Connect with us

Industri

Tekad Menuju “Green Diesel” Ramah Lingkungan

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pemerintah bertekad mengembangkan bahan bakar biodiesel yang lebih ramah lingkungan untuk menuju penggunaan “green diesel” sekaligus juga membantu tingkat kesejahteraan para petani dan pekebun kelapa sawit di berbagai daerah.

“Jadi, kita beralih dari bio 20 persen (B20) ke depannya jangka menengah, waktunya nanti pemerintah tentukan, menuju ke `green diesel`, 100 persen biodiesel. Dengan demikian kita menjadi mempunyai daya tahan atau kemandirian,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam rilis di Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Menurut dia, saat ini sudah ada teknologi biofuel 100 persen dengan teknologi yang sama dengan bahan bakar fosil, sehingga tidak mengganggu kondisi teknis beragam mesin.

Dengan demikian, pemerintah mendorong bahwa akan terjadi substitusi impor dengan biofuel atau biodiesel yang 100 persen itu, yang sering disebut sebagai “green diesel”.

Airlangga mengemukakan, dengan sepenuhnya dikerjakan di dalam negeri maka akan mengoptimalkan bahan baku lokal serta mempunyai efek positif yang berantai bagi jutaan petani dan pekebum sehingga juga menunjukkan keberpihakan pemerintah.

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang bakal melakukan percepatan mandatori biodiesel dalam rangka menekan impor bahan bakar minyak serta menghemat devisa.

“Kami siap mendukung dan memasoknya,” kata Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) MP Tumanggor di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Menurut dia, bila kebijakan itu benar-benar diterapkan maka serapan dari CPO (minyak kelapa sawit mentah) yang diproduksi banyak di daerah juga akan terserap.

Sementara Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, mengingatkan bahwa perkebunan kelapa sawit di berbagai lokasi banyak yang dikelola oleh kalangan masyarakat kecil.

Sebelumnya, Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan mendukung arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar ke depannya dapat ditingkatkan peningkatan biodiesel dalam rangka mengatasi tekanan ekonomi global.

“Kami mendukung arahan Presiden dan Menperin untuk lebih menggunakan Biodiesel guna mengurangi impor bahan bakar juga penghematan devisa kita,” kata Paulus ketika dihubungi di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Paulus mengutarakan harapannya agar penggunaan biodiesel jenis B20 bisa cepat diperluas di dunia industri yang ada di berbagai daerah di Tanah Air.

Ia berpendapat jika hal itu bisa dilaksanakan dengan baik maka akan signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil, yang sekitar setengahnya adalah impor.

Terkait kesiapan teknologi, ujar dia, saat ini semua pemangku kepentingan sedang menyiapkan program B30.

“Termasuk kesiapan teknisnya seperti standar Biodiesel yang lebih baik, uji laboratorium, dan uji jalan,” paparnya. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Industri

Kemenperin Siap Kerjakan Empat Program Prioritas 2019

Published

on

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Haris Munandar.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Perindustrian siap mengerjakan empat program kerja prioritas 2019 sebagai langkah strategis untuk membangun industri dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian agar lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Haris Munandar mengatakan salah satu program kerja yang siap digenjot adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM).

“Kualitas SDM kita memang perlu ditingkatkan. Apalagi, tahun ini pemerintah fokus untuk lebih masif melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi,” ucap Haris lewat keterangannya di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Haris menuturkan kerja nyata yang dilakukan untuk pembangunan SDM industri yang kompeten dilakukan melalui pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi menuju dual sistem, yakni teori dan pratikum dengan persentase berkisar 30:70.

Masih terkait dengan pembangunan SDM, Kemenperin juga mendorong pembangunan politeknik atau akademi komunitas di kawasan industri dan pengembangan Link & Match Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan industri.

“Kemudian dilakukan pelatihan industri berbasis kompetensi sistem 3in1, pembangunan infrastruktur kompetensi dan sertifikasi kompetensi serta pembangunan SDM industri dalam mempersiapkan industri 4.0,” jelas Haris.

Program kerja prioritas Kemenperin yang kedua pada tahun 2019 adalah peningkatan investasi pada industri kimia, farmasi dan tekstil.

Sektor tekstil contohnya, merupakan salah satu sektor industri padat karya (labor intensive) yang menyerap banyak tenaga kerja.

“Umumnya memang ada juga di labour intensive, tentu ada juga yang capital intensive (padat modal) seperti industri kimia. Sedangkan teksil atau fesyen, bisa di labor intensive maupun capital intensive,” tuturnya.

Kemudian, program kerja prioritas ketiga Kemenperin pada tahun 2019 yakni memperkenalkan peta jalan Making Indonesia 4.0 ke seluruh dunia serta mendorong investasi untuk meningkatkan kemampuan manufaktur dan pengembangan infrastruktur digital.

Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia (BI) menyebut nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) pada triwulan IV-2018 sebesar 51,92 persen. Indeks PMI di atas 50 menunjukkan sektor tersebut dalam tahap ekspansi.

Pada periode yang sama, hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) sektor industri pengolahan terindikasi meningkat dengan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 0,32 persen dan 2,71 persen.

Lalu, program kerja prioritas keempat adalah pengembangan wirausaha baru.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan kontribusi dan kerja sama saudara sekalian yang dilantik untuk mencapai program prioritas tersebut sehingga tercapainya tujuan dan sasaran Kementerian Perindustrian,” tutur Haris saat pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Kemenperin. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Industri

Menperin Dorong Gorontalo Pacu Industri Hortikultura

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong Gorontalo untuk memacu industri hortikultura, karena langkah strategis ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri, sekaligus menjadi solusi mendongkrak harga komoditas seperti kopra dalam jangka panjang.

“Kami bertekad untuk fokus mendorong sektor industri pengolahan produk hortikulura di Gorontalo. Selain karena potensi alamnya yang melimpah, produk industri kita harus berbasis bahan baku dalam negeri dengan kualitas yang mampu kompetitif di pasar ekspor,” kata Airlangga lewat keterangannya diterima di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Airlangga menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo.

Ia menegaskan, Kemenperin terus menggenjot diversifikasi produk komoditas hortikultura untuk memenuhi permintaan ekspor. Selain itu, produksi hortikultura akan dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman di dalam negeri.

Sebagai penyerap produk hasil pertanian dan perkebunan, industri makanan dan minuman memiliki konsistensi kinerja yang gemilang dengan mampu mengatrol baik pertumbuhan industri pengolahan nonmigas maupun ekonomi nasional.

Hal ini terlihat dari kontribusi sektor makanan dan minuman sebesar 35,73 persen terhadap PDB industri non-migas pada triwulan III tahun 2018.

“Kita juga harus mengurangi ketergantungan impor bahan baku produk pertanian sehingga bisa meningkatkan efisiensi di semua rantai nilai industri,” jelasnya.

Sepanjang 2018, nilai ekspor produk hortikultura segar dan olahan diproyeksi mencapai Rp2,23 miliar.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Gorontalo, pada tahun 2018, jumlah industri skala besar dan sedang terdapat 20 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 7.693 orang.

Sedangkan, industri mikro dan kecil mencapai 12.360 unit usaha dengan melibatkan 31.910 tenaga kerja.

Sektor perkebunan kelapa menjadi prospek andalan berlangsungnya produksi pabrik tepung kelapa dan nata de coco di Kabupaten Gorontalo.

Sementara itu, di Provinsi Gorontalo, juga terdapat satu kawasan industri yaitu Kawasan Industri Agro Terpadu (KIAT) di Kabupaten Bone Bolango.

Didampingi Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Menperin berkesempatan untuk meninjau dan berdialog langsung dengan para pengusaha dan karyawan PT Royal Coconut dan PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI).

“Terbukti dengan investasi Rp500 miliar, PT HGI bisa menghasilkan devisa ekspor sebesar Rp1,5 triliun. Selain itu, kami meninjau pabrik tepung kelapa PT Royal Coconut yang investasi awalnya Rp100 miliar, saat ini ekspornya mencapai Rp300 miliar. Artinya, ada potensi-potensi Gorontalo dengan industri berbasis hortikultura, dan ini yang akan kami dorong,” papar Airlangga.

Oleh karena itu, lanjut Menperin, tugas pemerintah pusat akan menyiapkan skema insentif bagi industri di daerah. Salah satunya dalam hal penelitian dan pengembangan produk agar kualitasnya semakin baik setiap tahun. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Industri

Kemenperin Dorong Produk Iindustri Furnitur Diekspor ke AS

Published

on

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mendorong agar produk hasil industri furnitur dapat diekspor ke Amerika Serikat yang diikuti dengan peningkatan produk lebih kompetitif.

“Pemerintah mendorong agar industri berorientasi ekspor seperti furnitur ini, produk sepenuhnya diekspor ke Amerika. Salah satu cara untuk meningkatkan ekspor adalah dengan peningkatan kapasitas,” kata Menteri Airlangga usai meresmikan Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu di Kawasan Industri Kendal (KIK) Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

Airlangga memaparkan pemerintah menargetkan peningkatan ekspor furnitur nasional mencapai 5 miliar dolar AS dalam dua tahun ke depan.

Menurut dia, industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam menopang perekonomian nasional karena sifatnya yang padat karya dan berorientasi ekspor.

Terkait kinerja positif dari industri furnitur, Kemenperin mencatat pada periode Januari-Oktober 2018, neraca perdagangan produk furnitur nasional surplus sebesar 99,1 juta dolar AS, dengan nilai ekspor menembus hingga 1,4 miliar dolar AS.

Capaian ini mengalami kenaikan 4,83 persen dari periode yang sama di tahun 2017.

Meskipun tumbuh positif, kinerja ekspor furnitur masih relatif kecil dibandingkan dengan potensi bahan baku yang dimiliki, mengingat Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara yang memiliki hutan terluas di dunia dengan lebih kurang 46,46 persen merupakan kawasan perhutanan.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengoptimalkan potensi industri furnitur nasional melalui beberapa kebijakan, antara lain melalui program bimbingan teknis produksi, fasilitasi SVLK, promosi dan pengembangan akses pasar.

Selain itu, penyiapan SDM industri furnitur yang kompeten dilakukan melalui pembangunan Politeknik Industri Furnitur di Kawasan Industri Kendal.

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu basis industri furnitur yang mampu menyumbang hingga 57 persen dari total ekspor furnitur nasional.

Dengan target peningkatan ekspor nasional mencapai 5 miliar dolar AS, Airlangga memperkirakan kebutuhan tenaga kerja furnitur khususnya di Jawa Tengah meningkat sebanyak 101.346 orang dalam dua tahun ke depan. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending