Connect with us

Finansial

Jamu Delegasi IMF Secara Mewah, Pemerintah Seharusnya Lebih Muliakan Korban Bencana Lombok dan Sulteng

Published

on

Juru Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Abinsaid.

Zonaekonomi.com, Jakarta– Menjamu delegasi Annual meeting IMF-World Bank dengan mewah, pemerintah diminta jangan tutup mata dengan korban bencana alam Lombok dan Sulawesi Tengah. Pasalnya, baik korban Lombok dan daerah Sulteng yang terkena gempa dan tsunami hingga saat ini masih belum teratasi semua dengan baik.

“Kami melihat momentum saat ini ada anggaran untuk pertemuan IMF di atas Rp800 miliar, ketika dikomparasikan ada masalah di Palu dan Lombok. Kita harus lebih memuliakan warga Lombok dan Sulteng,” kata Juru Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Abinsaid dslam acara Diskusi Rabu Seru di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Saat ini, kata Gamal, ada ratusan orang terkena penyakit malaria di Lombok pasca gempa bumi. Dia pun meminta pemerintah tidak menutup mata atas apa yang terjadi pada masyarakat korban bencana alam dengan adanya acara IMF Wordl Bank di Bali tersebut.

“Jadi bagaimana memperlakukan tamu delegasi IMF dengan mulia, juga memberi hal yang sama pada saudara kita di Lombok. Jadi mengurangi kemewahan, masyarakat Lombok perlu mendapat perawatan,” ujarnya.

Bahkan, Gamal menyarankan pemerintah mengajak para delegasi pertemuan IMF-World Bank untuk mengunjungi Lombok dan Sulteng, agar mengetahui betul jika ada yang lebih membutuhkan anggaran besar.

Dia pun menyayangkan anggaran yang digelontorkan untuk acara tersebut, di tengah kondisi beberapa wilayah di tanah air tengah berduka dan membutuhkan bantuan dari semua pihak.

“Kita bisa menikmati kemewahan saat saudara-saudara kita tengah dilanda bencana. Coba ajak ke Palu dan Lombok para tamu IMF agar lihat,” ucap Gamala.

Dalam kesempatan yang sama, ahli ekonomi dan strategi pemerintahan, Harryadin Mahardika mengusulkan acara pertemuan tahunan IMF-World Bank dipindak ke Palu, Sulteng.

Tujuannya, agar pemerintah Indonesia pekanterhadap warganya yang terkena bencana alam.

“Ini usul yang baik,” ujar Harryadin.

Dia juga menyoroti besarnya anggaran yang dikeluarkan demi Terselenggaranya acara pertemuan tahunan IMF-World Bank tersebut, dibandingkan untuk membangun rumah korban gempa Lombok.

“Pertemuan itu habiskan biaya Rp819 miliar, sementara 250 miliar bantuan untuk Lombok belum bisa dicairkan. Kenapa enggak 810 miliar itu dikurangi? Kenapa kamarnya enggak diturunkan bintang 4 dan hanya 6 juta/hari,” kata Harryadin heran.

Sementara Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, meskipun rncana pertemuan IMF-World Bank tidak bisa dibatalkan, namun ia menyoroti posisi IMF dan World Bank di dunia saat ini.

“Saya justru menyoroti IMF dan World Bank, secara institusi ini bermanfaat atau tidak. Peran IMF sebelumnya hanya supervisi, kemudian dikembangkan IMF menjadi lembaga membantu keuangan. Tapi banyak negara yg dibantu malah semakin miskin,” kata Anthony. Demikian, seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (yug)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Finansial

Tutup Tahun, Bank Banten Perluas Jaringan Kantor di Banten

Published

on

Bank Banten sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Banten terus meningkatkan layanan perbankan bagi para nasabah dengan meningkatkan jumlah dan kualitas jaringan kantor.

Zonaekonomi.com, Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Banten terus meningkatkan layanan perbankan bagi para nasabah dengan meningkatkan jumlah dan kualitas jaringan kantor.

Dalam menjalankan komitmennya, serta guna mempermudah akses terhadap layanan perbankan, di akhir penghujung tahun 2018 Bank Banten resmi kembali membuka beberapa Kantor Cabang Pembantu (KCP) di wilayah Banten diantaranya adalah KCP Maja dan KCP Labuan.

“Bank Banten terus melakukan peningkatan kinerja guna kepuasan nasabah dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk segenap masyarakat Banten dengan dibukanya Kantor Cabang Pembantu yang berlokasi di Maja dan Labuan. Selain itu lokasi KCP yang strategis dan representatif juga diharapkan dapat semakin memperkuat perekonomian masyarakat di daerah terkait,” kata Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa di Serang, Selasa (11/12/2018).

KCP Maja berlokasi di Kampung Gubugan Kabupaten Lebak dan resmi beroperasi pada 3 Desember 2018. Sedangkan KCP Labuan bertempat di Jalan Sudirman No. 79 Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang resmi beroperasi pada 10 Desember 2018.

“KCP Maja menginduk kepada Kantor Cabang Rangkasbitung sementara KCP Labuan menginduk kepada Kantor Cabang Pandeglang. Dengan adanya perluasan ke daerah barat dan selatan, kami harapkan masyarakat dapat menjangkau layanan
Bank Banten lebih mudah dan komitmen kami untuk lebih dekat dengan masyarakat Banten dapat terlaksana.” ujar Fahmi.

KCP Maja dan KCP Labuan melayani antara lain transaksi keuangan seperti setoran, penarikan dan transfer dana, juga pembukaan rekening giro, tabungan dan deposito, serta pengajuan dan pencairan Kredit Konsumer, termasuk kredit kepada ASN dan juga pengajuan Kredit Komersial.

“Kami berharap keberadaan KCP Maja dan KCP Labuan ini dapat membantu dan melayani kebutuhan transaksi, produk, dan layanan keuangan perbankan, sehingga dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk para nasabah Bank Banten,” kata Fahmi.

Hingga November 2018, Bank Banten telah memiliki 26 Kantor Cabang (KC) yang 7 diantaranya berlokasi di Banten, 10 Kantor Cabang Pembantu (KCP), termasuk 7 KCP di Wilayah Banten, 4 Kantor Kas, 11 payment point, 5 mobil kas keliling atau Smartvan, dan 119 unit ATM yang berada di Banten dari total 144 unit ATM se-Indonesia. (rid)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

OJK Soroti “Ayda” BPR di Bali Meningkat

Published

on

Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah.

Zonaekonomi.com, Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan menyoroti jumlah agunan yang diambilalih atau “ayda” BPR di Bali melonjak hingga September 2018 mendekati Rp250 miliar atau meningkat 20 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Kami minta BPR mencermati ayda yang terus meningkat karena itu berpotensi menurunkan modal bank,” kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di Denpasar, Minggu (9/12/2018).

Ia menjelaskan peningkatan ayda yang tidak terselesaikan dalam jangka waktu satu tahun itu disebabkan oleh penanganan kredit bermasalah atau NPL yang belum optimal.

Selain itu sulitnya penjualan agunan juga membuat ayda semakin menumpuk dan belum dapat memberikan hasil untuk menutup modal.

Untuk itu Hizbullah mendorong pengurus BPR menyusun rencana aksi yang terukur dan menerapkan mitigasi risiko yang memadai.

Ia juga mendorong pemegang saham perlu memperkuat permodalan tidak hanya untuk memenuhi ketentuan tetapi juga meningkatkan kapasitaa bank dalam menyerap risiko.

“Caranya dengan menambah modal disetor, merger dan atau mencari mitra strategis,” ucapnya.

Terkait dengan permodalan, Hizbullah memberi catatan bagi BPR dengan ayda tinggi agar tidak melakukan distribusi laba atau pembayaran deviden kepada pemegang saham, pembagian bonus kepada pengurus dan insentif yang sifatnya nonoperasional.

Catatan itu juga diberikan bagi BPR yang juga modal intinya kurang dari Rp6 miliar, sesuai dengan ketentuan yang harus dipenuhi akhir tahun 2019.

OJK mencatat dari 136 BPR di Bali, 38 persen di antaranya atau sekitar 51 BPR memiliki modal inti terbatas di bawah Rp6 miliar.

“Itu memberi dampak krusial bagi BPR seperti pengelolaan SDM yang tidak optimal dan lemahnya keunggulan bersaing dengan lembaga jasa keuangan lain,” ucapnya. (dew)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Indonesia Miliki Perusahaan Reasuransi Khusus Bencana

Published

on

Indonesia sudah memiliki perusahaan reasuransi yang spesialis yang fokus dalam bencana khususnya gempa dan tsunami.

Zonaekonomi.com, Sukabumi – Indonesia sudah memiliki perusahaan reasuransi yang spesialis yang fokus dalam bencana khususnya gempa dan tsunami yang dikarenakan negara ini merupakan daerah rawan terjadi bencana tersebut.

“Kami mendirikan perusahaan reasuransi khusus bencana ini karena dari data statistik gempa memang jarang terjadi, tetapi jika terjadi selalu menimbulkan dampak yang luar biasa seperti belum lama ini terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu, Sulawesi Tengah,” kata Direktur Utama Maskapai Asuransi dan Perusahaan Asurasi Risiko Khusus (MAIPARK) Ahmad Fauzie Darwis di Sukabumi, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya, pihaknya saat ini tengah fokus mengembangkan ke bencana lainnya seperti angin puting beliung, longsor dan lain-lain. Sehingga tidak hanya fokus terhadap gempa bumi dan tsunami saja.

Bahkan, karyawannya pun setiap tahunnya mendapatkan pelatihan tentang kebencanaan yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan risiko bencana khususnya dalam penilaian dan pengelolaan risiko bencana.

Lanjut dia, dipilihnya kawasan Geopak Cileuteuh Palabuhanratu sebagai lokasi pelatihan karyawan dan beberapa pekerja dari perusahaan asuransi lainnya karena daerah ini merupakan salah satu wilayah rawan terjadi gempa bumi dan tsunami. Sehingga mereka yang mendapatkan pelatihan ini memiliki kemampuan dalam menangani risiko bencana.

“Kami pun menggandeng Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) setempat, ahli tsunami dan ahli geologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB),” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Kabupaten Sukabumi Dudung Abdulah mengatakan Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah rawan bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Dengan adanya seminar dan pelatihan seperti ini kepada karyawan asuransi dan reasiuransi bisa memberikan pengetahuan khusus terkait bencana.

Selain itu, keterlibatan berbagai pihak terkait pengetahuan tentang kebencanaan diperlukan, apalagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami agar bisa mengikuti program asuransi agar jika terjadi bencana dan merusak harta bencana bisa mendapatkan penggantian klaim asuransi.

“Gempa dan tsunami tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, tetapi harus tetap diwaspadai apalagi Kabupaten Sukabumi memiliki garis pantai sepanjang 117 km dan berada di tiga lempeng bumi seperti Lempeng Australia, Eurasia dan Cimandiri,” katanya. (aar)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending