Connect with us

Internasional

Wall Street Menguat Karena Ketegangan Perdagangan AS-Tiongkok Berkurang

Published

on

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 68,24 poin atau 0,27 persen.

Zonaekonomi.com, New York – Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (15/5/2018), karena ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda relaksasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 68,24 poin atau 0,27 persen, menjadi ditutup di 24.899,41 poin. Indeks S&P 500 naik 2,41 poin atau 0,09 persen, menjadi berakhir di 2.730,13 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup naik 8,43 poin atau 0,11 persen, menjadi 7.411,32 poin.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu (13/5) bahwa Washington dan Beijing sedang bekerja untuk mendapatkan perusahaan pembuat peralatan telekomunikasi Tiongkok, ZTE, yang menderita larangan ekspor AS, kembali berbisnis.

Kedua belah pihak “bekerja sama untuk memberikan perusahaan telepon besar Tiongkok, ZTE, cara untuk kembali berbisnis, cepat,” kata Trump dalam tweet.

Presiden menambahkan bahwa dia telah menginstruksikan Departemen Perdagangan AS “untuk menyelesaikannya.”

Kata-kata Trump datang menjelang putaran baru konsultasi perdagangan antara kedua belah pihak akhir pekan ini.

Saham perusahaan-perusahaan Amerika yang memasok chip dan komponen lainnya bagi pembuat peralatan telekomunikasi Tiongkok, ZTE Corp, “rebound” kuat pada Senin (14/5).

Saham Acacia Communications Inc., pembuat komponen interkoneksi optik berbasis di Massachusetts yang menjual sekitar 30 persen produknya ke ZTE pada 2017, melonjak 8,73 persen menjadi 34,25 dolar AS setelah komentar Trump.

Saham Oclaro, sebuah perusahaan yang berbasis di AS yang membuat 18 persen dari pendapatannya dari ZTE pada tahun fiskal yang berakhir 1 Juli 2017, naik 2,92 persen menjadi 8,82 dolar AS.

Saham Lumentum, perusahaan AS lainnya yang juga melakukan penjualan substansial ke ZTE, melonjak 2,22 persen menjadi 64,50 dolar AS per saham.

Semua saham tersebut telah menderita kerugian besar sejak Amerika Serikat memberlakukan penolakan hak ekspor terhadap ZTE pada 16 April.

Pekan lalu, ketiga indeks utama membukukan keuntungan kuat, dengan Dow, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 2,3 persen, 2,4 persen dan 2,7 persen, demikian Xinhua. (pep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Internasional

Wall Street Berakhir Lebih Tinggi Didorong Laporan Laba Emiten

Published

on

Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (10/7/2018).

Zonaekonomi.com, New York  – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (10/7/2018) (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan sejumlah laporan laba emiten atau perusahaan yang tercacat di pasar modal dan data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 143,07 poin atau 0,58 persen, menjadi ditutup di 24.919,66 poin. Indeks S&P 500 naik 9,67 poin atau 0,35 persen, menjadi berakhir di 2.793,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 3,00 poin atau 0,04 persen, menjadi 7.759,20 poin.

Saham PepsiCo melonjak 4,76 persen pada penutupan pasar, setelah perusahaan merilis laporan pendapatan dan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa (10/7/2018).

Ketika musim laporan laba perusahaan yang terbaru dimulai, para investor mulai mengalihkan perhatian mereka ke laporan laba perusahaan-perusahaan

Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan akan mencatat pertumbuhan laba kuartal kedua sekitar 21 persen, sedikit lebih tinggi dari apa yang diperkirakan pada April, menurut data Thomson Reuters.

Di bidang ekonomi, Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB) melaporkan indeks optimisme bisnis kecil Juni mencapai 107,2, turun 0,6 dari Mei, tetapi masih tinggi menurut standar historis. Indeks ini mengukur pendapat usaha kecil tentang kondisi ekonomi di negara tersebut.

Sementara itu, pada hari kerja terakhir bulan Mei, tingkat lowongan pekerjaan turun menjadi 6,6 juta dari rekor tertinggi 6,8 juta pada April, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Selasa (10/7/2018). (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Harga Minyak Menguat Didukung Laporan Proyeksi Energi EIA

Published

on

Harga minyak menetap lebih tinggi pada penutupan perdagangan Selasa (10/7/2018).

Zonaekonomi.com, New York – Harga minyak menetap lebih tinggi pada penutupan perdagangan Selasa (10/7/2018) (Rabu pagi WIB), karena para pedagang mencerna laporan prospek energi jangka pendek dari Badan Informasi Energi AS (EIA).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 0,26 dolar AS menjadi menetap di 74,11 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman September, bertambah 0,79 dolar AS menjadi 78,86 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

EIA memperkirakan dalam sebuah laporan bahwa harga minyak mentah Brent akan mencapai rata-rata 73 dolar AS per barel pada paruh kedua tahun 2018 dan akan mencapai rata-rata 69 dolar per barel pada 2019.

Lembaga tersebut juga memproyeksikan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) akan mencapai rata-rata enam dolar AS per barel lebih rendah dari harga Brent pada paruh kedua 2018 dan tujuh dolar AS per barel lebih rendah pada 2019.

Sementara itu, EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS mencapai rata-rata 10,8 juta barel per hari pada 2018, naik dari 9,4 juta barel per hari pada 2017, dan menjadi rata-rata 11,8 juta barel per hari pada 2019.

Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa kenaikan harga minyak juga dipicu oleh penarikan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan dan kekhawatiran pasokan di Norwegia dan Libya, meskipun kenaikan itu dihambat oleh indikasi bhawa Amerika Serikat akan mempertimbangkan permintaan keringanan dari sanksi minyak Iran.

Persediaan minyak mentah AS turun minggu lalu sebesar 6,8 juta barel, menurut data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API). Penurunan itu lebih besar dari yang diperkirakan, menyebabkan harga minyak mentah berjangka naik dalam perdagangan pasca-penyelesaian.

Para analis yang disurvei oleh Reuters meramalkan bahwa persediaan minyak mentah turun rata-rata 4,5 juta barel, di depan data pemerintah yang akan dirilis pada pada Rabu pukul 10.30 pagi waktu setempat (14.30 GMT). Demikian dilansir Xinhua, Reuters. (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Dolar AS Menguat Didukung Sejumlah Data Ekonomi

Published

on

Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (10/7/2018).

Zonaekonomi.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan sejumlah laporan ekonomi.

Indeks optimisme bisnis kecil AS turun 0,6 poin dari Mei menjadi 107,2 pada Juni, National Federation of Independent Business (NFIB) melaporkan pada Selasa (10/7/2018) dilansir Xinhua.

Angka itu masih tinggi menurut standar historis, karena para pemilik bisnis terus menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kompensasi, menurut NFIB. Indeks ini mengukur pendapat usaha kecil tentang kondisi ekonomi di negara tersebut.

Sementara itu, jumlah lowongan pekerjaan naik tipis menjadi 6,6 juta pada hari kerja terakhir Mei, gagal memenuhi konsensus pasar, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan Selasa (10/7/2018).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,08 persen menjadi 94,153 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1749 dolar AS dari 1,1748 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3215 dolar AS dari 1,3256 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke 0,7402 dolar AS dari 0,7466 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,29 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,81 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9924 franc Swiss dari 0,9920 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3120 dolar Kanada dari 1,3115 dolar Kanada. (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending