Connect with us

Internasional

Dow dan S&P 500 Catat Hari Terbaik dalam Satu Bulan

Published

on

Saham-saham AS naik pada akhir perdagangan Senin (9/7/2018).

Zonaekonomi.com, New York  – Saham-saham AS naik pada akhir perdagangan Senin (9/7/2018) (Selasa pagi WIB), memberikan Dow dan S&P 500 keuntungan terbesar mereka dalam lebih dari satu bulan, karena saham-saham bank melonjak menjelang laporan laba akhir pekan ini.

Saham sektor industri, energi, dan konsumen juga meningkat tajam, sementara utilities dan telekomunikasi – di antara saham-saham berkinerja buruk di pasar baru-baru ini – memimpin persentase penurunan.

Indeks perbankan S&P naik 2,7 persen, mencatatkan persentase keuntungan harian terbesar sejak 26 Maret. Indeks keuangan S&P 500 naik 2,3 persen, memimpin keuntungan antar sektor.

JPMorgan Chase & Co, Wells Fargo & Co dan Citigroup Inc dijadwalkan akan melaporkan hasil keuangannya pada Jumat (13/7/2018), memulai musim laba kuartal kedua.

“Kami berada di menjelang apa yang akan menjadi musim laba menggemparkan untuk S&P 500 secara keseluruhan,” kata Bucky Hellwig, wakil presiden senior di BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama.

Ekonomi yang lebih kuat dan rencana untuk membeli kembali saham yang lebih banyak, juga membantu saham-saham perbankan, katanya.

Para investor juga mungkin mengalihkan fokus mereka untuk sekarang menjauh dari ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Keduanya negara tersebut saling membalas menerapkan tarif terhadap 34 miliar dolar AS masing-masing barang impor mereka pada Jumat (6/7).

“Kecemasan yang masuk ke Jumat lalu cukup signifikan, dan sekarang, dengan kesadaran bahwa kita di sini dan dunia belum berakhir, … uang sedang masuk kembali,” kata Hellwig.

Membantu meningkatkan Dow, Caterpillar Inc naik 4,1 persen. Sektor industri S&P melonjak 1,8 persen.

Caterpillar dan industri lainnya termasuk yang paling terpukul kekhawatiran perdagangan baru-baru ini.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 320,11 poin atau 1,31 persen, menjadi 24.776,59 poin, S&P 500 naik 24,35 poin atau 0,88 persen, menjadi 2.784,17 poin dan Komposit Nasdaq menambahkan 67,81 poin atau 0,88 persen, menjadi 7.756,20 poin.

Laporan penelitian Bank of America Merrill Lynch menunjukkan laba per saham perusahaan-perusahaan S&P 500 untuk 2018 telah direvisi lebih tinggi di tengah hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, harga minyak lebih tinggi dan pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.

Perkiraan analis AS untuk pertumbuhan laba kuartal kedua S&P 500 telah meningkat sedikit sejak April, menempatkan proyeksi terbaru pada sekitar 21 persen, menurut data Thomson Reuters.

Twitter Inc jatuh setelah Washington Post melaporkan bahwa perusahaan media sosial itu menangguhkan lebih dari 70 juta akun palsu pada Mei dan Juni, yang menurut para analis bisa negatif untuk pertumbuhan pengguna, tetapi mengurangi kerugian setelah CFO-nya men-tweet bahwa sebagian besar akun yang dihapus Twitter tidak termasuk dalam metrik yang dilaporkan. Saham Twitter berakhir turun 5,4 persen.

Saham-saham yang menguat melebihi yang turun di NYSE dengan rasio 1,77 berbanding satu, di Nasdaq dengan rasio 1,65 berbanding satu.

S&P 500 membukukan 21 tertinggi baru dalam 52-minggu dan tidak ada posisi terendah baru, serta indeks Komposit Nasdaq mencatat 142 tertinggi baru dan 30 terendah baru. Demikian laporan Reuters. (ant)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Perang Dagang Amerika Serikat-China Memanas

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Zonaekonomi.com, Beijing – Amerika Serikat dan China meningkatkan perang dagang mereka, yang sengit, pada Kamis (23/8/2018),dengan menerapkan tarif 25 persen atas komoditi satu sama lain senilai 16 miliar dolar AS (sekitar Rp234 triliun).

Perang itu memanas bahkan pada saat pejabat tingkat menengah dari kedua negara memulai kembali pembicaraan di Washington.

Dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu saling balas mengeluarkan tarif pada produk, yang jika digabungkan bernilai 100 miliar dolar (Rp1,4 biliun), sejak awal Juli.

Kementerian Perdagangan China mengatakan Washington “masih keras kepala” dengan menerapkan tarif terbaru.

Tarif itu akan diberlakukan kedua pihak terhitung mulai pukul 12.01 di Beijing (19.01 WIB). kata Reuters.

“China dengan tegas menentang (penerapan tarif) ini, dan akan terus mengambil langkah-langkah pembalasan,” kata kementerian dalam pernyataan singkat.

“Pada saat sama, untuk melindungi sistem perdagangan bebas dan multilateral serta membela kepentingan-kepentingannya yang sah, China akan mengajukan tuntutan menyangkut penerapan tarif-tarif ini melalui mekanisme penyelesaian sengketa WTO,” kata kementerian itu merujuk pada Badan Perdagangan Dunia.

Presiden Donald Trump sudah mengancam akan memberlakukan tarif pada hampir seluruh impor barang dari China, yang bernilai lebih dari 500 miliar dolar (Rp7,3 biliun), setiap tahunnya kecuali jika Beijing setuju untuk membersihkan dan mengubah praktik hak cipta, program subsidi industri, struktuf tarif serta lebih banyak membeli produk-produk AS.

Nilai itu akan lebih besar dibandingkan impor China dari Amerika Serikat. Kemungkinan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa Beijing akan mempertimbangkan mengeluarkan bentuk-bentuk pembalasan lainnya, seperti membuat keberadaan perusahaan-perusahaan Amerika di China lebih sulit atau mengizinkan mata uangnya, yuan, melemah supaya dapat mendorong para perusahaan ekspor negaranya.

Gedung Putih tampaknya meyakini bahwa AS sedang menang dalam perang dagang dengan China karena perekonomian China melambat dan pasar modalnya jatuh.

“Mereka tidak akan menyerah begitu saja. Tentunya mereka akan sedikit melakukan pembalasan,” kata Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross, di NBC pada Rabu.

“Tapi pada akhirnya, kita punya lebih banyak amunisi dibandingkan mereka. Mereka tahu itu. Kita punya perekonomian yang jauh lebih kuat dibandingkan mereka, mereka juga tahu soal itu,” kata Ross.

Pakar ekonomi memperhitungkan bahwa setiap impor senilai 100 miliar dolar, yang terkena tarif, akan menurunkan perdagangan dunia sekitar 0,5 persen. (ant)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Bank sentral Qatar dan Turki Tanda Tangani Perjanjian Swap

Published

on

Presiden Turki, Tayyip Erdogan .

Zonaekonomi.com, Dubai – Bank sentral Qatar dan Turki telah menandatangani perjanjian swap mata uang untuk menyediakan likuiditas dan dukungan bagi stabilitas keuangan, kata bank sentral Qatar, Minggu (19/8/2018), beberapa hari setelah sekutu Turki itu menjanjikan dukungan dana 15 miliar dolar AS.

Perjanjian, yang ditandatangani oleh gubernur kedua bank sentral pada Jumat (17/8/2018) itu akan membentuk garis tukar mata uang dua arah,

Bank sentral Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs webnya seperti dikutip dari Reuters.

Emir Qatar bulan ini menyetujui sebuah paket proyek ekonomi, investasi, dan deposito untuk Turki, yang memberikan dorongan untuk mata uang lira yang telah tertekan terus-menerus, terpukul oleh meluasnya krisis mata uang. (pep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Wall Street Berakhir Lebih Tinggi Didorong Laporan Laba Emiten

Published

on

Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (10/7/2018).

Zonaekonomi.com, New York  – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (10/7/2018) (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan sejumlah laporan laba emiten atau perusahaan yang tercacat di pasar modal dan data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 143,07 poin atau 0,58 persen, menjadi ditutup di 24.919,66 poin. Indeks S&P 500 naik 9,67 poin atau 0,35 persen, menjadi berakhir di 2.793,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 3,00 poin atau 0,04 persen, menjadi 7.759,20 poin.

Saham PepsiCo melonjak 4,76 persen pada penutupan pasar, setelah perusahaan merilis laporan pendapatan dan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa (10/7/2018).

Ketika musim laporan laba perusahaan yang terbaru dimulai, para investor mulai mengalihkan perhatian mereka ke laporan laba perusahaan-perusahaan

Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan akan mencatat pertumbuhan laba kuartal kedua sekitar 21 persen, sedikit lebih tinggi dari apa yang diperkirakan pada April, menurut data Thomson Reuters.

Di bidang ekonomi, Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB) melaporkan indeks optimisme bisnis kecil Juni mencapai 107,2, turun 0,6 dari Mei, tetapi masih tinggi menurut standar historis. Indeks ini mengukur pendapat usaha kecil tentang kondisi ekonomi di negara tersebut.

Sementara itu, pada hari kerja terakhir bulan Mei, tingkat lowongan pekerjaan turun menjadi 6,6 juta dari rekor tertinggi 6,8 juta pada April, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Selasa (10/7/2018). (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending