Connect with us

Tourism

Indonesia Tingkatkan Kerja Sama Pariwisata dengan Tanzania

Published

on

Duta Besar RI untuk Tanzania, Ratlan Pardede.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia berupaya meningkatkan kerja sama dengan Tanzania dalam berbagai bidang termasuk pariwisata untuk pembangunan ekonomi

Keterangan tertulis KBRI Dar Es Salam yang diterima di Jakarta, Minggu (7/10/2018), menyebutkan inisiasi kerja sama pariwisata itu disampaikan oleh Duta Besar RI untuk Tanzania Ratlan Pardede saat berkunjung ke Provinsi Arusha.

Dalam kunjungan itu, Dubes Ratlan bertemu dengan pihak Asosiasi Agen Perjalanan Tanzania (Tanzania Association of Tour Operators/TATO) untuk membahas kerja sama promosi tempat-tempat pariwisata antara Indonesia dengan Tanzania.

“Karakteristik tempat-tempat wisata yang komplementer antara Indonesia dengan Tanzania menjadi salah satu alasan Indonesia dan Tanzania dapat bekerja sama di bidang pariwisata,” ujar Dubes Ratlan.

Arusha merupakan salah satu kota tujuan pariwisata utama di Tanzania sekaligus gerbang menuju Taman Nasional Serengeti dan Gunung Kilimanjaro.

“Indonesia dengan ragam tempat wisata dan manajemen promosi yang baik dapat menjadi salah satu contoh dalam mengembangkan pariwisata Tanzania,” kata Sirili M Akko, Sekretaris Eksekutif TATO.

Selain melakukan pertemuan dengan pihak TATO, Dubes Ratlan juga bertemu dengan para pejabat Provinsi Arusha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Arusha, serta Komisi Pertambangan Provinsi Arusha.

Dari pertemuan dengan pihak Kadin Arusha, Dubes RI mengetahui adanya potensi ekspor produk kelapa sawit dan pupuk organik di Arusha.

Selain memiliki lahan pertanian yang subur, Provinsi Arusha juga merupakan daerah penghasil mineral berharga, seperti emas dan tanzanite.

Potensi ekonomi yang dimiliki Arusha dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Tanzania.

Beberapa peluang investasi di Arusha, antara lain pada sektor pertambangan emas, pertanian, pariwisata dan pembangunan infrastruktur.

Tanzania merupakan salah satu mitra Indonesia di kawasan Afrika Timur dan pasar non tradisional produk Indonesia yang belum terjamah secara optimal. (yas)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Tourism

Menpar : Pertumbuhan Pariwisata Indonesia Tertinggi ke-9 di Dunia

Published

on

Pemaparan empat tahun kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Zonaekonomi.com, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan sektor pawirisata terus mencatatkan prestasi dengan pertumbuhan tertinggi peringkat sembilan di dunia, versi The World Travel & Tourism Council (WTTC).

“Diumumkan oleh WTTC bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi nomor sembilan di dunia,” kata Menteri Arief Yahya dalam pemaparan empat tahun kinerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) di Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menteri Arief memaparkan pertumbuhan pariwisata Indonesia Januari-Desember 2017 mencapai 22 persen. Angka pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan wisatawan dunia sebesar 6,4 persen, dan pertumbuhan wisatawan di ASEAN tujuh persen.

Arief mengaku bahwa negara tetangga seperti Vietnam pun juga tumbuh lebih baik sebesar 29 persen, salah satunya karena melakukan banyak deregulasi.

Di sisi lain, pertumbuhan pariwisata Indonesia jauh lebih tinggi dari Malaysia yang tumbuh hanya empat persen, Singapura 5,8 persen dan Thailand 8,7 persen.

Sejak pemerintahan Jokowi-JK, Arief menegaskan bahwa pariwisata dapat menjadi sektor penghasil devisa terbesar, bahkan kini menjadi penyumbang devisa nasional keempat terbesar setelah kelapa sawit (CPO), minyak dan gas bumi, serta pertambangan (batu bara).

Ada pun sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat sejak 2015 dari 12,2 miliar dolar AS, pada 2016 menjadi 13,6 miliar dolar AS dan pada tahun 2017 terus meningkat menjadi 15 miliar dolar AS.

Sektor pariwisata pada tahun ini diharapkan dapat meraup devisa hingga 17 miliar dolar AS, serta proyeksi tahun 2019 sebesar 20 miliar dolar AS.

Berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara terus melonjak dari tahun 2015 sebanyak 9,7 juta, pada tahun 2016 menjadi 11,5 juta, dan tahun 2017 sebanyak 14 juta. Ada pun sampai Agustus 2018, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sudah mencapai 10,58 juta dari target 17 juta wisman.

Kunjungan pelancong Nusantara juga terlihat menggembirakan, yakni sejak 2015 sebanyak 255 juta, tahun 2016 menjadi menjadi 264 juta, dan tahun 2017 meningkat menjadi 271 juta. (mdg)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Tempat Istirahat Layak Pengemudi Bakal Banyak di Destinasi Wisata

Published

on

Deputi Bidang Pengembagan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong para pengelola destinasi wisata dan pemerintah daerah untuk menyediakan tempat istirahat yang layak dan memadai bagi para pengemudi bus-bus pariwisata.

Deputi Bidang Pengembagan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki Handayani Mustafa di Jakarta, Senin (22/10/2018), mengatakan faktor keselamatan dalam sebuah perjalanan wisata merupakan hal yang paling penting.

“Di banyak negara lain sudah menerapkan setiap 2-3 jam bahkan kendaraan harus berhenti untuk memberikan kesempatan bagi pengemudinya untuk beristirahat,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi upaya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi yang memberikan arahan agar lokasi wisata dan pool bus pariwisata menyediakan tempat istirahat yang layak untuk para pengemudi.

Rizki juga mendukung keberadaan fasilitas tempat istirahat bagi para pengemudi bus karena memang memegang peranan penting.

Terlebih dari pertimbangan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah pengemudi yang kelelahan atau mengantuk.

Maka dengan adanya tempat istirahat yang layak, diharapkan para pengemudi akan mendapat waktu dan kualitas istirahat yang baik sehingga dapat terhindar dari bahaya kecelakaan saat berkendaraan.

“Namun bagaimana memang perlu perencanaan yang matang sehingga fasilitas tersebut juga mendukung disain destinasi wisata yang sudah ada,” katanya.
Meski bagaimanapun keselamatan dalam berwisata merupakan hal yang paling tidak terelakkan.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan fasilitas tersebut bahkan jika perlu bekerja sama dengan swasta agar destinasi wisata yang ada semakin berkembang dan banyak dikunjungi wisatawan. (han)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

“Smesco Music Expo” Giring Produksi Alat Musik ke Tingkat Internasional

Published

on

Direktur Utama Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Puluhan produsen alat musik dan aksesoris musik lokal akan meramaikan ajang Smesco Music Expo 2018 yang digelar di Gedung Smesco, Jakarta, pada 19-21 Oktober 2018.

Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi di Jakarta, Kamis (18/10/2018), mengatakan Smesco Music Expo 2018 melibatkan kurang lebih 35 produsen alat musik dan aksesoris lokal yang kualitas produknya tak kalah dengan merek luar negeri.

“Ajang ini harapkan bisa lebih memperkenalkan kepada masyarakat bahwa brand alat musik buatan asli Indonesia juga memiliki kualitas tidak kalah dengan buatan negara lain,” katanya.

Beberapa produk yang akan perkenalkan di event ini diantaranya adalah UKM mitra binaan Smesco Indonesia.

“Kami juga ingin meningkatkan brand image Smesco Indonesia sebagai instansi yang mendukung produk lokal khususnya bidang musik agar lebih dikenal oleh masyarakat dan mendunia,” kata Emilia.

Tidak hanya itu, pihaknya juga ingin memberikan wadah yang representatif dan fasilitas terhadap target audiens yaitu musisi, pengusaha di bidang musik dan alat-alat musik, lembaga musik, produk-produk dan aksesoris musik, komunitas pecinta musik, maupun fasilitator para pengusaha dalam bidang musik.

“Harapan kami akan semakin banyak brand musik lokal kita dikenal oleh masyarakat luar bahkan hingga ke mancanegara,” ujar Emilia.

Selain pameran alat musik juga akan diadakan CSR event penggalangan dana kemanusiaan bagi korban tsunami dan gempa di Donggala-Palu Sulawesi Tengah yang digagas oleh Komunitas Bangga Jakarta (BaJak), Komunitas IBP (Indonesian Bass Player), dan didukung oleh komunitas-komunitas musik di Jabodetabek.

Kemudian dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan Peduli Anak Indonesia (PENA). Selain penggalangan dana juga akan diisi oleh penampilan dari Kojek Rap Betawi, Stereowall, Privatenumber, dan Foursecound.

Beragam kegiatan menarik lainnya akan turut memeriahkan acara tersebut mulai dari pameran, festival musik, kompetisi band akustik, workshop, klinik pelatihan, bintang tamu artis, lomba-lomba, festival kuliner, kompetisi bermain gitar, lipsync battle, pojok foto, dan lain-lain.

Workshop dengan topik-topik menarik juga dihadirkan beberapa diantaranya tentang manajemen pemasaran produk dengan narasumber dari Marketplace, manajemen SDM, pajak UKM dari Kemenkop dan UKM, serta sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari perbankan, dan Hak Cipta dari Kemenkumham. (han)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending