Connect with us

Tourism

Kemenpar Promosikan Destinasi Unggulan ke Laos dan Kamboja

Published

on

Kementerian Pariwisata dan pelaku bisnis dari Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali mempromosikan destinasi wisata unggulan di Laos dan Kamboja.

Zonaekonomi.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata dan pelaku bisnis dari Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali mempromosikan destinasi wisata unggulan di Laos dan Kamboja.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (9/10/2018), menyebutkan bahwa para pelaku bisnis pariwisata Indonesia selaku penjual akan melakukan pertemuan bisnis (table top) atau B to B meeting dengan para pembeli dari Laos dan Kamboja.

Para penjual dari Indonesia akan menawarkan paket 10 destinasi unggulan yakni Bandung, Great Bali, Great Jakarta, Great Kepri, Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang), Wakatobi-Bunaken-Raja Ampat, Medan, Makassar, Lombok dan Banyuwangi.

Ia mengatakan, kegiatan table top akan dilakukan di Lao Plaza Hotel Vientiane, Laos, pada Rabu (10/10/2018) kemudian dilanjutkan di Raffles Hotel le Royal di Phnom Penh, Kamboja pada Jumat (12/10/2018).

“Kami menargetkan 30 buyers potensial di tiap negara yang dikunjungi,” katanya.

Masruroh sebagai pemimpin delegasi Indonesia dalam kegiatan sales mission 10 destinasi branding ke Laos dan Kamboja itu menjelaskan selain acara table top, juga dipresentasikan produk-produk pariwisata yang ditawarkan para sellers dari Indonesia.

“Pada kesempatan itu kita presentasikan Indonesia Tourism Industry Update. Acara akan diakhiri dengan dinner, clossing dance performance, dan doorprize,” kata Masruroh.

Penyelenggaraan sales mission ini dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari Laos dan Kamboja dalam mendukung target kunjungan wisman 2018 sebesar 17 juta wisman dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman pada 2019.

Laos dan Kamboja sebagai negara anggota ASEAN menjadi pasar yang cukup menjanjikan. Jumlah wisatawan Kamboja yang berwisata ke luar negeri (outbound) terus meningkat.

Pada 2017, pertumbuhan outbound pariwisata Kamboja mencapai 19 persen atau sebanyak 1,4 juta, sedangkan yang berkunjung ke Indonesia hanya 5.463 wisman.

Sementara itu, jumlah wisatawan Laos yang berwisata ke luar negeri sebanyak 3,05 juta sebagian besar berkunjung ke Thailand, Korea Selatan dan Jepang.

Untuk menarik wisman dari Laos maupun Kamboja, Indonesia menawarkan paket wisata religi yakni dengan mempromosikan Candi Borobudur sebagai destinasi utama mengingat mayoritas penduduk dari kedua negara itu beragama Buddha. Selain itu ditawarkan paket-paket di 10 destinasi unggulan.

Sebanyak enam pelaku bisnis yang berpartisipasi dalam sales mission di Laos dan Kamboja yaitu; Chacha Tour & Travel (Yogyakarta); Bali Dream (Bali beyond); Absolute Indonesia DMC (Bali beyond); Bali Flores Adventure (Bali beyond); Bhara Tours (Jawa Barat); dan Grand Keisha by Horison Hotel Jogja (Yogyakarta). (gus)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Tourism

Pentingnya Era Digital untuk Kemajuan Pariwisata

Published

on

Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang, Isnaini Madani.

Zonaekonomi.com, Palembang – Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang, Isnaini Madani mengatakan promosi pariwisata di dunia digital sangat berperan penting untuk kemajuan Pariwisata kota Palembang di era digital saat ini.

“Sangat mendukung sekali era digital ini karena seperti komitmen dari Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya bahwa pariwisata akan lebih fokus melakukan promosi digital, berdasarkan gaungan Menpar yakni ‘Go Digital” dan “Pariwisata 4.0”,” kata Isnaini Madani di program Making Indonesia 4.0 di Palembang, Rabu (12/12/2018).

Isnaini mengatakan dalam waktu dekat pihaknya bersama PT. Telkom Indonesia akan membuat taman digital di taman Kambang Iwak dalam salah satu upaya promosi digital ini.

“Kami bekerjasama dengan PT. Telkom Indonesia juga akan melakukan promosi pariwisata melalui SMS Blast,” ujarnya.

Ia menambahkan melalui SMS Blast, tamu atau wisatawan yang baru datang ke Palembang akan diarahkan dengan rekomendasi tujuan destinasi wisata kota Palembang.

“Program-program tersebut ditargetkan mulai berjalan di awal tahun 2019 mendatang,” tegas Isnaini.

Ia berharap promosi-promosi pariwisata melalui digital dapat didukung oleh seluruh pihak. (ftt)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

AP-1 Gelar CCD Dukung Pengembangan Pariwisata NTT

Published

on

PT. Angkasa Pura I (Persero) mengelar Talkshow Collaborative Destination Development (CDD) bertema "Explore The Amazing Destination at East Nusa Tenggara.

Zonaekonomi.com, Kupang – PT. Angkasa Pura I (Persero) mengelar Talkshow Collaborative Destination Development (CDD) bertema “Explore The Amazing Destination at East Nusa Tenggara, guna mendukung pengembangan potensi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi dihadapan peserta CCD di Kupang, Selasa (11/12/2018) mengatakan bahwa CDD merupakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Angkasa Pura I sejak tahun 2015.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat keunggulan daerah yang mempunyai potensi pariwisata dan bisnis dengan cara melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, maskapai, hotelier, pelaku UKM, serta stakeholders pariwisata lainnya,” kata dia.

Disamping itu tujuan lain yaitu mendukung program pemerintah mengenai pariwisata dan bisnis daerah, mengembangkan eco tourism dan memperkenalkan budaya kenyamanan dalam berwisata, pembangunan berkelanjutan serta percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.

Menurut dia Kota Kupang adalah gerbang utama bagi Nusa Tenggara Timur (NTT), baik dalam mendukung kegiatan ekspor-impor maupun sebagai hubungan pariwisata dimana konektivitas udaranya dikontribusi oleh penerbangan perintis intra 13 bandara.

“Per Desember 2018, setidaknya terdapat 258 penerbangan per minggu (outbound) dari Kupang dengan kapasitas sebesar 24.255 kursi,” ujarnya.

Provinsi NTT juga tambah dia merupakan kawasan pariwisata baru yang muncul seiring dengan meningkatnya popularitas Pulau Komodo, Danau Kelimutu di Ende, dan juga beberapa destinasi pantai lainnya.

“Saat ini pulau Komodo di Manggarai Barat masih menjadi tujuan utama favorit bagi wisatawan mancanegara. Sehingga diharapkan tren ini dapat memberikan dampak tidak langsung bagi Kupang. Artinya bahwa Kupang bisa dioptimalkan potensinya sebagai tempat transit bagi wisatawan dari Indonesia bagian timur dan Timor Leste ataupun luar negeri (Australia)”, katanya lagi.

Berdasarkan data Balai Taman Nasional Komodo, kunjungan wisman Januari-Agustus 2018 masih didominasi oleh wisatawan asal Australia dengan jumlah 8.100 orang. Diikuti Inggris (7,300 wisatawan, Spanyol 6.900 orang, Jerman 6.400, dan Amerika Serikat 6.000.

Oleh karena itu menurut dia jika ada penerbangan langsung baik dari Kupang-Australia atau sebaliknya jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat.

“Apabila terdapat penerbangan langsung dari Kupang menuju Australia, wisatawan Australia dapat terbang lebih dekat ke Komodo dan kawasan NTT dibandingkan harus transit di Bali. Atau wisatawan Australia tersebut dapat tiba di NTT melalui Kupang, kemudian mengeksplor kawasan NTT dengan regional flights yang tersedia dan pulang kembali ke negaranya dari Bali,” imbuhnya.

Sebagai informasi trafik dari dan menuju Bandara El Tari Kupang saat ini sudah menembus angka 2,1 juta penumpang per tahun.

“Secara umum pergerakan trafik penumpang 14 bandara yang berada di NTT tahun 2015-2017 cukup signifikan dengan CAGR 13 persen.

Namun jika melihat perkembangan trafik bandara-bandara seperti Bandara Komodo Labuan Bajo dengan CAGR 25 persen serta Bandara Ende, Bandara Tambolaka, dan Bandara Alor yang CAGRnya di atas 12 persen, menjadi indikator bahwa destinasi wisata itu turut meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung (kor)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Investor China Minati Wisata Lombok

Published

on

Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraha Mauludiah memaparkan tentang objek wisata Indonesia di ajang Festival Mikrofilm Ningbo, Sabtu (17/11/2018).

Zonaekonomi.com, Shanghai – Salah satu investor asal Provinsi Anhui, China, menyampaikan minatnya berinvestasi di bidang pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Mereka menyampaikan minatnya dengan mendatangi ‘booth’ (stan) kami di CITM (ajang pemasaran pariwisata internasional di Shanghai, China),” kata Konsul Jenderal RI untuk Shanghai Siti Nugraha Mauludiah di Shanghai, Senin (19/11/2018).

Menurut dia, investor wilayah timur daratan Tiongkok itu sudah memiliki pengalaman mengantarkan wisatawan China ke Lombok.

“Mereka ini punya pasar wisatawan tersendiri di Anhui,” ujar perempuan yang biasa disapa Nining itu menambahkan.

Di ajang CITM yang digelar pada 16-19 November 2018 tersebut, Indonesia turut berpartisipasi dengan mendirikan Paviliun Indonesia.

Acara yang dibuka oleh pejabat setingkat Wakil Menteri Pariwisata China itu juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata RI Arief Yahya dan Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun.

“Pameran wisata terbesar ini digelar di Shanghai juga karena kontribusi Shanghai sangat besar dalam hal kunjungan wisatawan China ke Indonesia,” kata Nining.

Pada tahun ini Kemenpar RI menargetkan 2,7 juta kunjungan wisatawan asal China. Sebelumnya pemerintah menargetkan 3 juta kunjungan wisman China, namun direvisi menjadi 2,7 juta setelah terjadi gempa bumi di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Hingga saat ini baru terealisasi sekitar 2 juta kunjungan wisatawan dari China ke sejumlah objek wisata, seperti Bali dan Manado, Sulawesi Utara.

“Kami tidak mematok target khusus dari ajang CITM. Secara umum, kami menginginkan agar target tersebut tercapai,” kata Konjen.

Dalam pameran pariwisata di kota terkaya di China itu, Indonesia memasarkan paket wisata minat khusus, seperti menyelam dan golf.

“Selain itu, pameran ini difokuskan untuk meyakinkan para wisatawan China setelah beberapa wilayah di Indonesia dilanda bencana,” ujar Nining. (mii)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending