Connect with us

Maritim

Menteri Susi Ajak Akademisi Jaga Kedaulatan Laut

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Zonaekonomi.com, Palembang – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak para mahasiswa dan akademisi untuk turut andil menjaga kedaulatan laut Indonesia.

“Anda sekalian akan menjadi bagian dari kedaulatan laut yang saat ini kita jaga penuh,” kata Susi saat menjadi pembicara pada pembukaan Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia di Palembang, Senin (17/9/2018).

Ia memaparkan bahwa pemerintahan saat ini menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dan menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.

“Untuk menjadikan laut kita sebagai masa depan bangsa adalah hal yang penting maka yang pertama harus dilakukan menertibkan kapal asing yang masuk menangkap ikan di wilayah laut Indonesia,” ungkap dia.

Dia menjelaskan sejak 2012 pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan melaksanakan moratorium terhadap kapal asing guna meningkatkan ekspor ikan Indonesia berkali-kali lipat.

“Dulu Indonesia melayani jutaan ton ekspor ikan kemudian jatuh jadi hanya tinggal 50 persen saja, kehilangan yang banyak atas sumber daya kita mengakibatkan eksportir tidak bisa ekspor lagi disebabkan penangkapan ikan tanpa izin (illegal fishing) di tengah laut kita,” ujar Susi.

Ia menambahkan, sebenarnya tidak hanya ikan tetapi juga soal minyak. Kapal asing yang terhitung jumlahnya mencapai lebih dari sepuluh ribu unit tidak membayar pajak bahkan melakukan ekspor langsung dari tengah laut.

Pemerintah saat ini berkomitmen penuh pada laut sebagai masa depan bangsa, karena itu dibentuk Satgas menyelesaikan persoalan laut dan penerbitan Peraturan Presiden No 44 tentang perikanan tangkap dan menjaga kedaulatan laut Indonesia.

“Besar harapan saya agar akademisi memastikan Perpres 44 jangan sampai direvisi,” harapnya.

Menurut dia, saat ini satu-satunya yang paling berdaulat adalah perikanan dan ini menjadi tugas semua pihak untuk ikut serta mengawalnya.

“Masak yang menangkap ikan di perairan kita yang kaya harus orang asing, jelas tidak boleh,” tegas dia.

Ia juga mengingatkan kembali para mahasiswa perikanan dan generasi muda lainnya untuk siap berhadapan dengan tantangan globalisasi. Hal ini dikarenakan segala subjek yang berkaitan dengan kekayaan laut dan penjagaan kedaulatan laut memerlukan banyak keahlian dan ilmu.

“Inilah kesempatan generasi kalian menghadapi masa depan,” ujarnya.

Universitas juga diharapkan menjawab tantangan yang sama dan berinovasi setiap waktu untuk meng-upgrade teknologi perikanan.

Susi juga berjanji akan mendukung setiap program perikanan yang diselenggarakan perguruan tinggi jurusan perikanan dan kelautan.

Sementara itu, Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) Anis Saggaff menjelaskan Unsri memiliki program studi perikanan, baik di bidang budidaya maupun pengolahan hasil perikanan.

Pihaknya juga menyediakan Taman Buah Firdaus yang dilengkapi kolam untuk pembudidayaan ikan bagi mahasiswa.

“Pembudidayaan ini diteliti dan dikembangkan oleh mahasiswa kemudian dilepas untuk masyarakat,” ujarnya. (fen)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Maritim

Kemendagri Optimistis Kemaritiman Berkontribusi dalam Perkembangan Ekonomi Nasional

Published

on

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Hadi Prabowo.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Hadi Prabowo optimistis sektor kemaritiman memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi nasional.

“Sektor hakemaritiman memberirapan bagi bangsa utntuk mengejar ketertinggalan dan menjadikan Indonesia sebagai negara kuat, baik dari ekonomi dan pertahanan keamanan,” kata Hadi dalam seminar kemaritiman di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Kemendagri mengklaim meski pengembangan sektor maritim belum optimal namun turut berkontribusi pada menurunnya angka kemiskinan di Indonesia.

Hadi memaparkan target pencapaian indikator ekonomi pada tahun 2019 untuk angka kemiskinan sekitar delapan hingga 9,5 persen, namun pada tahun 2018 ini sudah mendekati angka tersebut yaitu 9,8 persen.

Sementara angka pertumbuhan ekonomi tahun depan ditargetkan 5,4-5,8 persen dan diharapkan bisa ikut menekan angka kemiskinan di Indonesia. “Kemiskinan dan ketimpangan ekonomi juga masih terlihat di daerah-daerah terpencil atau yang jauh dari pusat ekonomi,” katanya.

Oleh karenanya pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa akan terus dikerjakan guna mengatasi kesenjangan serta mempercepat upaya menangani ketertinggalan di daerah, khususnya pulau terluar. “Kami dari pusat juga pasti akan membantu apa yang dibutuhkan daerah untuk pengembangan ekonomi,” katanya. (roy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Maritim

Kadin Harap Pemerintah Buat Regulasi Kelautan Pro Bisnis

Published

on

Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap pemerintah dapat membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan yang pro terhadap dunia usaha, khususnya di tengah proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Harapan itu disampaikan oleh Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto dalam forum diskusi di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPM/Bappenas), Rabu (14/11/2018).

Dalam diskusi terkait penyusunan RPJMN 2020-2024 bidang kelautan dan perikanan, Yugi menjelaskan, regulasi pro bisnis diwujudkan melalui kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada aspek peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya, penyediaan bahan baku dan logistik, upaya peningkatan devisa, penyerapan tenaga kerja, dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Hingga saat ini, Yugi menyebut, pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan masih menemui sejumlah tantangan.

“Tantangan pelaku usaha sebagian besar terletak pada rumitnya perpanjangan izin-izin operasional kapal nelayan dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI). Pengurusan izin masih belum terintegrasi secara baik ke dalam sistem perizinan terintegrasi secara elektronik (OSS),” jelas Yugi.

Di samping terkait regulasi, Yugi menerangkan tantangan dunia usaha yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan RPJMN 2020-2024 mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan, serta penerapan teknologi dan inovasi.

Dengan demikian, menurut Yugi, peran peneliti menjadi penting dalam penguatan industri kelautan dan perikanan.

“Peneliti perlu meningkatkan kerja sama dengan mitra industri yang menjadi salah satu cara sinergi pemerintah dan akademisi menghasilkan inovasi kelautan dan perikanan,” sebut Yugi.

Kalangan industri, menurut ketua Kadin bidang kelautan itu, harus ikut memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan yang dihasilkan berbagai pusat riset.

Badan Pangan Dunia memprediksi pasar produk pangan laut (seafood) dunia pada 2024 mencapai 240 juta ton, dan 160 juta ton diantaranya berasal dari sektor perikanan budidaya. Senada dengan itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan produksi perikanan naik hingga 20 persen per tahun.

Produksi perikanan tangkap pada 2017 mencapai 6,8 juta ton, sedangkan produksi perikanan budidaya menembus angka 16,1 juta ton dengan rincian 5,66 juta ton ikan dan 10,45 juta ton sisanya dari budidaya rumput laut. (gtm)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Maritim

Kemenko Kemaritiman Kampanyekan Cinta Laut

Published

on

Asisten Deputi Bidang Olahraga dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengkampanyekan gerakan Cinta Laut kepada para generasi muda khususnya pada tingkatan Sekolah Menengah Pertama.

“Gerakan ini adalah sosialisasi lanjutan program yang telah kita jalankan selama ini, diantaranya Program Dapunta hasil kerja sama kita dengan RRI. Kami juga ingin sosialisasikan tentang bagaimana kita dapat mencintai laut dan turut menjaga kebersihannya,” ujar Asisten Deputi Bidang Olahraga dan Budaya Maritim Kemenko Bidang Kemaritiman, Kosmas Harefa di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Selanjutnya, dalam informasi tertulis tersebut Kemenko Bidang Kemaritiman akan terus menggaungkan kegiatan kepedulian serta kebersihan laut demi mendukung Gerakan Indonesia Bersih (GIB), dengan melibatkan lebih banyak pihak, khususnya generasi muda dikarenakan kalangan generasi muda relatif lebih mudah untuk diberikan pemahaman.

“Tinggal kita mengarahkan dengan harapan mereka dapat menularkan hal positif ini kepada lingkungan mereka, jadi kita gerakkan seluruh stake holder dan seluruh pihak untuk bersama-sama mengkampanyekan ini, karena ini adalah komitmen dan kewajiban kita karena kita akan kesulitan kalau kita tidak bergerak bersama,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Kemenko Bidang Kemaritiman juga mengadakan pelatihan kepada anak-anak muda setara SMP tentang bagaimana cara membuat Vlog yang berkualitas. Terlihat, puluhan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut sangat antusias.

“Hal seperti ini sangat bermanfaat, kami mendapatkan pelajaran mengenai bagaimana cara menjaga lingkungan laut dan pesisir terutama dari sampah plastik. Kegiatan ini secara langsung menyadarkan kita untuk memberitahukan teman-teman kita untuk melestarikan lingkungan. Kita mulai dari diri sendiri tanpa nanti dan tanpa tapi,” ujar Widya dari SMP 201 Jakarta.

Kemudian, para siswa tersebut dengan didampingi guru pendamping dan para praktisi vlog langsung membuat Vlog di area sekitar Taman Wisata Angke Kapuk. Nantinya, Vlog tersebut akan dinilai mana yang paling bagus dan mendapatkan hadiah. Vlog tersebut rencananya juga akan dilombakan secara nasional. (asn)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending