

“Perairan Sikka menyimpan banyak kekayaan laut khususnya ikan. Ada dua jenis ikan yakni pelagis dan demersal. Oleh karena itu, kami berniat dan berupaya agar bisa menjalin kerja sama dengan Jepang,” kata Bupati Sikka terpilih Fransiskus Roberto Diogo di sela persiapan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Sikka oleh Gubernur NTT Viktor B Laiskodat di Aula Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kamis (20/9/2018).

Ia menjelaskan pelagis (pelagic fish) adalah ikan yang hidup di permukaan laut sampai kolom atau dasar perairan laut.

Sementara perikanan demersal adalah jenis ikan yang habitatnya berada di bagian dasar perairan dengan alat tangkap ikan demersal antara lain jaring insang dasar (bottom gillnet), rawai dasar (bottom long line), dan bubu.

Namun, lanjut Fransiskus, sebelum menjalin kerja sama itu, dirinya memastikan Bandara Frans Seda di Maumere bisa diperluas dalam waktu dekat.

“Hal ini perlu, mengingat jika terealisasi, maka pengangkutan ikan harus menggunakan pesawat yang penerbangannya langsung menuju ke Tokyo, Jepang, dengan membutuhkan waktu delapan setengah jam,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, sudah ada maskapai, yang sudah berniat membuka rute Sikka-Jepang. Namun karena masih menunggu perpanjangan bandara, maka masih dalam pembicaraan.

Selain itu, menurut Fransiskus, perluasan bandara nantinya juga akan mengangkat sektor pariwisata di Kabupaten Sikka, khususnya Teluk Maumere.

“Ada keterkaitan antara sektor perikanan dan pariwisata. Kalau memang sudah terhubung, maka saya yakin pariwisata Maumere akan kembali bangkit,” tambahnya. (kai)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Menko Perekonomian Soroti Data Proyeksi Beras Kementan Yang Sering Meleset

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Perekonomaian, Darmin Nasution.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomaian Darmin Nasution menyoroti data proyeksi produksi beras yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) karena dinilai sering meleset.

“Pihak yang punya instrumen untuk bikin data itu Kementan. (Data Kementan) meleset setiap tahun. Sudah dibilang betulkan, keluar lagi itu datanya,” kata Darmin yang ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu malam (19/9/2018).

Mantan gubernur Bank Indonesia itu mengatakan pihak yang mempunyai data terkait angka perkiraan produksi beras adalah Kementan dan Badan Pusat Statistik. Akurasi data menyangkut proyeksi produksi beras tersebut penting karena turut memengaruhi kebijakan pemerintah, misalnya terkait impor.

Data proyeksi produksi beras Kementan yang disoroti oleh Darmin yaitu sebanyak 13,7 juta ton dalam tiga bulan awal 2018.

Secara rinci, angka proyeksi produksi beras tersebut terdiri dari 2,5 juta ton pada Januari 2018, 4,7 juta ton pada Februari 2018, dan 6,5 juta ton pada Maret 2018.

Namun, ketika dilakukan rapat koordinasi membahas beras pada 19 Maret 2018, Darmin menyebutkan bahwa stok beras medium dan premium tinggal 590.000 ton, atau berkurang dari stok 903.000 ton per 15 Januari 2018.

Jumlah stok tersebut tidak terlalu banyak mengingat kebutuhan konsumsi beras sebulan secara keseluruhan mencapai 2,4 juta ton.

Kemudian, rapat koordinasi dilakukan kembali pada 28 Maret 2018 karena waktu panen raya sudah akan habis. Ketika itu, pemerintah memutuskan untuk impor satu juta ton sehingga total izin importelah mencapai dua juta ton sepanjang tahun ini.

“Dibilang (Maret 2018) 6,5 juta ton proyeksi produksi. Memang stok naik menjadi 649.000 ton tetapi tidak ada apa-apanya. Panen raya mau habis, siapa yang percaya bahwa ini akan baik-baik saja ke depan,” ujar Darmin. (cal)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Agribisnis

Buwas : Urusan Gudang Beras Bukan Hanya oleh Bulog

Published

on

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan gudang penyimpanan beras impor bukan hanya diurusi oleh Bulog saja tetapi juga seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk Kementerian Perdagangan.

“Jangan urusan gudang, urusan Bulog, harusnya saya dibantu dong. Pak Buwas butuh gudang, ini sekian banyak, ini data-datanya. Itu dong, kalau urusan bayar itu urusan saya,” kata Budi Waseso saat ditemui di Kantor Perum Bulog Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas ini mengungkapkan Bulog berkomitmen Indonesia tidak memerlukan impor beras karena saat ini stok cadangan beras di gudang Bulog sudah mencapai 2,4 juta ton.

Jumlah tersebut belum termasuk beras impor yang akan masuk pada Oktober sebesar 400 ribu ton sehingga total stoknya menjadi 2,8 juta ton, atau 2,7 juta ton jika dikurangi dengan kebutuhan Beras Sejahtera (Rastra) 100 ribu ton.

Buwas menilai saat ini gudang-gudang yang dikelola Bulog sudah penuh kapasitasnya. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa Kantor Kementerian Perdagangan harus siap menjadi gudang penyimpanan beras impor.

“Itu di gudang Menteri Perdagangan. Udah komitmen kan, kantornya siap dijadikan gudang ya sudah,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa penyimbangan beras impor dan gudang sepenuhnya merupakan tanggung jawab Bulog, karena persetujuan impor telah dilakukan atas keputusan Rakortas yang melibatkan Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perdagangan dan Bulog.

“Itu urusan Bulog. Bagian dari Pemerintah, kan persetujuan impor dari Menko, Mendag, Mentan, Bulog, menetapkan izin. Yang ditugaskan impor siapa? Bulog, ya sudah,” kata Enggar. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending