Connect with us

Infrastruktur

Menteri BUMN Tinjau Jembatan Kali Kuto

Published

on

Zonaekonomi.com, Kendal  – Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau pembangunan Jembatan Kali Kuto di Kecamatan Weleri, Kendal, Jawa Tengah, yang pada beberapa pekan lalu dimanfaatkan secara fungsional untuk jalur mudik Lebaran 2018.

“Jembatan Kali Kuto kemarin dibuat satu sistem untuk bisa dilewati waktu arus mudik, tetapi menggunakan struktur yang tidak permanen. Jadi, setelah itu harus kita angkat lagi. Sekarang harus kita lakukan yang permanen,” kata Rini di Weleri, Kendal, Rabu (11/7/2018).

Pemanfaatan Jembatan Kali Kuto secara fungsional sebagai jalur mudik merupakan salah satu bagian dari jalur Brebes-Pemalang-Batang yang juga dipakai secara fungsional untuk mudik Lebaran 2018.

“Tetapi setelah itu kemudian, kita harus perbaiki untuk betul-betul membuat yang permanen,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra memperkirakan pembangunan Jembatan Kali Kuto yang menjadi penghubung jalan tol Batang-Semarang dapat selesai akhir Agustus 2018.

Hingga awal Juli 2018, pembangunan Jembatan Kali Kuto telah mencapai 90 persen. Jembatan Kalikuto dibangun dengan teknik yang hampir sama dengan Jembatan Holtekamp di Papua dan terdiri dari enam jalur, terdiri dari tiga jalur di arah kiri dan tiga jalur di arah kanan.

“Pemasangan Jembatan Kalikuto setiap bagiannya dilakukan secara bertahap mulai dari segmen 1 hingga segmen ke-12. Ini merupakan jembatan pertama di Indonesia yang strukturnya dirakit di lokasi pemasangan,” jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljanto telah membuka resmi Jembatan Kali Kuto yang merupakan salah satu penghubung jalur tol fungsional Batang-Semarang. (rcb)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Infrastruktur

Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan Tunggu Pengesahan PP

Published

on

Perusahaan induk BUMN Infrastruktur dan induk BUMN Perumahan Perumahan Tunggu Pengesahan PP.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Hambra Samal mengatakan perusahaan induk (holding) untuk perusahaan plat merah bidang infrastruktur dan perumahan kawasan akan efektif terbentuk jika Presiden Joko Widodo mengesahkan peraturan pemerintah sebagai dasar hukumnya.

“Prinsipnya, syarat mutlak pembentukan holding itu harus ada PP-nya. Jika tidak ada PP, tidak ada perusahaan induk,” sebut Hambra dalam jumpa pers di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Hambra optimistis Presiden Jokowi akan menandatangani PP terkait penambahan penyertaan modal negara pada Hutama Karya (HK) dan Perum Perumnas.

PT Hutama Karya (HK) Persero akan menjadi perusahaan induk untuk BUMN Infrastruktur, dan Perum Perumnas akan didaulat sebagai holding untuk BUMN Perumahan dan Kawasan.

“Kami (Kementerian BUMN) optimis, PP ini akan keluar sesuai rencana, karena pembentukan holding BUMN Infrastruktur, dan perumahan kawasan itu komitmen pemerintah di bawah pimpinan Presiden Jokowi,” tegas Hambra.

Jika PP belum diteken hingga akhir Desember 2018, ada dua opsi yang dapat dijalankan oleh pihak kementerian dan BUMN untuk memastikan pembentukan dua perusahaan induk tetap berjalan.

“Secara hukum memang PP itu syarat mutlak, tetapi ada dua opsi yang dapat dipilih (jika PP belum ada). Pertama, kita tunggu PP diteken, baru tanda tangan akta inbreng (penyetoran modal), dan opsi kedua, teken akta terlebih dahulu, tetapi buat syarat, bahwa isi akta baru berlaku efektif jika PP diterbitkan. Akan tetapi akan lebih wise (bijak), menunggu PP ke luar, baru akta kita tanda tangan,” terang Hambra.

Hambra menjelaskan, pembentukan perusahaan induk harus melalui empat tahap, diantaranya penetapan legalitas hukum, penetapan keputusan menteri keuangan sehubungan dengan nilai inbreng (penyetoran modal), penetapan akta inbreng, dan pengesahan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) anggota holding.

“Legalitas hukum itu terkait dengan pengesahan Peraturan Pemerintah sehubungan dengan penambahan penyertaan modal negara pada Hutama Karya (HK) dan Perum Perumnas. Sementara soal keputusan menteri keuangan dibuat dengan penetapan nilai dua inbreng pada HK dan Perumnas. Kemudian tahap ketiga, pembuatan akta inbreng. Tiga tahap tersebut, targetnya selesai dilakukan pada Desember 2018,” kata Hambra.

Pengesahan RUPS anggota perusahaan induk, Hambra menyebut, rencananya dilaksanakan paling lambat pada Mei 2019.

Pemerintah melalui Kementerian BUMN berencana membentuk dua perusahaan induk bidang Infrastruktur dan Perumahan Kawasan.

Perusahaan induk BUMN Infrastruktur akan diisi oleh PT Hutama Karya (Persero) sebagai holding, dan didukung anak perusahaan, yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

Di sisi lain, perusahaan induk BUMN bidang perumahan dan kawasan terdiri atas tujuh perusahaan, antara lain Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai induk, dan didukung oleh anggota, antara lain terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).

Hambra menyebut, negara tetap bertindak sebagai pemegang saham tertinggi (ultimate shareholder) melalui kepemilikan satu saham seri A Dwiwarna (Golden Share) dari dua perusahaan induk tersebut. (gtm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Infrastruktur

Pelindo Edukasi Generasi Milenial dengan Pengetahuan Kemaritiman

Published

on

Direktur SDM dan Hukum IPC, Rizal Ariansyah.

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Pelabuhan Indonesia Persero (Pelindo) atau Indonesia Port Corporation (IPC) II berupaya mengedukasi generasi milenial di kampus-kampus dengan berbagai pengetahuan kemaritiman Indonesia, logistik dan kepelabuhanan melalui Program IPC Mengajar.

Direktur SDM dan Hukum IPC II Rizal Ariansyah di Jakarta, Kamis (15/11/2018), mengatakan IPC Mengajar merupakan salah satu program menyambut hari ulang tahun BUMN itu yang dilakukan oleh Jajaran Direksi IPC ke universitas-universitas untuk menyampaikan informasi terbaru tentang perkembangan maritim Indonesia khususnya di sektor kepelabuhanan.

“Kami ingin memberi nilai lebih kepada negeri ini melalui penyelenggaraan serangkaian kegiatan HUT IPC ke-26 pada 1 Desember mendatang dengan kegiatan ini,” katanya.

Ia menambahkan melalui kegiatan ini diharapkan generasi millennials dapat mengetahui fungsi strategis BUMN pelabuhan khususnya dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

Pihaknya ingin agar generasi muda paham upaya BUMN tersebut dalam rangka menurunkan disparitas harga yang diterjemahkan dengan perkuatan jalur logistik laut serta dalam hal perkuatan infrastruktur pelabuhan.

Salah satu yang telah digelar yakni program IPC Mengajar di Kampus Universitas Sriwijaya Palembang baru-baru ini. Antusiasme kurang lebih seribu mahasiswa juga staf pengajar yang berasal dari 10 fakultas terlihat memadati aula kampus tersebut.

Rizal sendiri yang terjun langsung untuk melakukan kegiatan sharing session yang bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengalaman di dunia kepelabuhanan, logistik, dan maritim. Kegiatan itu ia harapkan dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi millennials.

Dalam kesempatan ini turut hadir Rektor Universitas Sriwijaya Prof Dr Ir H Anis Saggaff, MSCE, serta Direktur SDM dan Hukum yang didampingi oleh Urip Nurhayat Junior Chief Specialist SDM dan Hukum IPC, dan Andi Purwantoro Lakhar General Manager IPC Cabang Palembang.

“Direksi Mengajar merupakan keterlibatan IPC secara nyata dalam memajukan pendidikan di negeri ini dan mempersiapkan pemimpin masa depan. Kegiatan ini telah dilakukan secara berkelanjutan sejak lima tahun lalu,” ujar Rizal Ariansyah.

IPC tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman dunia kepelabuhanan, tetapi juga memberikan bantuan pendidikan sebagai Tanda Cinta IPC diberikan sebesar Rp50.000.000 yang didistribusikan kepada 25 orang mahasiswa dan bantuan sarana atau fasilitas pendidikan di Universitas Sriwijaya.

“Indonesia dengan berbagai perkembangannya tentu memiliki tantangan yang semakin besar ke depannya. Sudah menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa untuk berkontribusi mendidik dan mencerdaskan generasi millennials yang akan menjadi penerus bangsa. Kami akan terus menyulut optimisme dan mendorong potensi anak-anak Indonesia di berbagai pelosok negeri ini,” ujar Rizal Ariansyah.

Pelindo II atau IPC sebagai operator pelabuhan terbesar di Indonesia memiliki 12 cabang pelabuhan yang tersebar di wilayah bagian barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan. (han)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Infrastruktur

Kebut Tol Solo-Ngawi, Jasa Marga Peroleh Dana Talangan Tanah Rp1,264 Triliun

Published

on

Jalan Tol Solo-Ngawi.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN), selaku mengelola Jalan Tol Solo-Ngawi, memperoleh dana talangan tanah sebesar Rp1,264 triliun untuk mengebut penyelesaian proyek strategis nasional tersebut.

Keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (14/11/2018) menyebutkan penandatanganan dana talangan dilakukan Direktur Keuangan JSN Yudhi Mahyudin, Vice President (VP) Large Corporate 2 Group Sector Toll Road Department PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Octavianus Sembiring, VP Corporate Solution Group Bank Mandiri Budi Purwanto, dan Kepala Divisi BUMN 1 PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk I Made Suka.

Dalam kesempatan itu, Yudhi mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang telah memberikan fasilitas kredit dari sindikasi untuk dana talangan tanah (DTT).

“Kerja sama ini mengurangi beban keuangan kami karena sebelumnya kami meminjam ke pihak ketiga dengan suku bunga tinggi. Sekarang, suku bunganya lebih rendah sehingga bisa menghemat financial cost kami,” ungkapnya.

Selanjutnya, menurut Yudhi, kredit ini akan digunakan untuk memproses uang ganti rugi tanah kepada masyarakat yang saat ini sudah berjalan.

“Dalam pembebasan tanah ini, kami juga dikontrol. Jadi, kami tidak membebaskannya sendiri. Rekening kami juga akan dikontrol oleh Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT),” ujarnya.

Penandatanganan kredit sindikasi ini merupakan perwujudan sinergi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan BUMN perbankan sebagai kreditur.

Dalam perjanjian tersebut, Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing memberikan kredit maksimal sebesar Rp421,349 miliar.

Jangka waktu pemberian pinjaman kredit ini adalah 24 bulan sejak tanggal perjanjian kredit sindikasi ditandatangani.

Jalan Tol Solo-Ngawi memiliki panjang 90,43 km yang terbagi atas dua bagian pekerjaan, yaitu oleh emerintah mulai STA 0+000- STA 21+081,5 sepanjang 21,08 km, sedangkan dari STA 21+081,5- STA 90+43 sepanjang 69,35 km dikerjakan JSN.

Pada Lebaran 2108, Jalan Tol Solo-Ngawi telah dioperasikan tanpa tarif sebagai jalan tol fungsional.

Kala itu, peran jalan tol fungsional Solo-Ngawi terbukti memperlancar arus mudik dan balik Lebaran.

Jalan Tol Solo-Ngawi merupakan bagian jaringan Jalan Tol Trans Jawa, sebagai upaya memperlancar transportasi darat dan konektivitas baru.

Selain itu, jalan tol tersebut juga dapat berdampak positif bagi ekonomi kawasan secara umum, khususnya lingkungan sekitar sepanjang Jalan Tol Solo-Ngawi. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending