Connect with us

Energi

Bank Mitsubishi Pimpin Pembiayaan Inalum dalam Divestasi Freeport

Published

on

Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian BUMN menyebutkan bank asal Jepang, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd akan memimpin 11 bank pemberi pinjaman atau pembiayaan kepada Inalum yang membeli divestasi saham PT Freeport Indonesia.

“Bank Mitsubishi, itu leader-nya. Nanti dia yang mengatur semuanya,” kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, usai menghadiri diskusi di Wisma Antara Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Fajar mengatakan Mitsubishi akan menjadi leader di antara 11 bank yang diketahui akan memberikan pinjaman kepada Inalum untuk menguasai 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Ia menyebutkan Bank Mitsubishi dipilih menjadi bank pemberi pinjaman untuk Inalum karena bunganya yang rendah.

“Paling kecil, makanya kenapa Jepang? Karena bunganya paling kecil,” kata Fajar.

Sesuai kesepakatan pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) yang ditandatangani pada 12 Juli 2018, Inalum akan membeli saham divestasi Freeport senilai 3,85 miliar dolar AS.

Perinciannya sebanyak 3,5 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembayaran hak partisipasi Rio Tinto di Freeport dan sisanya 350 juta dolar AS untuk membeli saham Indocooper di Freeport.

Fajar menambahkan partisipasi perbankan untuk ikut memberikan pinjaman melalui kredit sindikasi ini bisa melalui delapan sampai sebelas bank, tergantung dari kebutuhan Inalum.

“Ya sekitar delapan sampai sebelas. Yang sudah siap 11 bank, pokoknya nanti kalau yang kasih dari delapan itu cukup, tergantung dari Inalum,” kata Fajar. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Energi

Listrik di Sulteng Sudah Normal

Published

on

Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita.

Zonaekonomi.com, Batam – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kini kelistrikan di Sulawesi Tengah sudah normal kembali, paskabencana gempa yang disertai tsunami dan likuifaksi, beberapa waktu lalu.

“Pemulihan listrik sangat cepat. Hari ini 100 persen sudah beroperasi, full,” kata Menteri saat berkunjung di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (19/10/2018).

Pemulihan penyaluran listrik di Sulteng sudah dimulai tiga hari setelah bencana. Tim kelistrikan langsung bergerak dengan berbagai upaya, memastikan daerah itu tidak gelap gulita.

Selain listrik, penyaluran bahan bakar minyak di sana juga sudah mulai normal kembali. “BBM juga sama. Kami melihat perkembangannya dalam setiap kunjungan. Pada kunjungan kedua dan ketiga, masyarakat mengantri BBM sampai mengular berkilometer. Sekarang sudah tidak ada antrian,” kata Menteri.

Begitu pula dengan masalah telekomunikasi. Ia mengatakan, kini masyarakat sudah tidak menemukan kendala untuk berkomunikasi jarak jauh dengan kerabat dari dan ke luar Sulteng.

Menurut dia, percepatan pemulihan listrik, BBM dan telekomunikasi itu menandakan kehidupan masyarakat Sulteng sudah mulai pulih.

“Percepatan itu memberi suatu sinyal, dampak masyarakat, bahwa ekonomi di Sulteng sudah berjalan,” kata dia.

Pemulihan bencana di Sulteng berlangsung relatif cepat, dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia internasional. Dalam waktu kurang dari dua pekan, semua sistem dalam pengelolaan bencana bisa sejalan dan berjalan dengan baik.

Menteri juga mengimbau seluruh pengungsi yang keluar dari Sulawesi Tengah segera kembali ke daerahnya, untuk bersama-sama menghidupkan Palu, Sigi dan Donggala. “Kami menghimbau pengungsi yang ke luar dari Sulteng, kembali lagi. Mari bangun Sulteng bersama-sama,” kata Menteri. (yjn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Pertamina EP Asset 3 Capai Produksi 102 Persen

Published

on

Produksi PT Pertamina EP Asset 3 mencapai 12.408 barel minyak per hari.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Produksi PT Pertamina EP Asset 3 mencapai 12.408 barel minyak per hari (BOPD) atau 102 persen dari target 2018 sebesar 12.138 BOPD, sedangkan gas mencapai 287 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Jajaran menajemen melakukan tinjauan langsung ke lokasi produksi di lapangan Jatibarang. Dalam kegiatan tersebut hadir Direktur Operasi PT Pertamina EP Chalid Said Salim, didampingi VP Production Pertamina EP, Defrian Basya S dan jajaran tim manajemen Asset, kata General Manager PT Pertamina EP Asset 3, Wisnu Hindadari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Mengawali pelaksanaan kunjungan dari Jatibarang Field dengan melakukan kunjungan ke lokasi pemboran sumur ABG-04 (ABG-A2), dan sumur produksi ABG-03. Selanjutnya dilakukan peninjauan di Subang Field dengan mengunjungi Early Production Facility (EPF) JAS dan EPF BBS serta sumur produksi BBS-03, BBS-06 dan BBS-08.

Direktur Operasi Chalid Said Salim mengatakan pentingnya penerapan aspek keselamatan dan keamanan (HSSE) pada setiap kegiatan operasional perusahaan. “Pimpinan harus yakin, bahwa pekerja rig benar-benar paham atas potensi hazard yang muncul, dan lakukan intervensi apabila terdapat hal-hal yang membahayakan,” kata Chalid Said Salim.

General Manager PT Pertamina EP (PEP) Asset 3, Wisnu Hindadari menjelaskan bahwa PEP Asset 3 senantiasa bersinergi untuk meningkatkan produksi baik minyak maupun gas. Upaya peningkatan produksi gas terus digiatkan melalui program well intervention.

“Upaya-upaya peningkatan produksi dapat dilakukan melalui 4 kegiatan pemboran dan 1 perawatan sumur di Subang Field, serta 2 pengeboran dan 2 perawatan sumur di Jatibarang Field,” pungkasnya. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Proyek PLTMG Timika Siap Beroperasi 2020

Published

on

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Timika, Papua berkapasitas 50 megawatt diproyeksikan akan rampung pada 2020.

Zonekonomi.com, Timika – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minyak Gas (PLTMG) Timika, Papua berkapasitas 50 megawatt diproyeksikan akan rampung pada 2020.

Manajer PLN Area Timika Salmon Karet di Timika, Kamis (18/10/2018), mengatakan saat ini pihak kontraktor baru melaksanakan pembersihan lahan (land clearing) di kawasan Pelabuhan Paumako, Distrik Mimika Timur.

PLTMG Timika dibangun di atas lahan seluas 12.000 hektare. Kawasan itu sebelumnya merupakan kawasan hutan mangrove yang telah mendapat persetujuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dipinjam-pakaikan sebagai kawasan industri.

“Setelah semua pekerjaan pembersihan lahan bisa selesai maka barulah mesin PLTMG didatangkan ke Timika untuk dipasang. Melihat progres yang ada, kemungkinan PLTMG Timika baru bisa beroperasi sekitar 2019 bahkan sampai 2020,” kata Salmon.

Pada saat bersamaan, Unit Induk Pembangunan (IUP) PT PLN (Persero) tengah menimbun lokasi yang akan dibangun Gardu Induk di kawasan Kelurahan Wonosari Jaya (SP4), Distrik Wania, Timika.

Gardu Induk itu nantinya akan mengelola daya listrik yang dipasok oleh PLTMG di kawasan Pelabuhan Paumako sebelum masuk ke jaringan listrik di Kota Timika.

Ke depan, katanya, juga akan dibangun jaringan transmisi listrik yang menghubungkan PLTMG di kawasan Pelabuhan Paumako menuju Timika yang rencananya akan menggunakan 78 tiang menara.

“Akan ada banyak pekerjaan teknis ke depan. Kami berharap pemerintah daerah dan masyarakat Mimika memberikan dukungan penuh agar semua pekerjaan itu bisa diselesaikan tepat waktu tanpa ada hambatan-hambatan. Ini semua tentu dalam rangka mendukung ketersediaan daya listrik yang semakin memadai di Kota Timika. Apalagi Timika merupakan salah satu tempat penyelenggara ajang olahraga nasional yakni PON 2020,” jelas Salmon.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan saat berkunjung ke Timika beberapa waktu lalu menegaskan PLTMG Timika harus beroperasi sebelum 2019.

“PLTMG Timika sebelum 2019 harus sudah jalan,” kata Jonan.

Pada tahap awal, PLN akan mengoperasikan PLTMG di kawasan Pelabuhan Paumako dengan kapasitas 10 mega watt.

Selama ini PLN Timika masih mengandalkan pembangkit diesel untuk menyuplai daya listrik di wilayah Timika dan sekitarnya. Kapasitas daya terpasang PLN Timika sebesar 33 megawatt dengan daya mampu hanya sekitar 28 megawatt. (eva)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending