Connect with us

Internasional

Minyak Naik Dipicu Kekhawatiran Pasokan di Iran, Libya dan Kanada

Published

on

Harga minyak naik pada akhir perdagangan Senin (9/7/2018).

Zonaekonomi.com, New York – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Senin (9/7/2018) (Selasa pagi WIB), dengan minyak mentah AS mengakhiri sesi berombak lebih tinggi karena ekspektasi penghentian produksi Kanada yang berlangsung hingga September.

Sementara itu, patokan global Brent naik dipicu kian mendekatnya penerapan sanksi-sanksi Amerika Serikat terhadap Iran dan penurunan produksi di Libya.

Minyak mentah berjangka AS atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 5,0 sen AS menjadi menetap di 73,85 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sedangkan, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah 96 sen AS menjadi 78,07 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

“Kami terus melihat pasar minyak didukung, dengan meningkatnya kekhawatiran tentang sanksi terhadap Iran, dimana para penyuling Eropa dan Korea harus mengurangi pembelian mereka hampir nol,” kata Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates.

Amerika Serikat mengatakan ingin mengurangi ekspor minyak dari Iran, produsen terbesar kelima dunia, menjadi nol pada November, yang akan mewajibkan produsen besar lainnya untuk memproduksi minyak lebih banyak.

“Ada kekhawatiran bahwa peningkatan produksi Saudi dan Rusia sekarang mungkin hampir cukup untuk mengimbangi — bukan hanya produksi Iran — tetapi juga gangguan pasokan yang kami lihat dari Libya, Nigeria dan Kanada,” kata Lipow.

Di Kanada, gangguan pada fasilitas ladang minyak Syncrude 360.000 barel per hari telah mengurangi aliran ke Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak berjangka AS.

Pemegang saham mayoritas Suncor Energy Inc mengatakan pada Senin (9/7/2018) bahwa beberapa produksi Syncrude akan kembali beroperasi pada Juli, lebih cepat dari yang diperkirakan. Namun demikian, tidak akan melanjutkan operasi penuh hingga September, yang lebih lambat dari yang diharapkan.

Persediaan di Cushing mencapai terendah tiga setengah tahun pekan lalu.

Sementara itu, para manajer uang menaikkan taruhan “bullish” mereka pada minyak mentah AS dalam seminggu hingga 3 Juli, Komisi Perdagangan Komoditas AS mengatakan pada Senin (9/7/2018).

Kekhawatiran atas penurunan produksi di Libya juga telah meningkatkan harga.

Produksi minyak Libya telah lebih dari separuhnya dalam lima bulan, jatuh ke 527.000 barel per hari, kepala National Oil Corporation, Mustafa Sanalla, mengatakan pada Senin (9/7/2018).

“Besok akan berkurang dan lusa akan berkurang lagi. Dan kita akan semakin rendah,” kata Sanalla.

Arab Saudi, sesama anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia setuju bulan lalu untuk meningkatkan produksi guna meredam kenaikan harga dan mengimbangi kekurangan produksi global di negara-negara termasuk Libya.

Pasar telah semakin khawatir bahwa jika Saudi mengimbangi kekurangan dari Iran, negara itu akan menggunakan kapasitas cadangan global dan meninggalkan pasar lebih rentan terhadap penurunan produksi lebih lanjut atau tak terduga, demikian Reuters. (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Internasional

Perang Dagang Amerika Serikat-China Memanas

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Zonaekonomi.com, Beijing – Amerika Serikat dan China meningkatkan perang dagang mereka, yang sengit, pada Kamis (23/8/2018),dengan menerapkan tarif 25 persen atas komoditi satu sama lain senilai 16 miliar dolar AS (sekitar Rp234 triliun).

Perang itu memanas bahkan pada saat pejabat tingkat menengah dari kedua negara memulai kembali pembicaraan di Washington.

Dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu saling balas mengeluarkan tarif pada produk, yang jika digabungkan bernilai 100 miliar dolar (Rp1,4 biliun), sejak awal Juli.

Kementerian Perdagangan China mengatakan Washington “masih keras kepala” dengan menerapkan tarif terbaru.

Tarif itu akan diberlakukan kedua pihak terhitung mulai pukul 12.01 di Beijing (19.01 WIB). kata Reuters.

“China dengan tegas menentang (penerapan tarif) ini, dan akan terus mengambil langkah-langkah pembalasan,” kata kementerian dalam pernyataan singkat.

“Pada saat sama, untuk melindungi sistem perdagangan bebas dan multilateral serta membela kepentingan-kepentingannya yang sah, China akan mengajukan tuntutan menyangkut penerapan tarif-tarif ini melalui mekanisme penyelesaian sengketa WTO,” kata kementerian itu merujuk pada Badan Perdagangan Dunia.

Presiden Donald Trump sudah mengancam akan memberlakukan tarif pada hampir seluruh impor barang dari China, yang bernilai lebih dari 500 miliar dolar (Rp7,3 biliun), setiap tahunnya kecuali jika Beijing setuju untuk membersihkan dan mengubah praktik hak cipta, program subsidi industri, struktuf tarif serta lebih banyak membeli produk-produk AS.

Nilai itu akan lebih besar dibandingkan impor China dari Amerika Serikat. Kemungkinan tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa Beijing akan mempertimbangkan mengeluarkan bentuk-bentuk pembalasan lainnya, seperti membuat keberadaan perusahaan-perusahaan Amerika di China lebih sulit atau mengizinkan mata uangnya, yuan, melemah supaya dapat mendorong para perusahaan ekspor negaranya.

Gedung Putih tampaknya meyakini bahwa AS sedang menang dalam perang dagang dengan China karena perekonomian China melambat dan pasar modalnya jatuh.

“Mereka tidak akan menyerah begitu saja. Tentunya mereka akan sedikit melakukan pembalasan,” kata Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Wilbur Ross, di NBC pada Rabu.

“Tapi pada akhirnya, kita punya lebih banyak amunisi dibandingkan mereka. Mereka tahu itu. Kita punya perekonomian yang jauh lebih kuat dibandingkan mereka, mereka juga tahu soal itu,” kata Ross.

Pakar ekonomi memperhitungkan bahwa setiap impor senilai 100 miliar dolar, yang terkena tarif, akan menurunkan perdagangan dunia sekitar 0,5 persen. (ant)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Bank sentral Qatar dan Turki Tanda Tangani Perjanjian Swap

Published

on

Presiden Turki, Tayyip Erdogan .

Zonaekonomi.com, Dubai – Bank sentral Qatar dan Turki telah menandatangani perjanjian swap mata uang untuk menyediakan likuiditas dan dukungan bagi stabilitas keuangan, kata bank sentral Qatar, Minggu (19/8/2018), beberapa hari setelah sekutu Turki itu menjanjikan dukungan dana 15 miliar dolar AS.

Perjanjian, yang ditandatangani oleh gubernur kedua bank sentral pada Jumat (17/8/2018) itu akan membentuk garis tukar mata uang dua arah,

Bank sentral Qatar mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs webnya seperti dikutip dari Reuters.

Emir Qatar bulan ini menyetujui sebuah paket proyek ekonomi, investasi, dan deposito untuk Turki, yang memberikan dorongan untuk mata uang lira yang telah tertekan terus-menerus, terpukul oleh meluasnya krisis mata uang. (pep)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Internasional

Wall Street Berakhir Lebih Tinggi Didorong Laporan Laba Emiten

Published

on

Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (10/7/2018).

Zonaekonomi.com, New York  – Saham-saham di Wall Street lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa (10/7/2018) (Rabu pagi WIB), karena investor mempertimbangkan sejumlah laporan laba emiten atau perusahaan yang tercacat di pasar modal dan data ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 143,07 poin atau 0,58 persen, menjadi ditutup di 24.919,66 poin. Indeks S&P 500 naik 9,67 poin atau 0,35 persen, menjadi berakhir di 2.793,84 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 3,00 poin atau 0,04 persen, menjadi 7.759,20 poin.

Saham PepsiCo melonjak 4,76 persen pada penutupan pasar, setelah perusahaan merilis laporan pendapatan dan laba kuartalan yang lebih baik dari perkiraan pada Selasa (10/7/2018).

Ketika musim laporan laba perusahaan yang terbaru dimulai, para investor mulai mengalihkan perhatian mereka ke laporan laba perusahaan-perusahaan

Secara keseluruhan, perusahaan-perusahaan S&P 500 diperkirakan akan mencatat pertumbuhan laba kuartal kedua sekitar 21 persen, sedikit lebih tinggi dari apa yang diperkirakan pada April, menurut data Thomson Reuters.

Di bidang ekonomi, Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB) melaporkan indeks optimisme bisnis kecil Juni mencapai 107,2, turun 0,6 dari Mei, tetapi masih tinggi menurut standar historis. Indeks ini mengukur pendapat usaha kecil tentang kondisi ekonomi di negara tersebut.

Sementara itu, pada hari kerja terakhir bulan Mei, tingkat lowongan pekerjaan turun menjadi 6,6 juta dari rekor tertinggi 6,8 juta pada April, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Selasa (10/7/2018). (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending