Connect with us

UKM & Koperasi

Kemenperin Jaring 1.150 Orang Jadi Pengusaha IKM

Published

on

Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian akan menjaring sekitar 1.150 orang untuk menjadi pengusaha IKM lewat peluncuran kembali Program e-Smart IKM di Bogor, Jawa Barat.

“Rencananya akhir Juli atau awal Agustus kita ke yang belum jadi IKM, kita mau kasih tahu bahwa jadi pengusaha itu tidak usah takut-takut. Sekarang sudah gampang semuanya,” kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Gati menambahkan, IKM yang kerap mengeluhkan soal pemasaran produk, kini sudah mendapatkan solusi, yakni melalui e-Smart IKM, di mana pelaku IKM dibina untuk memasarkan produk secara online dengan tepat sasaran.

“Jadi, bagi yang belum menjadi pelaku IKM, mulai saja dahulu. Nanti ikuti pembinaan untuk usahanya,” ungkap Gati.

Kemenperin menargetkan sebanyak 4000 industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri akan bergabung dalam program e-Smart IKM pada 2018, meningkat dibanding tahun lalu yang pesertanya sudah mencapai 2.730 IKM.

“Kami terus memacu IKM kita agar mampu memasarkan produknya di marketplace melalui program e-Smart IKM, yang merupakan sistem basis data dengan menyajikan berupa profil, sentra, dan produk IKM,” ujar Gati.

Menurut Gati, pemanfaatan e-Smart IKM juga dapat memberikan jaminan terhadap produk, keamanan dan standarisasi. Sejak diluncurkan e-Smart IKM pada Januari 2017 lalu, Kemenperin telah menggandeng sejumlah marketplace dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Blanja.com.

Dalam mendukung implementasi program tersebut, dilaksanakan pula workshop e-Smart IKM.

Peserta yang mengikuti dibekali pelatihan selama dua hari mengenai pengetahuan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya serta mendapatkan sosialisai terkait pemberian fasilitas dari Kemenperin.

“Beberapa materi yang mereka terima, misalnya informasi tentang kredit usaha rakyat (KUR), program restrukturisasi mesin dan peralatan, hak kekayaan intelektual, SNI wajib, kemasan produk, serta strategi penetapan harga,” sebutnya.

Pada hari kedua, lanjut Gati, peserta lokakarya e-Smart diberikan pelatihan untuk cara foto produk, mengunggah foto dan cara berjualan di marketplace. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM & Koperasi

Krisis Turki, Tidak Pengaruhi Target Pertumbuhan IKM

Published

on

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menyampaikan bahwa krisis yang melanda Turki tidak akan berpengaruh terhadap IKM di dalam negeri.

“Turki itu berbeda dengan kita. Fundamental kita sudah cukup bagus. Jadi, ya tidak akan terpengaruh IKM kita,” kata Gati dihubungi di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Dengan demikian, Ditjen IKM Kemenperin tetap pada target yang dicanangkan, yakni pertumbuhan kinerja IKM di atas 10 persen hingga akhir 2018, atau meningkat dibanding capaian kinerja tahun lalu yang berada di kisaran sembilan persen.

Ia mengemukakan, Kemenperin akan berupaya mendorong pertumbuhan kinerja IKM itu melalui penggunaan sistem berbasis data yang mengintegrasikan sentra dan produk IKM dengan marketplace lokal.

Adapun IKM unggulan yang dijagokan selain perhiasan adalah alas kaki, serta makanan dan minuman, kata Gati Wibawaningsih. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Menkeu : Paling Lambat Minggu Depan Aturan PPh UMKM Terbit

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan peraturan menteri keuangan (PMK) tentang tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sebesar 0,5 persen akan segera diterbitkan.

“PMK-nya nanti kami keluarkan paling lambat minggu depan,” katanya dalam jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Aturan penurunan tarif PPh final bagi pelaku UMKM ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 yang mengatur mengenai tarif PPh final bagi UMKM sebesar 0,5 persen dan berlaku efektif mulai 1 Juli 2018.

Pelaku usaha UMKM adalah mereka yang menerima atau memperoleh penghasilan dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan menegaskan PMK mengenai tarif PPh final memang masih dalam tahap penyelesaian dan belum ditandatangani.

Namun, ia menegaskan bahwa penurunan tarif dari satu persen menjadi 0,5 persen juga akan tetap berlaku tanpa harus menunggu PMK terbit.

“Yang mungkin agak terganggu pelayanannya adalah surat keterangan pengusaha UMKM, dalam hal dia berhubungan misalnya pemasok ke pemerintah, perlu surat keterangan. Kami berikan surat keterangan sementara,” ujar dia.

Ditjen Pajak optimistis tren pembayaran pajak pelaku UMKM akan meningkat, setelah tarif PPh final diturunkan dari satu persen menjadi 0,5 persen.

Melalui kebijakan tarif PPh final 0,5 persen, UMKM yang jumlahnya ditaksir mencapai lebih dari 62 juta pelaku usaha diharapkan mampu naik kelas salah satunya melalui pembelajaran pembukuan. (rcb)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Modalku Salurkan Pinjaman Kepada 7.000 UMKM

Published

on

Perusahaan teknologi finansial, Modalku menyalurkan pinjaman modal usaha sekitar Rp2 triliun kepada lebih dari 7.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Perusahaan teknologi finansial, Modalku menyalurkan pinjaman modal usaha sekitar Rp2 triliun kepada lebih dari 7.000 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Kepala Bisnis Mikro Modalku Sigit Aryo Tejo dalam rilis di Jakarta, Selasa (14/8/2018), mengatakan pinjaman Rp2 triliun itu dicapai pada Juli 2018 atau hanya enam bulan setelah perolehan Rp1 triliun dari UMKM di Asia Tenggara.

Dari total pencairan di Asia Tenggara itu, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp1,1 triliun bagi UMKM di Indonesia.

Untuk merangkul lebih banyak UMKM yang berpotensi, Modalku menyediakan berbagai solusi arus kas melalui produk Trade Finance untuk mengatasi tantangan keuangan utama yang dihadapi usaha kecil dan menengah di Indonesia, yaitu siklus kas.

Sigit mengatakan, di Indonesia, UMKM memiliki peran yang penting dalam mendukung perekonomian.

“Kami sangat bangga dapat mendukung perkembangan sektor ini. Rangkaian solusi arus kas kami diharapkan akan semakin memperluas jangkauan modal usaha bagi UMKM yang selama ini kurang terlayani oleh fasilitas pinjaman dari ekosistem keuangan yang sudah ada,” ujarnya.

Studi Deloitte dan Visa terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) di ASEAN menunjukkan bahwa pasar UKM di Indonesia didominasi oleh sektor perdagangan sebesar 27 persen dari total UKM di Tanah Air.

Studi yang sama menemukan bahwa arus kas macet adalah permasalahan finansial nomor satu bagi UKM Indonesia.

Tantangan terberat selanjutnya adalah terkait penagihan ke pelanggan, yakni 22-26 persen dari tagihan akan dilunasi secara terlambat. Permasalahan arus kas inilah yang dapat diatasi dengan produk Trade Finance Modalku.

Rangkaian produk ini merupakan pembiayaan modal tambahan bagi UMKM dalam menjalankan rantai bisnisnya, baik dalam proses invoice di antara UMKM dengan klien atau pelanggannya atau terkait pembiayaan di antara UMKM dan supplier atau penyedia barangnya.

Suatu bisnis, terutama usaha kecil, selalu membutuhkan arus kas yang lancar agar operasional usaha maksimal. Apabila pendapatan UMKM sering terlambat dilunasi oleh pelanggannya, maka perputaran kas usaha akan terkena dampak negatif.

Bagi bisnis di sektor perdagangan (trade sector) konsisten membutuhkan persediaan barang dari pemasok, tagihan pemasok yang harus segera dibayar bisa memacetkan arus kas apabila UMKM memerlukan kas yang ada untuk menjalankan proyek bisnis.

Modalku merupakan perusahaan teknologi finansial, yang menyediakan layanan peer to peer (P2P) lending modal usaha tanpa agunan ke UMKM hingga Rp2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital. (cit)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending