Connect with us

Trans

KAI Madiun Gelar Tes Divisi LRT Tahap-II

Published

on

PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menggelar tes kesehatan tahap awal guna pemenuhan formasi di Divisi Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (JABODEBEK) tahun 2018.

Zonaekonomi.com, Madiun – PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun menggelar tes kesehatan tahap awal guna pemenuhan formasi di Divisi Light Rail Transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (JABODEBEK) tahun 2018.

Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan, tes kesehatan awal tersebut merupakan tes tahap kedua bagi para peserta yang telah lolos tes tahap 1.

“Untuk tahap 1 adalah seleksi administrasi yang telah berlangsung pada tanggal 17-23 Mei 2018. Sebelumnya para peserta telah mendaftarkan diri melalui website resmi KAI,” ujar Ixfan disela kegiatan tes di Klinik Mediska Madiun, Senin (9/7/2018).

Menurut dia, jumlah peserta yang mengikuti tes mencapai sebanyak 312 orang. Adapun, pelaksanaan tes atau rekrutmen Divisi LRT JABODEBEK tersebut dilakukan dengan sistem gugur.

“Peserta yang tidak masuk kriteria atau tidak memenuhi panggilan tes, maka otomatis tereliminasi,” kata dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat lima tahapan tes yang harus dijalani peserta. Setelah tes administrasi dan kesehatn awal, masih ada tiga tes lanjutan untuk masuk Divisi LRT. Yakni, tes psikologi, tes wawancara, dan tes kesehatan tahap akhir.

Ixfan memastikan tidak ada pungutan biaya sedikitpun dalam setiap tahapan tes tersebut. Ia mengingatkan, jika ada oknum yang menawarkan kelulusan tes, maka jangan dipercaya.

“Jika ada oknum dari internal maupun eksternal yang menawarkan kelulusan dan bisa diterima maka saya tegaskan itu bohong atau `hoax`. Silakan laporkan pada panitia dan jika ada peserta yang coba melakukan penyuapan pada panitia, maka akan dinyatakan gugur. Demikian juga sebaliknya, ada panitia yang meminta imbalan untuk diloloskan, laporkan,” kata dia.

Ia menambahkan, seluruh tahapan tes akan diumumkan melalui website resmi KAI. Artinya, tidak ada tatap muka dengan panitia penerimaan pada ajang rekrutmen tersebut.

“Ini semua kami lakukan agar peserta yang diterima adalah yang benar-benar berintegritas dan berkompeten. Hal itu demi kebaikan dan kemajuan bidang perkeretaapian di Tanah Air,” tambah dia. (lrs)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Trans

Ada 20 KA Tambahan Angkutan Natal-Tahun Baru

Published

on

Vice President Pemasaran Penumpang KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia telah menyiapkan sekitar 20 kereta api tambahan dalam masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019.

“Kita informasikan kalau kita telah menyiapkan lebih dari 20 KA tambahan,” kata Vice President Pemasaran Penumpang KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam konferensi pers ajang kompetisi menulis bagi blogger di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Dia menyebutkan dari 20 KA tersebut, lima KA untuk kelas ekonomi dan sisanya untuk kelas eksekutif.

Penambahan KA tersebut, lanjut dia, karena tiket mulai dari 22 hingga 26 Desember telah habis terjual.

“Mulai dari 22 sampai 26 banyak yang habis, terutama untuk relasi favorit, seperti Yogyakarta, Solo, Purowkerto dan Surabaya,” katanya.

Untuk tahun ini, Raden Agus mengatakan, peningkatan penumpang selama masa angkutan Natal dan tahun Baru 2019 diperkirakan naik sekitar lima persen. (jtr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

PPA Nilai Jika Merpati Beroperasi Dampak Positif akan Terjadi

Published

on

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Henry Sihotang (kiri) dan Direktur Ajar Setiadi saat menjelaskan kondisi PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018).

Zonaekonomi.com, Banyuwangi – PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) menilai jika Merpati Nusantara Airlines bisa beroperasi lagi akan memberikan dampak positif bagi Indonesia karena bisa memberikan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Akan ada yang terserap jika Merpati beroperasi lagi, salah satunya tenaga kerja akan banyak yang bekerja,” kata Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Henry Sihotang dalam acara press gathering di Banyuwangi, Kamis (15/11/2018).

Menurutnya, selain akan menyerap tenaga kerja yang banyak potensi pajak yang masuk juga akan ada, selain yang pasti arus modal investasi asing masuk. Tenaga kerja yang yang banyak terserap antara lain pilot, co pilot, pramugara dan pramugari, tenaga ground handling, katering, hingga teknisi.

Dia mengakui proses meyakinkan investor asing untuk mau menghidupkan Merpati kembali bukan hal yang mudah dan memerlukan waktu yang panjang dan negosiasi yang berbelit serta sangat ketat.

PPA sudah mendapat tugas untuk merestrukturisasi Merpati pada tahun 2008 yang saat itu memang kondisinya sedang sulit. “Saat itu hutang banyak, karyawan tidak digaji dan biaya operasional sangat besar sehingga merugi,” kata Henry.

Setelah diputuskan berhenti operasi pada 1 Februari 2014, pemerintah terus berupaya ingin menghidupkan lagi dengan mengundang sejumlah investor. Saat itu ada 11 investor yang hadir dalam pemaparan dan setelah pemaparan ternyata hanya satu investor yang berminat dan terus memperdalam kondisi Merpati.

Henry mengatakan saat ini kondisi Merpati sudah dalam posisi nol dan tidak negatif lagi, sehingga memungkinkan untuk bisa beroperasi lagi. Tentu pemerintah berharap Merpati bisa beroperasi seterusnya karena hal itu bisa menjadi pembanding bagi masyarakat untuk memilih maskapai penerbangan.

“Keberadaan Merpati tentunya juga bisa menimbulkan persaingan antarmaskapai agar bisa efisien. Kalau hanya ada satu maskapai dalam satu rute, maka bisa menjual tiket seenaknya dan monopoli,” katanya.

Sebelumnya Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Capt Asep Ekanugraha mengatakan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat kesulitan keuangan akan beroperasi lagi pada 2019 menyusul pelaksanaan restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan. (ahm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Izin Terbang Merpati Tidak Gampang, Kata Menhub

Published

on

Izin terbang PT Merpati Nusantara Airlines tidak serta merta akan dikeluarkan setelah Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Surabaya.

Zonaekonomi.com, Surabaya – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan izin terbang PT Merpati Nusantara Airlines tidak serta merta akan dikeluarkan setelah Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu tidak pailit.

“Saya sambut baik keinginan Merpati untuk terbang kembali, karena pada dasarnya dibutuhkan banyak perusahaan aviasi, khususnya untuk melayani wilayah Indonesia bagian timur yang selama ini menjadi kompetensi Merpati,” katanya kepada wartawan, di sela menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 73 Korps Marinir di Lapangan Apel Bumi Marinir, Karangpilang, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018).

Dia menjelaskan untuk dapat kembali terbang, Merpati harus mengurus perizinan mulai dari awal lagi yang dinilainya tidak gampang.

“Merpati harus mengawali kegiatannya dari awal secara cermat di berbagai aspek,” ujarnya.

Menhub mengingatkan industri aviasi atau penerbangan membutuhkan berbagai persyaratan yang sangat ketat, mulai dari “safety” atau segi keamanannya, marginnya yang besar hingga “servis” atau pelayanannya yang tinggi.

Untuk itu Menhub Budi mengimbau agar Merpati segera membenahi berbagai kegiatannya dengan cermat, mulai dari keuangannya, masalah legal, teknis, hingga sumber daya manusianya.

Dia menyebut yang paling utama untuk dibenahi adalah restrukturisasi keuangannya. “Merpati harus mendapatkan investor,” tuturnya.

Setelah itu, dia menandaskan, untuk mendapatkan izin terbang, setelah mendapatkan investor, kementerian perhubungan masih akan melihat “planning” atau perencanannya ke depan seperti apa.

“Rasanya memang tidak gampang untuk kembali mendapatkan izin terbang,” ucapnya. (sas)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending