Connect with us

Maritim

Kapal Pesiar MV Silver Discoverer Sandar di Belawan

Published

on

Kapal pesiar MV Silver Discoverer.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kapal pesiar MV Silver Discoverer kembali sandar untuk kesekian kalinya di Terminal Penumpang Bandar Deli, Pelabuhan Belawan pada pukul 18.00 WIB Kamis (27/9/2018).

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (24/9/2018), sebelumnya kapal pesiar berbendera Bahama ini juga pernah sandar pada 18 Februari 2018 dan sudah beberapa kali mengunjungi Pelabuhan Belawan pada 2017.

Kapal pesiar yang berlayar dari Simeuleu, Aceh, ini membawa wisatawan mancanegara berkebangsaan Amerika Serikat, Kanada, Argentina, Brazil, Meksiko, Argentina, Peru, Eropa, Selandia Baru, dan Australia.

Mereka mengunjungi objek-objek wisata yang ada di Sumatera Utara, khususnya Bukit Lawang/Bahorok.

Menurut ACS Humas PT Pelindo 1, Fiona Utami, dalam menerima penumpang –baik dalam negeri maupun mancanegara– BUMN itu telah menyediakan fasilitas dermaga dan terminal penumpang yang nyaman yang dilengkapi berbagai macam fasilitas penunjang, agar dapat mempermudah akses wisatawan mancanegara menuju tujuan-tujuan wisata menarik di Sumatera Utara.

“PT Pelindo 1 berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik dalam melayani jasa kepelabuhanan dan juga mendukung pemerintah untuk mengembangkan pariwisata Indonesia, secara khusus pariwisata di Sumatera Utara,” kata dia.

Ia menjelaskan dengan kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Belawan, Pelindo 1 terus berupaya untuk mengembangkan pelabuhan berbasis wisata di Sumatera Utara.

Selain di Pelabuhan Belawan, kapal pesiar juga bisa sandar di Terminal Serba Guna Pelabuhan Kuala Tanjung, di antaranya MV Superstar Libra, yang telah enam kali sandar di pelabuhan yang dikelola PT Pelindo 1.

“Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung merupakan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara yang akan berlibur ke Sumatera Utara yang memiliki banyak destinasi wisata menarik untuk dikunjungi,” kata dia.

Ia bilang, ini merupakan kunjungan rutin kapal pesiar di Pelabuhan Belawan yang termasuk dalam salah satu dari lima Pelabuhan utama di Indonesia yang bisa disinggahi kapal pesiar selain Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Makassar.

Kunjungan kapal pesiar ini sebagai salah satu upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mendukung cruise berkembang di Indonesia sebagai negara maritim.

Selanjutnya kapal pesiar itu lepas tali dan bertolak meninggalkan Terminal Penumpang Bandar Deli menuju Phuket. (jak)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Maritim

Kemendagri Optimistis Kemaritiman Berkontribusi dalam Perkembangan Ekonomi Nasional

Published

on

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo optimistis sektor kemaritiman memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi nasional.

“Sektor hakemaritiman memberirapan bagi bangsa utntuk mengejar ketertinggalan dan menjadikan Indonesia sebagai negara kuat, baik dari ekonomi dan pertahanan keamanan,” kata Hadi dalam seminar kemaritiman di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Kemendagri mengklaim meski pengembangan sektor maritim belum optimal namun turut berkontribusi pada menurunnya angka kemiskinan di Indonesia.

Hadi memaparkan target pencapaian indikator ekonomi pada tahun 2019 untuk angka kemiskinan sekitar delapan hingga 9,5 persen, namun pada tahun 2018 ini sudah mendekati angka tersebut yaitu 9,8 persen.

Sementara angka pertumbuhan ekonomi tahun depan ditargetkan 5,4-5,8 persen dan diharapkan bisa ikut menekan angka kemiskinan di Indonesia. “Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi juga masih terlihat di daerah-daerah terpencil atau yang jauh dari pusat ekonomi,” katanya.

Oleh karenanya pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa akan terus dikerjakan guna mengatasi kesenjangan serta mempercepat upaya menangani ketertinggalan di daerah, khususnya pulau terluar. “Kami dari pusat juga pasti akan membantu apa yang dibutuhkan daerah untuk pengembangan ekonomi,” katanya. (roy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Maritim

Kadin Harap Pemerintah Buat Regulasi Kelautan Pro Bisnis

Published

on

Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintah dapat membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan yang pro terhadap dunia usaha, khususnya di tengah proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Harapan itu disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto dalam forum diskusi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPM/Bappenas), Rabu (14/11/2018).

Dalam diskusi terkait penyusunan RPJMN 2020-2024 bidang kelautan dan perikanan, Yugi menjelaskan, regulasi pro bisnis diwujudkan melalui kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada aspek peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya, penyediaan bahan baku dan logistik, upaya peningkatan devisa, penyerapan tenaga kerja, dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Hingga saat ini, Yugi menyebut, pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan masih menemui sejumlah tantangan.

“Tantangan pelaku usaha sebagian besar terletak pada rumitnya perpanjangan izin-izin operasional kapal nelayan dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Pengurusan izin masih belum terintegrasi secara baik ke dalam sistem perizinan terintegrasi secara elektronik (OSS),” jelas Yugi.

Di samping terkait regulasi, Yugi menerangkan tantangan dunia usaha yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPJMN 2020-2024 mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan, serta penerapan teknologi dan inovasi.

Dengan demikian, menurut Yugi, peran peneliti menjadi penting dalam penguatan industri kelautan dan perikanan.

“Peneliti perlu meningkatkan kerja sama dengan mitra industri yang menjadi salah satu cara sinergi pemerintah dan akademisi menghasilkan inovasi kelautan dan perikanan,” sebut Yugi.

Kalangan industri, menurut ketua Kadin bidang kelautan itu, harus ikut memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan yang dihasilkan berbagai pusat riset.

Badan Pangan Dunia memprediksi pasar produk pangan laut (seafood) dunia pada 2024 mencapai 240 juta ton, dan 160 juta ton diantaranya berasal dari sektor perikanan budidaya. Senada dengan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi perikanan naik hingga 20 persen per tahun.

Produksi perikanan tangkap pada 2017 mencapai 6,8 juta ton, sedangkan produksi perikanan budidaya menembus angka 16,1 juta ton dengan rincian 5,66 juta ton ikan dan 10,45 juta ton sisanya dari budidaya rumput laut. (gtm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Maritim

Kemenko Kemaritiman Kampanyekan Cinta Laut

Published

on

Asisten Deputi Bidang Olahraga dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengkampanyekan gerakan Cinta Laut kepada para generasi muda khususnya pada tingkatan Sekolah Menengah Pertama.

“Gerakan ini adalah sosialisasi lanjutan program yang telah kita jalankan selama ini, diantaranya Program Dapunta hasil kerja sama kita dengan RRI. Kami juga ingin sosialisasikan tentang bagaimana kita dapat mencintai laut dan turut menjaga kebersihannya,” ujar Asisten Deputi Bidang Olahraga dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Selanjutnya, dalam informasi tertulis tersebut Kemenko Bidang Kemaritiman akan terus menggaungkan kegiatan kepedulian serta kebersihan laut demi mendukung Gerakan Indonesia Bersih (GIB), dengan melibatkan lebih banyak pihak, khususnya generasi muda dikarenakan kalangan generasi muda relatif lebih mudah untuk diberikan pemahaman.

“Tinggal kita mengarahkan dengan harapan mereka dapat menularkan hal positif ini kepada lingkungan mereka, jadi kita gerakkan seluruh stake holder dan seluruh pihak untuk bersama-sama mengkampanyekan ini, karena ini adalah komitmen dan kewajiban kita karena kita akan kesulitan kalau kita tidak bergerak bersama,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Kemenko Bidang Kemaritiman juga mengadakan pelatihan kepada anak-anak muda setara SMP tentang bagaimana cara membuat Vlog yang berkualitas. Terlihat, puluhan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias.

“Hal seperti ini sangat bermanfaat, kami mendapatkan pelajaran mengenai bagaimana cara menjaga lingkungan laut dan pesisir terutama dari sampah plastik. Kegiatan ini secara langsung menyadarkan kita untuk memberitahukan teman-teman kita untuk melestarikan lingkungan. Kita mulai dari diri sendiri tanpa nanti dan tanpa tapi,” ujar Widya dari SMP 201 Jakarta.

Kemudian, para siswa tersebut dengan didampingi guru pendamping dan para praktisi vlog langsung membuat Vlog di area sekitar Taman Wisata Angke Kapuk. Nantinya, Vlog tersebut akan dinilai mana yang paling bagus dan mendapatkan hadiah. Vlog tersebut rencananya juga akan dilombakan secara nasional. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending