Connect with us

Trans

Delapan Cabang dan Empat Anak Perusahaan IPC Raih Penghargaan Pelayanan Prima Sektor Transportasi

Published

on

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menerima penghargaan Pelayanan Prima untuk Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi 2018.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Sebanyak delapan Cabang Pelabuhan dan empat Anak Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menerima penghargaan Pelayanan Prima untuk Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi 2018. Terdapat total 14 penghargaan yang diterima yang seluruhnya dianugerahkan oleh Kementerian Perhubungan, dalam rangka Hari Perhubungan Nasional.

Penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Sektor Transportasi ini didasarkan atas penilaian dalam kurun waktu satu tahun yang dilakukan Kementerian Perhubungan, yang melibatkan tim penilai independen dari YLKI, pengamat transportasi, perwakilan akademisi dan media massa, Ombudsman, Staf Kepresidenan, serta perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Ada sembilan instrumen penilaian yang mendasari penilaian, yaitu visi misi & motto pelayanan, standar pelayanan & maklumat pelayanan, sistem mekanisme prosedur, sumber daya manusia, sarana prasarana pelayanan, penanganan pengaduan, Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), sistem informasi pelayanan publik, serta produktivitas dalam pencapaian target pelayanan.

“Kami bersyukur, 12 entitas di dalam korporasi IPC berhasil meraih penghargaan prima di sektor transportasi. Hal ini memacu IPC untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya.

Penghargaan tersebut, menurutnya, merupakan bukti nyata bahwa IPC terus bergerak mewujudkan visi korporasi sebagai pengelola pelabuhan kelas dunia, yang unggul dalam opersional dan pelayanan.

“Kita sedang memasuki era baru pelabuhan, dimana semua pelabuhan yang dikelola IPC harus menjadi pelabuhan yang mampu memberikan pelayanan lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah. Kami sangat menyadari bahwa pelabuhan adalah salah satu mata rantai penting dalam perekonomian nasional,” jelas Elvyn.

Dari ke-14 penghargaan yang diraih, lima diantaranya meraih Penghargaan Prima Utama, yaitu Terminal Petikemas Tanjung Priok (PT IPC Terminal Petikemas), Terminal Petikemas Pelabuhan Panjang, Terminal Curah Kering Pelabuhan Panjang, PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IKT Tbk.).

Sebanyak delapan penghargaan lainnya yaitu Penghargaan Prima Madya, yaitu Terminal Petikemas Pelabuhan Teluk Bayur, Terminal Curah Kering Pelabuhan Banten, Terminal Penumpang Nusantarapura Tanjung Priok, Terminal Petikemas Pelabuhan Pontianak, Terminal Petikemas Koja, Terminal Petikemas Pelabuhan Jambi, Terminal Curah Cair Pelabuhan Teluk Bayur, serta Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Pandan.

Sedangkan Terminal Petikemas Pelabuhan Palembang mendapatkan Penghargaan Prima Pratama. (bvi)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Trans

BNPB : Pariwisata Rentan Terganggu Bencana

Published

on

Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan industri pariwisata sangat rentan terganggu oleh bencana apabila tidak dikelola dengan baik.

“Dampak bencana akan mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target kinerja pariwisata,” kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Sutopo mengatakan pariwisata kerap kali diasosiasikan dengan kesenangan dan wisatawan melihat keamanan dan kenyamanan sebagai satu hal penting dalam berwisata,

Dalam hal tersebut, bencana merupakan salah satu faktor yang sangat rentan memengaruhi permintaan wisatawan dalam industri pariwisata.

“Beberapa kejadian bencana telah menyebabkan dampak terhadap industri pariwisata. Tentu ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tuturnya.

Ketika Gunung Merapi meletus pada 2010, terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan di beberapa objek wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah hingga hampir 50 persen.

Bencana kebakaran hutan dan lahan pada Agustus hingga September 2015 juga menyebabkan 13 bandara tidak bisa beroperasi karena jarak pandang yang pendek dan membahayakan penerbangan.

“Bandara harus ditutup, berbagai acara internasional ditunda, pariwisata betul-betul tertekan,” katanya.

Letusan Gunung Agung di Bali pada 2017 juga menyebabkan wisatawan berkurang hingga 1 juta orang dan kerugian sektor pariwisata mencapai Rp11 triliun.

Begitu pula dengan gempa beruntun di Lombok pada 2018 yang menyebabkan penurunan wisatawan hingga 100.000 orang dan kerugian sektor pariwisata mencapai Rp1,4 triliun.

Ketika tsunami selat Sunda terjadi pada akhir 2018, kerugian ekonomi sektor pariwisata juga mencapai ratusan miliar.

Sutopo mengatakan mitigasi bencana, baik struktural dan nonstruktural, di kawasan pariwisata masih sangat minim.

“Mitigasi bencana harus ditempatkan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata,” katanya. (dew)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Peresmian Terminal Baru Bandara se-Indonesia Dipusatkan di Kalteng

Published

on

Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Fahrizal Fitri.

Zonaekonomi.com, Palangka Raya – Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan peresmian terminal baru bandara seluruh Indonesia rencananya akan dipusatkan di Kota Palangka Raya pada 7 Februari 2019 mendatang oleh Presiden Joko Widodo.

“Semua bandara yang belum diresmikan dan selesai dibangun pada tahun 2018, akan dipusatkan di Palangka Raya. Namun saya tidak mengetahui jumlah bandara lainnya yang juga akan diresmikan,” kata Fahrizal Fitri di Palangka Raya, Rabu (16/1/2019).

Hal ini merupakan sebuah kebanggan bagi daerah dan masyarakat, apalagi kemegahan terminal baru Bandara Tjilik Riwut akan dilihat banyak pihak sebagai pintu gerbang Kalimantan Tengah (Kalteng).

Fahrizal menjelaskan, semua usulan yang telah disampaikan oleh pemerintah provinsi kepada pengelola bandara telah diterima. Saat ini hanya tinggal menunggu pengaturan tata letak usulan tersebut di bandara.

“Untuk masalah ini masih menunggu kedatangan unit divisi bidang komersil dari PT Angkasa Pura II untuk melakukan penentuan lokasi dan realisasi usulan,” ujarnya kepada awak media.

Ada sebanyak delapan usulan yang diterima, yakni pemasangan foto Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng pada bagian dalam dan luar gedung, pemasangan foto dan riwayat berdirinya Kalteng oleh Gubernur Tjilik Riwut serta pemasangan videowall dan videotrone pada terminal kedatangan maupun keberangkatan.

Kemudian disediakannya toko ataupun ruang promosi khas daerah yang dikelola oleh Dekranasda, Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Tengah, tersedianya pusat informasi yang menghadirkan putra-putri Dayak sebagai penerima tamu pada terminal kedatangan serta tersedianya toilet ramah difabel.

Pihaknya juga mengusulkan pemasangan foto orangutan di bagian dalam gedung sebagai promosi wisata daerah Kalteng, baik di Taman Nasional Tanjung Puting maupun Sebangau, hingga penyediaan tempat penampilan musik karungut.

“Usulan yang telah disepakati tersebut, diharapkan segera terealisasi agar saat kunjungan presiden semuanya sudah dapat terpenuhi,” ungkap Fahrizal.

Pemerintah provinsi ingin terminal bandara yang baru menjadi salah satu ikon daerah, sehingga setiap penumpang yang datang kesana langsung mengenali identitas Kalteng dari tampilannya, baik di bagian dalam maupun luar bandara. (mah)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trans

Yogyakarta Optimalkan Tiga Trase Pendukung Bandara NYIA

Published

on

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Hananto Hadi Purnomo.

Zonaekonomi.com, Kulon Progo – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengoptimalkan tiga trase pendukung moda transportasi menuju Bandara New Yogyakarta International Airport.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY Hananto Hadi Purnomo di Kulon Progo, Minggu (13/1/2019), mengatakan tiga trase pendukung Bandara Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), yakni jalan nasional Yogyakarta-Purworejo, Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS), dan kereta api dari Stasiun Tugu sampai Stasiun Wojo.

“Kami akan mantapkan jalur yang sudah ada, tinggal melakukan rekayasa lalu lintas supaya arus kendaraan ke Bandara NYIA berjalan lancar,” kata Hananto.

Ia mengatakan sejak dua tahun terakhir, Pemda DIY telah melakukan pelebaran jalan Yogyakarta-Purworejo dan menyelesaikan pembanguan JLLS yang menghubungkan bandara di Kulon Progo-Bantul-Gunung Kidul. JJLS ini melintasi objek wisata sehingga dengan adanya bandara ini diharapkan mendongkrak pertumbuhan pariwisata di DIY.

Saat ini, lanjut Hananto, proses pembebasan lahan pelebaran jalan nasional dan pembangunan JJLS sedang berjalan, studi kelayakan dan rencana detail teknis pelaksanaan juga sudah ada. Pada tahap awal ini, DPUESDM DIY mengoptimalkan lahan jalan nasional yang bisa dilebarkan.

“Lahan yang ada masih bisa bisa dilebarkan, memang masih titik-titik tertentu yang hanya bisa dilebarkan,” katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan, pemkab mengusulkan Stasiun Kedundang menjadi stasiun kerta api pendukung Bandara NYIA. Artinya orang-orang yang menggunakan jasa pesawat, transitnya di Stasiun Kedundang.

Kalau Kendundang menjadi stasiun, maka penumpang pesawat dari Purwokerto ke Kedundang dari Yogyakarta ke Kedundang, kemudian dari Statiun Kedundang baru ke bandara.

Saat ini, pemkab sudah mendapat perintah untuk membantu menyediakan tanah sekitar 150 hektare untuk keperluan kereta. Hal ini akan diperjelas sehingga pengembangan Kedundang menjadi stasiun segera terealisasi.

“Kami berharap Kendungan menjadi pusat keramaian baru sebagai dampak ikutan adanya bandara,” kata Hasto. (sut)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending