Connect with us

Energi

Geo Dipa Kebut Pembangunan 4 PLTP untuk Dieng dan Patuha

Published

on

Acara Buka Bersama Geo Dipa dan Silaturahmi bersama jurnalis.

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Geo Dipa Energi (Persero) segera melanjutkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi PLTP Dieng 2,3 dan Patuha 2,3 dan berkontribusi dalam program pemerintah untuk target bauran energi pembangkit hingga akhir 2025, Energi Baru Terbarukan (EBT) harus dapat porsi 23,0%.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan Geo Dipa Ikbal Nur, BUMN yang bergerak di bidang usaha panas bumi itu, pada acara Buka Bersama dan Silaturahmi bersama jurnalis, Kamis (7/6/2018).

Ikbal Nur menyampaikan, Geo Dipa memiliki rencana jangka panjang perusahaan untuk menggarap pembangunan PLTP Patuha Unit 2 dan Unit 3 serta PLTP Dieng Unit 2 dan Unit 3 yang diperkirakan bernilai hampir Rp 10 triliun.

Keempat unit pembangkit listrik ini masing-masing berkapasitas 60 MW, jadi dengan kata lain dengan dibangunnya 4 PLTP akan menyumbang 220 MW untuk negara demi menjaga ketahanan energi nasional. Para calon lender juga bersiap untuk mengucurkan pinjaman-pinjaman mereka, antara lain ADB dan beberapa multilateral bank.

Sebagai bentuk menjaga Tata Kelola Perusahaan yang baik, integritas dan profesialisme Sumber Daya Manusia, Geo Dipa akan menggandeng KPK, Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) dari Kejaksaan Agung dan pihak-pihak terkait lainnya.

Hal ini dimaksudkan sebagai fungsi pencegahan hal-hal yang berpotensi mengganggu asset negara. Hal ini bagian dari SOP perusahaan pelat merah yang patuh hukum, demi terciptanya akan perusahaan yang tinggi tata kelola, integritas dan profesionalisme sebagai sebuah BUMN. (rin)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Energi

Darmin Ingatkan Perlunya Upaya Dorong Ekspor Nonmigas

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengingatkan perlunya mendorong ekspor nonmigas agar neraca perdagangan tidak lagi mengalami defisit yang terlalu besar.

“Yang perlu betul kita lakukan adalah mendorong ekspor nonmigas,” kata Darmin saat ditemui di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Darmin mengatakan tindakan itu telah dilakukan pemerintah terutama ke pasar nontradisional seperti Afrika yang sedang tumbuh meski hasilnya tidak terlihat dalam waktu cepat.

Namun, menurut dia, kondisi ekspor nonmigas saat ini ikut terpengaruh kondisi global sehingga menyebabkan terjadinya defisit neraca perdagangan sepanjang 2018 sebesar 8,57 miliar dolar AS.

“Masalahnya tidak cukup banyak barang yang bisa kita ekspor. Ekspor kita selama ini yang hasilnya bagus malah lambat, negatif pula, seperti CPO,” ujarnya.

Selain itu, impor ikut tercatat tumbuh tinggi karena banyak bahan baku maupun modal yang dibutuhkan untuk pembangunan dan barang-barang lainnya yang tidak diproduksi di dalam negeri.

“Ekonomi kita itu tumbuh dengan baik. Tidak seperti tahun-tahun lalu. Sehingga mau tidak mau impornya tumbuh dengan cepat. Kalau ekonomi tidak jalan, impornya tidak akan begitu,” kata Darmin.

Darmin enggan berbicara banyak mengenai upaya mengatasi persoalan neraca migas yang menjadi penyebab utama tingginya defisit neraca perdagangan.

Untuk itu, ia mengharapkan kebijakan untuk mengurangi impor solar dengan mewajibkan penggunaan B20 bisa mulai memperlihatkan hasil.

“Migas bukan sesuatu yang mudah, karena itu kebutuhan kita. Sementara pertumbuhan nonmigas tidak mampu mengimbangi,” ujar Darmin.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada 2018 tercatat defisit 8,57 miliar dolar AS, atau terlebar sejak 1975. (sat)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Rasio Cadangan Migas Mencapai 542 Juta Barel

Published

on

Migas Indonesia dalam setahun terakhir dari 5 persetujuan proposal pengembangan (plant of development/POD) I mencapai 542 juta barrel oil (mmbo) untuk minyak.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM mencatat rasio cadangan pengganti migas Indonesia dalam setahun terakhir dari 5 persetujuan proposal pengembangan (plant of development/POD) I mencapai 542 juta barrel oil (mmbo) untuk minyak dan 555 juta standard cubic feet (bscf) untuk gas.

Berdasarkan data yang dihimpun Antara News, di Jakarta, Senin (14/1/2019), bahwa perbandingan antara cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang ditemukan dengan yang diproduksikan (Reserve Replecement Ratio/RRR) di Indonesia selama tahun 2018 mencapai 105 persen dari yang ditargetkan 100 persen di awal tahun.

Adanya penambahan cadangan tersebut ditandai antara lain dengan persetujuaan proposal pengembangan (Plan of Development/POD) I di beberapa lapangan.

Sementara itu, total cadangan minyak dan kondensat di Indonesia adalah 7,51 miliar barel dan 135,55 trillion standard cubic feet (tscf) untuk gas bumi.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Migas Djoko Siswanto mengatakan, peningkatan tersebut ditopang dari persetujuan POD I di lima lapangan, di mana empat persetujuan POD I berasal dari PSC Cost Recovery dan satu persetujuan POD I dari PSC Gross Split.

Dari jumlah POD yang disetujui berasal dari Wilayah Kerja (WK) Batanghari, Lapangan North West Kenanga yang dioperatori PT.Gregory Gas Perkasa, WK Wain, Lapangan Karamba, Operator PT. Pandawa prima Lestari, WK Kasuri, Lapangan Asap, Kido dan Merah, Opt. Genting Oil Kaasuri Pte, WK South West Bukit Barisan, Lapangan Sinarmar, Opt. PT Riski Bukit Barisan Energi dan WK East Sepinggan, Lapangan Marakes, Eni East Sepinggan Ltd.

“Total perkiraan ‘government take’ yang diterima dari adanya lima persetujuan POD tadi sekitar 3,9 miliar dolar, ” ungkap Djoko.

Selama setahun terakhir, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk peningkatan kegiatan eksplorasi melalui percepatan persetujuan POD I sesuai arahan Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Hasilnya, produksi migas hingga akhir Desember 2018 bisa mencapai angka 772,25 ribu barrel oil per day (bopd) untuk minyak dan 7760 mmscfd untuk gas.

Ini berarti, dari 1 barel minyak yang diproduksikan, tingkat pengembalian penggantinya sekitar 1 barel. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Jonan Lantik 37 Pejabat Baru Kementerian ESDM

Published

on

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, hari ini, Senin (14/1/2019) di Jakarta melantik sebanyak 37 orang pejabat di Lingkungan Kementerian ESDM.

Sebanyak 37 pejabat yang dilantik tersebut terdiri dari satu orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), 19 orang Pejabat Administrator (Eselon III), 17 orang Pejabat Pengawas (Eselon IV).

Salah satu posisi tersebut yaitu Direkur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) telah kosong sejak November 2018, kini jabatan tersebut diisi oleh Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam.

Sebelumnya, Yuli Rachwati dipindahkan pada jabatan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, sehingga sempat kosong pada bulan November 2018.

Pegawai-pegawai yang dilantik tersebut adalah Farida Lasnawatin menjabat sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Data di Sekretariat Jenderal ESDM dari sebelumnya Kepala Bidang Kajian Strategis. Kemudian, Nunung Eko Ajiwihanto Kepala Bidang Teknologi Informasi Strategis Sekjen ESDM.

Heru Windiarto, Kepala Subdirektorat Penerimaan Negara dan Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak Migas, sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi. Kemudian, Wahyudi Joko Santoso sebagai Kepala Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan, sebelumnya, Kepala Seksi Pengawasan Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.

I Made Edy Suryana Kepala Subdirektorat Pengelolaan Wilayah Mineral dan Batubara, sebelumnya Kepala Seksi Pengawasan Usaha Operasi Produksi Mineral. Imam Bustan Pramudya Yudi Ananta menjabat sebagai Kepala SubdirektoratHubungan Komersial Mineral, sebelumnya Kepala Bidang Teknologi Informasi Sekjen ESDM. Amin Hamid sebagai Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi, sebelumnya, Kepala Bagian Tata Usaha Badan Geologi.

Frediyanto Sawhir saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Umum, sebelumnya Kepala Subbagian Hukum Badan Geologi. Hendra Gunawan Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, sebelumnya Kepala Balai Konservasi Air Tanah.

Wawan Irawan Kepala Bagian Tata Usaha Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, sebelumnya Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi. Raden Isnu Hajar Sulistyawan Kepala Balai Konservasi Air Tanah, sebelumnya Kepala Subbidang Pemetaan Tematik.

Oktoaji Kharissuhud Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi, sebelumnya Kepala Subbagian Administrasi Kepegawaian. Dwi Purwanto Kepala Bagian Umum di Badan Penelitian ESDM, posisi lamanya Kepala Bagian Kepegawaian dan Organisasi. Nandang Jumarudin Kepala Bagian Tata Usaha Badan Penelitian, dulunya Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Penelitian dan Pengembangan.

Umar Dani Umar Dani, Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Penelitian dan Pengembangan, sebelumnya Kepala Bagian TataUsaha. Nia Rosnia Hadijah Kepala Bidang Afiliasi dan Informasi Badan Penelitian dan Penegmbangan ESDM, sebelumnya Kepala Subbidang Informasi.

Asep Rohman Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah Badan Pengembangan Kementerian ESDM, sebelumnya Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

Indra Syahputra Lubis Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Aparatu Badan Pemngembagan ESDM , sebelumnya Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. Eko Hadi Susilo Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Badan Pengembangan ESDM, sebelumnya Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Aparatur.

Relany Fitriana sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Biro Kementerian ESDM, sebelumnya Analis Investasi dan Kerjasama. Kemudian, Anton Budi Prananto Kepala Subbidang Pengelolaan Data Energi. sebelumnya Analis Wilayah Kerja Migas. Vony Mela Suzanti Kepala Subbidang Pengelolaan Data Mineral Sekjen ESDM, sebelumnya Kepala Subbidang Pengelolaan Data Energi.

Mochamad Ilham Syah Kepala Seksi Niaga Minyak Bumi Ditjen Migas, sebelumnya Analis Harga dan Subsidi BBM. Christina Meiwati Sinaga Kepala Seksi Pengangkutan Minyak Bumi, sebelumnya Kepala Seksi Harga Bahan Bakar. Enni Elvi Damanik Kepala Seksi Pengangkutan Minyak Bumi, sebelumnya Kepala Seksi Harga Bahan Bakar.

Enni Elvi Damanik Kepala Seksi Harga Bahan Bakar, sebelumnya Kepala Seksi Niaga Minyak Bumi. Elif Doka Marliska Kepala Seksi Pengawasan Usaha Penunjang Ketenagalistrikan, sebelumnya Inspektur Ketenagalistrikan Madya.

Eryna Hari Kepala Subbagian Akuntansi, sebelumnya Analis Keuangan. Iryan Permana Dharma Kepala Seksi Perencanaan Program Bioenergi Ditjen EBTKE, Kepala Seksi Analisis dan Evaluasi Program Bioenergi. Iryan Permana Dharma Kepala Seksi Perencanaan Program Bioenergi, sebelumnya Kepala Seksi Analisis dan Evaluasi Program Bioenergi.

Iryan Permana Dharma Kepala Seksi Perencanaan Program Bioenergi, sebelumnya Kepala Seksi Analisis dan Evaluasi Program Bioenergi. Yeni Rachmawat Kepala Seksi Analisis dan Evaluasi Program Bioenergi, sebelumnya Kepala Seksi Pengawasan Usah Bioenergi.

Yunita Ariyan Kepala Seksi Pengawasan Usaha Bioenergi, sebelumnya Kepala Seksi Perencanaan Program Bioenergi. Sofyan Suwardi Kepala Seksi Edukasi dan Informasi, sebelumnya Kepala Subbagian Rencana Kerja. Ma’mur Kepala Subbidang Pemetaan Tematik Badan Geologi, sebelumnya Kepala Seksi Edukasi dan Informasi.

Rudy Mulya Apriansyah Kepala Subbagian Administrasi Kepegawaian Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, sebelumnya Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Pertama. Purwo Subagiyo Kepala Subbagian Administrasi Kepegawaian, sebelumnya Analis Penyelenggaraan Penelitian dan Pengembangan.

Suntoro Kepala Subbidang Penyelenggaraan Pengembangan Sumber Daya Manusia, sebelumnya Instruktur Muda. Retno Rahmawati Lestari Kepala Subbidang Pelaksanaan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur, sebelumnya Pranata Komputer Pertama. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending