Connect with us

Tourism

Paviliun Indonesia Pamerkan Keindahan Tenun Pandai Sikek

Published

on

Kain songket Pandai Sikek dari Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menjadi salah satu daya tarik kerajinan Indonesia yang dimaperkan di Paviliun Indonesia.

Zonaekonomi.com, Nusa Dua – Fiddawati (53) dengan tekun menyusun helai demi helai benang berwarna merah yang terhampar di depan panta (alat tenun tradisional).

Kakinya berkoordinasi dengan tangannya yang sesekali terlihat bergerak menyisir benang.

Kain songket Pandai Sikek dari Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menjadi salah satu daya tarik kerajinan Indonesia yang dimaperkan di Paviliun Indonesia di Nusa Dua, Bali selama perhelatan pertemuan IMF-WB digelar pada 8 hingga 14 Oktober.

“Yang istimewa dari songket Pandai Sikek ini adalah ketelitian pembuatannya yang menggunakan benang emas, perunggu dan perak, satu lembar songket bisa dikerjakan hingga empat bulan,” kata Fiddawati salah satu perajin songket Pandai Sikek yang sedang menenun di Paviliun Indonesia pada Kamis (11/10/2018).

Lamanya waktu pengerjaan selembar kain songket itu, menurut Fiddawati, tergantung pada kerumitan motif dan ukuran kain.

“Semakin rumit motif dan semakin panjang kain maka waktunya makin lama dan tentu harganya juga makin mahal,” katanya.

Menenun songket sudah dilakukan Fiddawati sejak kecil. Nenek dan ibunya dengan tekun mengajarinya menyongket.

“Kampung kami menganut garis matrilineal jadi yang diajari menyongket ini tidak sembarang orang. Hanya anak perempuan dari garis keturunan ibu lah yang boleh menenmpuan yang ayahnya dari Pandai Sikek tapi ibunya dari luar ya tak bisa,” katanya.

Perajin songket yang sudah memiliki toko di Thamrin City, Jakarta Pusat itu didukung oleh BUMN Bank Mandiri.

Satu lembar kain songket dihargai antara Rp6 juta hingga Rp12 juta tergantung kerumitan motif dan panjang kain.

“Ada beberapa delegasi yang tertarik melihat songket kami, beberapa di antaranya ada negara-negara Afrika yang tertarik dengan motif Bacatue karena motifnya bunga-bunga dan warnanya mencolok,” kata Fiddawati.

Hingga saat ini, kain songket sudah diekspor ke Malaysia dan sejumlah negara di Eropa. Fiddawati berharap dengan mengikuti ajang Paviliun Indonesia maka akan lebih banyak orang, terutama dari luar negeri yang mengetahui keistimewaan produknya.

Kain songket Pandai Sikek adalah karya yang berharga sehingga harus dirawat dan disimpan dengan baik.

“Setelah dipakai jangan lupa diangin-anginkan dan bersihkan kotoran-kotoran yang menempel pakai sikat gigi, kalau kena air langsung dilap,” kata Fiddawati.

Kain songket Pandai Sikek tidak boleh dicuci atau bahkan terkena air karena bisa merusak benang.

“Cukup diangin-anginkan. Dan kain harus disimpan dalam keadaan digulung supaya tidak ada lipatan lalu dibungkus dan jangan kena cahaya matahari langsung,” pungkasnya. (ida)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Tourism

Indonesia Raih Penghargaan “The Best Destination” di Belanda

Published

on

Indonesia menerima penghargaan Reisgraag Award sebagai The Best Destination Pameran Pariwisata Vakantiebeurs 2019 di Utrecht, Belanda.

Zonaekonomi.com, London – Indonesia menerima penghargaan Reisgraag Award sebagai The Best Destination yang merupakan penghargaan pertama Indonesia sejak pertama kali penghargaan tersebut diluncurkan pada 2011.

Minister Counsellor Fungsi Ekonomi KBRI Denhaag, Noorman Effendi, di Inggris, Kamis (10/1/2019), mengatakan penghargaan tersebut diserahkan secara resmi pada Networking and Gathering Event Indonesia pada hari pertama penyelenggaraan Pameran Pariwisata Vakantiebeurs 2019 di Utrecht, Belanda.

Pameran Vakantiebeurs 2019 merupakan pameran pariwisata terbesar di wilayah Benelux, yang dikunjungi calon wisatawan yang datang bukan hanya dari negara Benelux, namun juga dari negara Eropa lainnya yang ingin menghabiskan waktu liburan sepanjang tahun 2019 dengan mengunjungi destinasi wisata unik di berbagai belahan dunia.

Melalui Vakantiebeurs 2019, pengunjung dapat memperoleh informasi terbaru mengenai travel trends, destinasi liburan terbaru, dan juga tips-tips saat mengunjungi destinasi favorit.

Selain dihadiri ratusan ribu pengunjung, Vakantiebuers 2019 juga diliput sekitar 100 media dari berbagai negara dan travel bloggers.

Pada pameran yang berlangsung hingga 13 Januari mendatang di Jaarbeurs, Utrecht, kali ini, Kementerian Pariwisata menggandeng 21 industri pariwisata terdiri dari 11 travel agent/tour operator, 10 hotel/akomodasi, organisasi kepariwisataan, dan Garuda Indonesia.

Di Paviliun Wonderful Indonesia, pengunjung tidak hanya akan mendapatkan informasi seputar destinasi wisata unik dan menarik di Indonesia, tapi juga beragam aktivitas, menampilkan budaya Indonesia melalui sajian tarian, karnaval, musik, dan juga body painting dengan menggunakan henna.

Selain itu pemutaran film di layar informasi mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi lebih jauh keindahan alam, kesenian dan kerajinan yang unik, musik yang khas, kekayaan gastronomi, dan destinasi wisata di Indonesia.

Paviliun Indonesia menyajikan “hospitality corner” yang merupakan representasi keramahan masyarakat Indonesia dengan sajian makanan khas, kopi, dan minuman tradisional lainnya yang dibagikan cuma-cuma.

Paviliun Wonderful Indonesia dibuka dengan kegiatan Networking and Gathering oleh Dubes untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional IV/Eropa Kementerian Pariwisata RI, Agustini Rahayu.

Pada networking and gathering hadir lebih dari 50 mitra Wonderful Indonesia di wilayah Benelux yang terdiri dari berbagai agen perjalanan, operator perjalanan yang selalu mempromosikan berbagai destinasi wisata di Indonesia, serta co-exhibitor yang tergabung dalam Paviliun Indonesia.

Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja dalam sambutan mengatakan dengan berjuta pesona yang dimiliki Indonesia, wisatawan asing yang datang ke Indonesia akan dimanjakan oleh obyek wisata yang menarik dan unik dari Aceh sampai Papua dengan fasilitas pendukung yang nyaman dan berkualitas, seperti penerbangan langsung dan hotel yang berkelas.

Selain menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah promosi yang dilakukan sepanjang tahun 2019, Dubes juga mendorong semua mitra Wonderful Indonesia untuk terus kreatif menampilkan tiga aspek 3B yaitu Beauty, Branding, and Bridging.

Semua pengunjung Paviliun Wonderful Indonesia dengan antusias menggali informasi seputar objek pariwisata baru yang memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata favorit bagi publik Belanda maupun Eropa.

Partisipasi Wonderful Indonesia tahun ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman asal Benelux, khususnya wisatawan dari Belanda yang pertumbuhannya dari 2012-2017 mencapai 7,57 persen/tahun, agar target 230.000 wisman Belanda yang berkunjung ke Indonesia tahun 2019 dapat tercapai.

Selain Paviliun Wonderful Indonesia, di ajang Vakantiebuers 2019 ini, promosi destinasi pariwisata Indonesia juga dilakukan banyak travel agent/tour operator Belanda yang menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata utama bagi warga negara Belanda, khususnya untuk destinasi wisata jarak jauh. (zey)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Pengelola Wisata Uluwatu Tanggapi Foto Tebing Retak

Published

on

Pura Luhur Uluwatu atau Pura Uluwatu merupakan pura yang berada di wilayah Desa Pecatu, Kecamatan Kuta, Badung.

Zonaekonomi.com, Badung – Pengelola objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali, menanggapi foto tebing retak di kawasan Pura Luhur Uluwatu yang beredar beberapa hari terakhir.

“Kami lihat sendiri kenyataan di lapangan, bahwa kondisi yang sebenarnya terjadi tidak sesuai dengan foto yang viral itu,” ujar Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, I Wayan Wijana, di Badung, Rabu (9/1/2019).

Ia menjelaskan, pada foto yang viral tersebut, tumbuhan di tebing tampak kering. Sedangkan kondisi saat ini, tebing telah ditumbuhi oleh pepohonan yang tumbuh subur secara alami

“Saya pikir foto tebing retak yang viral itu dengan keadaan sekarang tidak cocok, kebetulan juga sekarang musim penghujan pas banyak tumbuh pohon di sisi tebing,” katanya.

Meskipun begitu, mengatakan masalah tebing yang retak tersebut telah terjadi dan sudah diketahui sejak dahulu. “Sekitar tahun 1992 menurut pengamat juga terjadi penurunan yang tidak signifikan sekitar satu milimeter, yang juga sudah saya koordinasikan kepada pihak puri,” katanya.

Ia menjelaskan, sejak sekitar tahun 1992 hingga saat ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya telah mengatur sistem persembahyangan saat pelaksaan ritual Piodalan di Pura tersebut.

“Kami minimalkan umat yang bersembahyang di dalam. Untuk persembahyangan kami lakukan di Jaba Tengah Pura, di dalam hanya upacaranya saja. Untuk mengatur jumlah umat yang bersembahyang kami juga telah menggunakan sistem kartu,” ujar Wayan Wijana.

Pihaknya sejak dahulu juga telah memiliki komitmen bersama dengan melarang wisatawan dan pengunjung lain selain umat yang akan bersembahyang untuk masuk kawasan Pura

“Pura Uluwatu memang merupakan ikon wisatanya. Namun kami melarang wisatawan masuk ke pura dan yang kami tawarkan untuk pariwisata adalah kawasan luar Pura Uluwatu. Jadi keretakan ini juga tidak akan banyak berpengaruh kepada sektor pariwisata,” ujarnya.

Terkait keretakan tebing tersebut, menurutnya setiap tahun telah ada evaluasi yang dilakukan oleh pihak Dinas PUPR Kabupaten Badung. Selain itu juga terdapat ‘masterplan’ penataan kawasan Uluwatu yang telah dirancang.

“Masterplan tersebut termasuk di dalamnya adalah penataan tebing retak itu. Nantinya selain keretakan juga akan dilakukan penguatan tebing. Selain itu tembok di pinggir tebing akan dimundurkan yang lahan sisanya akan dilakukan tamanisasi sebagai antisipasi abrasi. Itu sudah dianggarkan dan pasti akan dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memastikan kebenaran foto yang beredar di media sosial tersebut. Camat Kuta Selatan, Made Widiana, bersama tim juga telah melakukan pemantauan ke lokasi tebing yang retak.

“Kami hari ini menerbangkan ‘drone’ untuk memastikan kabar yang sempat viral tersebut. Ini kami lakukan untuk mengetahui kebenarannya dan agar tidak muncul informasi yang meresahkan masyarakat Bali.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan pantauan tersebut, pihaknya akan membuat laporan yang nantinya akan diberikan kepada instansi teknis untuk ditindaklanjuti dan diadakan pengecekan secara detail.

“Apa langkah secara teknis yang harus diambil itu nanti pihak PUPR yang lebih paham. Jadi pemantauan ini kami jadikan bahan awal bersama pengelola wisata Uluwatu sebagai laporan ke Pemkab Badung,” ujarnya. (nfy)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Tourism

Jelang Nyepi, Pemkot Denpasar Gelar Lomba “Ogoh-Ogoh”

Published

on

Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala.

Zonaekonomi.com, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar, Bali tetap menggelar lomba “ogoh-ogoh” atau boneka raksasa menjelang hari suci Nyepi pada 7 Maret 2019. Antusias anak muda Denpasar dalam membuat ogoh-ogoh sudah tampak dibeberapa kawasan banjar.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram di Denpasar, Rabu (9/1/2019), mengatakan lomba “ogoh-ogoh” tersebut sebagai bentuk kreativitas anak-anak muda dalam menyambut haru suci Nyepi. Meski pada tahun ini merupakan tahun politik.

Di Kota Denpasar dalam tahun politik ini tetap melaksanakan lomba ‘ogoh-ogoh’ untuk melestarikan adat dan budaya serta kreatifitas anak muda Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ngurah Mataram mengatakan Pemkot Denpasar sangat mendukung kreatifitas anak muda terlebih dalam pembuatan “ogoh-ogoh” yang juga sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

Ia mengatakan terkait dengan tahun politik ini, pihaknya telah merancang kriteria lomba “ogoh-ogoh” serta melarang pembuatan boneka raksasa yang bermuatan politik.

Sementara dalam menjaga keamanan dan kenyaman bersama dalam pawai dan lomba ogoh-ogoh, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh komponen lembaga adat, dinas, dan aparat keamanan di Kota Denpasar.

Ngurah Mataram lebih lanjut mengatakan kriteria perlombaan “ogoh-ogoh” sama seperti tahun-tahun sebelumnya yang tetap mengacu pada kriteria pembuatan “ogoh-ogoh” berbahan dasar alami yang artinya tidak menggunakan bahan seperti stayrofoam.

“Lomba ogoh-ogoh ini tetap dilaksanakan, namun kriteria lomba tetap mengacu seperti tahun sebelumnya dan tidak boleh berbau politik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat, Ketut Gede Arya Narendra mengaku pihaknya telah mempersiapkan tema “ogoh-ogoh” tahun ini.

“Pemkot Denpasar yang tidak melarang pembuatan ‘ogoh-ogoh’ dalam hajatan tahun politik ini tentunya tetap mendukung dan mendorong kreatifitas anak muda dalam membuat boneka raksasah di setiap banjar,” ujarnya. (iks)


Media Zone menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redaksizone@gmail.com, dan redaksi@zone.co.id, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending