Connect with us

Tourism

Dubes Katakan Indonesia Bisa Tarik Wisman Melalui Laos

Published

on

Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, Pratito Soeharyo.

Zonaekonomi.com, Vientiane – Indonesia bisa menarik wisatawan mancanegara dari China, Korea dan Jepang melalui Laos setelah mereka berwisata di negara itu apalagi bila digencarkan promosi potensi objek wisata di Tanah Air.

Menurut Duta Besar RI untuk Republik Demokratik Rakyat Laos, Pratito Soeharyo di Vientiane, Laos, Rabu (10/10/2018), saat ini banyak wisatawan dari China, Korea dan Jepang mengunjungi Laos.

Menurut dia, kunjungan wisman nantinya akan semakin banyak dengan beroperasinya jaringan kereta api dari China hingga Laos.

“Negara China sedang bekerja sama dengan Laos membuat proyek kereta api dari Vientiane ke Kota Kunming di China bagian selatan,” katanya.

Ia menyebutkan proyek dalam rangka kerja sama One Belt One Road atau OBOR itu direncanakan selesai 2019.

“Dengan adanya proyek itu maka nantinya dari Beijing bisa naik kereta api ke Kunming hingga ke Vientiane. Dari sini bisa langaung ke Bangkok, Malaysia, Singapura, ini kan sesuatu yang bagus kalau kita buat perjalanan,” katanya.

Menurut dia, dari kawasan itu, Indonesia bisa menarik mereka dengan menerbangkannya ke Jakarta, Yogyakarta atau Bali.

Ia menyebutkan destinasi wisata yang menarik wisman ke Laos ada di daerah Luang Phabang. “Banyak turis yang datang ke situ, kalau ada penerbangan langsung ke Indonesia, maka kita bisa menarik turis China dari Luang Phabang sampai Denpasar,” katanya.

Ia menyebutkan saat ini tidak ada penerbangan langsung dari Laos ke Indonesia.

Menurut dia, pihaknya sedang berupaya adnya penerbangan langsung dari Laos ke Indonesia.

Saat ini ada Thai Airways, Air Asia dan Lion terbang sampai di dekat perbatasan perbatasan Thailand dengan Laos yaitu di Udon Thani.

“Itu sekitar 45 menit dari Vientiane, kami berharap ada maskapai yang mau bergeser sedikit sehingga melayani penerbangan langsung dari Laos ke Indonesia,” katanya. (gus)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Tourism

Indonesia Raih Penghargaan “The Best Destination” di Belanda

Published

on

Indonesia menerima penghargaan Reisgraag Award sebagai The Best Destination Pameran Pariwisata Vakantiebeurs 2019 di Utrecht, Belanda.

Zonaekonomi.com, London – Indonesia menerima penghargaan Reisgraag Award sebagai The Best Destination yang merupakan penghargaan pertama Indonesia sejak pertama kali penghargaan tersebut diluncurkan pada 2011.

Minister Counsellor Fungsi Ekonomi KBRI Denhaag, Noorman Effendi, di Inggris, Kamis (10/1/2019), mengatakan penghargaan tersebut diserahkan secara resmi pada Networking and Gathering Event Indonesia pada hari pertama penyelenggaraan Pameran Pariwisata Vakantiebeurs 2019 di Utrecht, Belanda.

Pameran Vakantiebeurs 2019 merupakan pameran pariwisata terbesar di wilayah Benelux, yang dikunjungi calon wisatawan yang datang bukan hanya dari negara Benelux, namun juga dari negara Eropa lainnya yang ingin menghabiskan waktu liburan sepanjang tahun 2019 dengan mengunjungi destinasi wisata unik di berbagai belahan dunia.

Melalui Vakantiebeurs 2019, pengunjung dapat memperoleh informasi terbaru mengenai travel trends, destinasi liburan terbaru, dan juga tips-tips saat mengunjungi destinasi favorit.

Selain dihadiri ratusan ribu pengunjung, Vakantiebuers 2019 juga diliput sekitar 100 media dari berbagai negara dan travel bloggers.

Pada pameran yang berlangsung hingga 13 Januari mendatang di Jaarbeurs, Utrecht, kali ini, Kementerian Pariwisata menggandeng 21 industri pariwisata terdiri dari 11 travel agent/tour operator, 10 hotel/akomodasi, organisasi kepariwisataan, dan Garuda Indonesia.

Di Paviliun Wonderful Indonesia, pengunjung tidak hanya akan mendapatkan informasi seputar destinasi wisata unik dan menarik di Indonesia, tapi juga beragam aktivitas, menampilkan budaya Indonesia melalui sajian tarian, karnaval, musik, dan juga body painting dengan menggunakan henna.

Selain itu pemutaran film di layar informasi mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi lebih jauh keindahan alam, kesenian dan kerajinan yang unik, musik yang khas, kekayaan gastronomi, dan destinasi wisata di Indonesia.

Paviliun Indonesia menyajikan “hospitality corner” yang merupakan representasi keramahan masyarakat Indonesia dengan sajian makanan khas, kopi, dan minuman tradisional lainnya yang dibagikan cuma-cuma.

Paviliun Wonderful Indonesia dibuka dengan kegiatan Networking and Gathering oleh Dubes untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV/Eropa Kementerian Pariwisata RI, Agustini Rahayu.

Pada networking and gathering hadir lebih dari 50 mitra Wonderful Indonesia di wilayah Benelux yang terdiri dari berbagai agen perjalanan, operator perjalanan yang selalu mempromosikan berbagai destinasi wisata di Indonesia, serta co-exhibitor yang tergabung dalam Paviliun Indonesia.

Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja dalam sambutan mengatakan dengan berjuta pesona yang dimiliki Indonesia, wisatawan asing yang datang ke Indonesia akan dimanjakan oleh obyek wisata yang menarik dan unik dari Aceh sampai Papua dengan fasilitas pendukung yang nyaman dan berkualitas, seperti penerbangan langsung dan hotel yang berkelas.

Selain menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah promosi yang dilakukan sepanjang tahun 2019, Dubes juga mendorong semua mitra Wonderful Indonesia untuk terus kreatif menampilkan tiga aspek 3B yaitu Beauty, Branding, and Bridging.

Semua pengunjung Paviliun Wonderful Indonesia dengan antusias menggali informasi seputar objek pariwisata baru yang memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata favorit bagi publik Belanda maupun Eropa.

Partisipasi Wonderful Indonesia tahun ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Benelux, khususnya wisatawan dari Belanda yang pertumbuhannya dari 2012-2017 mencapai 7,57 persen/tahun, agar target 230.000 wisman Belanda yang berkunjung ke Indonesia tahun 2019 dapat tercapai.

Selain Paviliun Wonderful Indonesia, di ajang Vakantiebuers 2019 ini, promosi destinasi pariwisata Indonesia juga dilakukan banyak travel agent/tour operator Belanda yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata utama bagi warga negara Belanda, khususnya untuk destinasi wisata jarak jauh. (zey)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Pengelola Wisata Uluwatu Tanggapi Foto Tebing Retak

Published

on

Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.

Zonaekonomi.com, Badung – Pengelola objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali, menanggapi foto tebing retak di kawasan Pura Luhur Uluwatu yang beredar beberapa hari terakhir.

“Kami lihat sendiri kenyataan di lapangan, bahwa kondisi yang sebenarnya terjadi tidak sesuai dengan foto yang viral itu,” ujar Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana, di Badung, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan, pada foto yang viral tersebut, tumbuhan di tebing tampak kering. Sedangkan kondisi saat ini, tebing telah ditumbuhi oleh pepohonan yang tumbuh subur secara alami

“Saya pikir foto tebing retak yang viral itu dengan keadaan sekarang tidak cocok, kebetulan juga sekarang musim penghujan pas banyak tumbuh pohon di sisi tebing,” katanya.

Meskipun begitu, mengatakan masalah tebing yang retak tersebut telah terjadi dan sudah diketahui sejak dahulu. “Sekitar tahun 1992 menurut pengamat juga terjadi penurunan yang tidak signifikan sekitar satu milimeter, yang juga sudah saya koordinasikan kepada pihak puri,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak sekitar tahun 1992 hingga saat ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah mengatur sistem persembahyangan saat pelaksaan ritual Piodalan di Pura tersebut.

“Kami minimalkan umat yang bersembahyang di dalam. Untuk persembahyangan kami lakukan di Jaba Tengah Pura, di dalam hanya upacaranya saja. Untuk mengatur jumlah umat yang bersembahyang kami juga telah menggunakan sistem kartu,” ujar Wayan Wijana.

Pihaknya sejak dahulu juga telah memiliki komitmen bersama dengan melarang wisatawan dan pengunjung lain selain umat yang akan bersembahyang untuk masuk kawasan Pura

“Pura Uluwatu memang merupakan ikon wisatanya. Namun kami melarang wisatawan masuk ke pura dan yang kami tawarkan untuk pariwisata adalah kawasan luar Pura Uluwatu. Jadi keretakan ini juga tidak akan banyak berpengaruh kepada sektor pariwisata,” ujarnya.

Terkait keretakan tebing tersebut, menurutnya setiap tahun telah ada evaluasi yang dilakukan oleh pihak Dinas PUPR Kabupaten Badung. Selain itu juga terdapat ‘masterplan’ penataan kawasan Uluwatu yang telah dirancang.

“Masterplan tersebut termasuk di dalamnya adalah penataan tebing retak itu. Nantinya selain keretakan juga akan dilakukan penguatan tebing. Selain itu tembok di pinggir tebing akan dimundurkan yang lahan sisanya akan dilakukan tamanisasi sebagai antisipasi abrasi. Itu sudah dianggarkan dan pasti akan dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memastikan kebenaran foto yang beredar di media sosial tersebut. Camat Kuta Selatan, Made Widiana, bersama tim juga telah melakukan pemantauan ke lokasi tebing yang retak.

“Kami hari ini menerbangkan ‘drone’ untuk memastikan kabar yang sempat viral tersebut. Ini kami lakukan untuk mengetahui kebenarannya dan agar tidak muncul informasi yang meresahkan masyarakat Bali.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pantauan tersebut, pihaknya akan membuat laporan yang nantinya akan diberikan kepada instansi teknis untuk ditindaklanjuti dan diadakan pengecekan secara detail.

“Apa langkah secara teknis yang harus diambil itu nanti pihak PUPR yang lebih paham. Jadi pemantauan ini kami jadikan bahan awal bersama pengelola wisata Uluwatu sebagai laporan ke Pemkab Badung,” ujarnya. (nfy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Jelang Nyepi, Pemkot Denpasar Gelar Lomba “Ogoh-Ogoh”

Published

on

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.

Zonaekonomi.com, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar, Bali tetap menggelar lomba “ogoh-ogoh” atau boneka raksasa menjelang hari suci Nyepi pada 7 Maret 2019. Antusias anak muda Denpasar dalam membuat ogoh-ogoh sudah tampak dibeberapa kawasan banjar.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram di Denpasar, Rabu (9/1/2019), mengatakan lomba “ogoh-ogoh” tersebut sebagai bentuk kreativitas anak-anak muda dalam menyambut haru suci Nyepi. Meski pada tahun ini merupakan tahun politik.

Di Kota Denpasar dalam tahun politik ini tetap melaksanakan lomba ‘ogoh-ogoh’ untuk melestarikan adat dan budaya serta kreatifitas anak muda Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ngurah Mataram mengatakan Pemkot Denpasar sangat mendukung kreatifitas anak muda terlebih dalam pembuatan “ogoh-ogoh” yang juga sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

Ia mengatakan terkait dengan tahun politik ini, pihaknya telah merancang kriteria lomba “ogoh-ogoh” serta melarang pembuatan boneka raksasa yang bermuatan politik.

Sementara dalam menjaga keamanan dan kenyaman bersama dalam pawai dan lomba ogoh-ogoh, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh komponen lembaga adat, dinas, dan aparat keamanan di Kota Denpasar.

Ngurah Mataram lebih lanjut mengatakan kriteria perlombaan “ogoh-ogoh” sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang tetap mengacu pada kriteria pembuatan “ogoh-ogoh” berbahan dasar alami yang artinya tidak menggunakan bahan seperti stayrofoam.

“Lomba ogoh-ogoh ini tetap dilaksanakan, namun kriteria lomba tetap mengacu seperti tahun sebelumnya dan tidak boleh berbau politik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat, Ketut Gede Arya Narendra mengaku pihaknya telah mempersiapkan tema “ogoh-ogoh” tahun ini.

“Pemkot Denpasar yang tidak melarang pembuatan ‘ogoh-ogoh’ dalam hajatan tahun politik ini tentunya tetap mendukung dan mendorong kreatifitas anak muda dalam membuat boneka raksasah di setiap banjar,” ujarnya. (iks)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending