Connect with us

UKM & Koperasi

Produk Olahan Kampung Wirausaha GarudaFood Makin Inovatif

Published

on

Acara bertajuk "Innovation Day Produk Olahan Chocolatos" di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kampung Wirausaha yang dikembangkan industri makanan GarudaFood semakin inovatif terlihat dari berbagai produk olahan yang dihasilkan para ibu rumah tangga yang tergabung dalam program tersebut.

“Kami ingin para ibu yang tergabung dalam program ini mulai berjualan berbagai produk olahan yang bakal disukai anak-anak,” kata Head of Corporate Communication GarudaFood, Dian Astriana dalam acara bertajuk “Innovation Day Produk Olahan Chocolatos” di Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Dian menjelaskan Kampung Wirausaha dikembangkan oleh komunitas karyawan perusahaan itu yang disebut GarudaFood Sehati sejak Februari 2017. Saat ini Kampung Wirausaha telah berkembang di tiga wilayah yaitu Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Tangerang Selatan.

“Lewat komunitas ini kami berbagi ilmu tentang bisnis yang diharapkan bisa membantu para ibu mendapat penghasilan. Sehingga ekonomi keluarga semakin membaik,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya para ibu yang tergabung dalam Kampung Wirausaha sudah mencapai ratusan orang dengan mengawali usaha melalui program bantuan produk GarudaFood untuk membuka usaha warungan di rumah.

“Setelah program usaha warungan telah menunjukkan hasil, kami coba hal baru yaitu membuat produk olahan dari program pangan produksi perusahaan kami. Bahan olahan itu terlihat unik sehingga menarik minat masyarakat, terutama anak-anak untuk membeli,” ujarnya.

Dian mengaku kagum dengan semangat para ibu anggota Kampung Wirausaha sebab hanya diberi petunjuk sedikit saja, keluar berbagai macam ide produk olahan yang berhasil dikembangkan.

“Forum ini sebenarnya lebih condong ke penggalian potensi diri. Kami juga dorong para ibu untuk tak pantang menyerah dan berhenti belajar, sehingga menjadi pribadi mandiri dan produktif,” tambahnya.

Ia menambahkan, GarudaFood Sehati sejak awal bertekad untuk membawa perubahan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kegiatan fokus pada lima pilar, yakni pendidikan, kesehatan masyarakat, lingkungan, bantuan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Kampung Wirausaha Kota Bogor, Riaduria mengatakan dirinya dan ibu-ibu lain menyambut positif kegiatan ini, karena mereka mendapatkan pelatihan kewirausahaan, pelatihan keuangan sederhana dan bisa bertukar pikiran mengenai strategi pemasaran dalam hal menjual produk olahan.

“Komunitas ini memberi ruang bagi dirinya bersama para ibu lainnya untuk berpikir kreatif, memperluas relasi dan memanfaatkan setiap kesempatan sebagai peluang. Saya merasa senang karena bisa mencari uang sendiri. Lumayan untuk membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Data BPS tahun 2016 menyebut jumlah wirausaha non pertanian di Indonesia saat ini mencapai angka 3,1 persen. Angka ini telah melampaui syarat minimal suatu masyarakat akan sejahtera yakni 2 persen dari populasi penduduk. (zit)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM & Koperasi

Staf Khusus Menpora Hadiri Peluncuran 1.000 Wirausaha Milenial Bogor

Published

on

Staf Khusus Menpora Tommy Kurniawan (tengah) saat menjadi pembicara utama pada peluncuran program 1.000 wirausaha milenial, yang digagas oleh Yayasan At-Tawassuth di Bogor, Jawa Barat.

Zonaekonomi.com, Bogor – Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Tommy Kurniawan mengunjungi Desa Bojong, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor untuk menghadiri peluncuran program 1.000 wirausaha milenial, yang digagas oleh Yayasan At-Tawassuth.

“Peluncuran program wirausaha milenial itu adalah rangkaian Refleksi Hari Pahlawan Nasional 2018 pada hari Minggu (11/11) lalu,” kata Ahmad Fahir, Ketua Yayasan At-Tawassuth Bogor di Bogor, Jawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan peluncuran program 1.000 wirausaha milenial itu adalah untuk mendorong kebangkitan wirausaha muda dengan memanfaatkan media sosial, guna memperkuat potensi ekonomi dan kerajinan lokal Bogor.

Dikemukakannya, Desa Bojong memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan andalan untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat, antara lain sektor pertanian yang menjadi tumpuan pencarian mayoritas warga, kerajinan tangan hingga kuliner khas seperti “oncom hideung”, “deblo” dan “dage bojong”.

Selain itu, potensi ekonomi kreatif pemuda juga dapat dikembangkan, seperti pembuatan buket, yang digandrungi oleh generasi milenial.

“Kami melihat ada peluang besar yang dapat dikelola dari ketergantungan masyarakat pada media sosial, yakni dengan berwirausaha secara ‘online’ baik untuk kalangan muda maupun tua. Karenanya, kami gagas pengembangan 1.000 wirausaha milenial, guna membangkitan potensi ekonomi lokal,” kata Fahir, yang juga pendiri Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selain menggelar pelatihan di Desa Bojong, Yayasan At-Tawassuth sedang menyiapkan kegiatan serupa di desa-desa lain di wilayah Kecamatan Kemang, Rancabungur, Ciseeng, Parung dan Bojong Gede.

Kepala Desa Bojong, Asep Saefudin mengatakan, kehadiran Staf Khusus Menpora, Tommy Kurniawan ke desanya diharapkan dapat membawa dampak positif guna menggeliatkan kembali kerajinan dan kuliner khas Bojong.

“Saat ini berusaha lewat ‘online’ sudah menjadi tren. Dengan hadirnya ‘Kang Tomkur’ yang juga publik figur, kita berharap potensi kerajinan dan kuliner khas Desa Bojong dapat dipasarkan lebih luas untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” kata Asep.

Selama berada di Desa Bojong, Tomkur — panggilan karib Tommy Kurniawan — juga mengunjungi sejumlah lokasi, yakni workshop otomotif milik RT Dalung, yang notabene sebagai binaan Kemenpora di Kampung Bojong Hilir, RW10.

Selain itu, juga melihat pusat kerajinan pelipatan kasa dan klinik Yayasan At-Tawassuth di Kampung Bojong Hilir RW9.

Kemudian, juga berkesempatan menyambangi Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin di Kampung Bojong Kaum, RW2, dan melihat kerajinan pembuatan kuliner rengginang di RW2, dan menyampaikan materi pada pelatihan wirausaha milenial di Kampung Sawah, RW 06.

Kunjungan Tomkur ke sejumlah lokasi di Desa Bojong, selalu disambut riuh ratusan warga setempat, yang didominasi kaum ibu.

Posisinya sebagai artis dan publik figur menjadi daya tarik bagi warga Bojong untuk melihat dari dekat sosok yang kini tengah maju sebagai caleg PKB DPR RI dari Dapil Jabar V Kabupaten Bogor.

Tommy Kurniawan menyatakan pelatihan wirausaha milenial yang digagas Yayasan At-Tawassuth sebagai ikhtiar nyata dalam membangkitkan minat wirausaha di kalangan generasi muda.

“Wirausaha dapat dikembangkan dengan modal ‘skill’ dan ‘network’ yang dimiliki. Kemudahan akses informasi dan komunikasi secara ‘online’ harus bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi usaha,” katanya.

Ia yakin bila generasi muda makin banyak yang terjun ke wirausaha, perekonomian masyarakat akan bangkit, baik pada level daerah maupun nasional.

“Rasio wirausaha kita dengan jumlah penduduk masih sangat timpang. Kita harus terus mendorong pertumbuhan jumlah wirausaha, agar perekonomian nasional makin kuat dan kokoh,” demikian Tommy Kurniawan. (ndi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Jasa Marga Siapkan Lahan UMKM di Area Istirahat Jalan Tol

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno dan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani saat meninjau Rest Area 597B dalam rangka Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa, Senin (12/11/2018).

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) melalui kelompok usahanya PT Jasamarga Properti (JMP), menargetkan untuk mengelola 30 tempat istirahat atau “rest area” yang menyediakan lahan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno saat meninjau Rest Area 597B dalam rangka Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa, Senin (12/11/2018), mengatakan, sesuai aturan yang berlaku, Jasa Marga akan menyiapkan 30 persen area komersil di rest area untuk UMKM.

“Itu memang diutamakan bagi warga sekitar. Hal itu bertujuan untuk memacu roda perekonomian masyarakat setempat,” kata Rini melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula mendampingi Menteri Rini, yaitu Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan dan Direktur Utama PT Jasamarga Properti Irwan A. Sumadiyo.

Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan memaparkan bahwa sebanyak 30 rest area atau Tempat istirahat dan Pelayanan (TIP) yang menyediakan lahan khusus bagi UMKM tersebut akan tersebar di sejumlah jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga maupun kelompok usahanya.

Jalan tol tersebut yakni Jalan Tol Purbaleunyi, Palikanci, Batang-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, Surabaya-Mojokerto, Pandaan-Malang, Gempol-Pasuruan, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, Balikpapan-Samarinda, dan Manado-Bitung.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 10/PRT/M/2018 tentang Tempat istirahat dan Pelayanan (TIP) pada Jalan Tol bahwa untuk di TIP yang jalan tolnya telah beroperasi disediakan lahan untuk UMKM dan Koperasi sebanyak 20 persen, sedangkan untuk tol baru sebesar 30 persen.

PT JMP sendiri telah mengalokasikan komposisi gerai melalui desain sesuai yang dipersyaratkan Peraturan Menteri PUPR tersebut.

Jasa Marga terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar jalan tol dengan memaksimalkan TIP sebagai tempat untuk mengembangkan UMKM rintisannya.

“Untuk TIP yang secara khusus berkonsep UMKM, sedang dibangun di KM 360B Jalan Tol Batang-Semarang. TIP yang merupakan _joint venture_ PT PP, PT PP Properti, PT JMP dan PTPN IX tersebut memiliki alokasi ‘tenant’ hingga 70 persen untuk UMKM,” kata Sofyan.

Para pelaku UMKM yang telah menempati TIP-TIP yang dikelola oleh PT JMP bergerak di berbagai sektor, seperti kuliner, kerajinan hingga oleh-oleh.

Keberadaan UMKM di TIP jalan tol merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan agar ada tempat khusus bagi UMKM.

Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), pemda setempat, dan berbagai elemen masyarakat lainnya untuk mengelola dan mengembangkannya. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Kemenperin : IKM Tulang Punggung Ekonomi Nasional

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Industri kecil dan menengah (IKM) berperan menjadi tulang punggung perekonomian nasional karena sebagai sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia, aktivitasnya dinilai membawa efek berganda yang positif untuk mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“IKM konsisten sebagai penopang perekonomian Indonesia, bahkan menjadi salah satu sektor industri yang mampu berdiri tegak pada saat krisis moneter global,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih melalui keterangannya di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Kekuatan IKM di dalam negeri, tercermin dari jumlahnya yang terus meningkat. Berdasarkan catatan Kemenperin, industri kecil pada tahun 2014 sebanyak 3,52 juta unit usaha, naik menjadi 4,49 juta unit usaha di semester I tahun 2018.

Artinya, ada penambahan hingga 970 ribu industri kecil selama empat tahun belakangan ini.

“Ketika mencapai 4 juta unit IKM di tahun 2016, tenaga kerja yang terserap lebih dari 10 juta orang. Tentunya, jumlah tersebut mendominasi dari populasi tenaga kerja industri di Indonesia,” ungkap Gati.

Dia pun meyakini, jumlah IKM nasional akan semakin meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah yang diperkirakan mencapai 70 persen dari total penduduk Indonesia pada 2025.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III-2018 naik sebesar 3,88 persen (y-on-y) terhadap triwulan III-2017.

Peningkatan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri logam dasar, yang mencapai 18,64 persen. Sementara itu, sektor yang mengalami kenaikan pertumbuhan produksi tertinggi adalah industri pengolahan tembakau, hingga 32,36 persen.

Gati menegaskan, pihaknya semakin gencar menumbuhkan wirausaha baru khususnya pada sektor IKM. Namun, seiring dengan perkembangan era revolusi industri 4.0, para pelaku IKM nasional dipacu untuk segera memanfaatkan teknologi terkini.

“Misalnya, kami telah memberikan pelatihan pemasaran digital bagi pengurus dan anggota Bhayangkari yang dikuti sebanyak 200 peserta di Surabaya beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Para peserta tersebut diberikan pemahaman tentang proses produksi, standardisasi produk dan kemasan, pendaftaran Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI), serta fasilitas restrukturisasi mesin dan peralatan IKM.

Selain itu, para peserta juga diperkenalkan tentang aplikasi “IKM Digital Learning” yang merupakan hasil kerja sama antara Ditjen IKM dengan Ruangguru.

“Mereka dapat me-refresh materi-materi yang diberikan di dalam kelas dengan menyaksikan video materi pada aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Di samping itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu syarat mutlak dalam pemberdayaan IKM nasional agar lebih berdaya saing global di tengah era revolusi industri 4.0.

“Selain dengan pelatihan, pemberdayaan IKM juga perlu dilakukan melalui pendampingan. Untuk itu, dibutuhkan pembina industri yang memiliki pengetahuan dan kemampuan mumpuni,” kata Sekretaris Ditjen IKM Kemenperin Eddy Siswanto. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending