Connect with us

Energi

Rini Resmikan BTS Tenaga Surya di Rote

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Tenaga Surya untuk sistem telekomunikasi pulau terdepan di Desa Oebela, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno meresmikan Base Transceiver Station (BTS) Tenaga Surya untuk sistem telekomunikasi pulau terdepan di Desa Oebela, Pulau Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin.

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (13/8/2018), Rini mengatakan, pengoperasian BTS itu untuk meningkatkan prasarana telekomunikasi di wilayah-wilayah terdepan.

BTS yang dibangun tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik PT Surya Energi Indotama, anak usaha PT Len Industri (Persero).

“Sebuah kebanggaan bagi kita semua, PT Len sebagai BUMN telah mengambil bagian dalam mendukung peningkatan prasarana telekomunikasi di daerah terdepan,” kata Rini melalui keterangan tertulis.

Menteri Rini berharap keberadaan BTS ini dapat mempermudah warga Pulau Rote dan sekitarnya untuk memperoleh informasi terbaru sehingga roda ekonomi pun bisa bisa berputar.

Tak hanya itu, kehadiran BTS ini juga mampu mempercepat aliran informasi jika terjadi kondisi musibah atau bencana. Dengan kondisi pulau Rote yang berada di wilayah paling selatan Indonesia, keberadaan BTS ini akan sangat membantu masyarakat sekitar.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin mengatakan, perseroan telah melakukan investasi peralatan pada PLTS dan tower yang kemudian disewakan kepada operator telekomunikasi.

PLTS sebagai sumber listrik utama perangkat Telekomunikasi BTS di Desa Oebela memiliki kapasitas 4.680 Watt peak yang terdiri dari 18 unit panel surya 260 Watt peak, serta dilengkapi pula dengan 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi.

PT Surya Energi Indotama telah membangun perangkat serupa di 320 lokasi sepanjang 2016-2018, di mana tujuh diantaranya dibangun di tahun 2018. Pada tahun ini, perseroan telah melakukan investasi di 59 lokasi lain.

“Di tengah persaingan bisnis energi yang begitu ketat di Indonesia, khususnya tenaga surya, investasi PLTS bagi Len merupakan terobosan baru melalui dukungan regulasi yang dikeluarkan pemerintah dalam memajukan daerah-daerah 3T,” kata Zakky.

PT Len Industri sebagai badan usaha di bidang renewable energy memiliki peran sebagai investor power dan tower, manufaktur modul surya, EPC sistem (engineering, procurement and construction) sekaligus menyediakan servis operation dan maintenance.

Sembilan BUMN Salurkan Bantuan Sosial

Di lokasi yang sama, sembilan BUMN yaitu PT LEN Industri, BRI, Mandiri, BNI, PT PLN, PT Pegadaian, PT Pertamina, PT Telkom Indonesia dan PT ASDP Indonesia Ferry bersinergi memberikan bantuan bagi masyarakat di Desa Oebela sebagai bentuk kepedulian bagi perbaikan taraf hidup masyarakat sekitar.

Bantuan-bantuan yang diberikan berupa pembangnan lampu penerngan jalan umum yang memanfaatkan tenaga surya, pemberian pompa air, pemberian lampu sehen di rumah warga, layanan perbankan hingga sarana dan prasarana ibadah.

Tak lupa, bantuan juga diberikan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah perbatasan sperti mesin genset, motor gerobak dan kompressor.

Menteri Rini memberikan apresiasinya kepada seluruh BUMN yang terlibat dan terus mendorong BUMN tidak hanya mencetak keuntungan namun juga ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih bagi semua BUMN yang sudah memberikan kepedulian. Saya yakin bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan saya terus mendorong BUMN meningkatkan kepedulian kepada masyarakat terutama yang berada di wilayah teluar Indonesia,” kata Rini. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Energi

Dirjen Migas Jelaskan Strategi Atasi Defisit Migas

Published

on

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto membeberkan sejumlah strategi pemerintah dalam mengatasi defisit migas pada neraca perdagangan.

“Strateginya setidaknya ada empat yang tengah dipersiapkan,” kata Djoko di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Rabu malam (19/9/2018).

Pertama adalah mengenai kebijakan penggunaan campuran biodiesel B20 di setiap SPBU Pertamina. Kedua, membeli crude bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

“Jadi kalau B20 sukses kita tidak akan mengeluarkan dolar untuk membeli impor kan, begitu pula bagian KKKS,” jelasnya.

Selanjutnya, yang ketiga adalah memaksimalkan penggunaan produk dan jasa dalam negeri (TKDN) dalam setiap pengembangan proyek Migas.

Keempat adalah L/C (Letter of Credit), semua perusahaan yang akan membeli produk di bidang energi baik itu batubara emas, dan yang lainnya itu harus bayar pakai LC di negeri ini, maka Indonesia akan dapat dolar.

“Yang buka LC di luar negeri, kita pindahkan ke dalam negeri. Artinya apa, kita akan banyak masuk uang dolar,” katanya.

Sebelumya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan defisit neraca sektor minyak dan gas bumi pada 2018 lebih baik dibandingkan 2017.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan hingga triwulan kedua 2018, penerimaan negara dari lifting minyak dan gas mencapai 6,57 miliar dolar AS.

Sementara, nilai ekspor migas sampai dengan triwulan kedua 2018 mencapai 5,89 miliar dolar AS dan impor migas 12,73 miliar dolar AS.

“Dengan menjumlahkan penerimaan negara dan ekspor, lalu dikurangi impor, maka neraca sektor migas terdapat defisit hanya sebesar 0,27 miliar dolar AS,” kata Arcandra.

Sedangkan, untuk perhitungan sepanjang 2017, angka defisit neraca sektor migas tercatat 1,55 miliar dolar AS dengan rincian penerimaan negara 9,92 miliar dolar AS, ekspor 10,8 miliar dolar AS, dan impor 22,27 miliar dolar AS.

“Dengan demikian, secara keseluruhan, angka defisit neraca sektor migas kita pada 2018 lebih baik sedikit dari 2017,” tambahnya.

Arcandra juga mengatakan hingga saat ini minyak bumi masih menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan negara.

Kemenkeu mencatat pada semester satu 2018, minyak bumi telah menyumbang 34 persen dari realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Konferensi Hari Listrik Bahas Aplikasi Penyimpanan Energi

Published

on

Konferensi dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-73 tahun 2018, membahas mengenai pengembangan aplikasi penyimpanan energi.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Konferensi dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-73 tahun 2018, membahas mengenai pengembangan aplikasi penyimpanan energi.

Ketua Umum Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), Supangkat Iwan Santoso dalam siaran pers yang diterima Rabu (919/9/2018), di Jakarta menyebutkan konferensi ini dihadiri lebih dari 7,500 pengunjung yang datang dari berbagai kalangan, baik professional maupun akademisi.

Salah satu kegiatan menarik adalah Energy Storage Investment Analysis 101 Workshop, sebuah lokakarya setengah hari mengenai aplikasi penyimpanan energi atau energy storage di wilayah Asia Tenggara.

Latar belakang tema tersebut mengingat industri penyimpanan energi atau baterai saat ini dilihat sebagai salah satu faktor penting dalam pengembangan energi terbarukan dan diharapkan dapat menjadi salah satu industri pendukung utama dalam sektor ketenagalistrikan modern.

“Inovasi merupakan hal yang penting dalam keberlanjutan industri energi di Indonesia mengingat dinamisnya berbagai perubahan dan tantangan sesuai perkembangan zaman yang dihadapi saat ini, yang bahkan berbagai perusahaan multinasional besar pun harus terus berinovasi untuk dapat bertahan,” ujar Supangkat.

Dalam lokakarya ini juga didiskusikan berbagai topik menantang, seperti resiko yang terkait dalam bisnis penyimpanan energi termasuk cara mengukur dan menghitung resikonya sehingga diharapkan nantinya pelatihan ini dapat memberikan hasil yang beguna bagi para pengembang, pemilik usaha, investor, pemerintah, pemasok, analis kebijakan, analis bisnis, ekonom dan lain sebagainya.

Kegiatan lain yang tak kalah menarik dalam rangkaian acara konferensi adalah Energy Innovation Challenge (EIC), yang merupakan ajang untuk memberikan kesempatan bagi para inovator dalam menyalurkan berbagai ide dan memperlihatkan inovasi unggulan di bidang pemberdayaan energi.

Sementara itu, Sementara itu, Heather Johnstone selaku Direktur Acara POWER-GEN Asia, menyatakan dengan berpartisipasi dalam acara Energy Innovation Challenge, semua peserta akan dapat memberikan ide cemerlang mereka dan mendapatkan pengalaman memberikan persentasi di depan para juri dan audiens Power-GEN Asia, yang mana para kontestan yang terpilih pun akan dapat memperluas koneksi mereka dengan para pelaku industri energi.

Energy Innovation Challenge ini merupakan bagian yang penting dalam acara Hari Listrik Nasional ke-73/POWER-GEN Asia 2018.

Dalam rangka memperingati hari Listrik Nasional tahun ini, PennWell, perusahaan penyelenggara pameran internasional, bekerja sama dengan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), untuk pertama kalinya menyelenggarakan acara kolaborasi yang dinamakan “Hari Listrik Nasional (HLN) Ke-73/POWER-GEN Asia 2018”, bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD – Tangerang Selatan. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Energi

Kementerian ESDM Lelang Blok Migas West Kampar

Published

on

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan lelang wilayah kerja produksi blok migas West Kampar, Sumatera Utara.

“Blok ini sudah lama dilelang, dokumennya semua sudah siap. Blok ini sudah produksi hanya saja untuk operator lama kurang maksimal maka dilelang saja,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto di Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Operator sebelumnya dari West Kampar sebelumnya adalah PT Sumatera Persada Energi (SPE), namun kurang memberikan kontribusi maksimal dalam mengelola blok West Kampar.

Terakhir kali produksi pada 27 Maret 2017, dengan jumlah produksi 112 BOPD. Luas areanya adalah 894,8 km persegi. Estimasi sumber daya adalah 8,3 MMSTB yang terdiri dari minyak dan kondensat.

Syarat dan ketentuannya adalah minimum bonus tanda tangan sebesar 5 juta dolar AS. Indikatif komitmen kerja pasti selama lima tahun dengan estimasi biaya sebesar 59,038 juta dolar AS.

Jadwal lelang adalah akses dokumen lelang dibuka pada 19 September – 22 Oktober 2018. Kemudian pemasukan dokumen kualifikasi pada 23 Oktober – 30 Oktober 2018.

Sedangkan, pemasukan dokumen partisipasi pada 12 November 2018. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending