Connect with us

Energi

Kementerian BUMN Pastikan Keuangan Pertamina Tetap Sehat

Published

on

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Hary Sampurno.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa keuangan PT Pertamina (Persero) tetap sehat dan kuat meskipun mendapat penugasan dari pemerintah untuk melaksanakan BBM Satu Harga.

Tugas pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN, memastikan bahwa perusahaan-perusahaan yang melakukan penugasan itu kondisinya sehat, mampu dan cukup kuat untuk menanggungnya, kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Hary Sampurno pada diskusi “Ketersediaan Migas” di Wisma Antara Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Fajar memaparkan bahwa kewajiban yang harus dilakukan perusahaan-perusahaan BUMN yakni salah satunya melaksanakan tugas pemerintah di sektor bidang usahanya masing-masing.

Pertamina, sebagai salah satu BUMN, juga dituntut untuk mengejar keuntungan, karena terkait sebagai modal yang dicatat oleh Kementerian Keuangan sebagai kekayaan negara.

Menurut dia, konsolidasi atau holding perusahaan menjadi hal lazim, terutama jika melihat banyak perusahaan di Amerika Serikat yang melakukan aksi korporasi tersebut.

Dalam peta jalan BUMN ada empat pilar, yakni sinergi, hilirisasi kandungan lokal, pembangunan daerah tertinggal secara terpadu, dan independensi keuangan, kata Fajar

Holding migas yang dilakukan secara inbreng atau pengalihan saham negara antara PT PGN dan PT Pertamina, senilai Rp38 triliun, membuat Pertamina memiliki tambahan modal.

Guna menjaga kondisi keuangan Pertamina tetap sehat, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan, selalu melihat kemampuan perseroan dalam menjalankan BBM Satu Harga.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan untuk menambah subsidi solar sebesar Rp1.500 per liter dari Rp500 per liter, atau naik menjadi Rp2.000 per liter.

“Dengan kemampuan keuangan yang kita lihat, pemerintah juga menanggung, subsidi untuk solar juga akan ditambah,” kata Fajar. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Energi

J Resources Prioritaskan Penggunaan Produk Lokal di Kegiatan Tambang

Published

on

Presiden Direktur PT J Resources Bolaang Mongondow, Edi Permadi.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Perusahaan tambang emas PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk, akan terus menempatkan aspek Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebagai prioritas dalam operasional pertambangannya.

Kebijakan tersebut sejalan dengan capaian perusahaan pemilik konsesi tambang di Bakan, Kabupaten Bolaang Mongodow, Sulawesi Utara, yang meraih penghargaan dari Asosiasi Pertambangan Indonesia atau IMA Award 2018 untuk penyerapan TKDN terbaik di sektor tambang mineral.

“Ini bentuk apresiasi bagi PT J Resources Asia Pasifik, Tbk khususnya PT JRBM yang selalu memprioritaskan pemanfaatan produk dalam negeri dalam kegiatan operasinya. Ini tidak mudah dilakukan di penambangan dan pengolahan mineral seperti emas,” kata Presiden Direktur PT J Resources Bolaang Mongondow, Edi Permadi dalam pernyataan persnya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Menurut Edi, penghargaan tersebut semakin menegaskan komitmen perusahaan dalam memenuhi salah satu amanat pemerintah untuk senantiasa memprioritaskan pemanfaatan produk dalam negeri.

“Saat ini penyerapan TKDN di PT JRBM mencapai 93 persen, capaian yang cukup tinggi untuk sektor pertambangan mineral,” ujar Edi.

Penghargaan ini juga melengkapi deretan penghargaan yang diterima anak usaha kelompok J Resources Asia Pasifik di sepanjang 2018. Pada Mei lalu, PT Sago Prima Pratama meraih penghargaan bidang Keselamatan Kerja kelompok Izin Usaha Pertambangan dari Kementerian ESDM.

Di tahun ini juga, SPP dan PT J Resources Bolaang Mongondow mengantongi sertifikat dari The International Cyanide Management Code (ICMC) dalam pemanfaatan dan pengangkutan sianida di tambang emas Seruyung dan Bakan. Keduanya merupakan satu-satunya perusahaan swasta di Indonesia yang mendapat sertifikat tersebut.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan terima kasih pada sektor pertambangan yang cukup baik dalam penyerapan TKDN. “Kalau terkait TKDN di sektor pertambangan mineral dan batu bara sejauh ini bagus sekali. Kalau saya dengar laporan penyerapan TKDN mencapai 76%. Karena itu Pemerintah ucapkan terima kasih,” kata Jonan.

Dalam sembilan bulan tahun 2018 ini, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar 153,9 juta dolar AS. Total pendapatan ini diperoleh dari penjualan emas sampai dengan kuartal III 2018, yaitu sebanyak 119,8 kilo oz.

Untuk tahun 2018, Perseroan menargetkan volume penjualan sebanyak 170 kilo oz. Harga penjualan rata-rata emas sampai kuartal III 2018 adalah sebesar 1.285 per oz.

Saat ini produksi pmas Perseroan berasal dari beberapa tambang, yaitu Tambang Emas Bakan di Sulawesi Utara, Tambang Emas Seruyung di Kalimantan Utara dan Tambang Emas Penjom di Malaysia.

Perseroan juga tengah mempersiapkan dua tambang baru, yaitu tambang emas Doup di Sulawesi Utara milik PT Arafura Surya Alam yang ditargetkan mulai produksi pada Semester II tahun 2020. Kemudian tambang emas Pani di Gorontalo milik PT Gorontalo Sejahtera Mining yang ditargetkan mulai produksi pada 2021. (sal)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Kementerian ESDM Aebut 164.000 Rumah Bakal Kesulitan Bayar Biaya Penyambungan Listrik

Published

on

Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan sebanyak 164 ribu rumah bakal kesulitan membayar biaya penyambungan baru listrik pada 2019.

Data Kementerian ESDM yang diterima Antara di Jakarta, Senin (17/12/2018), menyebutkan kesulitan pembayaran sambungan baru listrik tersebut berdasarkan laporan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat memberikan solusi dengan berkoordinasi Kementerian BUMN untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang kesusahan membayar biaya sambungan listrik.

“PLN lapor ke saya, tahun depan 164 ribu rumah mungkin berat untuk membayar sambungan listrik. Nanti kita cari cara, Bu Rini (Menteri BUMN Rini Soemarno) misalnya bisa menggerakkan BUMN-BUMN, apakah memakai CSR (dana pemberdayaan masyarakat) atau promosi atau apa namanya yang diizinkan, kita sama-sama,” jelas Jonan.

Menurut dia, di sisi lain, Kementerian ESDM juga tetap membagikan lampu tenaga surya hemat energi (LTSHE) sebagai program praelektrifikasi sebelum jaringan listrik PLN masuk ke rumah-rumah tak berlistrik.

Setelah wilayah Indonesia terlistriki seluruhnya, Jonan mengungkapkan bahwa langkah pemerintah selanjutnya adalah intensifikasi atau meningkatkan konsumsi listrik seiring pertumbuhan perekonomian nasional.

Tercatat, hingga kuartal III 2018, konsumsi listrik nasional sebesar 1.048 kilo Watt hour (kWh) per kapita.

Sementara untuk tarif tenaga listrik, pemerintah sudah menetapkan tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik hingga 2019.

“Pertimbangannya karena menjaga daya beli. Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo) selalu mengatakan, coba lihat daya beli masyarakat. Itu saja,” katanya.

Jonan juga mengungkapkan bahwa saat ini rasio elektrifikasi mencapai 98,1 persen atau sudah melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 sebesar 97,5 persen.

Namun, masih ada sekitar dua persen atau lebih dari lima juta masyarakat yang belum menikmati penerangan.

Tantangan untuk menuju rasio elektrifikasi 99,9 persen tidaklah mudah, diperlukan kesungguhan untuk mencapai target tersebut, mengingat wilayah yang harus dilistriki berada di daerah terpencil dan sulit dijangkau.

“Cara untuk mencapainya, terutama untuk menjangkau tempat-tempat terpencil adalah dengan kerja sungguh-sungguh. Tantangannya besar. Salah satu tantangan terbesarnya adalah kapasitas tenaga kerja, karena ini banyak sekali, sehingga tantangan tenaga kerjanya juga besar,” terangnya.

Tantangan berikutnya adalah pendanaan. Untuk pendanaan, Menteri Jonan telah mengusulkan kepada DPR agar PLN memperoleh penyertaan modal negara (PMN) untuk melakukan penyambungan gratis ke rumah tangga tidak mampu.

“Tantangan yang kedua adalah mengenai anggaran. Kita mengusulkan ke DPR, kalau boleh ada PMN untuk PLN. Uangnya digunakan khusus untuk penyambungan ke rumah tangga yang kurang mampu, yang bayar sambung listriknya tidak mampu, mungkin bayar listriknya hanya Rp50 ribu, Rp60 ribu sebulan, sementara biaya sambung listriknya setengah juta sampai satu juta rupiah, ini berat. Kita usul dan akhirnya dapat, tapi tidak penuh,” lanjutnya. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Harga Minyak Naik Setelah Data Menunjukkan Pasokan Global Turun

Published

on

Pasokan minyak global turun 360.000 barel per hari (bph) bulan ke bulan pada November menjadi 101,1 juta barel per hari.

Zonaekonomi.com, New York – Harga minyak naik pada akhir perdagangan Kamis (13/12/2018) (Jumat pagi WIB), karena investor mencerna sejumlah data positif yang menunjukkan bahwa pasokan global lebih rendah, sehingga meredakan kekhawatiran berlarut-larut atas kelebihan pasokan.

Pasokan minyak global turun 360.000 barel per hari (bph) bulan ke bulan pada November menjadi 101,1 juta barel per hari, karena produksi yang lebih rendah di Kanada, Rusia dan Laut Utara, dari mana minyak mentah Brent diekstrak, kata Badan Energi Internasional (IEA) pada Kamis (13/12/2018) dalam Laporan Pasar Minyak (Oil Market Report) terbarunya.

Untuk pasokan non-OPEC, IEA telah merevisi perkiraan pertumbuhan untuk 2019 turun 415.000 barel per hari, sebagian karena “pemotongan yang diperkirakan dari Rusia yang disepakati pekan lalu, dan pertumbuhan yang lebih rendah di Kanada.”

Stok minyak mentah AS turun 1,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 7 Desember menjadi 442 juta barel, meskipun lebih rendah dari ekspektasi investor sebelumnya tentang penurunan 3,0 juta barel, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (12/12/2018).

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Januari 2019 naik 1,43 dolar AS menjadi menetap di 52,58 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari 2019 naik 1,3 dolar AS menjadi ditutup pada 61,45 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. (ape)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending