Connect with us

Tourism

Arief Yahya Kagumi Arsitektur Paviliun Indonesia

Published

on

Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Zonaekonomi.com, Nusa Dua – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku kagum dengan keindahan arsitektur Paviliun Indonesia yang digelar di halaman Hotel Westin, Nusa Dua, Bali selama gelaran Pertemuan Tahunan IMF-WB berlangsung pada 8-14 Oktober.

“Saya enggak pernah datang ke pameran dengan arsitektur bambu seperti ini, saya dengar juga waktu pembangunannya cuma 25 hari. Selamat kepada rekan-rekan PP dan BUMN yang sudah menyediakan fasilitas ini,” kata Arief Yahya usai mengunjungi Paviliun Indonesia, Kamis (11/10/2018).

BACA JUGA : Indonesia Berhasil Kantongi Investasi Infrastruktur Rp202,5 Triliun dari Pertemuan IMF

Arief mengatakan pameran destinasi pariwisata yang dipajang di Paviliun Indonesia sudah cukup representatif.

“Semua sudah lengkap mulai dari Danau Toba hingga Morotai dan ada beberapa signing yang nanti akan dilakukan di dalam acara annual meeting IMF-WB untuk investasi,” kata dia.

Arief berharap dengan adanya pameran yang menunjukkan destinasi pariwisata Indonesia maka dapat menarik minat untuk menyelenggarakan acara-acara di Bali.

“Datanglah ke Indonesia, khususnya Bali. Jadikanlah Bali ini the best MICE venue di Asia bahkan di dunia. Silakan investasi di Indonesia khususnya 10 Bali Baru,” pungkasnya. (ida)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Tourism

Sambut Libur Akhir Tahun, Objek Wisata Petungkriono Berbenah

Published

on

Pariwisata Petungkriono Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mulai membenahi beberapa fasilitas objek wisata untuk menyambut wisatawan.

Zonaekonomi.com, Pekalongan – Para pegiat pariwisata Petungkriono Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mulai membenahi beberapa fasilitas objek wisata untuk menyambut wisatawan pada perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Pegiat Obyek Wisata Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Rojiin di Pekalongan, Kamis (13/12/2018), mengatakan bahwa fasilitas di objek wisata Petungkriyono dikelola oleh warga setempat sehingga mereka berupaya bagaimana caranya agar potensi pariwisata di daerahnya diminati oleh para pengunjung.

“Pembenahan fasilitas objek wisata tersebut diharapankan akan memudahkan pengunjung dan membuat nyaman para pengunjung saat berwisata di wilayah Kecamatan Petungkriono,” katanya.

Beberapa fasilitas yang akan dibenahi itu, kata dia, antara lain kondisi toilet, tempat parkir, tempat istirahat, hingga infrastruktur jalan agar aman dan nyaman dilewati oleh para wisatawan.

“Adapun bagi wisatawan yang akan menikmati arung jeram, kami juga menyiapkan alat pelampung secara gratis. Selain itu, kami juga telah menyiapkan 30 unit angkutan Gunung Pariwisata atau Anggun Paris yang siap menjemput wisatawan dari Doro menuju Petungkriono,” katanya.

Ia mengatakan sejumlah objek wisata di Petungkriyono masih menjadi lokasi favorit masyarakat untuk berwisata karena selain mudah dijangkau kendaraan menuju ke lokasi juga kondisi alamnya masih alami dan sejuk.

“Rata-rata tingkat kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata di Petungkriono mencapai 2.700 orang per bulan. Oleh karena itu, kami memperkirakan tingkat kunjungan wisatawan pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 akan meningkat,” katanya.

Ia menyebutkan sejumlah objek wisata andalan di Petungkriono antara lain wisata gunung, curug Bajing, Curug Lawe, Curug Muncar, Karang Sriti, Welo River, rumah kayu.

“Selain itu, di objek wisata Petungkriono ini, para wisatawan dapat melihat satwa primata owa jawa yang kini sudah mulai langka. Satwa langka ini bahkan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara,” katanya. (kut)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Pentingnya Era Digital untuk Kemajuan Pariwisata

Published

on

Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang, Isnaini Madani.

Zonaekonomi.com, Palembang – Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan promosi pariwisata di dunia digital sangat berperan penting untuk kemajuan Pariwisata kota Palembang di era digital saat ini.

“Sangat mendukung sekali era digital ini karena seperti komitmen dari Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya bahwa pariwisata akan lebih fokus melakukan promosi digital, berdasarkan gaungan Menpar yakni ‘Go Digital” dan “Pariwisata 4.0”,” kata Isnaini Madani di program Making Indonesia 4.0 di Palembang, Rabu (12/12/2018).

Isnaini mengatakan dalam waktu dekat pihaknya bersama PT. Telkom Indonesia akan membuat taman digital di taman Kambang Iwak dalam salah satu upaya promosi digital ini.

“Kami bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia juga akan melakukan promosi pariwisata melalui SMS Blast,” ujarnya.

Ia menambahkan melalui SMS Blast, tamu atau wisatawan yang baru datang ke Palembang akan diarahkan dengan rekomendasi tujuan destinasi wisata kota Palembang.

“Program-program tersebut ditargetkan mulai berjalan di awal tahun 2019 mendatang,” tegas Isnaini.

Ia berharap promosi-promosi pariwisata melalui digital dapat didukung oleh seluruh pihak. (ftt)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

AP-1 Gelar CCD Dukung Pengembangan Pariwisata NTT

Published

on

PT. Angkasa Pura I (Persero) mengelar Talkshow Collaborative Destination Development (CDD) bertema "Explore The Amazing Destination at East Nusa Tenggara.

Zonaekonomi.com, Kupang – PT. Angkasa Pura I (Persero) mengelar Talkshow Collaborative Destination Development (CDD) bertema “Explore The Amazing Destination at East Nusa Tenggara, guna mendukung pengembangan potensi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi dihadapan peserta CCD di Kupang, Selasa (11/12/2018) mengatakan bahwa CDD merupakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak tahun 2015.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat keunggulan daerah yang mempunyai potensi pariwisata dan bisnis dengan cara melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, maskapai, hotelier, pelaku UKM, serta stakeholders pariwisata lainnya,” kata dia.

Disamping itu tujuan lain yaitu mendukung program pemerintah mengenai pariwisata dan bisnis daerah, mengembangkan eco tourism dan memperkenalkan budaya kenyamanan dalam berwisata, pembangunan berkelanjutan serta percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.

Menurut dia Kota Kupang adalah gerbang utama bagi Nusa Tenggara Timur (NTT), baik dalam mendukung kegiatan ekspor-impor maupun sebagai hubungan pariwisata dimana konektivitas udaranya dikontribusi oleh penerbangan perintis intra 13 bandara.

“Per Desember 2018, setidaknya terdapat 258 penerbangan per minggu (outbound) dari Kupang dengan kapasitas sebesar 24.255 kursi,” ujarnya.

Provinsi NTT juga tambah dia merupakan kawasan pariwisata baru yang muncul seiring dengan meningkatnya popularitas Pulau Komodo, Danau Kelimutu di Ende, dan juga beberapa destinasi pantai lainnya.

“Saat ini pulau Komodo di Manggarai Barat masih menjadi tujuan utama favorit bagi wisatawan mancanegara. Sehingga diharapkan tren ini dapat memberikan dampak tidak langsung bagi Kupang. Artinya bahwa Kupang bisa dioptimalkan potensinya sebagai tempat transit bagi wisatawan dari Indonesia bagian timur dan Timor Leste ataupun luar negeri (Australia)”, katanya lagi.

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Komodo, kunjungan wisman Januari-Agustus 2018 masih didominasi oleh wisatawan asal Australia dengan jumlah 8.100 orang. Diikuti Inggris (7,300 wisatawan, Spanyol 6.900 orang, Jerman 6.400, dan Amerika Serikat 6.000.

Oleh karena itu menurut dia jika ada penerbangan langsung baik dari Kupang-Australia atau sebaliknya jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat.

“Apabila terdapat penerbangan langsung dari Kupang menuju Australia, wisatawan Australia dapat terbang lebih dekat ke Komodo dan kawasan NTT dibandingkan harus transit di Bali. Atau wisatawan Australia tersebut dapat tiba di NTT melalui Kupang, kemudian mengeksplor kawasan NTT dengan regional flights yang tersedia dan pulang kembali ke negaranya dari Bali,” imbuhnya.

Sebagai informasi trafik dari dan menuju Bandara El Tari Kupang saat ini sudah menembus angka 2,1 juta penumpang per tahun.

“Secara umum pergerakan trafik penumpang 14 bandara yang berada di NTT tahun 2015-2017 cukup signifikan dengan CAGR 13 persen.

Namun jika melihat perkembangan trafik bandara-bandara seperti Bandara Komodo Labuan Bajo dengan CAGR 25 persen serta Bandara Ende, Bandara Tambolaka, dan Bandara Alor yang CAGRnya di atas 12 persen, menjadi indikator bahwa destinasi wisata itu turut meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung (kor)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending