Connect with us

UKM & Koperasi

Chatib Basri Jadi Penasehat Lembaga Pendanaan UKM di Malaysia

Published

on

Mantan Menteri Keuangan Indonesia, Dr Muhamad Chatib Basri.

Zonaekonomi.com, Kuala Lumpur – Mantan Menteri Keuangan Indonesia Dr Muhamad Chatib Basri yang juga ekonom anggota Dewan Penasehat Bank Dunia tentang Gender dan Pengembangan, resmi ditunjuk sebagai penasehat perusahaan, Funding Societies, sebuah lembaga pendanaan UKM pertama dan terbesar di Malaysia.

Funding Societies (FS) dalam siaran pers di Kuala Lumpur, Minggu (2/9/2018), mengatakan keahlian dan pengalaman Chatib Basri dalam bidang makro ekonomi dan bidang regulasi akan berfungsi sebagai dukungan berharga terhadap visi FS untuk menyediakan akses modal kerja ke setiap perusahaan kecil dan menengah yang layak di Asia Tenggara.

Sebelum menjadi anggota Dewan Penasihat Bank Dunia untuk Gender dan Pembangunan, Chatib Basri menjabat sebagai Menteri Keuangan ke-28 Indonesia dan merupakan anggota Kelompok Penasihat Regional Asia Pasifik Dana Moneter Internasional (IMF).

Selain itu, dia adalah Ash Center Senior Fellow di Harvard University (2015 – 2016). Sebagai seorang ekonom, Chatib Basri adalah seorang ahli di bidang makro ekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik.

Fokus ekonominya sejalan dengan visi Lembaga Pendanaan “UKM yang Lebih Kuat, Masyarakat yang Lebih Kuat”, dimana wawasan Dr. Basri mengenai ekonomi makro dan banyak variabelnya akan lebih melengkapi perusahaan untuk mempersiapkan perubahan keuangan dan memberdayakan usaha kecil untuk mendorong ekonomi.

Pendanaan Masyarakat menghubungkan UKM lokal dengan kredit dengan investor (baik individu maupun institusional) melalui pasar digital, sehingga meningkatkan akses ke pembiayaan untuk sektor UKM. UKM dapat mengajukan hingga hingga RM500.000 dalam pembiayaan modal kerja dari produk perusahaan dan solusi arus kas.

Sejak pendirian perusahaan, FS telah memanfaatkan dana (crowdfunded) lebih dari RM650 juta di lebih dari 8.500 pembiayaan UKM.

Pembiayaan modal kerja Sumber Daya Masyarakat digunakan oleh UKM untuk pertumbuhan dan ekspansi bisnis.

Dalam skala makro, memberdayakan UKM yang menjanjikan, segmen yang sering menghadapi tantangan dalam mengakses kredit, memperkuat ekonomi lokal karena mereka akan berkontribusi lebih besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun meskipun potensi UKM, Komisi Sekuritas (SC) memperkirakan bahwa ada kesenjangan pembiayaan sebesar RM80 miliar untuk UKM Malaysia.

Bank Negara Malaysia (BNM) berharap bahwa pengembangan keuangan alternatif di Malaysia dapat membantu menjembatani kesenjangan pembiayaan dan membuka peluang baru untuk bisnis yang inovatif.

Sementara itu Chatib Basri mengatakan industri pembiayaan membuka akses modal kerja ke UKM yang sebelumnya tidak terlayani oleh lembaga keuangan yang ada.

“Platform keuangan alternatif seperti Funding Societies memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Asia Tenggara,” katanya.

Di masa depan, ujar dia, pihaknya percaya sinergi antara sektor pembiayaan dan lembaga keuangan yang ada akan menciptakan ekosistem keuangan digital yang kuat.

Dengan berkolaborasi dengan Funding Societies, ujar dia, pihaknya ingin membantu menciptakan kontribusi positif di bidang teknologi keuangan untuk mendukung inklusi ekonomi dan menumbuhkan masyarakat yang makmur di Asia Tenggara.

CEO Funding Societies Malaysia, Wong Kah Meng, mengatakan pihaknya sangat terhormat memiliki Chatib Basri sebagai penasihat di Funding Societies.

Pengalaman Chatib Basri yang luas di tingkat ekonomi dan keuangan tertinggi di kawasan Asia Tenggara, ujar dia, akan sangat berharga bagi pihaknya karena terus maju dengan misi untuk memungkinkan akses ke pembiayaan untuk semua UKM.

“Kami percaya bahwa penunjukan Dr. Basri datang pada saat yang tepat karena kami mengantisipasi ketidakpastian yang lebih besar dalam ruang pembiayaan UKM karena tren baru-baru ini di lingkungan makroekonomi global dan lokal,” katanya.?

Sejak pendiriannya Funding Societies telah menerima Seri A terbesar dan Seri B Pendanaan untuk platform pembiayaan Asia Tenggara, masing-masing sebesar RM 40 juta dan RM 100 juta.

Seri Pendanaan Seri B diumumkan pada April 2018 dan didukung oleh SoftBank Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures Indonesia, dan Golden Gate Ventures.

Funding Societies juga beroperasi di Singapura dan Indonesia dan merupakan operator pasar teregulasi yang diakui oleh Komisi Sekuritas. (gus)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

UKM & Koperasi

Mulai 2019, Alibaba Bantu Tingkatkan Produktivitas Industri Kecil Menengah Indonesia

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Perusahaan multinasional asal China Alibaba bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian akan membina Industri Kecil Menengah (IKM) di Indonesia mulai tahun 2019.

“Kemarin Alibaba datang ke kami. Mereka menyatakan mau membantu industri kecil menengah di Indonesia yang sudah ikut program e-Smart untuk meningkatkan kualitasnya,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Menurut Gati, Alibaba akan menyediakan instruktur untuk membina IKM dari berbagai bidang unggulan asal Indonesia agar meningkatkan produktivitas dan kualitas.

Selain itu, Alibaba akan memberi pembinaan soal memanfaatkan teknologi digital untuk menjalankan bisnis hingga meraup keuntungan maksimal.

“Kalau namanya IKM kan digitalnya agak sulit. Nah, mereka mau bina yang soal digitalnya,” tukas Gati.

Ke depan, rencananya produk IKM asal Tanah Air juga akan dijajakan di pasar dagang elektronik milik Alibaba.

“Awalnya pembinaan, nantinya bisa ada di Alibaba. Kalau lihat Alibaba kan b to b (business to business), memang harus besar barangnya, kalau kecil ya tidak bisa,” ungkap Gati.

Alibaba tertarik untuk membina IKM binaan Kemenperin karena dinilai telah terorganisir dengan baik melalui Program e-Smart IKM. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

Digencarkan, Sosialisasi Program Restrukturisasi Mesin IKM

Published

on

Direktur Jenderal IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Perindustrian menggencarkan sosialisasi program restrukturisasi mesin Industri Kecil Menengah (IKM) mulai 2019 agar pemanfaatannya lebih meluas.

“Sosialisasinya harus gegap gempita karena dananya besar,” kata Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (22/10/2018).

Menurut Gati, sosialisasi yang dilakukan selama ini masih belum tajam dan meluas, sehingga pemanfaatannya belum maksimal.

Selama ini, sosialisasi dilakukan berdasarkan kerja sama dengan dinas perindustrian dan perdagangan.

Namun, Gati menilai masih banyak IKM yang belum mengetahui tentang penggunaan mesin maupun tempat membeli mesin itu sendiri.

“Misalnya IKM kayu di Solo, itu mereka masih banyak yang manual, karena mereka tidak tahu kalau ada mesin yang bisa membantu mereka dalam bekerja, bahkan lebih cepat. Mereka juga tidak tahu beli mesinnya dimana,” tutur Gati.

Oleh karena itu, Kemenperin akan melakukan sosialisasi tentang program restrukturisasi mesin, berikut jenis-jenis mesin yang bisa digunakan oleh IKM.

“Selain itu kami juga akan menginformasikan soal produsen mesin di dalam negeri maupun yang impor. Nah, kemarin di Solo dicari datanya, mereka butuh mesin apa, itu nanti kita data,” kata Gati. (spg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM & Koperasi

BUMN dan UMKM Dikerahkan Percepat Rekonstruksi Lombok

Published

on

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pemerintah mengerahkan sejumlah BUMN dan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan, termasuk rumah masyarakat, pascagempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Kami gerakkan BUMN dan UMKM untuk percepatan. Target produksi panel Risha untuk delapan unit rumah per harinya. Satu rumah itu sekitar 138 panel, sehingga satu hari bisa produksi sekitar 800 panel. Itu baru PT Waskita, belum di PT WIKA. UMKM juga kita gerakan dengan harga jual yang sama dengan BUMN,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam rilis, Senin (22/10/2018).

Basuki Hadimuljono memaparkan, saat ini juga telah terbentuk 563 kelompok masyarakat (pokmas) yang dibentuk di tingkat kecamatan dan tersebar pada tujuh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pembentukan Pokmas merupakan bagian dari pelibatan masyarakat untuk menjamin akuntabilitas bahwa penerima bantuan tepat sasaran, yaitu korban bencana yang rumahnya rusak berat.

Masyarakat secara gotong royong atau yang dikenal dengan metode Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman berbasis Komunitas) akan membangun rumah dengan teknologi rumah tahan gempa didampingi tim beranggotakan sembilan orang terdiri dari Tim Balitbang PUPR, TNI/Polri, fasilitator, relawan, dan mahasiswa KKN Tematik.

“Untuk progres pembangunan rumah yang tengah dibangun di NTB, yakni sebanyak 99 RISHA, 14 Rumah Instan Kayu (RIKA), dan 97 Rumah Instan Konvensional (RIKO). Selain itu Kementerian PUPR juga membangun 43 unit percontohan dengan konstruksi RISHA, 20 unit diantaranya sudah selesai dan 23 unit sedang dikerjakan,” urainya.

Ia menyatakan, rumah tahan gempa yang dibangun masyarakat tidak harus menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), namun bisa teknologi lainnya.

“RISHA itu salah satu metode yang sudah teruji tahan gempanya, tetapi kalau masyarakat menghendaki RIKA atau rumah konvensional silakan, tetap akan didampingi oleh tim Kementerian PUPR yang terlatih,” kata Menteri PUPR.

Selain itu, ujar dia, untuk mempercepat penyaluran bantuan, Pemerintah telah menyederhanakan format pencairan dana perbaikan rumah dari 17 formulir menjadi satu formulir saja.

Sedangkan untuk dukungan percepatan pembangunan Risha, telah dibuka workshop panel RISHA untuk memproduksi panel beton dalam skala besar di lima tempat yang dilakukan BUMN Karya dan UMKM.

Dari lima workshop panel RISHA tersebut, tiga diantaranya merupakan dukungan dari BUMN Karya oleh PT Waskita Karya di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, PT Wijaya Karya di Kecamatan Labu Api Kabupaten Lombok Barat, dan PT Hutama Karya di Kabupaten Lombok Barat.

Dua workshop lainnya merupakan produksi UMKM yakni aplikator Purwoko di Kabupaten Lombok Barat dan aplikator Iskandar di Kabupaten Lombok Timur. (mrr)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending