Connect with us

Energi

BUMN Panas Bumi Geo Dipa Percepat Pembangunan 2 PLTP

Published

on

Dirut Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim.

Zonaekonomi.com, Jakarta – BUMN panas bumi PT Geo Dipa Energi (Persero) berkomitmen untuk memperbaiki, tata kelola, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan berbagai proyek. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggandeng pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengawasi sekaligus mencegah tindakan yang mengarah ke korupsi.

Dirut Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim, mengungkapkan, pihaknya telah mendatangi gedung KPK di Kuningan, Jakarta, Rabu (6/6/2018) kemarin. Dalam kunjungan itu, pihaknya meminta KPK untuk turut bekerja sama.

“Kedatangan kami ke KPK untuk melaporkan karena KPK sebagai fungsi pencegahan. Tentunya kami akan memperbaiki, tata kelola, integritas, dan profesionalisme,” kata Riki di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Berkaitan dengan itu, Riki menerangkan bahwasanya saat ini pihaknya akan menggarap proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Proyek tersebut memiliki nilai sekitar Rp10 triliun.

“Kemarin kami juga melaporkan ke KPK, bahwa di tahun ini pula kami akan mengembangkan proyek panas bumi Dieng dan Patuha jilid II, jilid III, dan jilid IV,” ungkap dia.

Riki mengatakan, kerja sama dengan KPK ini nantinya berkaitan dengan perbaikan sistem tata kelola perusahaan. Selain itu, pelaporan tersebut menurutnya merupakan keharusan sebagai perusahaan BUMN.

“Tentunya karena BUMN, sesuai dengan tata kelolanya harus GCG kuat, dan sebagainya. Jadi tentu akan mengikuti SOP yang adalah harus kami melaporkan, tidak hanya institusi KPK, tentu lainnya pun kami akan melaporkan,” kata Riki.

Dalam menanggapi hal tersebut, Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK, Wawan Wardiana, mengapresiasi langkah pihak Geo Dipa Energi untuk memperbaiki, tata kelola, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan proyek. Sebab, sebagai BUMN, Geo Dipa dinilai memiliki inisiatif baik dan mendukung upaya pencegahan yang dijunjung oleh pihak KPK.

“Kami menghargai keinginan Geo Dipa untuk bekerja sama dengan teman-teman di pencegahan, dalam rangka supaya dari awal ditemani, dikawal oleh teman-teman pencegahan. Tidak ujug-ujug di tengah jalan baru memanggil kami,” ucap Wawan.

Wawan berharap, inisiatif tersebut nantinya dapat ditularkan kepada perusahaan BUMN lainnya. Sehingga, harapannya ke depan dapat membantu kerja KPK dalam upaya pencegahan.

Terkait kerjasama dengan Geo Dipa Energi, Wawan mengatakan KPK akan melakukan pencegahan mulai dari perencanaan hingga pembangunan. Selain itu, KPK pun menjanjikan akan ikut mendampingi Geo Dipa Energi dalam proses tender hingga pengelolaan SDM.

Untuk diketahui, sebagai perusahaan yang berbasis sumber daya alam, Geo Dipa Energi memiliki komitmen yang kuat untuk berkontribusi dalam pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi pembangkit listrik.

Kegiatan utama PT Geo Dipa melibatkan seluruh fase pada pembangkit listrik panas bumi. Dari eksplorasi dan eksploitasi, untuk pembangunan pembangkit listrik dan distribusi energi., seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (tim)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Energi

Inalum : Negosiasi Freeport Perlu Kejelasan Transaksi

Published

on

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa proses negosiasi Freeport membutuhkan kejelasan dalam setiap detail transaksi yang dilakukan.

“Head of Agreement atau perjanjian awal dengan Freeport tidak mengikat, namun itu diperlukan untuk memahami kejelasan detail bentuk transaksi,” kata Budi Gunadi ketika seminar di DPD, Senayan, Jakarta, Senin (13/8/2018).

Budi Gunadi menjelaskan transaksi divestasi dengan Freeport memang belum terjadi, namun head of agreement (HoA) di awal diperlukan untuk mengunci komitmen dalam membuat perjanjian.

“Saham 51 persen itu masih secara legal, namun secara ekonomi kita hanya menerima sebanyak 30 persen,” kata Budi.

Menurutnya, divestasi 51 persen Freeport yang dibicarakan hanya masih secara legal, sedangkan secara keekonomian, pemerintah Indonesia masih harus membeli saham yang dimiliki oleh Rio Tinto untuk bisa membeli seutuhnya 51 persen.

Sebelumnya, pemerintah telah menyelesaikan permasalahan terkait kepemilikan PT Freeport Indonesia melalui penandatanganan Head of Agreement” (HoA) dengan PT Freeport Indonesia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, menyebutkan bahwa Inalum telah mendapatkan pinjaman terkait pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia.

Ia menyebutkan jumlah komitmen dari pinjaman tersebut mencapai 5,2 miliar dolar AS.

“Laporannya dari Pak Budi (Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin) bahwa komitmennya sudah sampai 5,2 miliar dolar AS kita sudah dapat. Tetapi kita tidak pakai semua, karena nilainya tidak segitu,” ujar Rini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah mengatakan bahwa proses negosiasi dalam akuisisi saham Freeport selama ini tidak mudah.

“Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini,” kata Jokowi setelah acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71.

Presiden juga mengapresiasi ketika mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan Inalum telah berhasil mencapai kesepakatan awal dengan Freeport.

“Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah,” katanya. (fut)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

DPD Buka Jalan Inalum Kuasai Mayoritas Freeport

Published

on

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) berupaya membantu membukakan jalan bagi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) untuk segera dapat menguasai saham mayoritas PT Freeport Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang di Komplek DPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/8/2018), mengatakan DPD siap mendukung PT Inalum dalam proses negosiasi Freeport beserta dengan kepemilikan saham daerah.

“Dalam negosiasi itu kan ada kepemilikan saham daerah sebesar 10 persen, nah kami memfasilitasi PT Inalum dengan pemerintah daerah agar mendapatkan kejelasan serta kepastian perkembangannya,” kata Oesman.

Oesman sendiri menjelaskan diperlukan upaya untuk menciptakan suasana daerah agar tetap tenang serta mendapatkan hak keekonomiannya sesuai aturan, dan PT Inalum menyatakan siap berkoordinasi.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin mengatakan membutuhkan peran serta daerah untuk mensukseskan prses divestasi saham PT Freeport Indonesia.

Ia mengharapkan kerja sama dalam berbagai bentuk dari semua pihak agar divestasi tersebut segera selesai dengan cepat.

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan proses negosiasi Freeport membutuhkan kejelasan dalam setiap detail transaksi yang dilakukan.

“Head of Agreement atau perjanjian awal dengan Freeport tidak mengikat, namun itu diperlukan untuk memahami kejelasan detail bentuk transaksi,” kata Budi Gunadi.

Budi Gunadi menjelaskan transaksi divestasi dengan Freeport memang belum terjadi, namun head of agreement (HoA) di awal diperlukan untuk mengunci komitmen dalam membuat perjanjian.

“Saham 51 persen itu masih secara legal, namun secara ekonomi kita hanya menerima sebanyak 30 persen,” kata Budi.

Menurutnya, divestasi 51 persen Freeport yang dibicarakan hanya masih secara legal, sedangkan secara keekonomian, pemerintah Indonesia masih harus membeli saham yang dimiliki oleh Rio Tinto untuk bisa membeli seutuhnya 51 persen. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Rini Resmikan BTS Tenaga Surya di Rote

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Tenaga Surya untuk sistem telekomunikasi pulau terdepan di Desa Oebela, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Tenaga Surya untuk sistem telekomunikasi pulau terdepan di Desa Oebela, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin.

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/8/2018), Rini mengatakan, pengoperasian BTS itu untuk meningkatkan prasarana telekomunikasi di wilayah-wilayah terdepan.

BTS yang dibangun tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik PT Surya Energi Indotama, anak usaha PT Len Industri (Persero).

“Sebuah kebanggaan bagi kita semua, PT Len sebagai BUMN telah mengambil bagian dalam mendukung peningkatan prasarana telekomunikasi di daerah terdepan,” kata Rini melalui keterangan tertulis.

Menteri Rini berharap keberadaan BTS ini dapat mempermudah warga Pulau Rote dan sekitarnya untuk memperoleh informasi terbaru sehingga roda ekonomi pun bisa bisa berputar.

Tak hanya itu, kehadiran BTS ini juga mampu mempercepat aliran informasi jika terjadi kondisi musibah atau bencana. Dengan kondisi pulau Rote yang berada di wilayah paling selatan Indonesia, keberadaan BTS ini akan sangat membantu masyarakat sekitar.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan, perseroan telah melakukan investasi peralatan pada PLTS dan tower yang kemudian disewakan kepada operator telekomunikasi.

PLTS sebagai sumber listrik utama perangkat Telekomunikasi BTS di Desa Oebela memiliki kapasitas 4.680 Watt peak yang terdiri dari 18 unit panel surya 260 Watt peak, serta dilengkapi pula dengan 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi.

PT Surya Energi Indotama telah membangun perangkat serupa di 320 lokasi sepanjang 2016-2018, di mana tujuh diantaranya dibangun di tahun 2018. Pada tahun ini, perseroan telah melakukan investasi di 59 lokasi lain.

“Di tengah persaingan bisnis energi yang begitu ketat di Indonesia, khususnya tenaga surya, investasi PLTS bagi Len merupakan terobosan baru melalui dukungan regulasi yang dikeluarkan pemerintah dalam memajukan daerah-daerah 3T,” kata Zakky.

PT Len Industri sebagai badan usaha di bidang renewable energy memiliki peran sebagai investor power dan tower, manufaktur modul surya, EPC sistem (engineering, procurement and construction) sekaligus menyediakan servis operation dan maintenance.

Sembilan BUMN Salurkan Bantuan Sosial

Di lokasi yang sama, sembilan BUMN yaitu PT LEN Industri, BRI, Mandiri, BNI, PT PLN, PT Pegadaian, PT Pertamina, PT Telkom Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry bersinergi memberikan bantuan bagi masyarakat di Desa Oebela sebagai bentuk kepedulian bagi perbaikan taraf hidup masyarakat sekitar.

Bantuan-bantuan yang diberikan berupa pembangnan lampu penerngan jalan umum yang memanfaatkan tenaga surya, pemberian pompa air, pemberian lampu sehen di rumah warga, layanan perbankan hingga sarana dan prasarana ibadah.

Tak lupa, bantuan juga diberikan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah perbatasan sperti mesin genset, motor gerobak dan kompressor.

Menteri Rini memberikan apresiasinya kepada seluruh BUMN yang terlibat dan terus mendorong BUMN tidak hanya mencetak keuntungan namun juga ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih bagi semua BUMN yang sudah memberikan kepedulian. Saya yakin bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan saya terus mendorong BUMN meningkatkan kepedulian kepada masyarakat terutama yang berada di wilayah teluar Indonesia,” kata Rini. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending