Connect with us

Finansial

Mulai Oktober, BNI Siap Restrukturisasi Kredit Nasabah Korban Gempa Palu

Published

on

Dirut Bank BNI, Achmad Baiquni.

Zonaekonomi.com, Jakarta – PT Bank BNI (Persero) Tbk menyatakan siap merestrukturisasi kredit nasabah yang menjadi korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Restrukturisasi akan diterapkan mulai Oktober 2018 setelah proses identifikasi nasabah terkena dampak gempa selesai dilakukan,” kata Dirut Bank BNI Achmad Baiquni saat mendampingi Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulteng, Rabu (10/10/2018).

Menurut Baiquni, skema restrukturisasi kredit nasabah bisa dalam bentuk perpanjangan waktu (rescheduling) pembayaran utang, penundaan angsuran, penurunan suku bunga pinjaman ataupun bisa kemungkinan penambahan kredit.

Ia menjelaskan restrukturisasi utang karena nasabah terkena bencana sudah pernah dilakukan dan saat ini Bank BNI sedang melakukan identifikasi seberapa banyak jumlah nasabah yang menjadi korban gempa.

“Tentu restrukturisasi tidak akan mengakibatkan tingkat kolektibilitas bank menurun. Tapi justru bisa lebih memperlancar pembayaran,” ujarnya.

Ia mengakui dalam kondisi gempa seperti yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi bisa membuat nasabah banyak kehilangan mata pencarian.

Namun, bank bisa memilah-milah nasabah mana yang menjadi debitur dengan kredit konsumer maupun debitur dengan kredit modal kerja.

“Kalau ada yang kena bencana kemudian sulit memenuhi kewajibanya dalam jangka pendek maka bisa dimasukkan dalam daftar restrukturisasi,” ujarnya.

Pola angsuran bisa diberikan keringanan tidak mengangsur untuk beberapa saat, tapi kalau benar-benar dalam kesulitan maka bisa diberikan keringanan bunga.

“Yang pasti kita akan data terlebih dahulu. Kita temui nasabah. Kalau sudah meninggal, ya… masuk dalam hapus buku,” ujarnya.

Ia menuturkan restrukturisasi utang nasabah korban gempa juga sudah ada dalam kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meski begitu, Baiquni tidak merinci lebih lanjut berapa jumlah nasabah yang terkena dampak bencana karena masih dalam tahap pendataan.

Ia hanya menjelaskan, sesuai prosedurnya bank bisa langsung melakukan eksekusi restrukturisasi tanpa harus meminta persetujuan OJK. (roy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Finansial

Tutup Tahun, Bank Banten Perluas Jaringan Kantor di Banten

Published

on

Bank Banten sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Banten terus meningkatkan layanan perbankan bagi para nasabah dengan meningkatkan jumlah dan kualitas jaringan kantor.

Zonaekonomi.com, Serang – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk sebagai bank milik Pemerintah Provinsi Banten terus meningkatkan layanan perbankan bagi para nasabah dengan meningkatkan jumlah dan kualitas jaringan kantor.

Dalam menjalankan komitmennya, serta guna mempermudah akses terhadap layanan perbankan, di akhir penghujung tahun 2018 Bank Banten resmi kembali membuka beberapa Kantor Cabang Pembantu (KCP) di wilayah Banten diantaranya adalah KCP Maja dan KCP Labuan.

“Bank Banten terus melakukan peningkatan kinerja guna kepuasan nasabah dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk segenap masyarakat Banten dengan dibukanya Kantor Cabang Pembantu yang berlokasi di Maja dan Labuan. Selain itu lokasi KCP yang strategis dan representatif juga diharapkan dapat semakin memperkuat perekonomian masyarakat di daerah terkait,” kata Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa di Serang, Selasa (11/12/2018).

KCP Maja berlokasi di Kampung Gubugan Kabupaten Lebak dan resmi beroperasi pada 3 Desember 2018. Sedangkan KCP Labuan bertempat di Jalan Sudirman No. 79 Desa Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang resmi beroperasi pada 10 Desember 2018.

“KCP Maja menginduk kepada Kantor Cabang Rangkasbitung sementara KCP Labuan menginduk kepada Kantor Cabang Pandeglang. Dengan adanya perluasan ke daerah barat dan selatan, kami harapkan masyarakat dapat menjangkau layanan
Bank Banten lebih mudah dan komitmen kami untuk lebih dekat dengan masyarakat Banten dapat terlaksana.” ujar Fahmi.

KCP Maja dan KCP Labuan melayani antara lain transaksi keuangan seperti setoran, penarikan dan transfer dana, juga pembukaan rekening giro, tabungan dan deposito, serta pengajuan dan pencairan Kredit Konsumer, termasuk kredit kepada ASN dan juga pengajuan Kredit Komersial.

“Kami berharap keberadaan KCP Maja dan KCP Labuan ini dapat membantu dan melayani kebutuhan transaksi, produk, dan layanan keuangan perbankan, sehingga dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan untuk para nasabah Bank Banten,” kata Fahmi.

Hingga November 2018, Bank Banten telah memiliki 26 Kantor Cabang (KC) yang 7 diantaranya berlokasi di Banten, 10 Kantor Cabang Pembantu (KCP), termasuk 7 KCP di Wilayah Banten, 4 Kantor Kas, 11 payment point, 5 mobil kas keliling atau Smartvan, dan 119 unit ATM yang berada di Banten dari total 144 unit ATM se-Indonesia. (rid)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

OJK Soroti “Ayda” BPR di Bali Meningkat

Published

on

Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara, Hizbullah.

Zonaekonomi.com, Denpasar – Otoritas Jasa Keuangan menyoroti jumlah agunan yang diambilalih atau “ayda” BPR di Bali melonjak hingga September 2018 mendekati Rp250 miliar atau meningkat 20 persen jika dibandingkan periode sama tahun lalu.

“Kami minta BPR mencermati ayda yang terus meningkat karena itu berpotensi menurunkan modal bank,” kata Kepala OJK Regional Bali dan Nusa Tenggara Hizbullah di Denpasar, Minggu (9/12/2018).

Ia menjelaskan peningkatan ayda yang tidak terselesaikan dalam jangka waktu satu tahun itu disebabkan oleh penanganan kredit bermasalah atau NPL yang belum optimal.

Selain itu sulitnya penjualan agunan juga membuat ayda semakin menumpuk dan belum dapat memberikan hasil untuk menutup modal.

Untuk itu Hizbullah mendorong pengurus BPR menyusun rencana aksi yang terukur dan menerapkan mitigasi risiko yang memadai.

Ia juga mendorong pemegang saham perlu memperkuat permodalan tidak hanya untuk memenuhi ketentuan tetapi juga meningkatkan kapasitaa bank dalam menyerap risiko.

“Caranya dengan menambah modal disetor, merger dan atau mencari mitra strategis,” ucapnya.

Terkait dengan permodalan, Hizbullah memberi catatan bagi BPR dengan ayda tinggi agar tidak melakukan distribusi laba atau pembayaran deviden kepada pemegang saham, pembagian bonus kepada pengurus dan insentif yang sifatnya nonoperasional.

Catatan itu juga diberikan bagi BPR yang juga modal intinya kurang dari Rp6 miliar, sesuai dengan ketentuan yang harus dipenuhi akhir tahun 2019.

OJK mencatat dari 136 BPR di Bali, 38 persen di antaranya atau sekitar 51 BPR memiliki modal inti terbatas di bawah Rp6 miliar.

“Itu memberi dampak krusial bagi BPR seperti pengelolaan SDM yang tidak optimal dan lemahnya keunggulan bersaing dengan lembaga jasa keuangan lain,” ucapnya. (dew)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Finansial

Indonesia Miliki Perusahaan Reasuransi Khusus Bencana

Published

on

Indonesia sudah memiliki perusahaan reasuransi yang spesialis yang fokus dalam bencana khususnya gempa dan tsunami.

Zonaekonomi.com, Sukabumi – Indonesia sudah memiliki perusahaan reasuransi yang spesialis yang fokus dalam bencana khususnya gempa dan tsunami yang dikarenakan negara ini merupakan daerah rawan terjadi bencana tersebut.

“Kami mendirikan perusahaan reasuransi khusus bencana ini karena dari data statistik gempa memang jarang terjadi, tetapi jika terjadi selalu menimbulkan dampak yang luar biasa seperti belum lama ini terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Palu, Sulawesi Tengah,” kata Direktur Utama Maskapai Asuransi dan Perusahaan Asurasi Risiko Khusus (MAIPARK) Ahmad Fauzie Darwis di Sukabumi, Minggu (9/12/2018).

Menurutnya, pihaknya saat ini tengah fokus mengembangkan ke bencana lainnya seperti angin puting beliung, longsor dan lain-lain. Sehingga tidak hanya fokus terhadap gempa bumi dan tsunami saja.

Bahkan, karyawannya pun setiap tahunnya mendapatkan pelatihan tentang kebencanaan yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan risiko bencana khususnya dalam penilaian dan pengelolaan risiko bencana.

Lanjut dia, dipilihnya kawasan Geopak Cileuteuh Palabuhanratu sebagai lokasi pelatihan karyawan dan beberapa pekerja dari perusahaan asuransi lainnya karena daerah ini merupakan salah satu wilayah rawan terjadi gempa bumi dan tsunami. Sehingga mereka yang mendapatkan pelatihan ini memiliki kemampuan dalam menangani risiko bencana.

“Kami pun menggandeng Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) setempat, ahli tsunami dan ahli geologi dari Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung (ITB),” tambahnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Kabupaten Sukabumi Dudung Abdulah mengatakan Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu daerah rawan bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Dengan adanya seminar dan pelatihan seperti ini kepada karyawan asuransi dan reasiuransi bisa memberikan pengetahuan khusus terkait bencana.

Selain itu, keterlibatan berbagai pihak terkait pengetahuan tentang kebencanaan diperlukan, apalagi warga yang tinggal di daerah rawan gempa dan tsunami agar bisa mengikuti program asuransi agar jika terjadi bencana dan merusak harta bencana bisa mendapatkan penggantian klaim asuransi.

“Gempa dan tsunami tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi, tetapi harus tetap diwaspadai apalagi Kabupaten Sukabumi memiliki garis pantai sepanjang 117 km dan berada di tiga lempeng bumi seperti Lempeng Australia, Eurasia dan Cimandiri,” katanya. (aar)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending